Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Digodain tante-tante


__ADS_3

"Loh hamil? Astaga. Syifa? Loh hamil sama siapa?" tanya salah satu dari gadis itu


"Ia. Jangan bilang loh hamil sama, Luthfi?"


"Ia yah. Syifa kan pacaran sama, Luthfi"


"Udah deh kalian, diam aja kenapa sih" seru, Risa yang tidak lagi bisa diam


"Kenapa? Loh mau nutupin tentang kehamilan teman loh ini?"


"Loh ngga malu, Fa? Hamil di luar nikah?"


"Siapa yang hamil di luar nikah?" bentak, Luthfi dengan wajah dinginnya


"Makanya. Jangan suka ngomong sembarangan kalau ngga tau apa-apa" cetus, Viona


"Mungkin udah saatnya mereka tau" tukas, Vigo


"Tau apa?" tanya gadis itu


"Syifa sama Luthfi tuh udah nikah dari tujuh bulan lalu. Bahkan sudah memasuki bulan ke delapan pernikahan mereka" sahut, Fahri


"Fahri" tegur, Syifa


"Jangan ditutupin lagi" ucap, Luthfi yang merangkul pundak istrinya


"Kalian? Udah nikah?"


"Ia. Tepat liburan semester kemarin" jawab, Risa


"Sekarang kalian udah dengar kan? Sana pergi" usir, Viona


"Viona. Ngga boleh gitu" tegur, Syifa


"Kok gue masih ngga percaya yah" sahut salah satu dari gadis itu


Luthfi berdecak kesal, lalu merogoh dompetnya yang ia selipkan di saku celana belakangnya, "Ini buku pernikahan gue sama, Syifa" kemudian memperlihatkan buku pernikahannya kepada ketiga gadis itu


Keterkejutan tergambar di wajah mereka. Saling menatap satu sama lain karna sudah menghina, Syifa hamil di luar nikah, padahal ia sudah punya suami, Luthfi


"Sorry. Kita ngga tau" ujarnya dengan takut


"Pergi sana" usir, Vigo


"Jangan ngegosip yang engga-engga" cetus, Fahri


Ketiga gadis itu akhirnya pergi dari sana dengan rasa bersalah. Sedangkan, Syifa langsung merasa lemas pada sekujur tubuhnya


"Syifa?" panggil, Luthfi yang memegang kedua bahu, Syifa


"Ayo duduk dulu" ajak, Viona yang menyuruh, Luthfi membawa, Syifa untuk duduk di kursi panjang


"Kayaknya udah saatnya deh mereka tau tentang pernikahan loh berdua" cetus, Risa


"Gue setuju" timpal, Fahri


"Gue takut" ucap, Syifa yang menggeleng dengan lemas


"Loh bakal jadi bahan gosip anak-anak, Fa. Kalau sampai mereka tau loh hamil dan mereka ngga pernah tau loh udah nikah" tukas, Viona


"Kasian loh juga, Fa. Loh lagi hamil. Ngga boleh banyak pikiran" cetus, Vigo


"Gue setuju" sahut, Luthfi


"Tapi.... " ucap, Syifa yang terpotong


"Ngga ada tapi-tapian. Aku ngga mau kamu jadi bahan cerita buruk anak-anak kampus" sahut, Luthfi dengan tegas


"Ok. Ayo mulai" seru, Risa

__ADS_1


"Mulai apa?" tanya, Syifa


"Sebarin foto pernikahan kalian lah. Gimana sih" gerutu, Risa


"Oh ia. Harus nih. Di semua sosmed kita yah guys" cetus, Viona


"Jangan lupa tulis tanggal pernikahannya" tukas, Fahri


"Wajib itu" sahut, Vigo


Semuanya pun mengunggah foto pernikahan, Luthfi dan Syifa. Tidak lupa menambahkan tanggal pernikahan mereka. Serta foto-foto mereka bersama kedua mempelai


"Sudah" seru, Vigo


"Udah juga nih gue" cetus, Fahri


"Berarti ngga perlu khawatir lagi kita kalau mau jalan kemana pun" tukas, Risa


"Benar banget. Ngga perlu juga nahan jari buat ngga upload kegiatan kita bareng bumil" timpal, Viona


"Tapi gue masih takut" ujar, Syifa


"Ngga apa-apa. Ngga selamanya juga kita harus nyembunyiin pernikahan kita. Cepat atau lambat. Orang-orang akan tau" jelas, Luthfi


Syifa menghembuskan napas berat sekaligus lega, "Gue juga kadang suka pengen upload foto kita jalan-jalan. Tapi selalu gue tahan, karna takut teman-teman tau"


"Sekarang it's okay, Fa" sahut, Vigo


"Ayo masuk" ajak, Fahri


"Ayo"


Luthfi menyematkan jari-jarinya tangannya ke sela jari-jari tangan, Syifa hingga membuat istrinya merasa malu


"Cieee. Yang udah go publik" ledek, Viona


"Senang deh lihatnya" cetus, Risa


"Jangan mulai, Fahri. Mood gue lagi baik" tegur, Risa yang mencubit lengan, Fahri


"Auh. Sakit, Sa" desis, Fahri yang mengusap lengannya akibat cubitan, Risa


"Berantem terus aja sampai jadian" goda, Vigo


"Udah ayo" ajak, Luthfi kembali


Mereka mulai memasuki area wahana itu. Vigo dan Fahri pergi membeli tiket untuk bisa menaiki wahana yang ada disana


"Jangan naik yang seram-seram yah. Nanti perut kamu mules" peringat, Luthfi


"Ia, Luthfi. Udah tau. Udah ratusan kali ngomong ini terus" gerutu, Syifa yang cemberut


"Biar ngga lupa" sahut, Luthfi yang tertawa kecil


"Ngga mungkin lupa lah. Gimana mau lupa, tiap detik di ingetin" cebik, Syifa


"Ia maaf-maaf", Luthfi mencubit pelan pipi, Syifa yang terlihat cemberut


"Nih tiketnya" seru, Vigo dan Fahri yang sudah kembali setelah mengantri cukup lama


"Gila. Pusing gue" cetus, Fahri yang memijat pelipisnya


"Loh kenapa?" tanya, Risa


"Habis digodain tante-tante si, Fahri" sahut, Vigo lalu tertawa


"Loh juga" tunjuk, Fahri pada, Vigo


"Tante-tante apaan sih" tanya, Viona

__ADS_1


"Tuh disana", Vigo menunjuk segerombolan perempuan paruh bayu, "ada tante-tante yang ngegodain gue sama, Fahri"


"Terus-terus?" tanya, Risa yang penasaran


"Kita ngeles lah" sahut, Fahri


"Ngeles gimana?" tanya, Luthfi


"Fahri bilang gini", Vigo mulai berdehem untuk memperagakan, "Maaf tante. Tapi kami kesini sama istri kami. Itu mereka ada disana" semuanya tertawa mendengarnya


"Cieee, Fahri ngakuin, Risa istri" ledek, Syifa


"Yah wajar. Fahri kan emang suka sama gue" sahut, Risa dengan sombong


"Jangan ge'er loh. Gue cuma nunjuk kesini. Ngga nunjuk loh langsung", Fahri mematahkan kesombongan, Risa


Suara tawa kembali terdengar hingga membuat, Risa mengerucutkan bibirnya disertai wajahnya yang memerah karna malu


"Bodo lah" seru, Risa yang berjalan mendahului ke-lima temannya


"Ayo loh, Ri. Ngambek tuh, Risa" cetus, Viona


"Udah biarin aja" tukas, Syifa, "Ayo"


Mereka menaiki bianglala sebagai wahana yang paling mudah dan tidak begitu seram. Dan tentu saja ini sudah menjadi permintaan, Luthfi. Ia tidak mau, Syifa menaiki wahana yang menyeramkan


"Naik itu lagi yuk", Syifa menunjuk roller coaster


"Ngga" tegas, Luthfi


"Terus naik apa dong? Dari tadi ngga-ngga mulu jawabannya" gerutu, Syifa


"Tau nih, Luthfi. Semuanya ngga boleh. Ngabisin duit doang ini kita kesini" seru, Risa yang sudah ikut kesal dengan larangan, Luthfi


"Loh mau bikin anak gue jantungan sebelum lahir?" kesal, Luthfi pada, Risa


"Ngomong sembarangan", Syifa mencubit lengan, Luthfi yang berkata tidak masuk akal


"Masuk wahana cermin aja yuk" usul, Viona


"Nah. Itu lebih bagus" cetus, Vigo


"Lebih aman juga" timpal, Fahri


"Ya udah ayo" sahut, Syifa dengan semangat


Mereka akhirnya memasuki wahana cermin. Ketiga gadis itu terus saja tertawa jika mendapati wajah mereka di berbagai cermin. Syifa beberapa kali mengusap perutnya karna terus tertawa


"Sakit loh perut gue" seru, Syifa disela-sela tawanya saat mereka sudah keluar dari ruangan itu


"Jangan terlalu banyak ketawa. Tuh perut kamu sampai sakit" tegur, Luthfi yang kini menjadi lebih posesif pula untuk urusan kesehatan istrinya


Tiba-tiba seorang pria datang memeluk, Risa dari belakang hingga membuat, Risa berteriak dengan keras karna terkejut dan tanpa tau siapa yang sedang memeluknya dari belakang


Fahri yang melihatnya langsung menarik keras pria itu hingga terlepas dari tubuh, Risa. Bahkan tubuh pria itu hampir saja jatuh terpental ke tanah. Fahri melayangkan tinjunya pada pria tersebut hingga mengenai ujung bibirnya


"Fahri" teriak, Risa yang kini menahan tubuh, Fahri


"Kurang ajar loh" teriak, Fahri


*


*


*


*


*

__ADS_1


Btw. Sebelum aku nulis ini. Aku sempat baca komen yang bikin aku langsung ketawa. 😅 Cuma mau bilang. Aku ini ngga terlalu suka malam mingguan loh 🤭 Jarang banget aku keluar, jadi gk perlu takut aku ngga nulis dan malah keluar malam mingguan 😅 Aku aja suka lupa kalau malam mingguan. Nunggu diingetin baru aku ingat 😂 Jangan lupa like dan votenya yah 😊 terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2