
"Ada yang sakit?" pertanyaan, Luthfi membuat, Syifa tersadar dan segera menguasai kembali dirinya.
"Ngga kok", Syifa menggeleng namun mengusap kepalanya yang sempat terbentur
"Katanya ngga. Tapi ngusap kepala" saut, Luthfi yang membuat, Syifa menjadi gelagapan, "Cuma dikit. Sakitnya ngga kayak tadi". "Oh, Sini, biar gue lihat", Luthfi meneliti lebih dalam kepala, Syifa dan memastikannya sendiri
"Udah. Ngga apa-apa kok", Syifa menarik kepalanya dari tangan, Luthfi. "Oh ia, kan tadi gue mau ambil minum" gumannya. Ia kemudian hendak kembali mencari botol minumannya di bawah kursinya. "Eh mau ngapain?", Luthfi menahan lengan, Syifa yang hendak ingin menunduk
"Gue haus! Gue mau ngambil botol minum gue di bawah kursi" saut, Syifa, Luthfi langsung menunduk dan mencari botol minuman yang dimaksud, Syifa. "Ini", Luthfi memberikan minuman tersebut kepada, Syifa.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap, Syifa dan langsung meneguk air dalam botol tersebut hingga setengahnya
"Loh ngga suka gue duduk disini yah?" pertanyaan, Luthfi sukses membuat, Syifa tersedak. Luthfi dengan cepat mengambil minuman tersebut dari tangan, Syifa lalu menutupnya dan menyimpannya ditempat semula. Setelah itu, ia memijat pelan leher belakang, Syifa
"Minumannya pelan-pelan" ujar, Luthfi yang terus membantu, Syifa yang masih tersedak. Untung saja, keempat temannya yang lain sudah tertidur.
"Loh yang bikin gue gini" ucap, Syifa yang masih sedikit terbatuk. "Kok gue", Luthfi melepas tangannya dari leher belakang, Syifa dan mengerutkan keningnya
"Bukannya udah biasa yah?" tanya, Syifa yang juga membuat, Luthfi bungkam karna tidak tau apa yang harus ia katakan, dan akhirnya ia hanya memilih diam
__ADS_1
Keduanya pun kembali terdiam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing. Meski sesekali diantara mereka sering mencuri-curi lirikan agar bisa melihat. Syifa yang beberapa kali sempat menguap harus setengah mati menahan rasa kantuknya demi tidak ingin melewatkan pemandangan sepanjang perjalanan.
"Loh udah ngantuk. Tidur sana. Perjalanan masih panjang" seru, Luthfi yang juga beberapa kali memperhatikan, Syifa sedang menguap dan berusaha menahan kantuknya. "Ngga kok, siapa yang ngantuk, coba" bantah, Syifa yang memperlihatkan matanya bahwa ia belum mengantuk.
"Perjalan masih panjang" ujar, Luthfi terus mencoba membujuk agar, Syifa mau tidur karna melihat wajahnya yang sudah lelah. "Ngga, Luthfi. Gue belum ngantuk kok", Syifa terus menggeleng berusaha meyakinkan, Luthfi. Tanpa aba-aba, Luthfi menarik kepala, Syifa lalu menaruhnya di pundaknya. "Tidur dan jangan membantah" perintah, Luthfi yang terpaksa membuat, Syifa harus mengulum bibirnya agak tidak membantah ucapan, Syifa
Tak berselang beberapa menit, Syifa sudah memejamkan matanya bersamaan dengan suara napasnya yang teratur layaknya orang yang sudah tertidur. "Katanya ngga ngantuk", guman, Luthfi yang hanya menggeleng dengan tingkah, Syifa yang keras kepala.
Luthfi terus menatap lekat wajah, Syifa dalam tidurnya. Ia bahkan beberapa kali menyibak anak rambutnya yang berlomba-lomba terjatuh.
__ADS_1
"Semoga semuanya baik-baik saja" - Luthfi
Luthfi memalingkan wajahnya dari, Syifa lalu mulai sibuk dengan pikirannya sendiri. Luthfi sepertinya sedang menutupi sesuatu hingga membuat dirinya terlihat menampakkan raut kesedihan diwajahnya yang tidak pernah ia perlihatkan kepada siapapun. Ia sangat pandai dalam menutupi segala apa yang ia rasakan saat ini