
"Konyol dari mana coba? Loh kan tinggal jawab doang apa susahnya sih" gerutu, Viona
"Loh mah enak, tinggal nanya doang gampang. Jawabnya tuh yang susah asal loh tau" kesal, Syifa
"Tinggal jawab ia atau engga susah amat loh, Fa" timpal, Risa
"Dih. Sekarang gue nanya sama loh kalau, Fahri nembak loh, loh terima ngga" seru, Syifa
"Kenapa jadi-jadi bawa, Fahri coba?" ketus, Risa
"Soalnya loh berdua sama-sama jomblo" timpal, Viona
Syifa dan Viona seketika langsung terbahak. Lagi-lagi, Risa mendapatkan bullyan dari kedua temannya itu. Dirinya sebenarnya ingin marah, namun melihat tawa kedua temannya yang sangat puas, dirinyapun ikut tertawa padahal ia sedang kesal
"Udah ah. Gue peng tidur", Syifa merebahkan tubuhnya di kasur. "Aaaa... Enaknya" saat, punggungnya sudah mendapati kasur
"Gue tidur disini juga yah. Muat kok buat kita bertiga", Risa juga ikut merebahkan punggungnya di samping, Syifa
"Loh tidur disini yah, Vi", Syifa menggeser sedikit untuk menyisahkan tempat untuk, Viona
"Ia bentar aja. Gue mau nelpon, Vigo dulu. Ada yang mau aku omongin" sahut, Viona
"Duh.... Senangnya yang udah baikan" goda, Risa
"Sirik aja luh" cetus, Viona
"Jomblo" timpal, Syifa
__ADS_1
Syifa dan Viona kembali tertawa dengan keras untuk membalas bullyan dari, Risa
"Senang yah kalian ngebully gue" ketus, Risa
"Tenang aja, Sa. Fahri juga jomblo kok" ledek, Viona
"Oh ia. Gue lupa ada, Fahri yah sekarang", Syifa ikut-ikutan menggoda, Risa
"Apaan sih jadi bawa-bawa, Fahri" kesal, Risa. "Lama-lama kesal gue sama kalian", Risa membalikkan tubuhnya membelakangi, Syifa dan Viona
"Uhhh sayang. Jangan ngambek dong", Syifa memeluk, Risa dari belakang
Risa tidak menyahut lantaran dirinya sudah benar-benar kesal terhadap kedua temannya yang ia rasa sangat menjengkelkan. Viona hanya menahan tawa melihat tingkah kedua temannya itu
"Gue keluar dulu yah, Fa. Mau nelpon, Vigo" pamit, Viona yang di iakan oleh, Syifa
"Risa. Jangan marah dong. Kan cuma bercanda doang" cetus, Syifa. Risa masih tetap diam
"Risa", Syifa menggoyangkan lengan, Risa. Namun, Risa tetap tidak bersuara
Saat, Syifa kembali ingin menggoyangkan lengan, Risa. Suara ponsel, Syifa tiba-tiba bergetar tanda ada pesan yang masuk
Ting!!
Syifa melepas pelukannya dari, Risa kemudian mengambil ponselnya yang terletak di meja
Satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Syifa mengerutkan keningnya sebelum membuka isi pesan tersebut
__ADS_1
'Jangan terlalu banyak mengobrol dengan kedua teman loh. Loh butuh istirahat' begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh seseorang
"Siapa? Apa, Luthfi yah?" guman, Syifa
'Simpan nomor gue. Luthfi', belum sempat, Syifa menduga-duga. Orang tersebut sudah menyebut namanya
'Ia. Loh juga istirahat' balas, Syifa
'Good night' - Luthfi
'Too' - Syifa
Syifa melengkungkan bibirnya tanpa sadar saat menyudahi pesan tersebut. Risa tiba-tiba mengangetkan, Syifa
"Pesan dari siapa?" tanya, Risa tiba-tiba
Syifa sekilas menoleh kearah, Risa. Syifa kembali tidur dan memeluk, Risa. "Ngga ada. Ayo tidur"
"Ngga nunggu, Viona?" cetus, Risa
"Ngga usah. Dia lagi senang-senang sama, Vigo lewat telpon" sahut, Viona
Risa hanya menghela napas
"Udah biarin aja. Udah lama juga mereka ngga ngobrol banyak. Kasian" ucap, Syifa
Risa kemudian membalas pelukan, Syifa sampai akhirnya mereka benar-benar tertidur bersama. Kelelahan membuat keduanya tak membutuhkan waktu lama untuk segera sampai di dunia mimpi
__ADS_1
Saat, Viona sudah kembali, ia melihat kedua temannya itu sudah tertidur. Ia hanya menggeleng karna kedua temannya ini tidak memakai selimut sama sekali hingga, Viona harus menarik selimut sampai menutupi kedua badan temannya. Ia kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping, Syifa yang kemudian juga ikut memeluk kedua teman terbaiknya itu hingga tertidur