
Risa menepis tangan, Fahri, "Ia, Ri. Gue tau, gue tuh gemesin banget. Tapi loh ngga usah nyentuh-nyentuh pipi gue. Mahal!" serunya
Fahri justru tertawa dengan ocehan gadis yang berada di sampingnya itu, "Udah ngga mahal lagi. Kan gue udah nyentuh" ujarnya
"Eh ia yah" guman, Risa "Ya udah, bayar dong" serunya
"Bayar apa? Mahar?" goda, Viona lalu tertawa
"Ahhhh. Calon pengantin baru kita" ledek, Syifa yang ikut menimpali
Luthfi dan Vigo hanya tertawa mendengar candaan teman-temannya. Suatu hiburan ketika mereka berkumpul dan bergurau seperti ini
"Jadi maharnya berapa nih?" goda, Fahri yang meneruskan drama kedua temannya
"Kenapa? Loh mau ngelamar gue sekarang? Sorry. Gue masih laku. Ntar loh tunggu gue aja pass gue belum nikah diusia gue yang 30 tahun" celoteh, Risa
Tawa teman-temannya kembali meledak.
"Gue sih ngga akan nunggu loh sampai loh jadi perawan tua" sahut, Fahri disela-sela tawanya
"Loh pikir, Fahri ngga laku apa" cetus, Vigo
"Cocok mereka berdua" timpal, Luthfi
"Cocok banget malah" seru, Viona
"Fahri yang cool, dan Risa yang banyak omong plus rame" cetus, Syifa
"Ngga sekalian loh ngatain gue cerewet?", Risa memandang, Syifa dengan kesal
"Loh kan emang cerewet" sahut, Fahri
"Fahri!" teriak, Risa, Namun, Fahri dengan cepat menutup mulut, Risa
"Loh ribut banget sih" tegur, Fahri
"Yah habisnya loh ngeselin" ketus, Risa
***
"Ayo lah, Fa. Malam ini aja. Yah? Yah? Please", Risa mengatupkan kedua tangannya
"Tanya, Luthfi deh, Sa. Jangan sama gue" jawab, Syifa menoleh pada, Luthfi
"Terserah kamu" ujar, Luthfi menaikkan bahunya
"Atau gini aja. Gue, Syifa sama Viona tidur di rumah gue. Terus loh bertiga, tidur di rumah, Luthfi" usul, Risa
"Ngga bisa" jawab, Luthfi dan Syifa kompak
"Kompak amat" ledek, Fahri
"Cuma semalam, Fi. Tahan" timpal, Vigo
"Tau nih. Mentang-mentang pengantin baru. sampai ng...... " celetuk, Viona yang tertahan
Syifa dengan cepat menutup, Viona, "Viona diam. Jangan sampai loh keceplosan"
"Wajar, Fa" cetus, Fahri
"Harusnya sih ngga apa-apa" seru, Vigo
"Setuju", Viona mengacungkan jempol pada, Vigo
"Udah. Jadi gimana?" tanya, Luthfi kepada, Syifa
"Tidur di rumah gue aja" usul, Fahri walau sebenarnya ia hanya bercanda
"Boleh. Rumah loh dimana?" tanya, Risa begitu bersemangat
"Semangat banget loh" tegur, Syifa
"Biasa lah, Fa. Mau ke rumah calon mertua" ledek, Viona lalu tertawa
"Tapi sayangnya, Fahri, tinggal sendiri" timpal, Vigo
"Otak kalian tuh pada kenapa sih? Sensi banget kalau gue yang ngomong" gerutu, Risa
__ADS_1
"Loh yang mancing" cetus, Luthfi
"Jadi beneran ke rumah gue?" tanya, Fahri yang awalnya hanya ingin bergurau
"Ayo. Risa udah penasaran banget sama rumah loh" ledek, Viona
"Terserah deh. Kesal gue" ketus, Risa
"Mumpung besok libur kan ngga apa-apa" seru, Vigo
"Benar banget" sahut, Syifa
"Ayo" ajak, Luthfi.
Kini, mereka sedang menuju parkiran tempat mobil, Fahri berada. Di tengah jalan, hujan tiba-tiba datang mengguyur tubuh mereka. Walaupun sebenarnya awan sudah menggelap sejak pagi
"Aaaa. Hujan" teriak, Syifa yang kini berlari bersama teman-temannya
"Basah badan gue" teriak, Risa bersama Viona
"Ayo cepat masuk", Luthfi menarik tangan, Syifa untuk masuk ke dalam mobil
"Hujan tiba-tiba banget derasnya" celetuk, Viona yang mengibas-ngibaskan bajunya yang basah
"Baju loh basah, Vio?" tanya, Vigo yang memutar tubuhnya karna ia duduk di depan
"Ia basah" jawab, Viona dengan manja
"Ngga usah lebay deh" gerutu, Risa
"Apaan sih loh jomblo" ketus, Viona
"Fahri. Ngga peka loh. Tanyain teman gue juga dong" seru, Syifa yang berada di belakangnya
Fahri dan Luthfi hanya tertawa. Entah mengapa, Fahri dan Luthfi lebih suka tertawa dan jarang sekali membalas ledekan yang seperti itu. Berbeda dengan, Vigo yang selalu mengambil kesempatan untuk menggoda teman-temannya
"Bentar aja, Fa. Sekarang kan lagi mau ke rumah, Fahri. Bisa aja mereka di rumah, Fahri nantinya. Hmmm, yah gitu" sahut, Vigo lalu tertawa
"Ngomong apaan sih loh" kesal, Risa lalu memukul bahu, Vigo yang berada di depan
"Tunggu di rumah gue, Sa" ledek, Fahri
"Jangan ikut-ikutan" tegur, Syifa lalu menyandarkan kepalanya ke bahu, Luthfi. Luthfi pun hanya mengulurkan tangannya untuk merangkul pundak, Syifa
"Oh my god" teriak, Risa. "Loh ngga lihat gue disini?" serunya dengan kesal
Ketika teman-temannya berbalik pada, Risa kecuali, Fahri yang hanya melihat lewat spion tengah, mendadak tertawa karna baru menyadari jika sepasang suami istri di sampingnya itu sedang terlihat berpelukan
"Apaan sih, Sa" seru, Syifa seakan tidak mengerti dan malah semakin merapatkan tubuhnya pada, Luthfi. Padahal, biasanya ia akan malu setengah mati. Namun melihat raut wajah, Risa yang kesal membuatnya ingin terus menggoda sahabatnya itu
"Astaga. Mimpi apa gue semalam. Ini juga tangan loh, nyentuh bahu gue", Risa memukul punggung tangan, Luthfi yang merangkul lengan, Syifa
"Ngga usah mukul-mukul" tegur, Syifa lalu menarik tangan, Luthfi dan menaruhnya di pundaknya.
"Oh my god" Teriak, Risa. "Turunin gue disini" kesalnya
Teman-temannya hanya tertawa karna tingkah, Risa yang selalu kesal jika ada yang sedang bermesraan di depannya, sekalipun itu temannya sendiri
***
"Cepat buka pintunya? Gue dingin" seru, Risa yang seakan-akan itu adalah rumahnya
Fahri hanya menggeleng dan membuka kunci rumahnya. Ia membuka lebar pintu itu dan membiarkan semua temannya masuk. Ia sendiri masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu
"Astaga. Dingin banget", Viona mengusap-usapkan kedua tangannya karna dingin
"Sini", Vigo menarik tangan, Viona untuk duduk di soffa yang berukuran cukup 2 orang saja lalu memeluk kekasihnya itu
"Benar-benar nih orang" gerutu, Risa yang memutar malas bola matanya pada sepasang kekasih tersebut. Ia memilih duduk di samping, Syifa
Syifa menaikkan kakinya ke soffa karna lantai terasa sangat dingin di kakinya. Luthfi yang melihatnya hanya mengulurkan tangannya dan mendekap tubuh, Syifa yang kedinginan
"Oh god" teriak, Risa tiba-tiba
"Risa!" bentak, Syifa, "Ngapain sih teriak-teriak"
"Jantung gue" ujar, Luthfi memegang dadanya
__ADS_1
"Tau nih, Risa. Hobi banget teriak-teriak" cetus, Viona
"Kenapa sih loh?" tanya, Vigo
"Kalian nanya gue kenapa? Lihat dong? Kalian asik-asikan, mesra-mesraan sampai kalian ngelupain gue disini" kesal, Risa yang menekuk wajahnya
Luthfi mendesah keras. Merasa konyol akan jawaban, Risa yang sudah membuat jantungnya terkejut karna mendengar teriakannya
"Biasa aja kenapa sih? Bukannya tiap hari juga loh lihat mereka mesra-mesraan?" seru, Fahri yang baru keluar dari kamarnya dan membawa 4 selimut. 3 selimut terlihat begitu tebal, dan 1 selimut terlihat tidak terlalu tebal
"Untung loh bawa selimut" sahut, Vigo
"Yah. Ini buat loh berdua", Fahri memberikan sepasang kekasih itu satu selimut yang tebal. Kemudian ia memberikan satu selimut tebal kepada sepasang suami istri itu, dan satu selimut tebalnya lagi ia berikan pada, Risa. Sedangkan ia hanya memakai selimut yang tidak begitu tebal
"Loh ngasih gue selimut yang tebal, dan loh malah pake selimut itu doang? Emang ngga apa-apa? Loh ngga akan kedinginan?" tanya, Risa
"Loh lebih butuh dari gue" jawab, Fahri dengan santai
"Kurang apa lagi teman gue, Sa" goda, Vigo
"Berdua aja sana" usul, Viona
"Dasar emang. Dimabuk cinta sukanya ngelantur kemana-mana omongannya" ketus, Risa
"Merapat sini", Luthfi menarik tubuh, Syifa agar semakin merapatkan tubuh mereka
"Benar-benar deh" gerutu, Risa
Fahri tertawa menanggapi gerutuan, Risa, "Loh ngga mau duduk disini dekat gue, Sa?", Fahri menepuk-nepuk tempat kosong sebelahnya, "Daripada loh jadi nyamuk diantara suami istri itu" ujarnya
"Benar sih", Risa membenarkan dan hendak menghampiri, Fahri
Ddddrrrtttt drrrtttt
Ponsel, Viona berada di dalam ransel miliknya bergetar. Viona meraihnya dan melihat kontak yang tertera disana sedang menghubunginya lewat video call.
"Dini?" guman, Viona
"Dini?" ulang, Vigo dan sontak semuanya menoleh termasuk, Fahri. Bahkan, Risa yang baru saja hendak menghampiri, Fahri berhenti dan menoleh pada, Viona
"Kenapa lagi dia?" tanya, Syifa
"Ngga tau. Dia Video call pula" sahut, Viona, "Jawab dong, Sa", Viona menjulurkan tangannya memberikan ponselnya kepada, Risa
"Kok gue? Fahri aja sana" tolak, Risa dan malah menunjuk, Fahri
"Ya loh ambil nih. Terus kasih, Fahri. Gimana sih" celoteh, Viona
"Bawel", Risa meraih ponsel tersebut, namun, Viona terlebih dulu menggeser icon biru dan nampaklah wajah, Risa dan Dini disana
Risa menatap tajam, Viona yang berpura-pura tidak melihatnya dan malah memeluk, Vigo. Risa menghembuskan napas panjang sebelum bergabung bersama, Fahri
"Halo? Viona?"
"Ada apa?" tanya, Risa yang sudah duduk di samping, Fahri
"Viona mana? Kok loh yang jawab. Dan... "
Ucapan, Dini terhenti dan matanya membulat sempurna ketika melihat, Fahri berada di samping, Risa. Bahkan pria itu menarik sedikit selimut yang dipakai, Risa untuk berbagi bersama. Dan, Risa tidak keberatan, bahkan menarik selimut itu agar bisa menutupi tubuh, Fahri
"Fahri!"
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih yang sudah mendukung 🤗
__ADS_1