Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Orang yang loh suka


__ADS_3

Flashback


"Apa loh pernah pacaran sebelumnya?" tanya, Luthfi yang masih mendekap, Syifa.


"Ngga pernah", Syifa menggeleng pelan.


"Sama sekali ngga pernah?" tanya, Luthfi yang ingin terus menggali tentang, Syifa


"Ngga pernah, Luthfi" ujar, Syifa yang sedikit kesal.


"Kalau suka sama orang? Pernah?", Luthfi terus bertanya kepada, Syifa.


"Pernah lah. Gue kan manusia biasa" seru, Syifa yang mencubit pelan perut, Luthfi


"Siapa?" tanya, Luthfi memegang tangan, Syifa yang mencubit perutnya. "Siapa apa?", Syifa mendongak, Luthfi.


"Orang yang loh suka", Luthfi menatap, Syifa yang sedang melihatnya. Wajah, Syifa tiba-tiba memerah dengan degupan jantungnya. Syifa kembali menundukkan pandangannya


"Apaan sih, Luthfi nanya gitu? Kan gue jadi bingung mau jawab apa" guman, Syifa yang memegang jantungnya


"Gue nanya loh, Syifa? Kenapa loh ngga jawab" tegur, Luthfi, membuyarkan lamunan, Syifa.


"Loh berharap gue jawab siapa?", Syifa kembali mendongak menatap, Luthfi.


"Yang ada di hati loh" ucap, Luthfi dengan lembut menatap, Syifa.


Syifa menimbang sesaat, "Loh beneran mau dengar?" jawab, Syifa dengan gugup. Luthfi hanya mengangguk.


"Mau jawab apa coba gue" guman, Syifa yang berusaha menetralkan ekspresi wajahnya


"Tapi gue punya permintaan sebelum gue jawab jujur", Syifa berusaha mencari ide.


"Permintaan apa?" jawab, Luthfi dengan malas, karna itu artinya, Syifa akan meminta yang aneh-aneh baginya.


"Gampang kok permintaan gue" senyum, Syifa langsung terbit sempurna. Dan, Luthfi memicingkan matanya lalu mendesah dan memalingkan wajahnya


"Ayolah. Mau ngga gue jawab jujur? Kalau ngga mau, ya udah gue ngga akan bilang juga. Ngga rugi juga tuh gue" cetus, Syifa menaikkan kedua bahunya


"Apa?", Luthfi enggan untuk menanyakannya lagi jika, Syifa sudah meminta permintaan namun ia begitu penasaran.


"Gue mau loh yang jawab pertanyaan loh dulu, habis itu, baru gue jawab juga. Janji", Syifa menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Benar kan? Dia minta yang aneh-aneh" umpat, Luthfi menatap malas, Syifa

__ADS_1


"Jawab dong, Fi", Syifa memukul pelan tangan, Luthfi ketika ia tidak bersuara.


"Kenapa harus gue? Itu kan pertanyaan gue buat loh" protes, Luthfi yang enggan untuk menjawab.


"Ya udah, pertanyaan gue, loh suka sama siapa?", Syifa malah bertanya seperti pertanyaan, Luthfi


"Itukan pertanyaan gue, Syifa?" geram, Luthfi yang mencubit gemas pipi, Syifa.


"Tapi itu juga pertanyaan gue, Luthfi", Syifa pun membalas cubitan, Luthfi di pipinya hingga mereka saling mencubit pipi satu sama lain lalu tertawa bersama


"Serius dulu" ujar, Luthfi. "Ya udah jawab. Gue udah nungguin dari tadi" saut, Syifa yang melipat kedua tangannya di atas perut.


"Benaran? Itu pertanyaan loh?", Luthfi benar-benar tidak habis pikir dengan pernyataan, Syifa yang membiliki dirinya.


"Loh pikir gue bercanda? Ngga yah, gue serius" jawab, Syifa dengan enteng


Luthfi tidak menjawab, pikirannya sibuk berkelana mencari jawaban yang tepat. Beberapa kali ia sempat menimbang jawabannya namun beberapa kali pula ia mengurangkannya ketika jawaban benar berjejer di kepalanya


"Luthfi!!" teriak, Syifa setengah tertahan.


"Kenapa?", Luthfi mengerutkan keningnya.


"Kok loh jawabnya lama banget sih? Sesulit itu kah padahal cuma nyebut nama doang" gerutu, Syifa.


"Emang loh mau langsung ngejawab?" tanya, Luthfi dan Syifa langsung cemberut


"Harus banget mikirnya lama?" ketus, Syifa namun, Luthfi tidak mendengar dan terus berfikir. Syifa yang setengah kesal menatap tajam, Luthfi dan kembali berteriak namun tidak terlalu keras.


"Luthfi!!!" seru, Syifa yang jengah.


"Loh" ujar, Luthfi tanpa sadar. Syifa langsung terdiam dengan wajahnya yang memerah, Luthfi menggaruk tengkuknya hingga beberapa detik hanya desiran angin yang terdengar


Syifa tiba-tiba tertawa pelan dan menusuk-nusuk perut, Luthfi, "Bercanda mulu ih. Gue kan nanyanya serius. Ayolah serius dulu".


Luthfi meraih tangan, Syifa di perutnya. "Gue ngga lagi bercanda. Gue serius"


Syifa menghentikan tawanya. Debaran jantungnya terus saja berpacu dengan cepat tak seirama. Ia menatap mata, Luthfi dan mencari jawaban disana namun jawaban, Luthfi memang benar. Kecanggungan benar-benar melanda keduanya. Tak suara dari keduanya yang tercipta. Benar-benar sunyi.


"Loh sendiri?" tanya, Luthfi dengan pelan memecahkan kesunyian diantara mereka.


"Apa?", Syifa mengernyit dengan polos.


"Orang yang loh suka? Siapa?" jelas, Luthfi dan sukses membuat, Syifa salah tingkah. Ia bahkan susah menelan ludahnya sendiri

__ADS_1


"Jawab" perintah, Luthfi dengan santai seperti sedang tidak terjadi apa-apa


"Enak banget loh ngomong santai gitu" gerutu, Syifa dengan batinnya


"Syifa?" panggil, Luthfi yang membuyarkan lamunan, Syifa.


"Loh" seru, Syifa dengan tidak sadar lalu menutup mulutnya dengan cepat ketika ucapannya lolos dari mulutnya


Luthfi tersenyum melihat tingkah, Syifa dengan wajah yang memerah. Gadis tersebut bahkan beberapa kali menepuk mulutnya yang kecoplosan.


"Ngapain senyum-senyum?" ketus, Syifa yang malu sekaligus kesal dengan dirinya sendiri


"Bukan, Riswal?" goda, Luthfi.


"Apaan sih nyebut-nyebut nama, Riswal? Gue ngga pernah punya rasa sama yah sama dia" kesal, Syifa yang cemberut.


"Terus sama siapa?" goda, Luthfi yang menahan senyumnya.


"Yah sama ......" ucapan, Syifa menggantung disertai senyum, Luthfi yang menahan senyumnya


"Apa dia ngejebak gue? Benar-benar nih orang" umpat, Syifa


"Kok diem?", Luthfi mengerutkan dahinya. Syifa memicingkan matanya menatap, Luthfi, "Loh ngejebak gue yah?" selidik, Syifa."Gue kan cuma nanya" tawa, Luthfi akhirnya pecah


"Ih... Jangan ketawa" seru, Syifa yang memukul pelan dada, Luthfi.


"Ia ia ampun, ampun", Luthfi meraih tangan, Syifa.


"Tapi beneran kan yang loh bilang tadi?" tanya, Luthfi serius dan, Syifa mengangguk pasti.


Luthfi tersenyum tulus. Dan, Syifa pun membalas senyumnya secerah mentari di pagi hari.


"Jangan senyum seperti itu ke cowok lain", Luthfi memperingatkan, Syifa.


"Loh? Kenapa?" tanya, Syifa dengan polos, "Gue jelek yah?"


"Gue suka. Tapi gue ngga suka loh senyum seperti itu sama cowok lain" jelas, Luthfi. Syifa yang masih bingung hendak bertanya namun suara bising dari kejauhan terdengar dan itu adalah suara dari teman-temannya


Flashback end


***


***

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote yah teman2. Hari ini aku ada kendala, jadi upnya lambat.


__ADS_2