Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Ratu drama


__ADS_3

"Jadi malam ini kita tidur berempat di tenda ini?" ujar, Celia yang menunjuk tenda mereka saat hanya ada mereka berempat disana.


"Terus? Loh pengennya tidur diluar? Yah bagus sih" saut, Fahri dengan santai.


"Enak aja loh ngomong. Loh tuh yang harusnya tidur diluar, bukan gue" seru, Celia yang selalu saja bertengkar dengan, Fahri


"Kalian berdua tidur diluar sana. Biar ngga ribut mulu" cetus, Syifa yang membuat, Luthfi terkekeh.


"Tega banget loh nyuruh gue tidur diluar" tukas, Fahri dan, Syifa terkekeh.


"Loh aja sana yang tidur diluar? Gue sih ogah" sewot, Celia yang sinis.


"Biar cewek-cewek tidur di dalam. Gue sama, Fahri yang tidur diluar" celetuk, Luthfi menengahi perdebatan mereka


"Hah?" suara terkejut tiga orang tersebut bersamaan.


"Loh gila yah?" seru, Syifa. "Ini dinginnya ngga main-main. Emang loh mau mati kedinginan? Loh udah bosan hidup? Hah?" ocehan terus saja diberikan, Syifa hingga, Luthfi hanya diam saja mendengarnya


"Loh juga ngomong sembarangan banget" tegur, Celia kepada, Syifa. "Loh yakin, Fi? Ini dingin banget loh? Dalam tenda ini aja masih berasa banget dinginnya", Celia merapatkan jaketnya yang membaluti tubuhnya


"Bilang aja loh minta dipeluk, Luthfi" cetus, Fahri yang selalu saja menyela perkataan, Celia.


"Gue ngga ngomong yah sama loh" tunjuk, Celia kepada, Fahri dengan kesal.


"Ngga apa-apa. Biar gue sama, Fahri tidur diluar" celetuk, Luthfi. Syifa menajamkan matanya, "Ngga ada yang boleh tidur diluar. Gila apa? Sedingin ini masih aja ngeyel"


"Tadi loh nyuruh gue sama dia", Fahri menunjuk, Celia "tidur diluar. Sekarang malah ngga ngebolehin ada yang tidur diluar. Bilang aja loh ngga mau jauh-jauh dari, Luthfi" ujar, Fahri yang tertawa.


Syifa melempar bantal ke wajah, Fahri, "Ngaco loh. Gue tadi cuma bercanda yah. Habisnya kalian berdua ribut mulu dari tadi" ketusnya


"Loh tuh kenapa sih? Selalu aja bawa-bawa nama, Luthfi kalau ngebahas, Syifa? Apa hubungannya coba? Mereka berdua kan cuma temenan" ujar, Celia.


Luthfi dan Syifa seketika saling beradu tatap mendengar pernyataan, Celia. Syifa terlebih dulu memalingkan wajahnya dan kembali berusaha untuk fokus.


"Kenapa? Loh cemburu? Ngga pantes" tawa, Fahri benar-benar meledak ditambah dengan rautan kesal di wajah, Celia.


"Awas kalian berdua jatuh cinta" cetus, Luthfi hingga, Celia terbatuk dibuatnya.


"Masih mending gue sama, Risa ketimbang sama nih cewek", Fahri, bergidik ngeri.


"Idih. Amit-amit juga yah gue mau sama cowok kek loh? Selera gue bukan loh banget" sinis, Celia yang tidak menyukai, Fahri.


"Cinta sama benci itu beda tipis loh" seru, Syifa yang terkekeh.


"Diam loh" bentak, Celia.

__ADS_1


"Loh yang diam" bentak, Luthfi. Dan akhirnya, Celia terdiam yang dibumbui tawa, Fahri yang sangat senang dengan menjadikan, Celia bahan tertawaan jika sudah dibentak oleh, Luthfi


***/


"Dingin banget yah", Viona merapatkan jaket miliknya.


"Sini biar gue peluk", Vigo meraih tangan, Viona dan Viona pun mengikut lalu masuk ke dalam dekapan, Vigo. Gadis itu langsung merasakan hangat.


"Benar-benar yah kalian. Pacaran disituasi kek gini" tegur, Risa yang menepuk jidatnya lalu menggeleng.


"Apaan sih jomblo. Sirik aja" bantah, Viona yang masih berada di dalam dekapan, Vigo.


"Eh. Gue ngga iri yah. Tapi tolong dong kondisikan juga" tukas, Risa yang kesal.


"Loh mau gue panggilin, Fahri buat peluk loh juga?" goda, Vigo yang terkekeh.


"Dasar orang yang dimabuk cinta yah. Ngomongnya suka ngelantur kemana-mana" sindir, Risa yang kesal.


"Sirik" ucap, Viona dan Vigo bersamaan lalu menertawakan, Risa.


"Ini jaket gue buat loh", Reza Malampirkan jaket miliknya di tubuh, Risa.


"Peka banget sih loh, Za ya ampun", Risa tersenyum dan merapatkan jaket milik, Reza, "Tapi kenapa gue ngga ada rasa yah sama loh" ucapnya disertai tawanya.


"Modus loh", Viona melempar kerikil ke arah, Risa.


"Jomblo mah selalu punya banyak cara buat ngedrama" sindir, Viona yang makin merapatkan pelukannya.


"Harus dong" jawab, Risa dengan bangga dan santai,


"Loh ngga mau meluk gue juga, Za?" ledek, Risa kepada, Reza.


"Loh mau gue peluk? Sini", Reza malah menerima ledekan, Risa. "Ngga. Ngga. Gue cuma bercanda", Risa melambaikan tangannya di depan dada sambil nyengir


Tawa, Vigo dan Reza pecah saat melihat wajah memerah, Risa yang kena jebakannya sendiri.


"Kan loh yang minta" saut, Reza yang tersenyum manis menerima ledekan, Risa. Ia tau bahwa, Risa hanya bercanda, jadi ia berisiatif untuk menjahili gadis tersebut.


"Bercanda doang, Za. Serius amat" tukas, Risa yang berusaha menjelaskan.


"Serius juga ngga apa-apa kok. Sini biar gue peluk", Reza merentangkan kedua tangannya dengan menahan tawanya.


"Jangan gitu ih" ucap, Risa benar-benar menjadi salah tingkah.


"Ayo loh, Sa. Tuh, Reza udah ngasih lampu hijau" ujar, Viona dengan tertawa .

__ADS_1


"Diam loh" bentak, Risa. Namun bukannya diam, Viona dan Vigo malah semakin tertawa.


"Sini, Risa? Biar gue peluk loh", Reza malah terus saja menggoda, Risa.


"Jangan gitu dong, Za. Kalau gue beneran baper gimana? Loh siap tanggung jawab ngga?", Risa menemukan cara untuk menantang.


"Ampun", Reza mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya, "Gue nyerah" lalu melambaikan tangannya, "Gue cuma bercanda juga kok" tawa, Reza menggema dengan indah.


"Akhirnya gue menang" disusul tawa, Risa dengan penuh kemenangan.


"Benar-benar, Risa. Pintar banget ngalihin suasana" ujar, Vigo yang juga ikut tertawa.


"Benar-benar ratu drama nih anak" cetus, Viona


***


"Jangan loh lewatin batas ini", Celia mengingatkan, Fahri yang tidur sejajar dengannya. Masing-masing kepala mereka bertemu. Celia tidur berdampingan dengan, Syifa. Luthfi yang berdampingan dengan, Fahri yang masing-masing tidur berlawanan arah dengan para gadis.


Puncak kepala, Syifa tepat di dekat puncak kepala, Luthfi. Begitupun dengan, Celia yang kepalanya berdekatan dengan kepala, Fahri


Perdebatan panjang menghiasi mereka sedari tadi apalagi ketika, Celia menolak keras jika, Fahri yang harus sejajar dengannya. Namun, Luthfi selalu bisa membuat gadis itu terdiam dan langsung menerima semua yang dikatakan, Luthfi


"Loh pikir gue sudi nyentuh loh? Ngga usah mimpi" bantah, Fahri yang langsung tertidur tak menghiraukan ocehan, Celia lagi.


"Jangan ribut. Tidur sana" perintah, Luthfi kepada, Celia dan gadis itu menurutinya.


"Pake jaket loh sebelum tidur", Luthfi mengingatkan, Syifa yang hendak membaringkan tubuhnya


"Kan gue udah pake selimut", Syifa memperlihatkan selimutnya kepada, Luthfi.


"Pake jaket loh juga. Prediksi malam ini cuaca makin dingin" jelas, Luthfi. Syifa kembali meraih jaketnya dan membalutnya ditubuh mungilnya. Setelah itu, ia membaringkan tubuhnya dan memakai kembali selimutnya


Luthfi pun ikut berbaring.


"Benar-benar dingin", Fahri meraih selimutnya hingga menutupi badannya, hanya kepalanya yang tersisa.


"Kalau gue tau bakal sedingin ini, gue pasti bawa selimut yang lebih tebal lagi" timpal, Celia juga membungkus tubuhnya dengan selimut


Syifa yang diam terus saja meringsut kedinginan padahal ia sudah memakai jaket dan juga selimut yang tebal. Luthfi meraih tangan, Syifa dibalik selimutnya dan menggenggamnya erat.


Syifa yang tadinya hendak menarik kembali tangannya, namun setelah ia merasakan sedikit kehangatan disana, ia mengurungkan niatnya dan membiarkan tangannya berada dalam genggaman tangan, Luthfi yang mampu menghangatkannya


***


***

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote yah teman-teman. Terima kasih untuk segala bentuk dukungannya 🤗


__ADS_2