
"Berenti disitu, Ri. Gue mau beli makanan dulu" perintah, Risa menunjuk salah satu warung yang jaraknya berkisar 100 meter dari rumahnya. Fahri hanya menuruti perintah, Risa tanpa menjawab. "Ayo, Vi. Temenin gue beli makanan dulu" ajak, Risa kepada, Viona.
"Ayo", Viona hendak membuka pintu mobil. "Gue ikut dong" cetus, Syifa. "Ngga usah. Loh disini aja. Badan loh kan masih pegal" tegur, Risa yang membuat, Syifa mencibir. "Ya udah deh", Syifa mengalah
"Ayo", Viona membuka pintu mobil dan keluar dari sana bersama, Risa. Keempat lainnya yang berada di dalam mobil hanya melihat tanpa bersuara.
"Eh. Gue lupa sesuatu", Syifa menurunkan kaca mobil lalu berteriak memanggil, Risa dan Viona. Untung saja, Risa dan Viona belum jauh. Risa mendekat lalu, Syifa membisikkan sesuatu ke, Risa. Risa hanya mengangguk dan kembali berlalu
"Loh nitip sesuatu?" tanya, Vigo saat, Syifa sudah kembali ke posisinya yang semula. Syifa hanya mengangguk.
"Nitip apa?" tanya, Luthfi dengan pelan seperti sedang berbisik. Vigo dan Fahri tengah sibuk berbincang di depan hingga tidak memperdulikan, Syifa dan Luthfi di belakang. "Yang tadi loh mau beli" saut, Syifa menoleh kearah, Luthfi
"Kenapa, Syif?", Fahri menoleh ke belakang. "Gue ngga ngomong sama loh, Ri. Gue lagi ngomong sama, Luthfi. Loh lama-lama kayak, Risa yah" celoteh, Syifa. "Satu lagi. Nama gue, Syifa. Bukan, Syif. Loh kira gue chef apa" gerutu, Syifa
__ADS_1
Luthfi, Fahri dan Vigo tertawa mendengar ocehan, Syifa. "Apa sih kalian ngetawain gue" gerutu, Syifa yang mengembungkan sedikit pipinya. "Ngga ada. Lanjutin aja ngobrolnya kalian. Fahri, loh ngeganggu mereka" tegur, Vigo melerai tawanya
"Sorry. Kan gue ngga tau" cetus, Fahri lalu kembali bercengkerama dengan, Vigo tanpa memperdulikan lagi, Syifa dan Luthfi.
"Tapi kok bisik-bisik?" tanya, Luthfi kembali. "Soalnya gue nitip sesuatu juga" tukas, Syifa. "Apa?" tanya, Luthfi menaikkan sebelah alisnya. "Urusan cewek" saut, Syifa yang lalu membuat, Luthfi terdiam dan hanya mengangguk
Syifa memijat-mijat bahu kirinya menggunakan tangan kanannya. Lalu merenggangkan otot-otot leher dan bahunya. "Bersandar dipundak gue sini", Luthfi menepuk-nepuk pundak kanannya. Tanpa menolak sedikit pun, Syifa langsung merebahkan kepalanya ke pundak, Luthfi sambil memainkan ponsel miliknya.
Fahri melirik ke belakang dibalik spion tengahnya. Lalu mengode, Vigo untuk ikut melirik ke belakang. Mereka berdua bersama-sama melirik ke belakang tanpa sepengetahuan, Syifa dan Luthfi. Syifa yang asik memainkan ponselnya, dan, Luthfi yang asik memainkan rambut milik, Syifa. Mereka berdua sepertinya masih terbawa suasana dalam drama mereka tadi
"Beliin gue kan?" tanya, Syifa yang masih tidak bergeming dari pundak, Luthfi. "Gue beli kok. Ada di kantung ini", Risa menunjuk salah satu kantung plastik yang ia bawa. "Loh masih pegal yah?" tanyanya saat melihat, Syifa memijat jarinya.
Syifa hanya mengangguk manja. "Badan gue rasanya pegal banget deh, Sa. Nanti sampai rumah loh pijitin gue yah?", Syifa meminta tolong kepada, Risa. "Siap. Tenang aja. nanti gue pijitin loh kok" saut, Risa mengacungkan jempolnya. Syifa hanya tersenyum tanpa membalas lagi. Ia masih tetap bersandar di pundak, Luthfi yang memainkan rambutnya sejak tadi.
__ADS_1
Fahri memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah, Risa dan Syifa. Mereka kemudian keluar dari mobil tersebut lalu, Risa membuka pintu rumah dan mempersilahkan yang lain masuk. Risa dan Viona membawa kantung plastik berisi makanan yang sempat mereka beli tadi. Mereka membawanya ke dapur lalu menaruhnya di piring dan membawanya ke hadapan teman-temannya yang lain.
"Syifa. Titipan loh yang tadi gue simpan di lemari dapur yah", seru, Risa saat ia sudah menaruh piring berisi makanan di meja depan TV. "Ok Beb" saut, Syifa.
Mereka semua makan malam bersama.
"Jadi serasa malam mingguan bersama yah kita" seru, Viona dengan nada sindiran saat mereka selesai makan malam
"Ngga usah mulai deh, Vi" saut, Risa dengan sinis.
"Tau loh. Mentang-mentang ada pacar juga" timpal, Syifa yang juga ikut kesal. "Jangan baper" saut, Vigo yang menahan tawa. "Ngga akan baper, Syifa. Dia kan punya pundak, Luthfi buat disanderin" ledek, Fahri yang membuat, Luthfi dan Risa saling memandang satu sama lain lalu mengernyit heran
"Maksud loh apa?" tanya, Luthfi dengan mengerutkan keningnya. "Jangan ngada-ngada loh, Ri" tukas, Syifa yang cemberut. "Emang loh ngga sadar tadi?" tanya, Fahri. Syifa menggeleng. "Apaan sih? Tinggal langsung bilang aja susah amat loh" gerutu, Syifa yang sudah sangat penasaran
__ADS_1
"Ini", Fahri memberikan ponselnya kepada, Syifa. Syifa menerimanya lalu melihat isi layar ponsel milik, Fahri. Syifa dan Luthfi terkejut saat melihat isi layar ponsel milik, Fahri
"Ini gue?" tanya, Syifa seakan tidak percaya. "Bukan! Itu Belalang kejepit pohon. Ya ialah itu loh. Pake nanya lagi" seru, Risa yang mendengus. "Loh pikir gue serangga?" ketus, Syifa dengan kesal