Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Cemburu


__ADS_3

"Kenapa pada ngeliatin gue? Kan benar, nanti gue pasti bakal kangen sama, Fahri, Vigo, Viona karna bakal pergi. Yakali gue bakal kangen sama, Syifa, Luthfi? Padahal tiap hari bakal ketemu juga" jelas, Risa ketika yang lain menatapnya terkejut


"Bisa aja loh ngelesnya" seru, Syifa yang tadinya sudah terkejut dengan pernyataan temannya


"Otak kalian aja yang geser" bantah, Risa


"Mau sampai kapan loh meluk gue?" tegur, Fahri ketika, Risa masih saja memeluknya. Risa pun melepasnya dengan menatapnya tajam


"Keenakan yah?" ledek, Viona yang tertawa


"Kangen-kangenan sebelum pergi" timpal, Vigo


"Kalian nanti bisa jalan-jalan kesini lagi" ujar, Luthfi


"Syafa menunggu" cetus, Syafa yang menyukai teman-teman kakaknya tersebut


"Mommy juga menunggu"


"Ya udah. Kita pamit tante, eh maksudnya Mommy" ucap, Viona yang tersenyum mencium punggung tangan Mommy Syifa


"Hati-hati yah nak. Jangan ngebut-ngebut" peringat Mommy Syifa


"Ia tante" sahut, Vigo


"Panggil Mommy aja" tegurnya


"Ia Mommy" jawab, Vigo yang juga mencium punggung tangan wanita paruh baya itu


"Fahri juga mohon pamit Mommy", Fahri pun melakukan hal yang sama


Setelah berpamitan. Vigo dan Viona masuk ke dalam mobil yang sama. Sedangkan, Fahri menggunakan mobilnya sendiri


"Hufth. Liburannya selama 2 bulan. Berarti selama itu juga dong kita ngga ketemu mereka", Risa menghela napas setelah kepergian ketiga temannya


"Sabar kak" ucap, Syafa yang bergelantung di lengan sahabat kakaknya itu


"Kita bisa mengunjungi mereka kalau kangen" ujar, Syifa yang duduk di sofa ruang keluarga


"Perjalanannya itu loh, Fa. Ya ampun" dengan lemas, Risa mendudukkan tubuhnya ke sofa


"Kakak ini, kayak habis ditinggal pacar aja" tegur, Syafa


"Kan ditinggal, Fahri" ledek, Luthfi


"Ngga usah ngarang" kesal, Risa


"Memangnya, Fahri sama Risa itu ada hubungan apa sih?" tanya, Mommynya dengan serius


"Ngga tau tuh Mom. Suka banget ngebully, Fahri sama Risa", Risa mencari pembelaan


"Pintar yah loh ngadu domba" seru, Syifa ke, Risa. "Biasalah Mom. Fahri sama Risa kan sama-sama jomblo, sama-sama susah move on pula" imbuhnya


"Kak Fahri susah move on sama mantannya?" heboh, Syafa yang penasaran


"Bukan. Fahri kayaknya belum pernah pacaran deh. Cuma susah move on sama cinta pertamanya" jelas, Syifa


"Mommy lihat, Fahri anaknya baik. Bertanggung jawab" cetus Mommynya


"Ya ialah dia baik Mom. Kalau ngga baik, ngapain, Risa sama Syifa mau temanan sama dia" seru, Risa dengan nada sewotnya


"Yang sopan" tegur, Luthfi dengan pelan. Meskipun tidak menyebutkan nama, mereka tau siapa yang sedang, Fahri tegur


"Ampun tuan", Risa mengatupkan kedua tangannya lalu menunduk


"Ayo loh Kak Risa. Ditegur sama Kak Luthfi" ledek, Syafa lalu tertawa


"Ampun, Fi. Udah biasa gue ngomong kek gitu sama mertua loh. Ampun", Risa terus saja mengatupkan kedua tangannya lalu menunduk meski hanya berniat untuk bercanda


"Udah ah. Gue mau istirahat. Loh masih mau disini, Sa?" seru, Syifa yang merasa lelah dan ingin segera beristirahat


"Ntar sore gue balik. Ntar gue suruh Abang jemput gue disini" sahut, Risa


"Ya udah. Loh bisa istirahat di kamar, Syafa. Gue mau istirahat dulu yah" ujar, Syifa


"Udah tenang aja. Kayak orang baru aja gue disini. Istirahat aja sana" tukas, Risa yang memang sudah terbiasa berada disana


"Ya udah. Mom, Syifa ke kamar dulu. Ayo, Fi" pamit, Syifa yang sekaligus mengajak, Luthfi


"Ingat pesan Mommy yah, Syifa?" Mommynya memperingati dirinya

__ADS_1


"Ia Mom. Syifa ingat kok" ketus, Syifa yang sudah berlalu menaiki tangga sebab kamarnya berada di lantai dua


"Ah. Nyamannya", Syifa menelentangkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya


Luthfi yang mengikutinya dari belakang hanya menggeleng dan merogoh ponselnya di saku celananya lalu duduk di tepi tempat tidur. Terlihat 4 panggilan tidak terjawab dari kontak atas nama, Marcelia


Luthfi berdecak, "Dia ini kenapa sih?" gumannya


"Ada apa?" tanya, Syifa yang mendengar, Luthfi berguman


"Ngga apa-apa" jawab, Luthfi dengan datar


"Bilang ngga apa-apa tapi mukanya datar gitu" tegur, Syifa yang mencibikkan bibirnya


"Kesal sama, Marcelia. Dari tadi nelpon terus" ujar, Luthfi dengan malasnya menyebut nama gadis itu


"Marcelia?", Syifa mendudukkan tubuhnya


"Hmm" hanya itu yang keluar dari mulut, Luthfi


"Kok bisa? Jawab aja, siapa tau penting" cetus, Syifa


"Ngga ada yang penting sama dia"


"Yah kan kita ngga tau apap-apa? Gimana kalau itu beneran penting?" pancing, Syifa


"Jawab aja kalau mau", Luthfi mengulurkan tangannya dan memberikan ponselnya yang baru saja berdering kepada, Syifa dengan nama kontak yang sama


"Ngga mau!" tolak, Syifa. "Kalau dia nanya aneh-aneh gimana? Ngga mau ah" tolaknya


"Tadi maksa, sekarang ngga mau" ketus, Luthfi


"Jawab aja, Fi. Susah banget sih" kesal, Syifa


Luthfi menghela napas kasar. Dengan malas, ia menggeser icon hijau dan menekan tombol speaker


"Halo" ucap, Luthfi denga dingin


"Halo, Luthfi? Kok lama banget sih jawab telpon gue?"


"Kenapa? Gue lagi sibuk" sahut, Luthfi yang lebih dingin


"Sibuk apa? Oh ia, gue kemarin lihat postingan, Viona, kalian lagi liburan yah? Terus, kok loh punya foto berdua sama, Syifa? Dan mesra banget"


"Halo, Luthfi? Kok diem sih?"


"Gue lagi sibuk" ucap, Luthfi begitu dingin


"Jangan galak-galak" ucap, Syifa dengan pelan. Namun, Luthfi hanya menghela napas


"Gue cuma pengen tau kenapa loh punya foto berdua bareng, Syifa? Loh ngga jadian kan sama dia?"


Luthfi tidak menjawab. Ia menoleh kepada, Syifa yang sedang menatapnya dengan tatapan biasa


"Itu bukan urusan loh. Dan loh ngga perlu tau. Gue lagi sibuk" ujar, Luthfi yang cuek saja dan menekan tombol merah


"Kok dimatiin? Dia belum selesai ngomongnya" tegur, Syifa kepada, Luthfi begitu cuek dan dingin


"Ngga penting" ketus, Luthfi


"Ya udah", Syifa menaikkan kedua bahunya


"Mau ikutan tidur juga ngga?" tanya, Syifa


"Ngga tau. Kenapa?"


"Mau minta tolong dibangunin kalau udah sore"


"Mau kemana?"


"Kan, Risa ntar sore balik?"


"Oh"


"Jadi gimana?"


"Ia"


"Apanya yang ia?"

__ADS_1


"Mau dibangunin kan?"


"Ia"


"Ya udah. Tidur sana"


"Ok"


Syifa tersenyum dan menarik selimut sampai batas perutnya. Tak butuh waktu lama, Syifa pun tertidur, karna memang dirinya begitu lelah dari perjalanan jauh bersama teman-temannya


Pada sore harinya, Luthfi membangunkan, Syifa. Mereka bersiap untuk menemui, Risa dilantai bawah. Risa sudah menunggu kedatangan Abangnya yang akan menjemput dirinya. Setelah Abangnya datang, Risa pun berpamitan pulang


"Sering-sering kesini loh. Awas kalau ngga" ancam, Syifa yang memeluk sahabatnya


"Ia bawel. Lagian loh ngga akan kesepian juga. Udah punya suami loh" seru, Risa yang membalas pelukan sahabatnya


"Makanya dek, cepat move on. Lagian sih, Fahri cocok tuh" ledek Abangnya


"Diem deh Bang. Apaan sih" gerutu, Risa


"Syafa juga setuju. Kak Fahri ganteng plus baik" puji, Syafa


"Mommy juga setuju"


"Dengerin tuh, Sa. Banyak yang ngedukung loh sama Fahri" ujar, Syifa yang tertawa


"Lebih ganteng dari, Dika juga" cetus, Luthfi


"Nyebut merek" tawa Abangnya Risa meledak


"Kenapa sih kalian hah? Emang gue ngga selaku itu apa? Sorry ya" ucapnya dengan nada anak jaman kekinian


"Lebay loh", Syifa mengusap wajah, Risa


"Ngga apa-apa. Yang penting gue cantik", Risa memuji dirinya sendiri dengan bangga


"Terserah loh deh", Syifa memutar malas bola matanya.


"Ayo balik" ajal, Rasya kepada adiknya.


"Abang, Syafa mau peluk" ucap, Syafa yang manja kepada Rasya


"Sini dek", Rasya memeluk, Syafa dengan gemasnya. "Bentar lagi, Syafa udah dewasa. Kalau punya pacar, pasti ngga mau lagi peluk Abang. Maunya dipeluk pacar terus"


"Abang nih ngomongnya asal. Ngga mau, Syafa pacaran. Pengen kayak, Kak Luthfi sama Kak Syifa. Ngga pacaran langsung nikah" ujar, Syafa yang melepas pelukannya


"Syifa mah udah nikah sekarang, jadi ngga mau lagi dipeluk Abang" ledek, Rasya


"Kata siapa? Syifa mau tau", Syifa memeluk, Rasya yang sudah ia anggap kakak kandungnya


Luthfi menatapnya dengan datar. Rasya menahan senyumnya. Ia sengaja memancing, Syifa hanya untuk melihat ekspresi wajah, Luthfi meski raut wajah pria itu susah ditebak


"Udah woy. Suami loh cemburu" seru, Risa


Syifa membulatkan kedua matanya dan melepas pelukannya dengan cepat. Ia dengan takut-takut melirik, Luthfi yang menatapnya dengan datar namun lebih menakutkan di matanya


"Mati gue"


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like dan beri tip yah 😊


Terima kasih untuk selalu mendukung karya aku ini 🤗


__ADS_2