
"Ngga mau gandeng tangan gue?" goda, Fahri kepada, Risa yang masih terlihat kesal padanya
"Ngga. Suami kejam kayak loh ngga perlu digandeng-gandeng" seru, Risa berjalan lebih dulu dan meningglkan, Fahri
"Oh gitu? Ya udah. Gue cari cewek lain aja yang mau gandeng tangan gue" ledek, Fahri yang menghentikan langkahnya
Risa berbalik dan menatap, Fahri tajam, "jangan macam-macam loh ya? Gue seret loh pulang kalau berani macam-macam" ancamnya lalu menarik tangan, Fahri
"Kejam amat loh jadi istri" tukas, Fahri
"Loh juga. Kejam banget jadi suami" ketus, Risa yang kini sudah menggadeng tangan, Fahri
"Berarti kita cocok. Suami dan Istri yang kejam sedang menghadiri pernikahan mantan seorang istri yang begitu kejam pada suaminya" ujar, Fahri
"Fahri apaan sih. Ngga lucu" cetus, Risa namun tertawa dibuatnya
"Ngomong ngga lucu tapi ketawa. Aneh emang nih orang" seru, Fahri yang ikut tertawa hingga mereka berdua menjadi sorotan banyak orang
"Udah ah. Malu diluatin banyak orang" tukas, Risa
"Punya malu juga?" ledek, Fahri
"Fahri" kesal, Risa
"Bercanda. Ayo" Fahri menggenggam tangan, Risa menuju ke pelaminan. Tepatnya dimana sang pengantin berada
"Gue kok deg-degan yah?" guman, Risa yang memegang letak jantungnya berada
"Deg-degan karna bakal liat mantan nikah?" tanya, Fahri yang melirik, Risa
Risa yang kesal memukul lengan, Fahri, "Sembarang. Deg-degan karna harus ketemu keluarga, Dika. Bukan karna gue ngga rela. Udah lama kali gue move on"
"Emang kenapa kalau ketemu keluarga mantan loh?" tanya, Fahri
"Mereka kan kenal gue. Malu aja sih" jawab, Risa
"Oh. Malu karna ngga jadi nikah? Jadi ceritanya sekarang loh malu nikah sama gue? Bukan sama mantan loh itu?" Fahri menyimpulkan sendiri hingga membuat, Risa semakin kesal
"Bisa ngga sih loh nenangin gue? Bukan malah bikin gue tambah gila mikir yang lain-lain" geram, Risa
"Loh sendiri yang pengen jadi gila" ketus, Risa
"Gue aduin loh ya ke Mama, Papa sama Abang" ancam, Risa
"Aduin aja sana. Dasar manja" tukas, Fahri
"Biarin. Biar loh dimarahin" cetus, Risa
"Risa?" seorang perempuan memanggil nama, Risa dan perdebatan keduanya pun berakhir
"Kak Vera?" ucap, Risa setelah mengetahui siapa perempuan yang memanggilnya itu
__ADS_1
"Datang juga akhirnya" sapa, Vera dengan tersenyum kepada, Risa
"Ia kak. Soalnya, Dika ngundang aku secara langsung" jawab, Risa yang bersalaman dengan, Vera kakak perempuan, Dika
"Kesininya sama siapa?" tanya, Vera yang melirik, Fahri
"Oh ini. aku datang kesini sama Fahri. Fahri ini Kak Vera. Kakaknya, Dika" sahut, Risa yang memperkenalkan keduanya
"Vera" ucap, Vera yang mengulurkan tangannya
"Fahri" ucap, Fahri dengan datar dan hanya sekilas menjabat tangan, Vera
"Pacar yah?" tanya, Vera
Risa menggeleng, "Bukan kak. Fahri bukan pacar aku" jawabnya hingga membuat, Fahri seketika menoleh padanya, "Tapi, Fahri suami aku" lanjutnya yang kembali menggadeng lengan, Fahri
"Suami? Kapan nikahnya?" tanya, Vera yang begitu terkejut
"Dua hari yang lalu kak" sahut, Risa
"Oh. Ayo, biar kakak antar kalian ketemu sama, Dika dan Riana" ajak, Vera yang masih kebingungan mencerna
"Ia kak. Ayo, Ri" ajak, Risa yang menggandeng lengan, Fahri yang sudah terlihat malas
Vera mendahului keduanya untuk menuju ke tempat pelaminan. Dimana adiknya dan Riana bersanding disana.
"Dika, Riana. Ini ada, Risa datang" cetus, Vera yang mempersilakan, Risa dan Fahri maju dan ia pun pergi dari sana
"Ia gue datang. Bareng, Fahri nih" sahut, Risa yang tidak melepaskan tangannya dari lengan, Fahri
"Oh" ucap, Dika dengan malas
"Semoga loh cepat nyusul gue sama Dika yah" seru, Riana dengan nada menyindir
"Nyusul apa? Punya anak?" sahut, Risa dengan gaya sok polos untuk mematahkan sindiran, Riana
"Maksud gue. Semoga loh cepat nyusul nikah kayak gue sama, Dika" Riana memperjelas dengan nada sindirannya hingga membuat, Risa dan Fahri menahan tawa
"Aduh. Gue lupa ngundang kalian kemarin" cetus, Risa yang berpura-pura lupa sesuatu
"Maksud loh?" tanya, Riana yang mulai heran
"Kita lupa yah sayang ngundang mereka kemarin?" Risa dengan manjanya seolah-olah bertanya pada, Fahri
"Hmm" Fahri mengangguk, "Harusnya sih kita ngundang mereka kemarin. Biar kita bisa doain mereka nyusul. Tapi kita lupa ngundang mereka"
Sepasang suami istri itu malah membuat kedua pengantin semakin mengernyit heran dengan perkataan keduanya
"Maksud kalian apa?" tanya, Dika yang sudah sangat kebingungan
Risa tidak menjawab. Tapi ia dan Fahri kompak memperlihatkan cincin pernikahan mereka di jari manis masing-masing
__ADS_1
"Tunggu! Maksud kalian?" tukas, Dika yang sudah tidak lagi mampu melanjutkan kata-katanya
"Kalian udah nikah?" lanjut, Riana
"Ia. Gue sama, Fahri nikah dua hari yang lalu" jawab, Risa dengan tegas
"Kok bisa?" tanya, Riana
"Apanya? Kenapa gue bisa nikah sama, Fahri? Ya karna, Fahri laki banget lamar gue langsung tanpa pacaran. Dan pastinya, gue sama Fahri saling mencintai" ucap, Risa dengan begitu tegas
"Tapi waktu itu loh ngga ngomong apa-apa" cetus, Dika
"Karna lamarannya emang dadakan. Dan nikahnya pun kita dadakan. Soalnya kita ngga mau terus menunda sesuatu yang baik" tegas, Risa yang seakan menyindir, Dika
"Udah ketemu sama pengantinnya kan? Pulang yuk?" cetus, Fahri yang malas berlama-lama disana
"Ayo" tukas, Risa. "Eh, sekali lagi selamat yah untuk kalian. Semoga cepat dapat momongan yah" ucap, Risa yang menjabat tangan kedua pengantin itu
"Ia" ketus, Dika
Risa dan Fahri bersalaman kepada pengantin itu. Meski, Dika tidak terima atas pernikahan mantan kekasihnya, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Riana yang kesal karna ternyata, Risa lebih dulu menikah dari dirinya membuatnya memalingkan wajah dari, Risa
"Gerah gue lama-lama disana" seru, Fahri yang membuka jaketnya dan melempar ke kursi belakang saat mereka sudah berada di mobil
"Loh pikir gue ngga? Eneg banget liat muka, Riana si sok cantik itu" gerutu, Risa
"Tapi emang dia cantik" goda, Fahri
"Apa?" teriak, Risa
"Dia cantik. Karna dia cewek. Sama kayak loh" tukas, Fahri
"Jangan bandingin gue sama cewek kayak dia ya? Gue ngga suka" seru, Risa yang begitu kesal
Fahri terkekeh, "Kenapa? Sakit hati loh?"
"Gue bukan sakit hati. Jijik aja gue sama dia. Sok-sok'an ngedoin gue biar nyusul nikah kek dia. Hellooowww. Gue lebih dulu nikah kali" celoteh, Risa dengan sewot hingga membuat, Fahri tidak tahan untuk tidak tertawa
"Noh, orangnya ada di dalam gedung. Ngapain marah-marah disini" tukas, Fahri
"Kesal aja gue. Udah jadi pelakor, sok-sok'an pula. Jijik banget gue" ucap, Risa yang merasa jijik menyebut, Riana
"Udah-udah. Ngga boleh ngomong gitu. Sekarang kita ke rumah Mama yah?" sergah, Fahri
"Ayo"
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 🤗❤