Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Penghasut berbentuk manusia


__ADS_3

"Takut ngga bisa lihat anaknya malam ini" seru, Fahri yang terus tertawa


"Oh my god. Kalian berdua kenapa sih? Ngomongnya yang jorok-jorok" teriak, Risa


"Tau nih mereka. Luthfi jadi ikut-ikutan kan" cetus, Syifa


"Vigo biang keroknya" tunjuk, Luthfi kepada, Vigo


"Ia benar. Gue sama, Luthfi belajar dari, Vigo" timpal, Fahri


"Salahin aja gue terus" tukas, Vigo


"Itu emang selalu loh yang mulai" seru, Viona


"Sayang. Kok malah jadi ikutan sama mereka nyalahin gue?" cetus, Vigo


"Sayang-sayang. Pala loh tuh sayang" seru, Risa


"Jomblo karatan yang satu ini, iri mulu kerjaannya. Cepatan deh, Ri loh nyatain cinta ke, Risa. Biar dianya bisa ngerasain mesra-mesraan lagi sama pacar. Kelamaan jomblo emang gini nih" ujar, Syifa


"Hajar, Ri" seru, Vigo


"Nikah aja udah" cetus, Viona


"Kayak gue sama, Syifa. Pacarannya habis nikah. Lebih enak, asli" timpal, Luthfi


"Ya ialah lebih enak. Orang pacarannya langsung di atas ranjang gimana ngga enak" seru, Vigo


"Vigo" teriak, Viona, Risa dan Syifa bersamaan.


Vigo menutup telinganya mendengar teriakan ketiga gadis itu. Namun, Luthfi dan Fahri malah tertawa mendengar penuturan, Vigo yang langsung mendapat serangan dari ketiga gadis itu


"Bisa berenti ngga sih ngomong ngawurnya?", Viona memukul-mukul lengan, Vigo


"Vio sakit", Vigo mengaduh kesakitan


"Terusin aja, Vio. Sampai babak belur badannya kalau perlu", Risa memanas-manasi, Viona


"Tuh, Go. Balasan langsung dari, Viona" cetus, Syifa


Luthfi dan Fahri terus tertawa melihat pemandangan, Vigo yang mendapat pukulan dari kekasihnya karna terus melantur perkataannya


"Ia, Vio ampun-ampun", Vigo memegang kedua tangan, Viona karna sudah merasa kesakitan


"Ngeselin banget" ketus, Viona


"Tapi benar sayang. Coba aja kita berdua. Pacarannya ngga pernah yang aneh-aneh kan? Karena kita belum nikah", Vigo memperjelas


"Nikah aja udah kalian sana" seru, Risa


"Ntar kalau gue nikah sama, Vigo sekarang. Jiwa jomblo loh makin meronta-ronta" cetus, Viona


"Selalu aja gue" kesal, Risa


"Yah karna emang loh jomblo" seru, Fahri


"Diam loh. Gue ngga mau ngomong sama loh" bentak, Risa pada, Fahri


"Gue hilang baru nyadar loh" ledek, Fahri


"Hilang aja sana" ketus, Risa


"Katanya ngga mau ngajak gue ngomong. Tapi tetap balas kata-kata gue" ujar, Fahri


"Soalnya gue kasian sama orang jomblo kek loh kalau di diemin" sahut, Risa


"Sesama jomblo saling mengasihani" cetus, Syifa

__ADS_1


"Mentang-mentang udah nikah loh" seru, Risa


"Yah emang faktanya gue udah nikah. Wle", Syifa menjulurkan lidahnya pada, Risa


"Untung ada ponakan gue di perut loh. Kalau ngga ada. Udah gue ceburin loh ke kolam belakang" gerutu, Risa yang semakin kesal pada, Syifa


"Loh berani?" ancam, Luthfi


"Apa? Loh pikir gue ngga berani sama loh? Maju, Ri", Risa malah menyuruh, Fahri yang melawan, Luthfi


"Malah nyuruh gue" sahut, Fahri


Teman-temannya hanya tertawa mendengar, Risa yang mengkambing hitamkan, Fahri


"Kamu udah ngga mau makan lagi?" tanya, Luthfi


"Ngga. Aku udah kenyang" sahut, Syifa


"Tapi masih banyak makanannya" tegur, Luthfi


"Ya kamu dong yang ngabisin" seru, Syifa


"Selalu aja aku" desah, Luthfi. "Lama-lama berat badan ku bertambah" lanjutnya


"Artinya kamu bahagia" sahut, Syifa dengan cepat


"Biar loh makin kuat, Fi" ledek, Vigo yang memperlihatkan otot pada, Lengannya


"Sekalian beli ranjang yang ukurannya paling gede juga. Biar muat nantinya", Fahri menimpali ledekan, Vigo


"Otak loh mulai ngeres juga yah", Risa mendorong pelipis, Fahri dengan telunjuk jarinya


"Itu biar bisa punya anak, Sa" ledek, Luthfi


"Jangan ikut-ikutan" ancam, Syifa


"Syifa. Kasih, Luthfi hukuman. Biar dia tidurnya bareng, Vigo sama, Fahri. Loh tidur bareng gue sama, Risa malam ini" cetus, Viona


"Ngga. Aku ngga mau" tolak, Luthfi


"Cuma sehari doang loh ngga nengok anak loh, Fi", Vigo menggoda, Luthfi


"Besok-besok bisa loh puasin nengok anak loh" timpal, Fahri


"Viona. Kalau nanti loh udah nikah sama, Vigo. Malam pertama loh, jangan mau loh tidur bareng dia. Tidur bareng gue aja", Risa memanas-manasi, Viona


"Risa ini penghasut berbentuk manusia" tegur, Vigo


"Penghasut berbentuk manusia? Loh pikir gue apa? Bukan manusia?", Risa sudah mulai emosi


Teman-temannya kembali tertawa. Risa melayangkan tatapan tajam pada, Vigo


"Gue kira loh Bidadari gitu" setelah menghina, Vigo malah memuji, Risa


"Oh ia dong. Gue emang Bidadari" dengan bangganya, Risa mengibaskan rambutnya


"Yang baru aja ditinggal mantan pas sayang-sayangnya", Vigo kembali meledek, Risa


Tawa kembali terdengar. Sedangkan, Risa yang menjadi korban mengerucutkan bibirnya


"Beneran deh. Perut gue bakal sakit kalau ketawa terus" seru, Syifa di sela-sela tawanya


"Ayo. Kamu harus tidur", Luthfi meletakkan bantal sofa yang ada di pangkuan, Syifa


"Nanti aja" tolak, Syifa


"Nanti udah ngga bisa tidur. Yang ada malah tidur malam. Tidur siangnya ngga" ujar, Luthfi

__ADS_1


"Tidur sana, Fa. Kasian ponakan gue udah ngantuk tuh" cetus, Viona


"Dia emang kerjaannya yah tidur mulu. Ngga usah loh bilang juga dia udah tidur" ujar, Syifa


"Ibu hamil lagi ngomel" cetus, Risa


"Si jomblo lagi ngoceh" balas, Syifa


"Ada aja balasannya" ketus, Risa


"Syifa semenjak hamil, makin sensi aja" tukas, Vigo


"Biasa. Udah mulai besar perutnya" timpal, Fahri


"Hasil dari gue" gurau, Luthfi


"Ngga usah tidur sama aku malam ini. Tidur sama mereka sana" seru, Syifa pada, Luthfi


"Yah jangan dong" pinta, Luthfi


"Hayoloh, Fi" ledek, Viona


"Gak bisa nengok anak" gurau, Fahri


"Puasa malam ini" goda, Vigo


"Senang gue dengarnya" timpal, Risa


Luthfi melayangkan tatapan tajam kepada temannya satu persatu yang sudah memanas-manasi istrinya


"Ayo, Fa kita ke kamar" ajak, Viona


"Ayo", Risa mengikut perkataan, Viona


"Ngga ada. Siapa yang akan ngelus perut kamu kalau ngga tidur sama aku?" tolak, Luthfi


"Emang loh pikir gue sama, Viona ngga punya tangan buat ngelus perut, Syifa nantinya? Ngga usah kampungan deh, Fi" seru, Risa


"Tau nih sih, Luthfi" ketus, Viona


"Ngga mau anak gue nanti berisiknya kayak kalian berdua" ujar, Luthfi


"Penolakan" cetus, Syifa lalu tertawa


"Kayak loh ngga berisik aja" kesal, Risa


"Anak si, Risa nanti gue doain ngga kayak dia cerewetnya" cetus, Fahri


"Kan loh yang bakal jadi lakinya. Gimana sih" seru, Viona


"Vio ngeramal ceritanya" sahut, Vigo


"Ia in aja deh. Pusing pala gue ngeladeni kalian kalau dah bahas kek ginian" ketus, Risa


"Sabar, Sa. Anak gue sayang kok sama loh" ledek, Syifa mengelus pundak, Risa


"Tapi anak gue ngga sayang sama, Risa" cetus, Luthfi hingga membuat semuanya tertawa termasuk, Risa


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa mampir di "Autumn in march". Dan jangan lupa like dan juga beri votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2