
"Terserah loh deh. Terserah loh" seru, Risa yang menyerukan kekesalannya kepada, Fahri. Fahri hanya menggeleng tanpa mau menjawab
Semua orang menikmati pertunjukan mereka berempat. Banyak yang memuji adegan, Luthfi dan Syifa yang membuat mereka ikut terbawa suasana. Mereka semua berpesta disana.
Sampai sore hari, mereka semua berada di ruang auditorium dan sudah bersiap-siap untuk kembali pulang. Mereka bersalamam satu sama lain sebelum akhirnya benar-benar berpisah dihari itu
"Gue pegel banget", Syifa memijat-mijat bahu kirinya menggunakan bahu kanannya saat mereka sudah berjalan menuju parkiran.
"Sini gue pijatin loh", Risa langsung ke belakang, Syifa lalu memijat bahunya meski sedang dalam perjalanan.
"Baik banget deh loh, Sa. Pengertian banget" ujar, Syifa. Risa hanya tersenyum
"Viona mau nginap di rumah kita ngga?" tanya, Syifa kepada, Viona. "Boleh deh. Gue juga malas sendirian nih" saut, Viona. "Gue nginap di rumah, Syifa yah?", Viona meminta izin kepada, Vigo
"Boleh. Tapi jangan keluar malam-malam nanti", Vigo memperingatkan, Viona. "Emang gue mau kemana lagi coba" ketus, Viona. "Nanti siapa tau, Syifa sama Risa ngajakin kamu malam mingguan diluar. Mereka kan jomblo" ujar, Vigo yang langsung mendapatkan pukulan di lengannya dari, Syifa dan Risa
"Kalau ngomong tuh dijaga yah" seru, Risa yang dibumbuhi tatapan kesal.
__ADS_1
"Loh pikir kita berdua kurang perhatian apa sampai harus keluar malam mingguan segala" gerutu, Syifa menatap tajam, Vigo
Viona, Fahri, Vigo dan Luthfi tertawa begitu keras dengan kekesalan, Syifa serta Risa yang cemberut
"Perlu dijaga nih berarti mereka berdua. Takutnya keluar malam mingguan sebentar", Fahri mengusulkan ide konyol yang membuat, Syifa dan Risa semakin kesal.
"Harus banget gitu loh ngomong itu" kesal, Risa menginjak kaki, Fahri. "Ngga sekalian aja gitu loh tidur di rumah kita buat jaga-jaga" gerutu, Syifa sudah benar-benar kelelahan
"Ide bagus" saut, Luthfi yang langsung mendapatkan tatapan kesal, Syifa. "Ngga usah ikut-ikutan deh" kesal, Syifa. "Kan loh sendiri yang nawarin. Gimana sih" seru, Viona yang terus tertawa.
"Ngga mau gue. Kalian kira cabe-cabean apa mesti dijagain segala" ketus, Risa melipat kedua tangannya
"Ayo. Tinggalin mereka disini. Ngeselin banget", Syifa menarik tangan, Risa untuk berjalan lebih dulu. "Kita pulang jalan kaki? Ngga ikut mobil, Fahri?" tanya, Risa dengan polos. "Terus? Loh maunya ikut mereka?" seru, Syifa dengan kesal. "Ngga", Risa menggeleng dengan polos. "Ya udah ayo", Syifa hendak pergi dari sana namun, Luthfi menarik tangannya
"Jangan pulang jalan kaki. Naik ke mobil, Fahri" perintah, Luthfi. "Ngga usah", Syifa menepis tangannya. "Ngga mau dengar?", Luthfi menatap, Syifa yang membuat gadis itu mendegus kesal lalu menarik tangan, Risa menuju mobil, Fahri
"Takut juga loh", Viona tertawa lalu mengikuti, Syifa dan Risa yang menuju mobil, Fahri
__ADS_1
Fahri, Vigo dan Luthfi hanya mengikuti ketiga gadis itu namun terus menahan tawa. Fahri terlebih dulu membuka kunci mobilnya agar, Syifa dan Risa bisa langsung masuk. Fahri mengambil alih kemudi, Vigo disampingnya. Viona, Risa, Syifa dan Luthfi berada di belakang
"Mau langsung pulang atau malam mingguan dulu nih" goda, Fahri yang sudah menyalakan mesin mobilnya.
"Ke kuburan loh sekalian" seru, Risa yang begitu kesal. "Loh nyumpahin gue mati?" saut, Fahri menghadapkan tubuhnya ke belakang.
"Loh yang ngomong sendiri yah bukan gue", Risa membalas telak ucapan, Fahri. Syifa langsung tertawa puas yang diikuti, Viona, Luthfi dan Vigo. "Kalian juga ikut-ikutan ngetawain gue. Awas aja kalian" ketus, Fahri yang sudah memposisikan tubuhnya seperti semula
"Ayo. Cepetan jalan. Malah diam" perintah, Syifa. Fahri hanya mengikuti meski sedang kesal.
"Beli makanan dulu yah sebelum sampai rumah. Persediaan makanan kita habis soalnya" cetus, Syifa saat, Fahri sudah menjalankan mobilnya. Fahri hanya mengangguk. "Jangan lupa juga loh beli vitamin", Luthfi membisikkannya di telinga, Syifa. "Vitamin apa?" tanya, Syifa dengan pelan
"Loh ngomong apa?", Risa mengira, Syifa sedang berbicara kepada dirinya. "Gue ngga ngomong sama loh, Sa" tukas, Syifa, "Gue ngomong sama, Luthfi" lanjutnya. "Oh. bilang dong", Risa kembali fokus ke depan
"Vitamin apa?", Syifa kembali bertanya kepada, Luthfi dengan pelan. "Vitamin C. Biar badan loh ngga pegal" ujar, Luthfi dengan pelan pun. "Berarti loh juga harus minum itu dong. Badan loh juga pasti pegal kan?" tanya, Syifa dan Luthfi Mengangguk.
"Ngobrolin apa sih kalian berdua?" tegur, Vigo. "Kepo deh" saut, Syifa dengan malas. "Gimana ngga kepo kalau kalian bisik-bisik" seru, Vigo. "Kayak anak cewek aja loh mau ikutan ngegosip", Risa berhasil membuat, Vigo bungkam. "Good job beib", Syifa mengacungkan jempolnya kepada, Risa.
__ADS_1
"Masih berani ngomong loh, Go?", Luthfi berusaha menahan tawanya. "Ngga deh. Ampun gue, Risa udah dua kali ngebalas gue dan Fahri. Parah banget" tukas, Vigo menggeleng. "Berarti sisa, Viona sama Luthfi yang belum, Risa balas nih" cetus, Fahri di sela-sela mengemudinya
"Ngga akan berani dia sama gue", Viona menjawab dengan enteng. "Karna emang loh suka pedes kalau ngomong" seru, Risa membuat, Viona mengernyit. "Apa loh bilang?" tanyanya dengan kesal. "Tinggal, Luthfi dong?", Syifa tertawa begitu puas.