Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Tiga Tikus pengganggu


__ADS_3

"Kayaknya kita harus cari cara deh. Masa mereka sekarang lagi tidur berduaan sama pasangan masing-masing. Sementara kita ditinggal disini" seru, Lury yang tidak rela melihat, Vigo dan Viona harus tidur berdua


"Ia loh benar. Gue ngga rela mereka senang-senang di atas penderitaan kita" cetus, Dinar yang kini tengah pusing memikirkan, Luthfi dan Syifa tidur berdua


"Ia kak gue setuju. Karna cewek itu, Fahri jadi bejat" timpal, Dini yang kini sudah sangat kesal


"Terus kita ngapain sekarang? Karna gue yakin, mereka semua pasti udah tidur" seru, Dinar


"Pelanin suara kakak dong" cetus, Lury. "Ntar kalau mereka dengar gimana" imbuhnya


"Ia ia maaf" sahut, Dinar


"Atau gini aja deh. Kita lihat mereka dulu? Beneran udah pada tidur atau belum?" usul, Dini


"Ayo" ucap, Dinar dan Lury yang bersemangat


"Loh duluan dek", Dinar berdiri di belakang, Dini


"Loh duluan dong, Ry. Loh kan paling tau siasat kek ginian" cetus, Dini


"Loh pikir gue tukang intip apa" ketus, Lury


"Udah ngga usah berantem dulu. Cepatan dek", Dinar menyuruh, Lury untuk berada di depan


"Ish", Lury berdecak kesal. Namun tetap melakukan permintaan kedua temannya


Lury membuka pelan knop pintu dan menjulurkan sedikit kepalanya keluar. Ketika ia tidak melihat siapapun, ia keluar dari kamar itu dan mengode, Dini dan Dinar untuk ikut keluar


Mereka bertiga benar-benar mengintip layaknya seseorang yang akan mencuri barang. Langkah, Lury terhenti tepat di ruang tv yang memperlihatkan, Vigo dan Viona yang sedang tidur sambil berpelukan


"Dasar cewek ngga punya harga diri. gatel, murahan", Lury menghina, Viona namun dengan suara yang begitu pelan


"Sabar dulu dek. Kok mereka cuma berdua? Fahri sama Risa dimana?" tanya, Dinar ketika tidak melihat, Fahri dan Risa disana. Karna seperti yang mereka tau, Luthfi dan Syifa tidur di kamar satunya lagi


"Ia yah? Dimana mereka?" ujar, Lury menatap ke seluruh ruangan itu


"Terus, Fahri tidur dimana kalau disini dia ngga ada?" tanya, Risa dengan pelan


"Mungkin diluar dek. Di ruang tamu" sahut, Dinar


"Ayo kita kesana dulu" ujar, Dini dengan pelan


"Terus mereka berdua ini gimana?" tanya, Lury yang tidal rela meninggalkan, Vigo dan Viona

__ADS_1


"Kita harus pastikan dulu kalau, Fahri sama cewek itu juga udah tidur" tukas, Risa


"Ayo" ajak, Dinar yang kini mulai berjalan pelan mendahului, Dini dan Lury


Perlahan mereka menuju ruang tamu yang sudah berubah posisi. Meja yang berada di ujung, serta dua sofa yang digabungkan menjadi satu. Mata, Dini yang begitu jeli menangkap sesuatu dibalik selimut.


"Tunggu. Jangan bilang itu mereka?" ucap, Dini dengan terkejut lalu menunjuk ke arah sofa yang terlihat sesuatu dibalik selimut itu


"Itu satu orang yah?" tanya, Lury ketika memperhatikan dengan seksama


"Kalau itu cuma satu orang? Terus yang satunya dimana?" tanya balik, Dinar


"Tapi itu kayaknya, Fahri deh. Soalnya badannya lumayan tinggi" cetus, Dini


"Sekilas kayak dua orang juga sih" tukas, Lury


"Ia. Gue juga ngerasa kayaknya dua orang deh. Tapi badan mereka kek nempel banget" timpal, Dinar


"Kakak apaan sih" ketus, Dini


"Gini deh. Biar loh percaya omongan kakak sama Lury, loh cek sendiri. Gue yakin, mereka tidur berdua sambil pelukan kayak, Vigo sama Viona" ujar, Dinar


"Kakak salah. Vigo sama Viona ngga pelukan. Sih cewek gatel itu aja yang meluk, Vigo" gerutu, Lury


"Udah deh. Emang loh pikir, Fahri mau gitu tidur bareng cewek sambil pelukan? Ngga usah aneh-aneh" titah, Dini yang percaya pada, Fahri


Dini dengan ragu mulai mendekati seseorang dibalik selimut itu yang sedang tertidur di sofa. Perlahan ia mengintip dengan sangat pelan dari ujung kepala seseorang yang berada dibalik selimut itu.


Dini terlonjak kaget ketika melihat, Fahri sedang tidur memeluk gadis itu dengan erat. Bahkan satu tangannya menjadi bantal kepala gadis itu. Dan gadis itu? juga tertidur memeluk, Fahri dan menyandarkan kepalanya di dada, Fahri


"Gue benar kan? Fahri sama Risa tidur berdua sambil pelukan? Loh ngga percaya sih dek" seru, Dinar dengan pelan agar tidak membangunkan keduanya


"Ini benar-benar gila. Gue ngga tau harus berpikir apa" cetus, Lury yang tidak habis pikir


"Fahri bisa sampai kek gini? Ini benar-benar mustahil. Gue susah buat percaya ini" ucap, Dini


"Udahlah dek. Ayo! Sekarang kita harus cari tau dimana, Luthfi sama cewek itu berada" ajak, Dinar


"Gue masih pengen disini kak" pinta, Dini


"Jangan egois dong, Din. Gue aja harus ninggalin, Vigo sama Viona berdua meski gue ngga rela" ketus, Lury


"Udah-udah. Ayo", Dinar menarik tangan, Dini dan Lury untuk mencari tau keberadaan, Luthfi dan Syifa

__ADS_1


"Disana kak ada kamar" tunjuk, Lury pada sebuah kamar yang tidak jauh dari dapur


"Mungkin mereka di dalam sana kak" sahut, Dini


"Ayo. Kakak udah ngga sabar" ajak, Dinar yang sudah menghampiri kamar tersebut


Perlahan ia menekan knop pintu dengan pelan dan mulai mendorongnya pelan. Namun ternyata pintu itu tidak bisa terbuka karena sudah terkuci dari dalam


"Terkunci" ujar, Dinar yang frustasi


"Dobrak aja kak" cetus, Lury


"Loh gila yah? Kalau sampai kita ketahuan gimana?" kesal, Dini pada Lury. "Coba lagi aja kak" lanjutnya


Sekali lagi, Dinar menekan knop pintu itu dan mendorongnya. Namun tetap saja pintu itu tidak mau terbuka.


"Kayaknya cewek itu sengaja ngunci pintunya biar dia bisa bebas ngerayu, Luthfi" ketus, Dinar


"Benar kak. Mereka pasti udah main pelet. Gue tau banget gimana, Vigo lengket banget ke gue dulu. Bahkan, Vigo lebih dekat sama gue daripada, Viona dulu" tukas, Lury yang percaya diri


"Fahri juga. Fahri bukan orang yang suka bermesraan di depan orang lain. Dia sendiri pernah bilang ngga mau pacaran, karna itu pasti bakal buat dirinya jadi lupa teman. Dan gue juga masih yakin kalau, Fahri masih ada rasa sama gue. Tapi karena pelet cewek itu, Fahri jadi ngejauhin gue" cetus, Dini


"Apalagi, Luthfi dek. Kalian ngga tau aja. Luthfi itu cowok paling populer di sekolah kakak dulu. Banyak banget yang naksir sama dia. Tapi ngga ada satupun yang bisa dapetin hatinya dia. Dia emang ganteng, pintar, populer, tapi dia itu dingin banget sama semua cewek. Dia super duper cuek banget orangnya. Kakak yang cantik ini aja susah banget bisa dapetin hatinya dia, apalagi cuma cewek modal yang sama, Luthfi sekarang itu. Udah pasti dia pake pelet. Ngga mungkin dia bisa bersanding sama, Luthfi" ujar, Dinar dengan kesombongannya


"Kita benar-benar harus cari cara buat nyingkirin tiga Tikus pengganggu yang terus ngeganggu pasangan kita" ucap, Lury yang begitu semangat ingin menghancurkan ketiga gadis yang mereka anggap saingan itu


Ceklek


Pintu tiba-tiba saja terbuka denga lebar hingga membuat ketiga gadis yang berdiri di baliknya terkejut setengah mati. Degupan jagung mereka berpacu dengan begitu cepat seperti maling yang sedang tertangkap basah


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih banget buat kalian yang selalu menyempatkan diri untuk memberikan dukungan dalam bentuk votenya ☺ Jangan bosan-bosan untuk memberikan like dan juga votenya 😊 Terima kasih yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2