Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Jangan ganjen


__ADS_3

"Eh. Kita ngundang teman kuliah siapa aja yah?" tanya, Viona kepada temannya


Dua hari sebelum akad mereka berdua dilangsungkan, Fahri dan Vigo sudah mencetak undangan yang akan mereka bagikan ke teman-teman dekat mereka


"Reza dong jangan lupa" seru, Risa


"kenapa sama, Reza? Jangan ganjen yah. Udah mau nikah juga" tegur, Fahri


"Cieee cemburu" ledek, Risa, "Loh juga kalau mau ngundang, Dini sama Winda yah ngga apa-apa. Biar senang juga lihat kalau mereka sakit hati" ucapnya lalu tertawa


"Kebiasaan loh. Kualat ntar. Ngga sekalian loh ngundang, Dika juga" tukas, Syifa


"Harusnya sih di undang. Biar jadi bukti kalau ternyata bisa lebih dulu nikah sama mantan" ledek, Luthfi


"Biar impas yah" timpal, Vigo


"Apaan sih" gerutu, Risa


"Ngga usah" tolak, Fahri


"Oh kalau gitu. Sekalian undang, Lury juga. Pengen gue liat muka songongnya dia hancur gara-gara ngeliat cowok yang dia suka nikah sama pacarnya yang berusaha ia pisahkan" cetus, viona yang tiba-tiba menjadi emosional


"kenapa loh, Vi?" tawa, Syifa pecah, "Ngegas banget. Santuy dong"


"Ya ngga apa-apa" ketus, Viona


"Terserah, Vio aja deh mau ngundang siapa" pasrah, Vigo


"Tuh. Vigo udah beri kebebasan. Tinggal lohnya aja yang milih mau ngundang, Siapa" tukas, Risa


"Tapi teman-teman kita kan ngga banyak. Ngga tau sih kalau kalian" cetus, Luthfi


"Ia. Orang tiap hari juga kita sama-sama mulu di kampus. Kalaupun ada, paling teman-teman SMA kalian aja kan? Tapi kan mereka jauh juga" sahut, Syifa


"Ia yah"


"Ya udah. Teman kuliah aja" cetus, Vigo


"Hp loh mana? Biar gue yang nulis nama teman-teman yang mau di undang", Viona meminta ponsel, Vigo


"Hp gue belum diaktifin. Kan terakhir nyala waktu nepon orangtua gue sama orangtua loh" jawan, Vigo


"Oh. Gue baru ingat juga. Syifa nih. Malah nyuruh matiin hp" cetus, Risa


"Pass buka hp. Notif yang masuk langsung bikin hp ngelag ini" seru, Fahri


"Gue kayaknya ngga akan buka hp" tukas, Luthfi


"kenapa?" tanya, Syifa


"Ngga ada yang penting juga" ujar, Luthfi


"Ia ngga penting. Hidup kamu kan ada di aku. Jadi yang penting cuma aku" ucap, Syifa sembari tertawa


"Dasar loh" ketus. Risa


"Jadi ngundang siapa aja nih?" tanya, Vigo


"List nama-nama yang diingat aja deh" sahut, Fahri


"Ayo, Vi. Tulis" perintah, Risa, "Yang pertama, Reza"


"Kok loh ngebet sih nyebut nama, Reza duluan" seru, Fahri dengan kesal


"Mulai deh" teriak, Viona


"Kalian pada kenapa sih? Nyebut nama aja pake berantem" tegur, Luthfi


"Tau nih berdua. Udah mau nikah juga, masih aja sempat-sempatnya berantem?" seru, Syifa


"Udah-udah. Cepatan tulis. Reza, Lury" tukas, Vigo


"Dini"


"Wanda"

__ADS_1


"Melda"


"Dinar"


"Mika"


"Rian"


"Dika di undang ngga?" tanya, Syifa


"Ngga usah" jawab, Fahri dengan cepat


"Ngga usah katanya. Takut nih calon laki gue cembokor" ledek, Risa


Mereka menyebut beberapa nama teman yang sekiranya bisa mereka undang untuk acara pernikahan mereka. Vigo mengaktifkan ponselnya yang sudah dua hari ia nonaktifkan


Ddrrrtttt


Dddrrttttt


Dddrrttttttt


Baru saja, Vigo mengaktifkan ponselnya. Notifikasi yang masuk langsung berurutan hingga membuat ponselnya lambat beroperasi


"Sial. Hp gue ngelag" umpat, Vigo


"Ulah fans-fans, Syifa sama Luthfi tuh" seru, Viona


"Coba buka, Go. Penasaran gue" perintah, Syifa


"Ngapain sih? Udah ngga usah" ketus, Luthfi


"Kan penasaran, Fi" tukas, Risa


"Ayo cepetan buka" ujar, Viona


Vigo menekan gambar IG untuk melihat semua notifikasi yang masuk. Benar saja. Semua komentar berasal dari postingannya tentang kabar menikahnya, Luthfi dan Syifa sampai kabar melahirkannya


"*Beneran, Luthfi sama Syifa udah nikah?"


"Gila. Gue ngga percaya ini"


"Pantesan mereka berdua bisa dekat banget. Ternyata udah nikah"


"Feeling gue benar kan? Kalau, Syifa pasti hamil. Makanya dia ngambil cuti. Tapi gue ngga mikir kalau dia udah nikah"


"Gue pikir, Syifa hamil duluan sebelum nikah. Tapi pass gue hitung bulan nikah sama anaknya lahir jauh juga"


"Sakit hati gue ditinggal nikah, Luthfi"


"Selamat buat, Luthfi sama Syifa. Gue ngga nyangka. Tapi gue berdoa semoga pernikahan mereka langgeng dan bahagia selalu"


"Gue sakit hati. Tapi ngeliat anak mereka lucu banget"


"Selamat buat, Luthfi sama Syifa*"


Serta beberapa lagi komentar yang ditinggakan teman-teman kampus mereka. Syifa merasa lega. Karna tidak ada komentar negatif tentang dirinya


"Jadi siapa yang mau nyebarin undangannya?" tanya, Syifa


"Biar gue aja sama, Vigo" sahut, Fahri


"Ok


***


Vigo dan Fahri baru saja mengucapkan janji suci pernikahan. Kedua pengantin perempuan itu berada di belakang mereka untuk menyaksikannya


Momen haru benar-benar terjadi. Tangis kedua pengantin pecah ketika janji suci pasangan mereka terucap. Raut bahagia para keluarga dan kerabat terpancar dari wajah mereka


Namun tidak dengan, Wanda, Lury dan Dini. Ketiga wanita itu harus sakit melihat laki-laki yang mereka suka bersanding dengan wanita lain di pelaminan


Kedua pasangan yang baru saja menikah itu kini telah berdampingan. Raut wajah, Viona dan Risa begitu memerah karna malu sekaligus bahagia. Mereka menyalami setiap tamu yang datang ke acara pernikahan mereka


"Fahri. Loh ninggalin gue" ucap, Dini dengan raut wajah sedih setelah gilirannya bersalaman dengan para pengantin

__ADS_1


"Udah deh ngga usah ngedrama. Sana cepetan lewat" ketus, Risa sebelum, Fahri sempat bersuara


"Jangan gitu, Sa" bisik, Viona


"Sana. Sebelum istri gue ngamuk" ujar, Fahri yang membuat, Risa tersipu malu karna memanggilnya dengan sebutan 'istri'


"Terus gue gimana?" cetus, Wanda dengan sedih


"Gue aja ditolak. Apalagi loh, yang ngga ada apa-apanya dibandingin gue" tukas, Dini


"Sana" geram, Risa


Kedua gadis itu berlalu dengan raut wajah sedih. Tidak seperti tamu yang lain yang ikut nampak bahagia


"Selamat yah. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia" ucap, Reza yang bersalaman pada, Fahri


"Aamiin. Terima kasih" jawab, Fahri


"Selamat yah, Risa. Semoga loh selalu bahagia sama, Fahri" ucap, Reza setelah kini beralih menjabat tangan, Risa


"Aamiin. Makasih yah, Za udah mau datang. Semoga loh cepat nyusul" sahut, Risa dengan tersenyum


"Hmm", Fahri berdehem cukup keras hingga membuat, Risa dan Reza menoleh bersamaan.


Reza yang mengerti langsung tersenyum dan beralih ke, Viona, "Selamat atas pernikahan kalian yah. Semoga loh selalu bahagia" ucapnya


"Aamiin. Makasih, Za. Gue harap loh cepat nyusul kami yah" doa balik, Viona


"Aamiin" sahut, Reza, "Selamat. Semoga selalu bahagia" ucapnya pada, Vigo


"Makasih. Loh juga" balas, Vigo


Reza turun dari panggung dan menghampiri, Syifa juga Luthfi yang sedang menggendong bayi. Yang ia yakini itu anak mereka berdua yang sempat ia lihat di Instagram teman-temannya


"Hai" sapa, Reza kepada, Luthfi dan Syifa


"Hai" balas, Syifa dengan canggung. Sedangkan, luthfi hanya tersenyum tipis padanya


"Ini anak kalian yah?" tanya, Reza melihat ke arah bayi yang baru saja berusia lima hari


"Ia. Namanya, Gibran" jawab, Syifa


"Oh ia. Gue belum ngasih kalian ucapan selamat yah" ujar, Reza, "Selamat untuk pernikahan kalian dan atas lahirnya anak kalian" ia mengulurkan tangannya kepada, Syifa


"Aamiin. Makasih yah, Za" balas, Syifa


"Selamat" cetusnya pada, Luthfi


"Makasih" balas, Luthfi


"Ganteng banget" cetus. Syafa dengan polosnya menatap, Reza yang berdiri di samping, Syifa


Reza menoleh padanya, "Ini siapa?" tanyanya sedikit menunduk untuk mensejajarkan bentuk tingginya dengan, Syafa yang ia yakini masih sangat muda usianya


"Aku, Syafa kak. Adiknya Kak Syifa" dengan semangat, Syafa mengulurkan tangannya


"Nama Kakak, Reza. Panggil aja Kak Reza" balas, Reza yang tersenyum manis. Ia menganggap, Syafa gadis manis yang usianya masih anak-anak


"Oh ia. Gue kesana dulu yah" pamit, Reza yang akan kembali bergabung dengan teman-temannya


"Kak, ganteng banget", Syafa menggoyang-goyangkan lengan kakaknya


"Jangan norak dek. Ingat. Loh masih bocah. Ngga akan nyampe ke, Reza" tegur, Syifa


"Kakak ah. Ngga seru", Syafa menghempaskan lengan kakanya meski tidak keras


*


*


*


*


*

__ADS_1


Oh ia. Sebenarnya aku lagi bingung 🤭 Ada 1 readers yang suka banget baca pikiran aku 😅 Beberapa yang udah aku rencanain, eh selalu dicap duluan sama dia 🤭 Jadinya kayak ngga suprise gitu 😅 Entah dia anak didiknya Dilan atau bukan yah 🤔 pintar ngeramal soalnya 😅 Tapi mudah2an orgnya gk nyadar yah 🤭😅✌🏻


Oh ia. Novel ini kan udah mau tamat. Besok atau lusa udah mau aku tamatin. Mau nyaranin nih 🤭 Buat cerita Rasya sama Syilla, atau Reza sama Syafa? Atau cerita yang disebelah aja dulu tuntasin?🤭 Autumn In March. Mumpung udah ada yah 😅


__ADS_2