Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Dua cowok ganteng


__ADS_3

"Gue capek, peggel, ngantuk. Rasanya badan gue rindu banget sama kasur" ujar, Syifa menumbuk pelan bahu kirinya menggunakan tangan kanannya


"Gini nih orang pemalas. Habis makan pengennya tidur" hardik, Risa dengan malas


"Eh asal loh tau. Gue sama sekali belum istirahat yah sejak pulang kampus tadi. Emang loh, makan minum mulu kerjaannya" sahut, Syifa dengan mencibir


"Belagak banget loh. Mentang-mentang seharian jalan sama dua cowok ganteng" seru, Risa yang dengan melipat kedua tangannya diatas perut


"Dua cowok ganteng yang loh maksud siapa?" tanya, Syifa dengan polos


"Siapa lagi kalau bukan, Luthfi sama Reza" sewot, Risa


"Bisa ngga sih. Loh ngomongnya santai aja? Sewot banget" kesal, Syifa yang menautkan kedua alisnya


"Yah habisnya loh ngeselin" ketus, Risa


"Gue kayak berasa lagi nonton drama deh ini. Udah episode berapa sih? Ngga ngerti deh gue jalan cerita awalnya gimana" seru, Viona yang kehadirannya seperti tak dianggap


Syifa dan Risa langsung menoleh kearah, Viona. Keduanya saling melirik satu sama lain sebelum tawa berhamburan dari mulut mereka berdua hingga semakin membuat, Viona kesal dibuatnya


"Au ah. Gue mau pulang aja kesal gue", Viona hendak berdiri namun ditahan oleh, Syifa dan Risa


"Maaf, Viona sayang" bujuk, Syifa


"Ya udah. Ayo ke kamar. Nanti gue bakal ngasih tau loh semuanya tentang, Syifa" ucap, Viona yang menggenggam tangan, Viona


"Eh apa-apan loh", Syifa memukul pelan tangan, Risa. "Kenapa jadi bawa-bawa gue coba" ketus, Syifa


"Eh o'on", Risa mendorong kening, Syifa dengan telunjuknya, "Viona mau nginap disini karna pengen dengar cerita tentang loh sama, Luthfi" ucap, Risa malas


Syifa menatap, Viona untuk mencari kebenaran. Dan, Viona hanya mengangguk dengan mata yang berbinar-binar. Syifa seketika itu melepas genggaman tangannya dari, Viona. Ia kemudian berjalan lesu menuju kamar

__ADS_1


Risa terkekeh, "Ayo", Risa mengajak, Viona untuk menuju kamar, Syifa


Mereka bertiga masuk ke kamar, Syifa dan duduk di kasur. Syifa menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur. Sedangkan, Risa dan Viona mengambil tempat duduk nyaman untuk mulai bercerita


"Ayo!!! Buruan cerita", Viona sudah tidak sabar ingin mendengar cerita tentang, Syifa dan Luthfi


"Mulai darimana yah? Hmmm", Risa sedikit menimbang sebelum bercerita


"Kenapa ngga sekalian pass gue dilahirin aja" kesal, Syifa


Risa dan Viona hanya tertawa mendapati wajah kesal, Syifa yang sedang menyandarkan punggungnya dengan raut wajahnya yang ditekuk


"Gue sebenarnya bingung. Loh sama, Luthfi tuh pernah pacaran atau ngga sih? Atau dia pernah nembak loh gitu?" tanya, Viona


"Gila kali yah. Ngga pernah lah" sewot, Syifa


"Mereka tuh saling suka. Cuma gengsi aja buat ngakuin perasaan mereka" potong, Risa


"Sejak kapan gue pernah ngomong suka sama, Luthfi?", Syifa mencibir


"Dih. Kayak loh paling tau perasaan gue aja dibanding gue sendiri" ujar, Syifa


"Loh mah juga tau, kalau loh itu suka sama, Luthfi. Gengsi aja loh mah buat ngakuin itu" tutur, Risa


"Sebenarnya perasaan gue itu ada dihati loh apa dihati gue sih? Heran gue" ucap, Syifa dengan malas


"Loh pikir aja dimana", Risa membalas dengan malas


"Udah episode berapa nih? Kayaknya gue ketinggalan lagi" sahut, Viona dengan kesal


"Tau nih, Syifa ih. Ganggu mulu" hardik, Risa yang menunjuk, Syifa ekor matanya

__ADS_1


"Kok jadi gue?", Syifa menunjuk dirinya. "Jelas-jelas loh yang ngajak ribut", Syifa menunjuk, Risa


"Ok Stop", Viona menaikkan keduan tangannya depan dada melerai keributan keduanya


"Kalian niat cerita ngga sih? Kesal gue lama-lama" ketus, Viona


Risa hanya mencibir. Sedang, Syifa? Ia menarik nafas pelan lalu menghembusnya perlahan sebelum memulai untuk menceritakan tentangnya juga, Luthfi


"Luthfi itu, cowok paling populer di sekolah gue sama Risa dulu. Banyak banget yang suka sama dia, bahkan sampai kakak kelas juga banyak banget yang ngirim salam ke dia", Syifa mulai bercerita. Risa dan Viona hanya terdiam meski, Risa sudah tau, ia ingin lebih mengulik lebih dalam


"Luthfi itu terkenal sangat cuek dan dingin. Dulu pernah yah, Sa kakak kelas kita, siapa yah namanya yang pernah nembak, Luthfi depan banyak orang? Gue lupa namanya", Syifa bertanya kepada, Risa karna tidak tau nama kakak kelasnya yang sudah pernah menyatakan cinta kepada, Luthfi


"Kak Dinar?", Risa berusaha mengingat


"Ia kak Dinar. Terus loh tau, Luthfi ngapain? Dia nolak Kak Dinar diepan banyak orang. Bisa ngebayangin sih malunya jadi Kak Dinar? Terus yah, Kak Dinar itu salah satu cewek populer juga. Banyak banget yang ngira, Luthfi bakal nerima perasaan Kak Dinar, eh tapi nyatanya ngga. Dan lebih parahnya, gara-gara itu, Luthfi pernah hampir berantem sama beberapa orang yang suka sama Kak Dinar juga. Mereka marah karna, Luthfi berani membuat air mata Kak Dinar jatuh. Parah banget", Syifa bergidik


"Terus-terus?", Viona sudah semakin penasaran


"Cerita juga, Fa waktu loh narik tangan, Luthfi buat ngejauh dari mereka" seru, Risa


"Ia. Terus waktu itu, Luthfi sih santai aja ngadepin mereka. Ada empat orang kalau ngga salah. Itukan ditengah lapangan tuh, banyak banget yang ngeliatin, mana ngga ada guru pula, soalnya waktu itu ada salah satu guru yang meninggal, jadi semua guru melayat kesana. pokoknya yah, pass waktu itu, udah banyak banget yang nyuruh, Luthfi buat pergi dari sana, soalnya mereka ngga mau, Luthfi sampai dikeroyok sama keempat kakak kelas itu. Tapi, Luthfi malah ngga mau pergi, dia tetap berdiri disitu" lanjut, Syifa


"Jadi sok jagoan gitu yah" seru, Viona


"Ngga. Bukan itu. Dengarin dulu deh, Vi" sahut, Risa


"Terus waktu itu, aku kesal dong sama, Luthfi. Fans-fansnya, Luthfi tuh udah dibuat jantungan, was-was gitu takut, Luthfi sampai kenapa-kenapa. Aku langsung masuk ketengah lapangan narik tangan, Luthfi buat pergi dari sana. Tapi waktu itu, Luthfi ngga tau kalau aku yang narik tangan dia, dia langsung narik tangannya balik sampai gue hampir jatuh waktu itu. Tapi pass gue teriak karna gue kaget mau jatuh, Luthfi langsung noleh, terus narik tangan gue biar gue ngga jatuh. Karna gue kesal, gue juga narik tangan gue kasar sambil gue melotot kesal ke dia" tawa, Syifa pecah yang diikuti tawa, Risa dan Viona


"Gue waktu itu serasa nonton drama korea tau ngga" ucap, Risa disela-sela tawanya


"Terus, Luthfi ngapain waktu itu?" tanya, Viona

__ADS_1


"Dia minta maaf ke gue karna kasar. Terus gue langsung cabut, bodo amat dia mau berantem atau ngga. Eh, tapi dia malah ngikutin gue. Banyak banget pasang mata yang natap ngga suka ke gue. Jadi berasa di film-film gitu" tawa mereka kembali pecah


"Terus yah. Luthfi narik tangan gue, gue ngga peduli. Kesal gue dia tiba-tiba narik tangannya, keras banget pula. Gue masuk kelas ngambil tas, habis itu gue cabut, dia manggil-manggil gue, gue pura-pura ngga dengar. Malu banget gue ditengah lapangan coba dia gitu. Nyebelin kan" papar, Syifa


__ADS_2