Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Benar-benar hiburan


__ADS_3

Setelah mendapat kehangatan, Syifa seketika tertidur dengan lelap tanpa memperdulikan lagi apa yang dilakukan oleh suaminya. Tubuh lelahnya membuat ia tertidur dengan hangat


Luthfi yang masih melakukan aksinya segera menyudahinya ketika sudah melihat mata istrinya itu terpejam dengan lelapnya, meski napasnya sedang naik turun


Ia berbaring di samping tubuh istrinya tanpa sehelai pakaian yang menutupi tubuh mereka. Luthfi meraih kepala, Syifa sembari memeluknya erat dan menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka. Berkali-kali ia menciumi kening dan kepala istrinya itu


"Maaf, dan terima kasih" ucapnya sebelum ia benar-benar tertidur dengan memeluk istrinya


***


Syifa mengerjap ketika silau mentari menusuk indra penglihatannya meski jendela tidak terbuka. Ia berusaha bergerak namun tubuhnya seperti terkunci oleh sesuatu. Kedua matanya membulat ketika mendapati tubuh, Luthfi tanpa busa dengan memeluknya, bahkan membuat jarak keduanya benar-benar bersentuhan kulit. Ia bahkan tidak menyadari jika semalam mereka sudah melakukannya.


Wajahnya seketika memerah, bahkan beberapa kali menelah ludahnya dengan gugup. Dada, Luthfi yang mempesona jelas terpampang nyata di hadapannya


Pelan-pelan, Syifa memindahkan tangan, Luthfi yang bahkan merengkuh seluruh tubuhnya itu. Ketika berhasil sedikit menjauh, Luthfi membuka matanya dan lagi-lagi membuat, Syifa harus menelan ludahnya dengan susah payah karna gugup


"Pagi" ucap, Luthfi yang tersenyum dengan suara khas bangun tidurnya lalu kembali merengkuh tubuh, Syifa


"Pa... Pagi" balas, Syifa yang masih malu-malu dan gugup setengah mati


Syifa melirik ke bawah tubuhnya yang sudah menyatu dengan tubuh, Luthfi. Semuanya menempel tanpa ada lagi jarak yang menghalangi


"Gue benar-benar malu kalau udah gini. Tubuh gue astaga. Ini benar-benar nempel" batin, Syifa yang ingin sekali berteriak


"Maaf yah" ucap, Luthfi yang memejamkan matanya


"Maaf kenapa?" tanya, Syifa yang mendongak dan keningnya tepat di bibir suaminya


"Untuk semalam. Dan Juga terima kasih" ucapnya yang mengecup kening istrinya


"Ngga ngerti", Syifa kembali menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu


"Hmmm" hanya deheman yang keluar dari mulut, Luthfi


"Gue mau mandi. Mereka pasti nyariin kita", Syifa berangsur menjauh, namun kembali ke posisi awalnya ketika melihat tubuhnya yang tanpa busana


"Kenapa?" tanya, Luthfi yang mengernyit


"Mau mandi" ujar, Syifa dengan wajah memerah


"Ya udah. Mandi aja" perintah, Luthfi


"Dia ini ngga peka atau gimana sih?" batin, Syifa yang menatap, Luthfi dengan kesal


"Loh mau mandi, bareng?" tanya, Luthfi ketika tidak melihat, Syifa beranjak dari sisinya


"Mesum", Syifa refleks memukul dada, Luthfi


Luthfi tertawa. "Bukan mesum. Tapi loh sendiri yang bilang mau mandi. Tapi ngga gerak-gerak"


"Itu karna gue ngga pake ba... ", ia segera menutup mulutnya yang hampir keceplosan

__ADS_1


"Astaga mulut gue" batin, Syifa yang memukul pelan mulutnya


Luthfi hanya terkekeh dan membungkus kepala, Syifa dengan selimut, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi


Syifa menghembuskan napas panjangnya setelah, Luthfi tidak lagi terlihat. Ia mencoba duduk, namun tiba-tiba terasa perih di area bawahnya


"Apa ini yang dibilang, Risa kemarin yah? Ah, perih" rintih, Syifa yang berusaha menahan sakitnya


Ia kemudian ingin berdiri, namun lagi-lagi rasa perih pada tubuh bagian bawahnya membuat ia harus berhati-hati. Syifa melihat ada darah pada seprai yang mereka kenakan. Ia lalu menarik seprai itu dan menggulungnya sembari menunggu, Luthfi keluar dari kamar mandi


"Syifa?" teriak, Luthfi dari dalam kamar mandi


"Ia? Kenapa, Fi?", Syifa berjalan pelan-pelan menuju pintu kamar mandi


"Ambilin handuk" teriak, Luthfi dari balik kamar mandi


"Ia tunggu" seru, Syifa yang mengambilkan, Luthfi dan dirinya handuk untuk mandi


"Luthfi? Ini handuknya", Syifa mengetuk pintu itu


Tangan, Luthfi terulur hingga, Syifa langsung saja memberikan handuk tersebut tanpa berkata. Luthfi keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan sebuah handuk di pinggangnya.


Wajah, Syifa kembali memerah menyaksikan pemandangan yang membuat jantungnya seperti sehabis lari maraton. Tanpa berkata apapun, Syifa berlari kecil masuk ke dalan kamar mandi tanpa menghiraukan rasa sakit pada area kewanitaannya


Luthfi hanya terkekeh melihat, Syifa yang begitu malu melihat dirinya hanya memakai sebuah handuk saja


***


"Luthfi? Coba sini deh" panggil, Syifa yang sedang menatap dirinya di cermin


"Ini kok ada bintik merah disini? Ngga bisa hilang juga" tanya, Syifa yang memperlihatkan bintik merah pada, lehernya dan menggosok-gosoknya


"Jangan digosok", Luthfi menarik tangan, Syifa


"Tapi ini ngga bisa hilang? Perasaan juga disini ngga ada nyamuk kok" ujar, Syifa dengan kepolosannya


"Intinya ngga usah. Itu hal yang biasa terjadi untuk suami istri" sahut, Luthfi yang membuat, Syifa terdiam dan berusaha mencerna ucapan, Luthfi


"Ayo sini", Luthfi menarik tangan, Syifa menuju kopernya, "Mungkin Mommy nyiapin Syal di koper ini" ia membuka koper milik, Syifa dan mencari sesuatu disana


"Cari apa sih?" tanya, Syifa dengan kening yang mengkerut. Ia benar-benar tidak mengerti


"Syal buat nutupin bintik merahnya" sahut, Luthfi yang kini sudah mendapatkan Syal berwarna biru . "Mommy kayaknya emang sengaja nyiapin ini semua" ucapnya dengan tersenyum malu sambil melilitkan Syal itu ke leher milik, Syifa yang terlihat ada bercak merah disana


"Nanti kalau yang lain nanya gimana?", Syifa malah mengkhawatirkan godaan teman-temannya


"Ini kan lagi dingin. Mereka ngga akan ngomong yang aneh-aneh" sahut, Luthfi yang membantu, Syifa berdiri. "Ayo keluar. Mereka pasti udah, nunggu kita"


***


"Mommy emang top banget deh. Tau aja kalau disini lagi dingin. Dari jaket sampai Syal aja, Mommy udah nyiapin semuanya" seru, Risa ketika mereka sedang berkumpul di ruang tamu dengan menggunakan Syal berwarna hijau

__ADS_1


"Ia. Seenggaknya ini benar-benar mengurangi rasa dingin di badan gue" timpal, Viona yang juga sudah lengkap dengan Syal berwarna merah di lehernya


Syifa benar-benar bernapas lega saat tau bahwa kedua temannya juga menggunakan Syal yang sama dengannya.


"Mommy benar-benar luar biasa" batin, Syifa


"Jalan yuk?" ajak, Vigo yang memakai jaket super tebal yang membalut seluruh tubuhnya


"Ayo. mumpung hujannya udah reda" sahut, Fahri


"Mau jalan kemana?" tanya, Luthfi yang juga sudah merasa lega ketika kedua teman, Syifa memakai Syal yang sama dengan milik, Syifa namun berbeda warna itu


"Di dekat sini ada bukit yang indah banget. Ada danau yang warna airnya benar-benar bening" cetus, Syifa


"Ia benar. Danaunya benar-benar bening banget airnya" timpal, Risa dengan semangat


"Loh pernah kesini?" tanya, Viona


"Pernah. Gue, Bang Rasya, Syifa, Syafa sama Dika pernah liburan disini, dulu" jawab, Risa


"Dika?" tanya, Fahri yang mengerutkan dahinya


"Bang Rasya?" tanya, Luthfi yang mengernyit


"Nah. Jelasin loh, Sa" tukas, Vigo yang tertawa


"Itu dulu waktu gue masih jadian sama, Dika. Kalau Bang Rasya kan emang yang selalu ngejagain gue, Syifa sama Syafa" jelas, Risa agar kedua pria itu tidak salah paham


"Bang Rasya siapa?" tanya, Luthfi yang masih belum tau jika, Rasya adalah nama Abang, Risa


"Abangnya, Risa" jawab, Syifa


"Oh" hanya itu yang keluar dari mulut, Luthfi


"Loh sama Bang Rasya aja masa cemburu?" tunjuk, Vigo kepada, Luthfi. "Loh juga", Vigo lalu menunjuk, Fahri, "Masa sama Mantan, Risa aja loh cemburu"


Syifa, Risa, dan Viona serentak tertawa mendengar penuturan, Vigo yang membuat wajah kedua pria tersebut memerah karna malu


"Benar-benar hiburan" ucap, Syifa


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Maaf yah. Hari aku upnya lambat. Tadi seharian lagi diluar jadi susah buat nulis gitu 🙏🏻 Teman2, kalau kalian suka novel ini, jangan lupa untuk selalu menekan tombol like, beri tip, dan komennya yang membangun yah biar akunya juga nulisnya enak 🤭


__ADS_2