
"Tapi kan bukan gue yang nyuruh dia gangguin, Risa" frustasi, Luthfi
"Ia makanya. Bilangin tuh ke teman loh" seru, Syifa yang menampilkan kekesalan pada wajahnya
Luthfi tidak membalas lagi. Ia hendak keluar dari ruangan tersebut
"Mau kemana loh?", Fahri memegang tangan, Luthfi yang sedang berdiri. "Ngga ingat loh kita ada tugas yang mesti dikumpul sejam lagi"
"Gue mau keluar sebentar" saut, Luthfi melepaskan tangannya dan berlalu
"Loh sih, Fa. Kasian tuh, Luthfi loh marahin", Risa menyenggol lengan, Syifa.
"Biarin aja" ucap, Syifa yang tidak peduli sama sekali
"Ngga boleh gitu tau" ucap, Risa pelan. Namun, Syifa tidak menghiraukan. Ia hanya terus mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen mereka yang tidak sempat masuk
Ting!!
Satu pesan masuk dari ponsel milik, Syifa. Ia meraih ponselnya lalu membuka pesan yang masuk
'Gue tunggu di gedung seperti kemarin' - Luthfi
"Apaan sih" gerutu, Syifa saat membaca pesan dari, Luthfi. Syifa mengabaikan pesan tersebut
Ting!!
Satu pesan kembali masuk
'Kalau loh ngga datang. Gue ngga akan mau nurutin kamauan loh yang kemarin' - Luthfi
Syifa sejenak berpikir. "Gue nyuruh dia apa kemarin?" gumannya. Syifa berdiri lalu keluar dari ruangan menuju tempat, Luthfi walau, Risa dan Viona memanggil-manggil namanya
"Dimana dia?" gumannya setelah ia sampai di depan gedung kemarin tempatnya bertemu dengan, Luthfi
"Nyuruh gue kesini tapi dianya ngga ada. Ngeselin emang" gerutu, Syifa membalikkan badannya hendak pergi dari sana. Namun, Luthfi tepat berada di hadapannya saat ia sudah berbalik hingga ia pun terkejut
"Luthfi!!!" teriak, Syifa sontak memukul dada, Luthfi
"Tadi loh marah ke gue? Terus sekarang mukul gue" ujar, Luthfi
"Loh ngangetin gue" ketus, Syifa dengan kesal
__ADS_1
Luthfi mengedarkan pandangannya hingga membuat, Syifa mengernyit heran. "Nyari siapa loh? Loh nyuruh orang lain kesini selain gue?" tanya, Syifa yang semakin kesal
"Astaga" guman, Luthfi. Tanpa permisi, Luthfi menarik tangan, Syifa memasuki gedung kosong tersebut. Ia tidak mau, Syifa marah-marah dan dilihat banyak orang yang akan membuat mereka salah paham
"Luthfi! Loh ngapain tarik-tarik tangan gue? Pake ngebawa gue kasini segala lagi", Syifa tidak berhenti mongoceh saat mereka sedang berada dalam gedung
"Sekarang kalau mau marah, silahkan. Ngga akan ada orang yang dengar selain gue", Luthfi melipat kedua tangannya lalu duduk di depan, Syifa yang masih menunjukkan kemarahannya
"Loh emang pengen lihat gue marah-marah?" kesal, Syifa menatap tajam, Luthfi
Luthfi menghela napas lalu menarik tangan, Syifa untuk duduk di sampingnya
"Gue bisa duduk sendiri" ketus, Syifa
"Sekarang omongin apa yang loh mau omongin ke gue" perintah, Luthfi dengan pelan
"Kan tadi udah gue bilang di kelas. Bilangin sama teman loh jangan gangguin, Risa. Gue ngga suka" gerutu, Syifa yang menampilkan wajah seperti anak-anak yang sedang marah
Luthfi mengangguk. "Ada lagi?" tanyanya. "Apanya yang ada lagi?" kesal, Syifa. "Yang harus gue kasih tau ke, Dika" saut, Luthfi
"Ngga ada" seru, Syifa cemberut dan mengembungkan sedikit pipinya
"Kenapa?" tanya, Syifa dengan raut wajah yang seperti tadi.
"Kalau misalkan, Risa atau Viona bikin gue kesal. Apa gue juga harus marah ke loh?" tanya, Luthfi dengan lembut namun belum melepaskan tangannya dari pipi, Syifa
"Kenapa jadi bawa-bawa gue?" ketus, Syifa yang mengerutkan keningnya
"Karna, Risa dan Viona kan teman loh", Luthfi melepas tangannya lalu sepenuhnya menghadapkan tubuhnya kearah, Syifa
"Tapi apa hubungannya sama gue?" tukas, Syifa
"Itu pertanyaan gue ke loh. Dika yang bikin loh kesal, tapi loh juga marah ke gue hanya karna, Dika teman gue" ujar, Luthfi yang membuat, Syifa terdiam menatap dalam mata, Luthfi
"Kenapa?" tanya, Luthfi sambil menyibakkan rambut, Syifa ke belakang telinganya
Syifa menundukkan pandangannya. Entah karna ia merasa bersalah atau memikirkan hal lain. Yang jelas, raut wajahnya kini tidak bisa, Luthfi baca. Luthfi meraih, dagu, Syifa lalu menaikkannya hingga mata mereka kembali bertemu
"Loh masih marah sama gue?" tanya, Luthfi lembut. Syifa hanya menggeleng tanpa bersuara lalu kembali menunduk. "Jangan nunduk terus", Luthfi kembali mengangkat wajah, Syifa
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut, Syifa bersamaan dengan setetes butiran air keluar dari matanya
__ADS_1
"Kok nangis?", Luthfi menyeka air mata tersebut
"Maaf" ucap, Syifa dengan terisak. "Gue kesal sama, Dika. Karna dia, selama ini, Risa sering sakit hati. Dia sering nyakitin, Risa. Dan gue ngga suka ada yang bikin sahabat gue nangis" isaknya
Luthfi mengela napas lalu menarik, Syifa masuk ke dalam pelukannya. "Maaf juga karna gue berteman sama orang kayak dia" ujar, Luthfi yang berusaha menenangkan, Syifa
"Ngga kok", Syifa menggeleng. "Gue yang salah. Harusnya gue ngga marah ke loh juga" ucapnya dengan terisak
"Y udah jangan nangis lagi", Luthfi melepas pelukannya lalu, menghapus air mata, Syifa. "Jadi sekarang ngga marah lagi kan?" tanya, Luthfi. Syifa mengangguk pelan
"Ya udah. Ke kelas yuk? Kita punya tugas yang harus selesai kan. Kita masih punya waktu...", Luthfi melihat jam yang melingkar di tangannya. "Kita masih waktu sekitar 40 menit"
Syifa hanya mengangguk. Namun saat hendak berdiri, ia terlupa sesuatu. Hingga ia tetap duduk dan membuat, Luthfi mengernyit heran
"Kenapa lagi?" tanya, Luthfi
"Loh lupa sesuatu" saut, Syifa menatap, Luthfi. Luthfi mengerutkan keningnya "Apa?" tanyanya. "Yang loh bilang tadi di pesan terakhir. kemarin gue nyuruh loh apa?" tanya, Syifa. "Loh lupa?" tanya, Luthfi balik. Syifa hanya mengangguk
Luthfi kembali duduk dan melihat kembali jam yang melingkar di tangannya. "Kemarin kan loh nyuruh gue buat minta maaf sama, Marcelia" serunya. Syifa mengangguk. "Jadi, gue ngga harus minta maaf sama dia kan?" lanjutnya
"Siapa yang bilang ngga? Pokoknya loh harus minta maaf sama, Celia. Gue ngga mau tau. Titik" perintah, Syifa dengan cemberut
"Ia. Nanti gue minta maaf", Luthfi mengusap kepala, Syifa. "Tapi kita harus balik ke kelas. Kita ngga punya banyak waktu selesain tugas" lanjutnya
Syifa mengangguk. Mereka berdua berdiri dan merapikan pakaian masing-masing lalu berjalan menuju kelas. Saat mereka masuk, tidak ada yang melihat mereka karna semuanya sibuk dengan tugas masing-masing termasuk keempat temannya. Hingga, Syifa dan Luthfi duduk, barulah mereka menoleh
"Darimana aja sih kalian? Udah tau ada tugas malah keluyuran" seru, Risa saat mendapati, Syifa duduk di sampingnya
"Ngga usah kepo deh. Mending fokus sama tugas loh sana" tegur, Viona karna tidak ingin kembali melihat, Syifa marah
"Tumben loh pengertian, Vi" saut, Syifa tersenyum manis kepada, Viona. "Udah baikan loh?" tanya, Viona yang tiba-tiba melihat, Syifa sudah kembali ceria
"Sejak kapan gue buruk?" gerutu, Syifa
"Tadi aja loh sampai ngambek" tukas, Viona
"Mulai deh" ketus, Syifa yang menunjukkan wajah kesalnya
Viona menghela napas lalu memutar malas bola matanya
"Diemin aja" bisik, Risa
__ADS_1