Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Extra Part 2 (Sifat yang menurun)


__ADS_3

"Halo ponakan aunty yang ganteng?" Syafa sejak tadi terus mengajak, Gibran bergurau walau keponakannya itu sedang terlelap


Luthfi sedang berada di kamar mandi. Syifa, Risa dan Viona berada di dapur untuk membuatkan mereka makanan. Vigo dan Fahri keluar membuang sampah yang sejak kemarin menumpuk. Tertinggal, Syafa, Bian dan Gibran


"Bian. Daritadi main game mulu. Gantian dong jagain, Gibran" seru, Syafa


"Gibran ngga bakal nangis. Loh tinggalin juga dia ngga akan kenapa-kenapa. Jangan lebay" sahut, Bian yang tidak menoleh pada, Syafa karna terlalu asik bermain game


"Loh jadi Om jahat banget yah sama ponakan sendiri" tukas, Syafa


"Loh jadi cewek ribet banget sih" ujar, Bian yang sudah berdiri menghampiri, Syafa dan Gibran, "Pergi sana. Gibran biar gue yang jaga. Daritadi juga dia ngga nangis-nangis" ketusnya


"Loh ngedoain ponakan gue nangis?" seru, Syafa


"Yang ada. Gibran bakal nangis dengar suara cempreng loh itu" tukas, Bian


"Bian" teriak, Syafa


"Diam" bentak, Bian


"Kenapa? Kenapa kalian teriak-teriak? Kalau, Gibran sampai bangun gimana?" cetus, Luthfi yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Bian tuh kak. Ngeselin banget. Mancing emosi, Syafa aja" Syafa mengadu pada kakak iparnya


"Kok jadi gue? Kan loh yang teriak" protes, Bian


"Kan loh yang bikin gue kesal" tukas, Syafa


"Udah-udah. Kalian ini. Baru disuruh jaga, Gibran sebentar udah berantem" sergah, Luthfi


"Ada apa sih ribut-ribut? Suaranya kedengaran sampai ke bawah loh" seru, Syifa yang baru saja masuk ke dalam kamar


"Nih berdua" Luthfi menunjuk kedua adiknya dengan dagunya, "Ditinggal bentar udah berantem"


"Kenapa lagi sih dek?" ujar, Syifa


"Bian nih kak. Ngeselin banget. Dari tadi main game mulu. Kan, Syafa pengen istirahat juga. Jadi, Syafa nyuruh, Bian buat gantian jagain, Gibran. Eh dia malah marah-marah" adu, Syafa


"Ngarang nih" tukas, Bian. "Loh aja nyuruhnya nyolot gitu. Lagian, Gibran kan tidur. Ngga mungkin nangis. Kalaupun nangis. Gue pasti ngga bakal tinggal diam" imbuhnya


"Tau ngga? Gibran nangis kalau ngeliat kalian berdua berantem. Udah-udah ngga usah berantem" cetus, Syifa


"Bahaya nih berdua kalau ditinggal. Bisa hancur rumah ini" ledek, Luthfi


"Bian ngga suka ngancurin rumah kak" protes, Bian

__ADS_1


"Syafa juga" timpal, Syafa


"Ikut-ikutan" guman, Bian


"Siapa yang ikut-ikutan. Loh aja tuh" seru, Syafa


"Terserah loh deh" pasrah, Bian


"Benar-benar yah kalian. Keluar sana. Makanan udah jadi. Tungguin yang lainnya aja di meja makan" perintah, Syifa


Syafa dan Bian keluar dari dari kamar tersebut. Syifa berbaring di samping putra kecilnya


"Kalau ngeliat, Syafa sama Bian. Jadi ingat sama kita-kita sebelum nikah. Kerjaannya ribut mulu" cetus, Syifa yang membelai putranya lalu tersenyum


"Ia. Tapi, Bian itu tipe yang ngga suka cewek ribet. Paling anti sama cewek yang suka ngejar-ngejar dia" sahut, Luthfi yang ikut berbaring dan mengapit, Gibran


"Tipe, Syafa tuh" tukas, Syifa lalu tertawa, "Syafa suka cowok yang cuek. Tapi kalau sama, Bian kayaknya ngga deh. Soalnya kalau ketemu ribut terus. Syafa sekarang lagi naksir sama, Reza. Cinta pada pandangan pertama" lanjutnya


"Syafa pernah pacaran?" tanya, Luthfi


"Kayaknya pernah sih waktu awal dia masuk SMA" jawab, Syifa


"Sama teman sekolahnya?" tanya, Luthfi lagi


"Bukan. Jadi, aku kan punya sepupu juga yang seumuran sama, Syafa. Namanya, Icha. Beda sekolah kan tapi mereka. Terus, Icha kenalan sama cowok di sekolahannya gitu. Karna, Icha udah punya pacar, akhirnya dia ngenalin cowok itu ke, Syafa. Ya udah. Mereka dekat dan jadian" ujar, Syifa


"Udah. Udah putus. Mereka pacaran cuma tiga bulan aja" sahut, Syifa


"Tiga bulan? Itu mereka pacaran atau cuma main-main doang?" kaget, Luthfi


"Ya kan orang pacaran emang cuma main-main aja" tukas, Syifa


"Ia juga sih. Tapi maksud aku tuh, kok cepat banget mereka putusnya" cetus, Luthfi


"Soalnya, Syafa tuh jadi selingkuhan. Dan dia ngga tau. Makanya, Syafa putusin tuh pacarnya dulu. Dia ngga enak sama cewek pacarnya itu pass dia tau" sahut, Syifa


"Parah juga sih kalau jadi selingkuhan" ucap, Luthfi


"Tau ngga? Lebih parahnya lagi. Syafa tuh jadi selingkuhan yang ketiga. Setelah, Syafa ada lagi satu. Jadi total pacar mantannya, Syafa waktu itu ada empat. Bisa bayangin ngga? Gila banget kan" cerita, Syifa dengan heboh


"Tuh cowok punya ilmu apa" cetus, Luthfi lalu tertawa


"Playboy nya minta dihajar" Syifa ikut tertawa


***

__ADS_1


"Habis ini jadi ke kampus kan?" tanya, Syafa di sela-sela mereka makan bersama


"Apaan sih dek. Belum tentu juga loh ketemu sama, Reza disana" sahut, Syifa


"Ngga apa-apa. Nanti, Syafa keliling cari Kak Reza" tukas, Syafa dengan semangat


"Loh kan cewek? Kok loh yang ngejar-ngejar cowok" ucap, Bian dengan risih


"Siapa yang ngejar-ngejar. Orang cuma pengen ketemu kok" gerutu, Syafa


"Apaan sih ribut. Makan dulu sana" sergah, Risa


"Nah, emak udah marah tuh. Mending kalian berdua diam dulu. Sebelum Emak kembali murka dan ngutuk kalian berdua jadi pasangan teribut selanjutnya" ledek, Viona


"Apaan sih kak" gerutu, Syafa


Bian mendesah keras sambil memijat pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut


"Bian sampai mijit-mijit kepala. Tandanya, Bian ngga akan kuat ngadepin, Syafa" Fahri ikut meledek


"Generasi kita selanjutnya ini" timpal, Vigo


"Syafa jadi ngga selera makan" rajuk, Syafa yang melipat kedua tangannya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi


"Yang mau ngabisin makanan loh siapa? Ngga tau apa loh diluar sana banyak orang yang kelaparan? Loh sendiri malah buang-buang makanan" hardik, Bian


"Siapa yang mau buang-buang makanan? Gue kan cuma bilang ngga selera. Bukan bilang ngga mau" seru, Syafa dengan kesal


"Sama aja" tukas, Bian


"Dek. Jangan nurunin sifat, Risa deh yang bawel dan ngeselin" tegur, Syifa pada adiknya


"Eh-eh. Apa-apaan loh. Malah bawa-bawa nama gue" protes, Risa yang tidak terima


"Tapi emang benar. Sifat loh sama Syafa nih sebelas dua belas lah" sahut, Viona


"Benar kan?" Syifa mencari pembelaan


"Bakal jadi, Fahri kedua adik gue kalau sifat, Syafa sama kek sifat, Risa" ujar, Luthfi


"Sama-sama ngotot" cetus, Fahri


"Wah-wah-wah. Perang nih" ledek, Vigo


"Loh bilang gue ngotot? Jangan tidur sama gue malam ini" seru, Risa yang kesal

__ADS_1


"Ya, jangan dong. Kan bercanda doang" Fahri menjadi panik


Ledekan dan tawa terdengar ketika melihat, Fahri yang panik karna, Risa marah dan menganggap serius leluconnya


__ADS_2