
"Habis itu udah ngga ada kejadian apa-apa lagi?" tanya, Viona
"Apanya yang ngga ada. Gara-gara itu, gosip tentang pacaran, Syifa sama Luthfi langsung menyebar" sahut, Risa
"Gue sampai banyak yang teror dari kalangan fansnya, Luthfi tau ngga" timpal, Syifa
"Terus loh ngapain waktu itu?", Viona semakin penasaran
"Yah gue bilang. Gue ngga pernah pacaran sama, Luthfi. Gue juga ngga pernah ada niat buat dekat-dekat sama dia. Setelah gue ngomong itu, udah kesebar lagi kalau gue ternyata ngga ada hubungan apa-apa sama, Luthfi. Dan keseharian gue normal kembali tanpa teror apapun" ujar, Syifa
"Habis itu loh ngga ada apa-apa lagi sama, Luthfi?" tanya, Viona kembali
"Dulu, Syifa tuh pernah dibuat nangis sama teman kelasnya, Luthfi waktu itu. Terus loh tau apa selanjutnya? Luthfi sama dia berantem sepulang sekolah" seru, Risa
"Serius? Gara-gara apa? Gue kepo banget nih" semangat, Viona
Syifa hanya tertawa melihat, Viona yang begitu antusias ingin mendengar cerita tentang dirinya juga, Luthfi
"Sampai segitunya loh pengen tau banget cerita gue dulu sama, Luthfi" ucap, Syifa yang masih tertawa
"Jiwa-jiwa kepo gue udah mulai merasuki, Viona tau ngga, Fa", Risa pun tidak tahan untuk tertawa
"Yah habisnya seru. Malah kayak di film-film gitu. Tapi ini beneran kan? Cerita yang kalian ini serius kan? Ngga ngarang kan?", Viona menampilkan wajah polosnya
Syifa melempar bantal kearah, Viona. Sedang, Risa memukul pelan paha, Viona yang disambut ringisan kecil oleh, Viona
"Loh pikir gue sutradara? Sampai harus ngarang cerita" ketus, Syifa
"Ini tuh, Real yah. Ngga ada ngarang-ngarangnya sama sekali" kesal, Risa
"Yah maaf. Habisnya ceritanya romantis banget", Viona terkekeh. Syifa dan Risa menghela nafas
"Lanjut dong. Kenapa loh bisa nangis? Dan kenapa, Luthfi bisa berantem sama dia?", Viona kembali mengulik
"Gue nolak dia. Terus dia ngata-ngatain gue, sok jual mahal lah, sok cantik lah, pokoknya gitu deh. Dia ngehina gue banget. Gue kesal, terus gue tampar dia. Dia makin marah, terus dia ngedorong gue. Tapi beruntung, Risa cepat nangkap gue, jadi gue ngga jatuh. Tiba-tiba, Luthfi datang langsung mukul wajah dia. Kaget banget gue" tutur, Syifa
"Apa, Luthfi marah tuh cowok ngedorong loh?" tanya, Viona
__ADS_1
"Ngga tau sih gue. Tapi emang, tuh cowok banyak yang ngga suka sama dia. Dia playboy, dan, Luthfi emang ngga pernah akur sama dia. Pokonya mereka berantem sampai tuh cowok babak belur" ujar, Syifa
"Terus, Luthfi?" antusias, Viona
"Luthfi cuma ngeliat, Syifa nangis, terus ya udah dia langsung pergi. Sebelum keluar dari pintu, Luthfi ninju pintu keras banget sampai kita semua yang ada di ruangan itu kaget" sahut, Risa
"Terus si bedebah brengsek yang bikin, Syifa nangis gimana?" kesal, Viona
Syifa dan Risa tertawa mendengar sebutan buruk untuk laki-laki yang sudah membuat, Syifa menangis
"Langsung dipapah pergi sama teman-temannya" seru, Risa
"Masih ngegangguin loh ngga?" tanya, Viona kepada, Syifa
"Ngga. Gue malah ngga mau tau apapun lagi tentang dia setelah itu" cetus, Syifa
"Tapi, Luthfi keren banget sih. Jentel banget dia sampai ngebelain, Syifa" sahut, Viona
"Setelah itu yah, Vi. Ngga ada lagi yang bikin, Syifa nangis" cetus, Risa
"Terus, Luthfi gimana?" tanya, Viona
"Tapi ngga ada rumor kalian pacaran?" tanya, Viona
"Ngga ada. Rumor barunya malah, Luthfi suka sama, Syifa. Tapi yah, mereka semua bungkam" sahut, Risa
"Tapi itu cuma rumor" cetus, Syifa
"Tapi pada kenyataannya emang ia" potong, Risa
"Mulai deh sifat sok taunya keluar", Syifa memutar malas bola matanya
"Sebenarnya gue masih pengen banget dengar cerita loh sama, Luthfi. Tapi kalian mulai ribut lagi" ketus, Viona
"Udah ngga ada lagi, Vi" ucap, Syifa
"Ada lagi. Yang waktu loh turun ke kolam terus loh hampir tenggelam karna air dalam banget. Terus ada, Luthfi yang nyelamatin loh" potong, Risa
__ADS_1
"Serius? Loh digendong?", Viona begitu antusias
Satu jitakan mendarat di kepala, Viona
"Loh pikir gue tenggelam? Gue cuma hampir tenggelam, bukan udah tenggelam. Gue teriak nyari, Risa, tapi sih sinting ini", Syifa menunjuk, Risa dengan kesal, "Malah ngira gue cuma pura-pura. Hampir aja gue tenggelam, kaki gue ngga nyampe, gue lupa pegangan dipinggir kolam. Ya udah, terus, Luthfi datang narik tangan gue. Gue reflesk narik lengan dia supaya gue ngga teggelam. Dia ngebawa gue sampai dipinggir kolam supaya gue bisa pegangan disana. Beruntung banget sih, orang-orang ngga lihat, Luthfi nolong gue" tutur, Syifa
"Kenapa emang kalau banyak yang lihat?" tanya, Viona dengan polos
"Loh lupa? Luthfi punya banyak fans cewek" sahut, Risa
"Bisa-bisa, gue mati diserang mereka" cetus, Syifa
"Yah loh tinggal kasih tau, Luthfi aja kalau fans merek nyerang loh. Gampang kan" seru, Viona
"Loh pikir segampang itu?" sewot, Risa
"Loh pikir, gue sedekat itu sama, Luthfi? Jarang banget gue ngobrol sama, Luthf waktu di SMU dulu" sahut, Syifa
"Tapi sekarang gue lihat, loh sama, luthfi udah mulai dekat" cetus, Viona
"Makin dekat malah" ledek, Risa
"Mulai deh kalian. Ngga usah ngegosip please" ucap, Syifa kesal
Risa dan Viona hanya tertawa menikmati raut kesal wajah, Syifa. ini benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi mereka berdua
"Stop. berhenti ketawa. gue mau tidur", Syifa sudah hendak tidur
"Jangan dulu dong, Fa" tahan, Viona
"Tau loh. Ngga asik" sahut, Risa
"Apa lagi?" kesal, Syifa
"Kalau, Luthfi nembak loh?" pertanyaan itu terlontar tiba-tiba dibibir, Viona
Risa langsung melihat, Syifa sembari menunggu jawaban, namun, Syifa seperti enggan untuk menjawab pertanyaan, Viona
__ADS_1
"Pertanyaan konyol" cetus, Syifa dengan malas