Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Begitu bahagia


__ADS_3

Dan tanpa mereka sadari, ada sepasang bola mata sedang memperhatikan gerak-gerik mereka sedari tadi.


"Harusnya gue tau dari awal, harusnya gue bisa mengontrol hati gue. Kalau ternyata, Syifa memang suka sama, Luthfi" guman, Reza yang kini sedang memperhatikan mereka terlebih memperhatikan, Syifa yang tertawa begitu lepas


Reza menyukai, Syifa sejak pertama kali ia mengenalnya. Ia menyukai, Syifa bahkan dari semua gerak-geriknya. Syifa memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak ia dapat dari wanita manapun. Namun kini, harapannya untuk memiliki, Syifa terlepas angan bersama desahannya yang panjang.


"Mungkin sudah seharusnya seperti ini. Syifa gadis yang baik. Gue berharap dia bahagia. Meski bahagia bukan dengan gue" erangnya yang menengadah ke atas langit-langit kantin tersebut


***


"Ayo pulang. Ngapain pada bengong? Kesurupan massal loh pada?" celoteh, Risa kepada teman-temannya yang masih duduk padahal jam sudah menunjukkan waktu kepulangan mereka sejak tadi.


"Ya ampun Mak. Marah-marah mulu" sahut, Syifa yang baru saja bangkit dari alam khayalnya


"Jalan-jalan dulu yuk?" ajak, Viona yang memasukkan buku-bukunya ke dalam ransel miliknya


"Mau jalan kemana?" tanya, Vigo


"Kemana aja. Yang penting jalan-jalan aja dulu" jawab, Viona


"Jalan-jalan ke hati loh, Go" cetus, Fahri


"Ngga peka" timpal, Luthfi yang terkekeh


"Jangan memulai" tegur, Syifa menatap tajam, Luthfi


"Mulai apa? Aku ngga ngapa-ngapain" tukas, Luthfi


"Bohong dia, Fa" cetus, Risa mencoba mempengaruhi, Syifa


"Otak mereka bertiga nih ngga tau pada kenapa?", Viona menggeleng


"Ayo. Mending kita jalannya bertiga aja. Nginap di rumah juga bertiga. Ngga usah ada mereka" usul, Risa dan melirik tajam ketiga pria itu


"Benar banget. Gue setuju" sahut, Viona


"Kalian mau pergi tanpa kita? Yakin? Mau jalan kemana? Punya kendaraan?" tanya, Vigo bermaksud menggoda mereka


"Eh ia. Kita kan ngga punya kendaraan", Viona membatin


"Ia yah? Kok gue ngga mikir kesana" batin, Risa yang menggigit bibir bawahnya


"Nih berdua gimana sih? Ngajak pergi tapi ngga punya kendaraan" gerutu, Syifa yang membatin


"Jadi masih yakin mau pergi tanpa kita?", Fahri menahan tawa melihat ketiganya begitu gusar


"Yakin masih mau pergi ngga ngajak kita? Kalau Mommy nelpon gimana?" timpal, Luthfi yang menunduk karna menahan tawa


"Benar-benar yah? Selalu aja bawa-bawa nama Mommy. Bikin kesal" gerutu, Syifa yang menekuk wajanya diikuti ocehan, Risa dan Viona

__ADS_1


Ketiga pria itu sudah tidak bisa lagi menahan tawa dan akhirnya tawa mereka tumbang seketika. Hingga membuat para gadis semakin kesal dibuatnya. Beruntung, hanya ada mereka di dalam kelas. Karna teman-teman mereka yang lain sudah meninggalkan ruangan sekitar 20 menit yang lalu


"Berhenti ketawa, dan ayo ke mobil", Risa menyeret paksa tangan, Fahri sebagai orang yang punya wewenang pada kendaraan yang mereka tumpangi


Viona dan Syifa mengikuti, Risa tanpa memanggil pasangan mereka lantaran sudah sangat kesal. Tentu saja itu membuat kedua pria yang mengikuti mereka terkekeh


"Jatah malam loh ngga ada, Fi" bisik, Vigo namun masih bisa didengar oleh, Syifa dan Viona


"Vigo!" bentak, Viona yang membalikkan tubuhnya menghadap ke arah, Vigo


"Bercanda, Vio. Beneran", Vigo menaikkan jari telunjuknya beserta jari tengahnya


"Awas yah. Beneran, gue ngga main-main sama kata-kata gue tadi" ucap, Viona dengan penuh penekanan pada setiap ucapannya


"Kamu juga" seru, Syifa menunjuk, Luthfi


"Aku kenapa? Aku kan ngga ngapa-ngapain" sahut, Luthfi memasang wajah tanpa salah


"Ayo, Fa. Kesal gue sama mereka" ajak, Viona meninggalkan keduanya


"Kembali ke point pertama" bisik, Vigi setelah kedua gadis itu sedikit menjauh


"Cewek selalu benar" sahut, Luthfi lalu keduanya tertawa bersama


"Woy, ngapain masih disitu? Ketawa-ketawa lagi" teriak, Viona ketika mendapati dua pria tersebut masih berdiri ditempatnya dan tertawa


"Ok. Kembali ke point pertama" ucap, Vigo dengan pelan lalu berjalan menghampiri yang lainnya disusul, Luthfi yang berusaha keras menahan tawanya


***


"Lama atau cepat? Loh belum puas berduaan sama, Fahri?" seru, Vigo yang meledak keduanya


Fahri hanya tertawa. Namun tidak dengan, Risa, "Dasar otak geser" ketusnya


"Jadi, kita mau jalan-jalan kemana?" tanya, Fahri setelah menghidupkan mesin mobilnya


"Taman hiburan dong? Gue pengen banget ke taman hiburan. Pengen nyoba semua wahana permainan" seru, Risa dari kursi belakang


"Setuju. Udah lama gue sama, Risa pengen berkunjung kesana, tapi ngga pernah kesampaian" ujar, Syifa


"Ok. Kita ke taman hiburan sekarang" seru, Viona dengan tegas.


Dan tentu saja itu membuat, Syifa dan Risa begitu girang. Viona hanya tersenyum. Sedang para pria hanya mengikuti kemanapun para gadis pergi.


***


"Naik Bianglala dulu yuk? Untuk pemanasan" ajak, Viona.


Syifa dan Risa mengangguk senang. Viona berada dalam satu keranjang bersama Vigo. Syifa bersama Luthfi. Dan Risa bersama Fahri.

__ADS_1


"Tau ngga, Vio? Apa yang buat gue semakin sayang sama loh?" tanya, Vigo ketika mereka sedang berdua saja


"Apa?" sahut, Viona yang menatap, Vigo dengan serius


"Karna loh selalu mengataskan kebahagiaan teman loh, daripada diri loh sendiri" jawab, Vigo lalu tersenyum pada, Viona dengan bangga


Viona ikut tersenyum, "Kebahagiaan mereka. Itu juga kebahagiaan buat gue" ujarnya


"Dan itu yang bikin gue sayang banget sama loh. Gue bangga punya kekasih seperti loh" ucap, Vigo yang membelai pipi, Viona dengan lembut


*


"Baru pertama kali naik Bianglala?" tanya, Fahri ketika melihat mata, Risa berbinar-binar begitu senang dari pertama kali mereka sampai ke tempat ini. Hingga mereka naik Bianglala


Risa mengangguk, "Soalnya dulu sering banget pengen kesini sama, Syifa. Tapi ngga pernah kesampaian"


"Jadi sekarang udah senang?" tanya, Fahri yang tidak berhenti memperhatikan tingkah, Risa yang begitu kegirangan


"Senang banget", Risa mengangguk penuh semangat, seperti anak kecik baru saja mendapatkan mainan kesukaannya


Fahri terkekeh, "Jadi ngga perlu bawa loh ke tempat-tempat romantis dan mewah cuma buat loh senang yah? Cukup ke tempat bermain aja" ujarnya


"Ngga perlu", Risa mengibaskan tangannya, "Gue sama Syifa tuh ngga terlalu suka tempat-tempat romantis dan mewah ala anak muda sekarang. Kalau gue, cukup loh bawa gue ke tempat yang kek gini aja, udah senang banget gue" ucap, Risa yang begitu bersemangat.


*


"Senang?" tanya, Luthfi ketika melihat, Syifa terus saja tersenyum


"Senang banget" ucap, Syifa dengan senyum lebarnya


"Kenapa ngga pernah bilang?" tanya, Luthfi yang menggenggam tangan, Syifa


"Bilang apa?", Risa mengerutkan dahinya


"Kalau kamu mau kesini. Aku bisa bawa kamu kesini tiap hari" jawab, Luthfi dengan lembut


Syifa menggeleng lalu tersenyum, "Aku mau kesini bareng, Risa. Dari dulu, aku sama Risa pengen banget kesini berdua. Tapi belum pernah kesampaian" ucapnya


"Tapi kamu harus bilang sama aku. Biar aku bisa tau kamu suka apa" ujar, Luthfi


Syifa tersenyum begitu bahagia. Bahagia memiliki sahabat seperti, Risa, Viona, Vigo, Fahri dan. tentu saja dengan, Luthfi pula, yang bisa menjadi sahabatnya, temannya, kakaknya, sekaligus suaminya secara bersamaan.


***


***


***


***

__ADS_1


jgn lupa like dan votenya yah 😊 terima kasih yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2