Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Cowok selalu salah


__ADS_3

Syifa sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Semua anggota keluarga begitu senang. Risa, Viona, Fahri, Vigo, Rasya, Syafa, Fia dan Bian pulang ke rumah terlebih dahulu. Sedangkan, Luthfi dan para orangtua tetap disana menemani, Syifa


"Teman-teman pada kemana?" tanya, Syifa ketika sudah berada di dalam mobil untuk menuju jalan pulang


"Mereka balik duluan. Lagian kan mobilnya ngga akan muat juga" jawab, Luthfi yang mengambil alih kemudi mobil, Vigo


"Ia Nak. Mereka kan juga butuh istirahat" cetus Mommynya


"Syafa? Fia? Bian? Sama Abang juga ikut?" tanya, Syifa


"Ketemunya nanti yah sayang. Sini anak kamu. Biar Bunda yang gendong" tukas Ibu mertuanya lalu mengambil alih cucunya dari gendongan menantunya


"Bahagia selalu Nak. Doa Mama menyertai mu" ujar, Mama Risa


"Aamiin. Makasih, Ma" sahut, Syifa yang melupakan kesedihannya ditinggal oleh teman, adik dan Abangnya


Mereka terus mengajak, Syifa bersenda gurau agar tidak merasa sedih. Sepanjang perjalanan, Papa Risa terus saja melucu, yang kadang-kadang ditimpali oleh Ayah Syifa dan Ayah Luthfi. Para Ibunya pun tidak ingin kalah, mereka berceloteh panjang kali lebar, menceritakan masa muda mereka


Sesampainya di halaman rumah. Syifa mencari-cari letak keberadaan mobil, Fahri yang membawa seluruh teman, adik dan Abangnya. Namun ia tidak menemukannya. Raut sendu terlihat di wajahnya


"Ayo", Luthfi membuyarkan lamunan, Syifa untuk membantunya berjalan


Syifa hanya mengangguk dengan lemah. Perlahan ia menurunkan kakinya yang masih terasa lemas. Diikuti oleh para orangtua


"Ayo masuk" ajak, Luthfi yang menuntun, Syifa


Saat tangan, Luthfi mendarat di gagang pintu rumah tersebut, raut wajah, Syifa yang tadinya sendu menjadi terkejut


***


"Niup balon itu gini kak" seru, Fia kepada, Bian yang mempraktekkan meniup balon


"Sama aja dek" tukas, Fia


Sedari tadi. Kedua adik kakak ini terus saja berdebat cara meniup balon denga benar. Fia yang terus saja berceloteh. Sedangkan, Bian yang begitu malas mendengar ocehan adik perempuannya itu


"Daritadi itu mulu yang diperdebatkan" tegur, Syafa


"Kak Bian nih", Fia menunjuk, Bian


"Terserah deh. Salahin aja terus Kakak. Emang laki-laki selalu salah di mata cewek" pasrah, Bian


"Betul" timpal, Vigo, Fahri dan Rasya


"Apaan yang betul. Ngarang. Justru kita, cewek yang selalu tersakiti" seru, Risa


"Betul", Viona, Syafa dan Fia menimpali


"Suka di PHP-in juga" cetus, Viona


"Emang gue pernah PHP-in?" tanya, Vigo


"Pernah. Dulu waktu awal dekat" jawab, Viona


"Kak Vigo. Ramantis gitu, ternyata pernah nge-PHP-in juga" ledek, Syafa


"Ngga dek. Itu sih, Vio aja nih salah paham. Udah dijelasin berkali-kali" jawab, Vigo


"Berantem-berantem-berantem" sorak, Risa yang bertepuk tangan layaknya menyoraki perlombaan


"Jomblo-jomblo-jomblo" balas, Viona, Vigo dan Fahri yang juga bersorak seraya bertepuk tangan


Rasya, Syafa, Fia dan Bian seketika tertawa mendengar perdebatan kecil ke-empat sahabat itu. Terlebih, Rasya yang merasa bersyukur, adiknya dikelilingi oleh teman-teman yang baik


"Mulai deh" kesal, Risa


"Loh yang mulai juga" cetus, Fahri


"Harusnya tuh loh ngedukung gue. Bukan malah ikut-ikutan" ketus, Risa


"Emang, Fahri siapa loh dek? Enak banget nyuruh, Fahri harus dipihak loh" ledek, Rasya


"Abang jangan ikut-ikutan yah" ancam, Risa


"Abang kan dipihak gue" bela, Fahri


"Benar banget. Calon adik ipar gue nih" tukas, Rasya yang heboh mengacungkan jempolnya

__ADS_1


"Bang Rasya setuju?" tanya, Bian


"Setuju apa dek?" tanya balik, Rasya


"Kalau Kak Risa nikah sama Kak Fahri" jawab, Bian


"Harus setuju lah. Fia aja suka" sahut, Fia


"Kalau Abang mah, apa kata adik-adik aja deh" goda, Rasya


"Lampu hijau tuh, Ri" ledek, Viona


"Yah jalan, Vi kalau udah lampu hijau. Ngapain masih berenti? Pengen ditabrak loh?" seru, Risa dengan emosi


"Santai dong" tukas, Vigo


"Sejak kapan si, Risa bisa ngomong santai" ledek, Fahri


"Jangan mulai" gerutu, Risa


"Sini deh Kak Fahri. Kalau Kak Risa ngga mau. Ada, Syafa nih yang mau" goda, Syafa


Risa melempari, Syafa balon, "Ingat umur loh bocah"


"Boleh deh kalau, Syafa mau" sahut, Fahri yang mengedipkan matanya


"Dia masih anak-anak" seru, Risa yang menatap tajam, Fahri


"Yah ngga apa-apa. Gue kan bisa nunggu, Syafa tamat sekolah dulu" ujar, Fahri


"Terserah deh" ketus, Risa yang langsung meniup balon tanpa memperdulikan yang lainnya sedang menertawakan dirinya


"Makanya dek. Jangan sok jual mahal. Udah pergi kan baru nyesel" goda, Rasya


"Apaan sih, Bang. Ngga usah ngaco deh" kesal, Risa


"Lagu dari, Fahri untuk loh, Sa. Dengerin yah,


'Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku


Menantikan kehadiran dirimu


Entah sampai kapan aku harus


Menunggu sesuatu yang sangat sulit 'tuk kujalani


Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu


Kadang kuberpikir cari penggantimu


Saat kau jauh di sana'", Vigo bernyanyi untuk menggoda, Risa


"'Gelisah sesaat saja tiada kabarmu


Kucuriga entah penantianku takkan sia-sia


Dan berikan satu jawaban pasti


Entah sampai kapan aku harus


Bertahan saat kau jauh di sana


Rasa cemburu merasuk ke dalam pikiranku


Melayang tak tentu arah tentang dirimu


Apakah sama yang kau rasakan?'", Rasya pun melanjutkan lirik tersebut


"Bikin ruang karokean deh ayo" emosi, Risa


"Santuy dong, Sa. Itukan isi hati" ujar, Viona yang menahan tawa


"'Walau raga kita terpisah jauh


Namun hati kita selalu dekat


Bila kau rindu pejamkan matamu

__ADS_1


Dan rasakan a-a-a-aku


Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh


Terhapus ruang dan waktu


Percayakan kesetiaan ini


Pada ketulusan a-a-ai-aishiteru", Fahri pun ikut melanjutkan lirik lagu tersebut


"Aaaaa. Kak Fahri so sweet banget" ucap, Syafa dengan nada manja


"Jangan lebay loh" sergah, Risa


"Cemburu kak?" ucap, Fia yang langsung menutup mulutnya seakan-akan keceplosan


"Cowok itu kadang ngga suka nunggu lama loh Kak. Pengennya yang pasti-pasti aja" cetus, Bian


"Tuh, dengerin, Sa" tukas, Viona


"Ini kapan kelarnya kalau kalian dari tadi ngecengin gue mulu" gerutu, Risa


Mereka pulang terlebih dulu karna ingin memberikan kejutan spesial untuk, Syifa dan sang buah hati. Sebelumnya, mereka sudah sempat berdiskusi bersama, Luthfi dan para orangtua. Mereka pun setuju. Hiasan sudah mereka siapakan. Tersisa meniup balon meski mereka tau, Syifa kurang menyukai balon


"Kode, Ri" cetus, Vigo


"Ia dek. Nanti kita lanjutin kalau Mama sama Papa udah datang. Biar kalian langsung dinikahin" tukas, Rasya


"Abang" teriak, Risa dengan manja


"Udah. Sana tiup balonnya. Tenaga teriaknya kuat. Niup balon lemah" ledek, Fahri


"Fahri" geram, Risa yang mencubit lengan, Fahri


"Au. Sakit, Sa" aduh, Fahri yang mengusap lengannya akibat bekas cubit, Risa


"Belum apa-apa udah KDRT" guman, Bian yang membuat, Fia tertawa karna mendengarnya


"Fia kenapa ketawa?" tanya, Syafa yang mengerutkan keningnya


"Kak Bian bilang, belum apa-apa udah KDRT" jawab, Fia yang kembali tertawa


"Fia" tegur, Bian yang merasa malu


"Dengerin tuh, Sa" sahut, Fahri


***


"Mobil Kakak datang" teriak, Fia yang bertugas memberitahu mereka jika rombongan mobil, Luthfi sudah datang


Sebelumnya. Risa dan Viona memberitahukan, Luthfi untuk mengiriminya pesan jika mereka sudah masuk ke kompleks


Dengan penuh semangat. Mereka berjejer di depan pintu untuk menyambut kedatangan, Syifa. Fahri memarkirkan mobilnya di halaman rumah tetangganya agar, Syifa tidak curiga


Saat pintu sudah terbuka dan menampakka wajah, Syifa. Mereka dengan heboh menembakkan petasan kertas ke arah, Syifa, "Kejutan"


Syifa yang terkejut membulatkan matanya. Bahkan air matanya tumpah mendapat suprise dari teman-temannya, adik-adiknya, dan juga Rasya yang sudah ia anggap kakak kandungnya


"Gue kira kalian pulang" seru, Syifa yang menangis


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan Votenya yah 😊 Terima kasih untuk selalu mendukung 🤗


Btw yang ikutan nyanyi angkat jempolnya, "Tariiiikkkkk Maaannnggggg" 😅


Maaf yah. Sebenarnya otak ku lagi lemot buat nulis. Cuma tetap ku paksain 🤭

__ADS_1


__ADS_2