Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Melahirkan anak


__ADS_3

"Fi.... Luthfi..... Mommy....", Syifa berteriak dari dalam kamar mandi


Semua orang yang sedang berada diluar langsung berhamburan masuk ke dalam kamar mandi setelah mendengar, Syifa berteriak keras


"Syifa" seru, Luthfi ketika melihat istrinya terduduk dengan banyak air yang menggenanginya


"Siapkan mobil" perintah, Ayah Syifa


"Sakit" rintih, Syifa yang memegang perutnya


Vigo dan Fahri bergegas keluar untuk menyiapkan kendaraan mereka berdua. Karna jumlah keluarga mereka terlalu banyak, Fahri dan Vigo sudah mewanti kendaraan mereka berdua


"Angkat, Syifa" perintah Mommy Syifa


Luthfi langsung menggendong istrinya yang menangis kesakitan. Ayahnya dan Ayah mertuanya ikut membantu dirinya karna berat badan, Syifa semakin bertambah dengan janin yang dikandungnya


Syifa berada di mobil milik, Vigo. Yang diikuti oleh, Luthfi, kedua orangtua mereka beserta kedua mertuanya. Sedangkan yang lainnya ikut di mobil milik, Fahri. Kepanikan saat ini tengah melanda mereka.


Rintihan kesakitan, Syifa terus terdengar sepanjang perjalanan hingga membuat, Luthfi tak kuasa melihat istrinya menaggung sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Luthfi kembali menggendong, Syifa dengan hati-hati yang semakin menjerit kesakitan dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya


"Suster. Suster tolong anak saya" Bunda Luthfi memanggil perawat yang kebetulan sedang lewat


Syifa dilarikan masuk ke ruangan untuk segera mendapatkan perawatan khusus. Seorang dokter wanita memeriksa kandungan, Syifa


"Dokter, perut saya sakit" teriak, Syifa yang menangis penuh kesakitan


"Dokter. Tolong istri saya" seru, Luthfi dengan penuh kecemasan dan kepanikan


"Baik. Tenang yah bu', pak" ucap dokter itu, "Tolong siapkan ruang persalinan. Pasien akan segera melahirkan. Air ketubannya sudah pecah" perintahnya kepada perawat yang berada disana


"Baik dok"


"Istri saya sudah akan melahirkan dok?" tanya, Luthfi yang tidak percaya


"Ia pak. Air ketuban istri bapak sudah pecah. seharusnya masih menunggu beberapa hari lagi. Tapi ternyata perkiraan kami salah"


"Syifa. Loh harus kuat", Risa memegang tangan, Syifa yang tidak berhenti menangis


"Sakit, Sa" ucap, Syifa dengan lemas


"Loh harus kuat, Fa", Viona ikut menenangkan


"Kami disini nak. Kami akan mendoakan mu" ujar, Ayah mertuanya


"Dok. Ruangannya sudah saya siapkan" seru perawat yang tiba-tiba masuk


"Baik. Ayo bawa pasien ini"


Syifa kembali dilarikan ke ruangan khusus persalinan untuk melahirkan anaknya


"Maaf untuk semuanya. Yang boleh masuk hanya suaminya saja" perintah dokter itu


Semuanya mengangguk setuju. Luthfi pun ikut masuk untuk menemani istrinya yang akan melahirkan buah hati mereka

__ADS_1


"Luthfi, sakit" ucap, Syifa yang sesegukan sembari memegang erat tangan suaminya


"Tahan yah. Aku tau kamu kuat" hanya jawaban itu yang mampu terucap di bibir milik, Luthfi.


Tangannya dengan lembut membelai kepala istrinya yang kesakitan. Bahkan air matanya pun ikut sekali-kali ikut menetes. Namun dengan cepat ia mengusapnya, tidak ingin istrinya melihatnya


"Ibu. Tolong menarik napas dalam-dalam dan keluarkan dengan pelan" perintah dokter yang akan menangani, Syifa


Syifa mengikuti intruksi dari dokter tersebut. Bahkan, Luthfi pun ikut mempraktikannya


"Dokter sakit" keluh, Syifa yang semakin merasakan nyeri pada pinggang dan perutnya


"Ayo kita mulai" dokter itu memberi kode para perawat yang akan membantunya


"Tarik napas dalam-dalam, Ibu. Lalu keluarkan"


"Mengerang bu" dokter itu mencontohkan agar, Syifa mengikutinya


Syifa dengan susah payah mengerang dengan keras. Air matanya semakin tumpah menggenangi wajahnya dan lehernya. Tangannya menggenggam kuat tangan suaminya. Ia merasakan sakit yang begitu luar biasa. Belum pernah ia merasakan sesakit melahirkan


"Gertakkan gigi bu. Ayo"


Syifa menggertakkan gigi dan kembali mengerang dengan kuat-kuat meski tenaganya seperti sudah habis. Namun tetap dirinya paksakan. Luthfi sudah tidak kuat lagi menahan tangisnya menyaksikan secara langsung istrinya berjuang melahirkan anak mereka. Dunianya seakan goyah melihat perjuangan serta kesakitan istrinya


"Ayo, bu sedikit lagi" dokter dan para perawat menyemangati pasiennya


Syifa yang mendengarnya menjadi lebih bersemangat meski rasanya, nyawanya sudah tidak ia temukan. Demi melihat anak mereka lahir ke dunia


"Semangat. Kamu pasti bisa" kata-kata itu terus terlontar dari mulut, Luthfi yang wajahnya kini sudah dilapisi air mata. Dirinya yang tidak kuasa melihat wajah pucat istrinya. Ingin sekali rasanya ia menggantikan posisi istrinya.


Tepat saat itulah, tenaga, Syifa sudah melemah. Bersamaan dengan suara tangis bayi yang memecah keheningan ruangan itu


"Syukurlah" ucap perawat dan dokter bersamaan


Luthfi menjatuhkan tubuhnya dengan lemas ketika mendengar suara tangis anaknya untuk pertama kalinya. Jantungnya seperti hendak melayang lalu dihantam oleh batu yang begitu besar. Sangat mengerikan ia melihat perjuangan istrinya demi melahirkan anaknya


Syifa melemaskan pegangan tangannya dari tangan suaminya. Tenaganya terkuras habis untuk mengerang.


"Pak. Ini anak bapak" dokter itu menghampiri, Luthfi yang terduduk di samping tempat tidur istrinya


Luthfi mendongak, dan perlahan berdiri dengan gemetar untuk pertama kalinya melihat anak mereka yang sudah lama ia tunggu kehadirannya


"Anakku?" tanyanya dengan tidak melepaskan pandangannya pada sosok bayi mungil yang masih dipenuhi darah


"Ia pak. Dia laki-laki. Bapak boleh menunggu di luar sekarang. Bayinya akan saya bersihkan terlebih dahulu dengan ibunya"


Luthfi mengangguk. Namun tatapannya masih terus tidak berpaling dari putra kecilnya. Hingga ia tersadar, istrinya juga masih disana dalam keadaan menangis haru dengan lemah


"Anak kita sudah lahir" ucap, Luthfi pada, Syifa yang menangis menyaksikan putranya telah lahir. "Aku keluar dulu" ia mencium kening istrinya


Syifa mengangguk. Luthfi dengan langkah yang ia seret paksa keluar dari ruangan tersebut disambut rona bahagia oleh semua yang sedang menunggunya


***


Di luar ruangan

__ADS_1


"Semoga, Syifa bisa melahirkan anaknya dengan kuat" tangisan Mommy Syifa mengiringi doa putrinya


"Syifa pasti kuat, Mom" ucap, Ayah Syifa


"Kak Syifa pasti kuat, Mom" ujar, Syafa


"Tuhan. Bantu kuatkan menantu ku" Bunda Luthfi berdoa untuk kekuatan menantunya


"Bunda tenang aja. Menantu kita anak yang kuat" cetus Ayah Luthfi


"Kakak. Melahirkan itu sakit?" tanya, Fia kepada kakaknya, Bian dengan polos


"Jangan nanya ke kakak dek. Kakak ngga tau. Ngga pernah melahirkan" jawab, Bian


Fia menghela napas dan mencebikkan wajahnya. Sementara ke-empat teman, Luthfi dan Syifa terlihat saling meremas tangan masing-masing.


"Gue khawatir banget", Risa menggigit ujung jarinya dengan cemas


"Jantung gue rasanya pengen meledak kalau nemenin orang ngelahirin lagi" cetus, Viona dengan lemas


"Berdoa aja. Supaya, Syifa kuat ngelahirin anaknya" tukas, Fahri


"Semoga, Luthfi kuat nyemangatin, Syifa" timpal, Fahri


Teriakan, Syifa Terdengar begitu nyaring hingga keluar ruangan. Kepanikan pun semakin terlihat jelas di wajah mereka. Bahkan sesekali tangisan terdengar disana. Terlebih Mommy Syifa, yang sedari tadi tidak bisa menghentikan air matanya melihat putrinya berjuang untuk melahirkan cucu pertama mereka


Teriakan demi teriakan, Syifa terdengar jelas. Bahkan suara tangisnya ikut terdengar begitu pilu. Dan lagi-lagi itu membuat semua yang berada di luar ruangan dilanda kecemasan ketika mendengarnya.


Doa terus mereka panjatkan untuk, Syifa yang tengah berjuang keras hingga tenaga perempuan itu mulai melemah yang terdengar dari suaranya. Hingga suara tangisan bayi terdengar, membuat bola mata mereka membulat dengan terkejut


"Cucu ku?"


"Anak, Syifa sudah lahir"


"Anak, Syifa lahir"


Ucapan kegembiraan terdengar dengan penuh haru. Hingga membuat mereka kembali menitikkan air mata penuh bahagia. Saling berpelukan satu sama lain untuk mengeluarkan isi kebahagiaan mereka


Ceklek


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan menampakkan tubuh lunglai, Luthfi yang berjalan begitu lemah. Tubuhnya ia dudukkan di kursi yang telah tersedia. Nampak di raut wajah pria itu, terlihat syock


"Nak" Bunda Luthfi memeluk anaknya yang masih tidak bergeming dengan penuh ketakutan


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan vote yah 😊 Terima kasih untuk selalu mendukung 🤗 Semoga urusan kalian semua dilancarkan guys ❤

__ADS_1


__ADS_2