Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Risa pacar loh?


__ADS_3

"Fahri udah" teriak, Risa yang menahan tubuh, Fahri yang masih hendak memukul pria tersebut


"Heri" seru, Syifa pada pria yang terkapar itu


"Heri", Luthfi pun menyebut nama itu


"Kalian kenal?" tanya, Viona


"Heri", Risa yang baru tersadar membantu pria tersebut bangun


"Sakit banget bibir gue" keluh pria itu dengan nada manja seperti perempuan


"Ha? Nih cewek apa cowok?", Vigo dibuat heran


"Heri. Loh ngga apa-apa?" tanya, Risa yang mengamati seluruh tubuh pria itu


Fahri menarik keras tangan, Risa untuk menjauh dari pria yang sudah memeluknya, "Dia siapa?" tanyanya dengan kesal


"Fahri. Dia, Heri teman gue" sahut, Risa


"Loh ganteng-ganteng, tapi kuat banget mukul gue", Heri mengaduh kesakitan


"Dia cowok? Atau cewek?" tanya, Fahri


"Dia cowok" seru, Risa menatap tajam, Fahri


"Heri. Loh ngapain disini?" tanya, Syifa


"Gue kesini sama teman gue, Fa. Terus gue liat kalian. Ya udah gue samperin kalian. Tapi cowok ganteng ini malah nonjok gue", Heri memegang ujung bibirnya yang terluka sambil menunjuk, Fahri


"Loh yang salah. Ngapain langsung meluk, Risa" tegur, Luthfi


"Eh. Ada, Luthfi", Heri mendekati, Luthfi, "Gue kan kangen sama mereka" ucapnya yang bersandar di bahu, Luthfi


"Heri" geram, Syifa yang langsung menyeret paksa, Heri dari pundak suaminya, "Berani loh ngedeketin, Luthfi" serunya


"Aw. Sakit, Syifa", Heri bertingkah seolah merasa teraniaya, "Emang kenapa sih? Loh kan tau, dari dulu gue sama, Luthfi" ketusnya


"Luthfi suami gue" seru, Syifa


"What??" teriakan, Heri membuat beberapa pengunjung menoleh pada mereka


"Suara loh pelanin o'on" tegur, Risa


"Gue kaget pe'a" balas, Heri


Viona tertawa mendengar keduanya saling menghina. Hingga membuat, Vigo dan Fahri mengerutkan kening dengan heran


"Kenapa loh ketawa?" tanya, Syifa


"Ngga apa-apa. Lucu aja" sahut, Viona


"Sana pergi. Ngapain disini?" usir, Luthfi


"Luthfi. Kok loh jahat banget sih sama gue" ujar, Heri dengan manja


"Berani loh goda suami gue. Hilang hidung loh" ancam, Syifa


"Ini beneran loh lan, Fa? Kok loh jadi galak? Biasanya juga lembut banget", Heri heran dengan perubahan, Syifa yang dari lembut menjadi galak


"Karna anak gue ngga suka sama loh" hardik, Luthfi


"Anak?", Heri kembali berteriak karna terkejut


"Sekali lagi loh teriak. Gue lempar loh dari ujung gedung" ancam, Risa


"Gue kaget pe'a" seru, Heri


"Tapi ngga usah teriak o'on" tukas, Risa


"Malah berantem" tegur, Vigo


"Hai ganteng" sapa, Heri pada, Vigo yang mengedipkan sebelah matanya


"Ih. Geli gue" ujar, Vigo yang bergidik ngeri

__ADS_1


"Sana loh pergi" usir, Fahri


"Yang disini tuh udah punya pasangan semua. Jangan loh coba-coba ngegoda" ancam, Syifa


"Oh. Jadi sih ganteng ini cowoknya, Risa? Pantesan langsung nonjok gue. Mana sakit banget lagi, sampai ke hati sakitnya" ujar, Heri yang memegang sebelah dadanya dengan nada manja


"Berani loh goda cowok gue. Gue ceburin loh ke kolam" seru, Risa yang berkacak pinggang


"Mentang-mentang punya pacar baru loh" tukas, Heri yang tidak kalah menantang suaranya, "Dulu aja nangis-nangis karna diputusin, Dika. Curhatnya sama gue juga. Sekarang punya pacar baru, malah ngelupain gue. Awas loh, Sa. Kualat" serunya


"Benar-benar nih cewek jadian-jadian. Minta di tonjok ulang kayaknya loh" kesal, Risa


"Udahlah, Sa. Jadi, Hersyella. Loh kesini bareng siapa?" tanya, Syifa yang memanggil, Heri dengan sebutan, 'Hersyellah'


Senyum, Heri mengembang, "Uh, Syifa kesayangan gue" ia hendak memeluk, Syifa namun, Luthfi memasang tubuhnya sebelum pria itu mendekat


"Loh mau gue peluk?" tanya, Heri dengan kaget ketika, Luthfi berada di depannya


"Jangan sentuh istri gue" ucap, Luthfi dengan tatapan dingin


"Jadi gue cuma boleh nyentuh loh?", Heri menempelkan telunjuknya ke dada, Luthfi


"Heri" teriak, Syifa yang menjambak rambut cepak milik, Heri


"Au au. Syifa sakit", Heri mengaduh kesakitan memegang tangan, Syifa


Kel-limanya tertawa begitu keras. Bahkan beberapa pengunjung tengah melihat ke arah mereka dengan keributan yang mereka ciptakan


"Udah", Luthfi menarik, Syifa


"Jahat banget loh, Fa. Dulu loh bahagia banget sambil meluk-meluk gue waktu, Riswal nyatain cinta ke loh" seru, Heri yang membuat, Syifa membulatkan mata melihat ke arah, Luthfi


"Mati gue" batin, Syifa menatap tajam, Heri


"Jangan asal ngomong loh", Syifa memukul lengan, Heri, "Gue waktu itu bahagia karna menang lomba nulis. Bukan karna, Riswal" geram, Syifa yang mengode, Heri untuk diam


"Maksudnya apa?" tanya, Luthfi dengan wajah datar


"Mati gue. Luthfi marah" batin, Syifa menggigit bibir bawah


"Eh, Hersyella sih cewek jadi-jadian. Ngga usah ngelebih-lebihin kata-kata deh. Loh cuma diajak curhat dikit aja udah bangga. Gue yang tiap hari dijadikan tempat curhat sama, Syifa biasa aja. Emang loh pikir gue ngga tau tentang, Syifa sama Riswal? Hello..... Santai dong. Gue tau semuanya. Bilang aja loh ngomong kek gini biar, Luthfi sama Syifa berantem, terus loh bisa ngedeketin, Luthfi. Ia kan? Ngaku loh" tutur, Risa yang melototkan matanya


"Banci sayang" sahut, Vigo


"Gue bukan banci yah" bantah, Heri


"Terus apa namanya kalau bukan banci? Waria?" tukas, Fahri


"Untung loh ganteng. Kalau ngga, udah gue cium loh" celoteh, Heri


"Berani loh" geram, Risa


"Bercanda, Risa. Kalian berdua ini kenapa jadi jahat? Biasanya juga gue peluk biasa aja" ketus, Heri


"Udah beda, Heri" sahut, Syifa. "Loh kesini bareng sama siapa?" tanyanya


"Tuh teman-teman gue disana", Heri menunjuk segerombolan pria yang bertingkah layaknya seorang perempuan yang sedang bercanda


"Astaga", Vigo menggelengkan kepalanya


"Teman-teman loh?" tanya, Fahri


"Ia. Kenapa? Naksir yah?" ledek, Heri


"Pergi loh kutu monyet", Risa dengan kesal mendorong, Heri menjauh


"Jahat loh, Sa" gerutu, Heri


"Hersyellah si baik hati kami yang dulu", Syifa berucap dengan lembut, "Gabung sana sama teman loh. Kita juga mau main yang lain" ujarnya


"Gue kan kangen sama kalian", Heri mencebikkan bibirnya


"Nanti kita ketemu lagi" cetus, Risa


"Beneran yah? Janji. Jangan lupa teman kayak gue kalian. Susah nemuinnya" sahut, Heri

__ADS_1


"Susahlah. Kan jadi-jadian" guman, Fahri hingga membuat, Risa yang disampingnya tertawa


"Ia. Sekarang loh pergi yah" usir, Syifa dengan halus


"Ya udah deh. Tapi boleh peluk ngga?" pinta, Heri


"Ngga boleh" seru, Luthfi


"Ganteng-ganteng galak" gerutu, Heri, "Ya udah. Gue pergi yah sayang", Heri melambaikan tangannya dan menjauh


"Hati-hati, beb" teriak, Risa hingga membuat, Fahri menyentil keningnya


"Fahri" teriak, Risa, "Sakit" ucapnya dengan mengusap keningnya


"Duduk dulu yuk. Capek berdiri terus. Mana dari tadi gue ketawa mulu lagi" ajak, Viona


"Ayo"


Sebuah kursi panjang yang saling berhadapan menjadi tujuan mereka melepas lelah setelah berperang kata-kata dan emosi bersama, Heri. Namun juga terlihat sangat lucu


"Tadi itu teman kalian?" tanya, Fahri


"Ia. Namanya, Heri. Teman sekelas gue sama, Syifa dulu" jawab, Risa


"Gila. Loh berteman sama terong-terongan gitu", Fahri menggeleng dan memijat pelipisnya hingga membuat yang lainnya tertawa


"Dia itu baik loh orangnya" cetus, Risa


"Dia tuh selalu nolongin gue sama, Risa dulu. Kalau ada yang gangguin gue sama, Risa. Wah, maju tuh dia" jelas, Syifa


"Sampai curhat tentang, Riswal yah sama dia" tukas, Luthfi


"Ngga curhat sama dia aja tuh, dia bisa tau. Kek loh ngga tau aja gimana banci itu nyari informasinya" tukas, Risa


"Tapi sekarang gue pengen nanya sama, Fahri nih" cetus, Vigo yang mengalihkan


"Kenapa sama gue?" tanya, Fahri


"Loh tadi ngapain tiba-tiba mukul si, Heri-Heri itu?" tanya, Vigo dengan penuh maksud


Fahri mendesah, "Sama kayak loh yang bakal mukul cowok yang tiba-tiba meluk, Viona"


"Nah. Pertanyaan gue lagi nih. Viona kan cewek gue. Kalau gue mukul sih wajar. Nah loh? Emang, Risa pacar loh?" ledek, Vigo


"Hayoloh, Ri" ujar, Viona yang tertawa bersama ketiga temannya


"Jawab, Ri" goda, Risa


"Risa udah pengen dengar tuh" ledek, Syifa


"Ciri-ciri nih" timpal, Luthfi


"Gue kan refleks aja. Gimana ngga. Risa kan di samping gue. Tiba-tiba dia teriak yah gue kaget" jawab, Fahri dengan berkeringat


"Cie, sampai keringatan" ledek, Risa yang mengusap keringat, Fahri di keningnya


"Jangan ge'er loh" ketus, Fahri


"Cie, Fahri salting" ucap, Viona yang tertawa


"Yah ketahuan" ledek, Syifa


"Nikahin ayo. KUA dekat" timpal, Luthfi


"Cieee, Fahri. Cieeee", Risa terus menggoda, Fahri yang kini memalingkan wajahnya karna tidak tau harus berbuat apa


*


*


*


*


*

__ADS_1


Maaf yah. Semalam ada pekerjaan mendadak πŸ™πŸ»


Btw, kalian cuma mau baca karya aku yang ini aja? Ngga mau mampir ke "Autumn In March" gitu 🀭✌🏻Jangan lupa like dan votenya yah. 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung πŸ€—


__ADS_2