
"Jadi sekarang, Risa punya pacar baru yah" Mommy, Syifa tiba-tiba datang diantara mereka dan meletakkan sarapan pagi untuk mereka semua
"Ngga Mommy" bantah, Risa yang panik mendengarnya.
"Udah ada juga ngga apa-apa kok, biar kamu ada temannya nanti. Syifa kan udah nikah sekarang" ledek, Mommy, Syifa
"Mommy" rengek, Risa yang menjadi bahan tertawaan yang lainnya termasuk, Mommy
"Memangnya, Risa mau cari yang seperti apa?" Ayah, Syifa duduk diantara anak muda tersebut
"Yang kayak Ayah aja deh. Soalnya Ayah sayang banget sama Mommy" puji, Risa lalu tertawa
"Kamu ini" Mommy mencubit pipi, Risa gemas, "Bisanya ngegoda Mommy" ucapnya dengan tersenyum dan menganggap, Risa sebagai anaknya
"Palingan kayak, Fahri" cetus, Syifa yang menutup mulutnya untuk menahan tawanya
"Fahri sih lebih ganteng dari, Dika. Boleh tuh buat panas-panasin, Dika" timpal, Luthfi menahan senyumnya
"Loh pikir, Fahri itu bahan percobaan apa" ketus, Risa. "Ya udah seriusin aja" cetus, Viona menahan tawanya.
"Viona" tegur, Fahri yang melirik ada Mommy dan Ayah Syifa disana. Tentu saja ia malu meski teman-temannya hanya sedang bercanda
"Malu loh, Ri" ledek, Vigo yang tertawa. "Biasa aja mah sama Mommy sama Ayah gue" timpal, Syifa melihat lirikan, Fahri ke orangtuanya
"Sepertinya kamu anak yang baik. Tolong jaga, Risa yah. Dia anaknya baik" tutur Mommy yang membuat, Fahri salah tingkah
Teman-teman yang lainnya malah tertawa terutama, Risa yang melihat wajah, Fahri pertama kalinya memerah. Mungkin jika temannya yang meledeknya seperti sebelumnya, ia akan biasa-biasa saja. Namun ini adalah orangtua kedua, Risa
"Udah ah Mom. Risa sama Fahri itu ngga ada apa-apa kok. Lagian, Risa ngga akan kesepian. Syifa kan masih akan tinggal sama, Risa" ujar, Risa
"Siapa yang bilang? Mulai sekarang, Luthfi sama Syifa akan tinggal berdua di rumah, Luthfi" mendengar penuturan Mommynya, Syifa terbatuk-batuk
"Pelan-pelan, Fa. Namanya juga suami istri. Tentu harus tinggal berdua. Ngga mungkin pisah rumah. Kan ngga lucu", Fahri akhirnya punya senjata membalasnya.
"Terus nanti, Risa tinggal sama siapa dong kalau, Syifa pindah" rajuk, Risa seperti anak kecil.
"Cepat nikah dong, Risa" ledek, Ayah
"Ayah mah gitu ah", Syifa cemberut. "Tiap hari juga pasti gue kesana sama yang lainnya. Sejak kapan rumah itu sepi. Biasanya kan mereka ini juga suka nginap disana" sahut, Syifa
"Oh. Jadi kalian ini sering nginap di rumah, Risa yah?" tanya, Mommy kepada, Vigo, Viona, Fahri dan Luthfi
"Ia Tante" sahut, Viona yang masih sungkang.
"Panggil Mommy aja seperti, Syifa dan Risa" senyum Mommy, Syifa membuat semuanya tidak lagi merasa canggung.
"Anak Mommy jadi banyak dong", Syafa datang dan langsung duduk di samping Mommynya..
"Bagus dong biar Mommy ngga kesepian" ia mengusap kepala putri bungsunya. "Oh ia, Risa. Kamu ngga mau pulang ke rumah kamu nak? Soalnya Mama kamu tadi nanyain itu ke Mommy" imbuhnya
"Mau kok Mom. Habis ini aku mau pulang. Bareng yang lain tapi. Ngga apa-apa kan, Mom?" izin, Risa sambil nyengir
"Ia ngga apa-apa. Sekalian pengantin barunya diajak jalan-jalan" goda, Mommy
"Syafa ikut dong kak" seru, Syafa yang menoleh ke arah, Risa dengan memelas
"Ngga mau. Tadi loh ikut-ikutan ngeledek gue" tolak, Risa. "Baper banget sih kak. Syafa kan cuma bercanda tadi. Ayo lah kak, boleh yah", Syafa mengatupkan kedua tangannya
__ADS_1
"Syafa?" tegur, Syifa yang menatap tajam adiknya. "Apaan sih kak, Syafa kan cuma pengen ikut" ketus, Syafa yang takut dengan tatapan kakaknya
"Boleh" cetus, Luthfi yang membuat, Syifa menatapnya kesal. "Ya ampun kakak ipar gue baik banget sih. Boleh peluk ngga?", Syafa sudah hendak berdiri
"Ngga boleh" seru, Syifa tanpa sadar
"Ya ampun Ayah. Sejak kapan anak kita jadi posesif" ucapan Mommynya membuat tawa menggema termasuk, Luthfi membuat, Syifa malu
"Dasar kakak yah. Mentang-mentang udah sah. Lagian kan, Syafa juga halal meluk Kak Luthfi" ujar, Syafa
Syifa yang tadinya malu, kini semakin menatap tajam adiknya satu-satunya itu. Ia merasa adiknya semakin menjengkelkan selama mereka berpisah
"Sudah. Ayo makan. Nanti kan kalian mau ke rumah, Risa" lerai Mommy agar tidak terjadi pertengkaran oleh kedua putrinya itu
Mereka akhirnya makan dengan tenang. sesekali diselipi candaan. Dan lagi-lagi pengantin baru selalu menjadi target tertawaan mereka. Setelah makan, mereka bersiap-siap berangkat ke rumah, Risa.
"Pake dua mobil nih?" tanya, Vigo yang sudah bersiap-siap bersama yang lainnya di ruang keluarga.
"Satu mobil aja. Lagian rumah, Risa ngga jauh kok dari sini" sahut, Syifa sambil menyelempangkan tasnya.
"Ngga muat lah, Fa. Adik loh kan ikut. Kecuali loh mau dipangku, Luthfi" goda, Fahri menahan senyumnya.
"Ngga ada yah. Apaan sih" ketus, Syifa yang sebenarnya ia salah tingkah namun bisa menguasi dirinya dengan baik
"Kakak mah gengsinya tinggi. Padahal juga mau" ledek, Syafa yang terkekeh.
"Loh masih mau ikut apa ngga?" ancam, Syifa. "Kenapa sih galak banget sama adik sendiri" gerutu, Syafa.
Syafa adalah adik, Syifa yang baru saja menginjak usia 17 thn dan baru menduduki kelas XII, 1 thn lebih mudah dari sang kakak, Syifa. Usia, Syifa saat ini menginjak 18 thn. Namun postur badan keduanya sama sehingga jika orang yang baru bertemu mereka akan mengatakan bahwa adalah saudara kembar.
"Boleh tuh. Ayo ah jangan lama-lama" ajak, Risa.
Mereka terlebih dahulu berpamitan kepada orangtua, Syifa mengingat orangtua, Luthfi sudah pulang sejak semalam dan hanya menitipkan putranya disana.
Fahri yang mengemudikan mobilnya, Vigo di sampingnya. Sedang dikursi tengah, diisi oleh ketiga gadis ribet itu, dan kursi belakang diisi oleh sang pengantin baru tersebut.
Setelah, Risa memberitahu, Fahri arah menuju rumahnya, kini tibalah mereka di tempat tujuannya. Risa dengan semangat keluar dari mobil tersebut dan berlari menuju pintu rumahnya.
"Mamaaaaa" teriak, Risa yang mengetuk pintu tersebut dengan girang
"Berhenti, Risa. Mama akan jantungan dengan suara cempreng loh itu" tegur, Syifa yang kesal. "Kayak loh ngga pernah ketemu Mama aja. Baru juga semalam pisahnya".
"Biarin. Gue kangen rumah tau" kikah, Risa
Ceklek
Pintu terbuka dan menghadirkan wanita paruh baya yang keluar dari dalam rumah tersebut. Senyum wanita itu langsung mengembang sempurna melihat tamu yang datang
"Anak Mama", Risa dan Mamanya berpelukan seperti baru saja bertemu, padahal mereka baru berpisah kemarin malam.
"Mama yah. Baru aja pisahnya semalam", Syifa menggeleng kepalanya. Ia memang sudah sangat dekat dengan keluarga, Risa
Mama, Risa terkekeh, "Ya ampun pengantin baru Mama juga ada disini" ia memeluk, Syifa dan meninggalkan ciuman dipipi kiri kanan, Syifa
"Ini teman-teman kalian?" tanya Mama dan, Risa mengangguk. "Ayo masuk nak. Kenapa berdiri diluar"
"Kan tadi belum diijinin masuk. Masa kita masuk padahal yang punya rumah boleh mempersilakan" celoteh, Syafa panjang kali lebar
__ADS_1
"Kenapa gadis ini semakin cerewet saja" Mama Risa membelai dagu, Syafa. "Ayo masuk" ia mempersilakan semuanya masuk
"Papa mana Ma?" tanya, Risa yang sudah duduk di sofa ruang tamu dan tidak melihat Papanya disana
"Papa baru aja pergi. Papa ada meeting pagi ini" jelasnya kepada putrinya.
"Abang mana Ma?" tanya, Syifa yang tidak melihat Abang, Risa.
"Kamu ini yah. Sudah menikah tapi masih saja mencari Abang. Mama udah kecewa kamu nikahnya bukan sama Abang" goda, Mamanya yang berpura-pura sedih
"Mama ih, pintar banget dramanya" ketus, Syifa yang melirik, Luthfi. Takut suaminya itu salah paham
"Drama apanya? Loh kan emang pernah dijodohin sama Abang. Lupa loh" timpal, Risa yang mengingatkan, Syifa sekedar hanya untuk meledeknya.
"Kenapa jadi bawa-bawa masa lalu sih" kesal, Syifa yang menyentakkan kakinya ke lantai
Mama, Risa, Risa dan Syafa tertawa begitu melihat raut wajah, Syifa sangat kesal dibuatnya.
"Mama bercanda. Abang ada di atas kok. Mau Mama panggilin?" tanya, Mama Risa yang hendak berdiri
"Ngga usah. Syifa udah kesal. Nanti malah pass Abang datang, Syifa lemparin gelas mukanya kalau mood, Syifa lagi ngga bagus" gerutu, Syifa yang semakin membuat, Risa dan Syafa terbahak.
Luthfi, Fahri, Vigo dan Viona yang tidak mengerti hanya melempar pandangan satu sama lain. Namun mereka tidak ada yang berani bersuara.
"Oh ia Ma. Risa sama teman-teman yang lain pengen jalan-jalan di taman" izin, Risa
"Loh. Baru aja kalian kesini. Masa udah pergi lagi" Mama, Risa merasa sedih
"Mama sayang. Risa sama yang lain cuma mau jalan-jalan. Nanti kami balik lagi kesini" ujar, Risa menjelaskan kepada Mamanya
"Benar yah kesini lagi setelah jalan-jalannya" Mamanya memicingkin matanya kepada putrinya
"Benaran Mama ih" ketus, Risa yang gemas dengan Mamanya
"Tante tau ngga cowok yang di sebelah Kakak ipar, Syafa itu siapa?" tanya, Syafa yang berusaha memperkenalkan pria di sebelah, Luthfi
Semua mata menuju kepada, Fahri hingga membuat pria tersebut salah tingkah dan gugup. Risa menatap tajam, Syafa yang tidak menghiraukannya
"Memangnya siapa? Mereka semua ini kan teman-temannya Kakak kamu" ujar, Mama Risa yang tidak mengalihkan pandangannya dari, Fahri
"Yang di samping Kakak Ipar, Syafa itu, calon menantu tante" seru, Syafa yang membuat, Risa membelalakkan matanya.
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa untuk selalu like dan vote yah teman2 🤗 komen juga apa yang teman-teman rasakan dengan membaca novel ini. Terima kasih
__ADS_1