Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Hamil di usia muda


__ADS_3

"Gue sih ada gunanya juga ngga punya pacar. Jadinya kan bebas, rahasia juga aman" seru, Risa yang berdiri diantara, Fahri dan Syifa


"Kalau gue sih ada gunanya punya suami. Jadinya bisa berbagi keluh kesah" sahut, Syifa yang mematahkan kesombongan, Risa


"Nah" cetus, Luthfi yang tertawa


"Masih mau loh, Sa" tukas, Fahri


"Keluar dulu deh kalian. Gue sama, Vio mau ngomong berdua" seru, Vigo


"Ayo keluar" ajak, Syifa yang mendahului teman-temannya


Risa, Luthfi dan Fahri menyusul, Syifa yang terlebih dahulu keluar dari kamar tersebut untuk menuju ruang tv yang semula mereka tempati berkumpul


"Baru kali ini gue ngeliat sih, Vigo marah. Seram juga yah" cetus, Risa yang mendudukkan tubuhnya di sofa dengan lega


"Ia sih. Tapi emang wajar kalau, Vigo marah. Loh sendiri dengarkan cerita, Viona tadi yg ngobrol berdua bareng, Reza" sahut, Syifa


"Ia gue tau. Gue cuma ngga habis pikir, ternyata, Vigo bisa semarah itu" tukas, Risa


"Itu karena, Vigo sayang sama, Viona" cetus, Fahri


"Benar. Kalau ngga sayang kan ngapain marah", Luthfi menimpali ucapan, Fahri


"Kalian emang laki-laki. Sama aja" gerutu, Risa


***


Hari semakin berlalu. Perkembangan kehamilan, Syifa pun semakin terlihat membesar. Hingga menyisakan tanya dikalangan teman-teman kampus mereka tentang keberadaan gadis itu. Namun Kelima temannya selalu mengatakan jika, Syifa mengambil cuti selama satu semester ke depan untuk masa pemulihan


"Nanti kamu jangan banyak gerak yah disana. Awas kalau ngga dengar", Luthfi terus memperingati, Syifa karna mereka akan makan siang di sebuah restoran yang sudah dipilih oleh, Vigo dan Viona


"Tau ngga. Udah ratusan kali telinga aku dengar ini" sahut, Syifa


"Itu biar kamu ngga lupa" cetus, Luthfi


"Yah aku mana pelupa" ketus, Syifa


"Berantem deh. Berantem deh" seru, Risa yang baru saja datang bersama, Fahri


"Baru aja kita sampai udah dihadiahi pertengkaran suami istri" timpal, Fahri


"Kalian berdua lama banget. Pasti jalan-jalan dulu" seru, Syifa yang menghampiri keduanya diikuti, Luthfi di belakangnya


"Momen langka" cetus, Luthfi


"Udah ah. Ayo berangkat", Risa lebih memilih mengalah daripada harus mendengar ocehan mereka yang membuat suasana hatinya menjadi buruk


"Ayo. Teman SMA gue juga udah nyampe disana. Viona sama Vigo juga udah nyampe" cetus, Fahri


"Teman SMA loh?" tanya, Luthfi


"Ia. Gue lupa ngasih tau kalian. Teman, Viona maksa ngikut karna udah lama ngga ketemu" jawab, Fahri


"Oh"


"Ayo"


Fahri mendahului mereka untuk masuk ke dalam mobil yang kendarai bersama, Risa untuk menjemput, Syifa dan Luthfi. Fahri mengambil alih kemudi. Luthfi berada di sampingnya. Sedangkan, Syifa dan Risa duduk di kursi belakang


"Ingat yah. Ngga boleh ban.... " Lagi-lagi, Luthfi kembali memperingati, Syifa namun terpotong


"Ngga boleh banyak gerak. Ia udah ingat. Apaan sih" potong, Syifa yang menggerutu


"Buset deh nih bumil. Marah-marah mulu" tegur, Risa


"Luthfi tuh ngeselin banget. Dari tadi ngomong itu mulu" ketus, Syifa


"Namanya juga sayang, Fa" ledek, Fahri yang sudah mulai menyalakan mesin kendaraannya


"Cepetan jalan" seru, Syifa yang tidak lagi ingin dibantah. Risa melirik, Fahri dari spion. Begitu pun, Fahri yang mengodenya lalu sama-sama menahan tawa. Bahkan, Luthfi sendiri menghadap ke luar jendela seraya menahan tawa


Drrrrttttt dddrrttttt


Deringan ponsel milik, Risa bergetar hebat di dalam tas jinjing miliknya. Risa meraih ponselnya dan terlihat panggilan masuk dari, Viona


"Viona" guman, Risa


"Halo, Vi" ucap, Risa setelah meletakkan benda pipih itu ke telinganya


"............."

__ADS_1


"Bentar lagi gue sampai"


"............"


"Ia bawel. Tungguin aja"


"........."


"Ia-ia. Bye"


Risa kembali meletakkan ponselnya ke dalam tas yang ia pangku


"Apa katanya?" tanya, Syifa


"Katanya suruh, Fahri cepat. Ngebut aja" jawab, Risa


"Ngga mikirin anak gue tuh orang" cetus, Luthfi


***


*Pelan-pelan", Luthfi membukakan pintu untuk, Syifa dan membantunya keluar setelah mereka sampai di tempat tujuan


"Mereka mana?" tanya, Risa


"Di dalam lah. Gimana mau ketemu kalau loh nyarinya di luar" sahut, Fahri yang membuat, Risa mencibir dengan kesal


"Jangan berantem. Ayo masuk" tegur, Syifa


Syifa menggadeng lengan, Luthfi dan berjalan mendahului, Fahri dan Risa yang berada di belakang mereka layaknya pengawal


"Fa! Disini", Viona berteriak dan melambaikan tangannya


"Itu mereka", Syifa menunjuk, Viona dan Vigo. serta dua gadis yang bersama mereka. Namun, Syifa tidak mengenalinya. Mereka ber-empat menghampiri, Viona dan Vigo


"Duduk disini bumil ku", Viona membuka satu kursi untuk, Syifa yang diikuti oleh, Luthfi di sampingnya


"Loh berdua pasangan yang suka bertengkar, duduk disana", Viona menyuruh, Fahri dan Risa duduk menghadap mereka


Viona dan Vigo duduk bersebelahan, dan tepat berada di hadapan, Fahri dan Risa. Sedangkan, Syifa duduk di sisi samping, Viona berdua dengan, Luthfi juga tepat berhadapan dengan kedua gadis teman, Viona


"Hai, Ri. Lama ngga ketemu" salah satu dari gadis itu menyapa, Fahri


"Ia. Udah lama kita ngga ketemu yah" sahut, Fahri


"Ngga lah" Jawab, Fahri


"Oh ia. Ini teman-teman gue dulu di SMA. Yang ini, Winda, dan Ini Melda" , Viona memperkenalkan kedua temannya


"Dan ini juga teman-teman gue sekarang. Yang itu, Risa pacarnya, Fahri. Yang ini, Luthfi, dan ini istrinya", Viona memperkenalkan ketiga temannya


Risa mendesah. Lagi-lagi, Viona memperkenalkan dirinya sebagai kekasih, Fahri. Namun ia sudah terlalu lelah untuk menyangkal, karna bukan untuk pertama kalinya


Winda dan Melda terkejut mendengar, Fahri sudah memiliki kekasih. Dan pria tampan di hadapan mereka sudah beristri. Bahkan perut istrinya sudah terlihat besar


"Dia pacar loh, Ri?" tanya, Winda yang jarak duduknya lebih dekat dengan, Fahri daripada, Melda


Fahri tidak menjawab. Ia menoleh pada, Risa yang juga tengah melirik dirinya tanpa bersuara


"Gue kira loh jadian sama, Dini" seru, Melda


"Ngga. Gue ngga pernah jadian sama, Dini" sahut, Fahri yang tidak menyukai nama itu kembali di sebut


"Ayolah teman-teman. Ngga usah bahas yang lalu-lalu. Sekarang kalian pesan makanan dulu" sergah, Vigo yang menyadari aura kecanggungan


"Mbak", Luthfi menaikkan tangannya memanggil pelayan. Hingga pelayan itu mendekat


"Teman kami mau pesan makanan" cetus, Vigo


"Kamu mau pesan apa?" tanya, Luthfi kepada, Syifa dengan lembut hingga membuat, Melda menatap kagum padanya


"Aku pengen yang asem-asem" sahut, Syifa


"Soto Ayam aja yah?" tawar, Luthfi


"Ia. Tapi kuahnya bikin asem yah mbak" tukas, Syifa yang memberi tahu pelayan itu


"Ia mbak" pelayan itu mulai mencatat


"Minumnya Jus Jeruk yang kecut yah" tambah, Syifa


Luthfi tersenyum mendengar pesanan istrinya. "Saya pesan Seafood mbak. Minumnya Cappuccino" pesannya

__ADS_1


"Loh mau pesan apa, Sa?" tanya, Fahri yang melihat, Risa masih membolak-balikkan buku menu tersebut


"Bingung gue" jawab, Risa tanpa menoleh


"Samain kek gue aja deh" usul, Fahri


"Loh pesan apa emang?", Risa menoleh pada, Fahri


"Pasta" sahut, Fahri


"Oh ia deh. Pasta dua mbak. Saya minumnya pesan Lemontea. Loh minumnya apa? Cappuccino juga?" tanya, Risa dan Fahri hanya mengangguk


Melda dan Winda saling melirik satu sama lain. Sedangkan ke-empat teman mereka hanya tersenyum senang melihat kedua teman mereka yang sudah saling memahami


"Jadi. Soto Ayam satu. Seafood satu. Pasta dua. Cappuccino dua. Es jeruk satu. Sama Lemontea satu" ucap, Risa pada pelayan itu


"Baik mbak. Silahkan ditunggu" pelayan itu pun pergi


"Gue ngga nyangka. Kalian berdua masih muda, tapi udah nikah" ucap, Melda tiba-tiba


"Mereka ngga suka pacaran. Jadinya langsung nikah", Viona yang menjawab


"Oh. Tapi sayang banget yah" ujar, Melda yang terdengar seperti kecewa dan meledek


"Maksud loh apa?" tanya, Syifa yang tidak suka dengan nada suara gadis itu


"Bukan apa-apa kok. Cuma sayang aja. Masa muda kalian jadi sia-sia karna ambisi ingin saling memiliki" sahut, Melda


"Masa muda gue ngga pernah sia-sia. Gue bersyukur nikah di usia muda dan sekarang hamil di usia muda. Gue nikmatin semuanya. Dan ngga ada yang sia-sia bagi gue" ujar, Syifa dengan tegas


Luthfi mengusap lembut kepala, Syifa dan berkata, "Tadi aku bilang apa?"


"Aku kan cuma mau ngejawab. Kalau masa muda kita ngga pernah sia-sia. Kita ngejalaninya juga biasa aja kok" jawab, Syifa menatap, Luthfi


"Ia. Semua udah tau. Ngga usah terlalu dengar apa kata orang. Kasian nanti anak kita. Yah?", Luthfi selalu berkata lembut pada, Syifa jika hormon hamil istrinya sedang berada di atas dan ingin meluapkannya


"Ngga perlu loh jelasin, Fa. Semua orang yang lihat loh berdua juga tau. Kalau kalian bahagia banget" seru, Risa dengan nada menyindir, "Apalagi ada ponakan gue di perut loh" lanjutnya dengan senyuman yang mengembang


"Perut loh sendiri kapan terisi" ledek, Fahri


"Cacing di perut gue udah banyak. Ngapain ngisi-ngisi lagi" tukas, Risa dengan kesal


"Sorry yah. Maksud gue bukan ngatain kalian ngga bahagia", Melda merasa tidak enak hati


"Udahlah. Santai aja. Syifa sekarang lagi gampang tersinggung. Bawaan hamil. Dulu sih ngga pernah dia sensitif gini. Jadi maklumin aja bumil kami yah" sahut, Viona yang merasa tidak enak namun berusaha mendamaikan keduanya


"Doain juga secepatnya gue sama, Vio nyusul" cetus, Vigo


"Gercep" ujar, Fahri yang tertawa


"Gue kira loh ngga akan mau ngelepasin, Dini, Ri" seru, Winda kepada, Fahri


"Gue udah ngelepasin dia" sahut, Fahri


"Loh dulu nolak gue karna, Dini" tukas, Winda


Teman mereka yang lain terkejut mendengar penuturan, Winda. Terutama, Melda, Viona, dan Vigo. Sedangkan, Fahri mengamati raut wajah, Winda


"Winda" panggil, Fahri


"Tapi sekarang loh udah punya cewek lain" seru, Winda dengan kecewa


"Risa bukan cewek gue" jawab, Fahri


Jantung, Risa berdebar dua kali lebih cepat mendengar pengakuan, Fahri. Tapi bukannya mereka memang tidak pernah jadian kan? Lalu apa yang salah? Risa memasang wajah seperti biasa. Namun, Syifa yang sudah mengenalnya bertahun-tahun bisa mengenali sifat temannya itu


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa mampir di Autumn In March 🤩

__ADS_1


Dan jangan lupa like juga votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2