
"Kesal aja sama otak nih anak" sahut, Fahri
"Ia ia. Otak gue melar kemana-mana. Makanya ngga bisa mikir jernih" cetus, Risa dengan kesal
"Putus nyambung yah, Sa sama, Dika?" tanya, Luthfi
"Ho'om" jawanb, Risa dengan mengangguk
"Putus nyambung karena, Riana terus?" tanya, Viona
"Mau karna siapa lagi sayang" sahut, Vigo yang mencubit pipi, Viona dengan gemas
"Kan nanya sayang" tukas, Viona yang tersipu malu
"Udah diem dulu deh, SAYANG" seru, Risa yang memberi penekanan pada kata "sayang" karna kesal
"Kenapa loh, Sa" tegur, Syifa lalu tertawa
"Iri. Namanya juga jomblo" bisik, Luthfi pada, Syifa yang sengaja membesarkan suaranya agar terdengar oleh, Risa dan yang lainnya
"Ngga sekalian loh pake toa, Fi? Biar satu kompleks ini pada dengar semua" kesal, Risa
"Apaan sih, Sa? Marah-marah mulu" tegur, Syifa
"Sebelum jadian sama, Dika. Loh naksir siapa?" cetus, Fahri
"Ngga ada" jawab, Risa yang ketus
"Bohong nih" seru, Syifa
"Apaan sih? Kan gue yang rasain" sahut, Risa
"Kelarin berantemnya dulu yuk di depan. Kesal gue lama-lama. Ceritanya belum selesai udah berantem lagi" ujar, Viona yang sudah mulai emosi
"Hayoloh. Loh berdua bikin, Vio marah" ledek, Vigo
"Loh juga diam" bentak, Viona pada, Vigo
Ke-empat temannya melipat bibir mereka untuk menahan tawa melihat, Vigo yang dibentak oleh kekasihnya sendiri
"Ya udah, Vi. Ngga usah marah-marah lagi. Ayo, Sa jawab" cetus, Fahri
"Sebenarnya kayak, Luthfi sih waktu SMP. Cuma suka-suka biasa doang. Biasalah yah, namanya juga bocah yang baru gede. Terus pernah naksir, Riswal juga. Bukan karna gue suka banget sama dia itu ngga. Gue cuma kagum sama style nya dia kayak yang, Syifa bilang tadi. Terus, yah hati gue langsung mentok sama, Dika. Meskipun ujung-ujungnya gue sakit hati" tutur, Risa dengan kesal
"Sampai sekarang?" tanya, Fahri
"Apa sampai sekarang?" tanya ulang, Risa yang mengerutkan keningnya
"Perasaan loh sama, Dika" sahut, Fahri
"Masih sih. Tapi udah ngga seperti dulu lagi. Malah sekarang kayaknya udah mulai biasa sih. Eh, tapi kayaknya udah ngga deh" jawab, Risa dengan mantap
"Yang benar yang mana sih?" kesal, Fahri
"Sabar, Ri" ledek, Luthfi
"Ngeselin nih anak lama-lama" ketus, Fahri
"Langsung aja deh, Fi kalau mau nanya. Ngga usah bertele-tele gitu" tukas, Syifa
"Tau nih, Fahri. Berbelit-belit" timpal, Viona
"Risa tuh yang jawabnya berbelit-belit", Vigo membela, Fahri
"Terpecah jadi dua kaum nih ceritanya" seru, Luthfi
"Pertanyaan gue. Sekarang loh sukanya sama siapa?" geram, Fahri
"Ngga tau" seru, Risa
__ADS_1
"Dulu sukanya sama, Riswal, terus beralih ke, Dika. Dan sekarang loh. Ngga peka banget sih loh, Ri", Syifa malah emosi
"Kok jadi kamu yang marah?", Luthfi mengusap punggung, Syifa
"Kesal gue sama, Fahri. Ngga ada peka-pekanya" kesal, Syifa
"Loh yang sok peka. Kayak tau aja loh hatinya orang" tukas, Risa
"Loh juga ngga usah sok pura-pura ngga tau" sahut, Syifa
"Kenapa jadi berantem lagi sih? Ayo deh keluar. Kita selesain di luar. Kesal banget gue" seru, Viona yang sudah berdiri
"Sabar sayang. Syifa kan lagi hamil. Bawannya emang selalu ngeselin", Vigo menarik tangan, Viona untuk kembali duduk
"Loh bilang apa barusan?" kini giliran, Syifa yang berdiri karna kesal
"Astaga", Vigo berdecak kesal. Padahal ia hanya ingin meredam emosi kekasihnya. Namun itu justru malah membuat, Syifa emosi
"Wah, Vigo nih. Udah tau lagi sensi", Luthfi berdiri dan menyuruh, Syifa untuk duduk
"Bercanda, Fa. Ngerti dong" pinta, Vigo yang sudah tidak tau lagi harus berbuat apa
"Hayo loh, Go" ledek, Risa dan Fahri yang tertawa
"Ayo lanjut" ujar, Viona
"Apaan lanjut? Berantem? Ayo" cetus, Syifa
"Sensi banget sih loh, Fa? Kenapa gue jadi kesal sama loh" geram, Viona yang menahan kesalnya
"Maklumlah, Vi. Ada anak gue di dalam" tegur, Luthfi
"Anak kalian kayaknya bakalan ngeselin deh" tukas, Risa
"Apa maksud loh?" kesal, Syifa
"Risa", Luthfi melototkan matanya pada, Risa
"Udah dulu dong. Gue tuh masih penasaran" cetus, Viona
"Apalagi sayang?" tanya, Vigo
"Udah, Vi. Segitu doang" jawab, Risa
"Kisah siapa lagi nih yang meski kita korek?" tanya, Syifa
"Fahri" sahut, Risa dengan cepat
"Cieee. Penasaran tentang, Fahri" ledek, Vigo
"Aaaaaa. So sweet" , Syifa mengatupkan kedua tangannya dan menaruhnya di pipinya
"Apaan sih. Biasa aja kali" ketus, Risa
"Bilang aja loh pengen tau siapa aja pernah gue suka" ledek, Fahri
"Ngaco", Risa mencubit lengan, Fahri
"Au. Sakit, Sa", Fahri mengusap lengannya
"Berantem dulu aja deh sebelum ngejawab semuanya, Ri. Ntar gue kesal kalau di tengah-tengah cerita ada yang berantem" perintah, Viona
"Berantem dulu kalian berdua diluar. Sebelum ntar loh sakit hati, Sa kalau dengar cerita, Fahri" tukas, Vigo
"Apaan sih" gerutu, Risa, "Cerita sekarang aja deh, Ri" pintanya
"Apa yang mau gue cerita" ujar, Fahri
"Pertama kali loh pacaran" tanya, Risa
__ADS_1
"Gue ngga pernah pacaran" sahut, Fahri
"What?", Risa, Syifa, dan Luthfi terkejut
"Loh ngga pernah pacaran, Ri?", Risa mencoba memperjelas
"Udah gue bilang ngga yah ngga" jawab, Fahri
"Berarti kita setim, Ri. Gue, Luthfi, sama loh" cetus, Syifa
"Gue baru tau loh" timpal, Luthfi
"Padahal banyak loh yang suka sama, Fahri" tukas, Vigo
"Ia. Sampai teman-teman gue aja banyak yang suka. Termasuk, Dini sama Winda" ujar, Viona
"Kenapa loh ngga pernah pacaran, Ri?" tanya, Risa
"Ngga suka" jawab, Fahri
"Jawaban macam apa itu" seru, Risa
"Jangan mulai" tegur, Viona
"Fahri nih. Jawabannya ngeselin" ketus, Risa
"Yah gue ngga suka pacaran. Pengen langsung nikah aja. Ngga suka sayang-sayangan sebelum nikah. Takutnya malah ngga jodoh" sahut, Fahri
"Hallah. Padahal pernah sayang-sayangan juga sama, Dini" gerutu, Risa
"Cemburu loh?" ledek, Fahri mencolek dagu, Risa yang sedang cemberut
"Konyol. Siapa yang cemburu coba" bantah, Risa
"Emang loh cemburu tuh" cetus, Syifa
"Mulai lagi nih?" tegur, Viona
"Viona jadi tim pengingat" ujar, Luthfi lalu tertawa
"Soalnya si, Vio ngga suka ada yang motong-motong cerita yang dia anggap seru" tutur, Vigo
"Ya udah, Ri. Lanjut aja" perintah, Syifa
"Apa? Kan gue udah jawab" sahut, Fahri
"Maksud loh ngga mau sayang-sayangan sebelum nikah tuh gimana?" tanya, Risa
"Kalau loh lihat gue misalkan sama, Dini peluk-pelukan, atau gue cium dia, terus nempel sama dia. Dan tiba-tiba aja gue ngelamar loh dan kita nikah. Apa loh nantinya ngga akan cemburu? Kasih sayang gue udah gue berikan ke mantan gue yang ternyata bukan jodoh gue. Loh cemburu apa ngga apa-apa dan biasa aja?" tanya, balik, Fahri
"Cemburulah. Yakali gue ngga cemburu. Mana gue udah perna lihat depan mata gue secara langsung pula" jawab, Risa
"Itu jawaban gue ngga mau pacaran. Gue mau, istri gue yang jadi orang pertama dapat perhatian dan kasih sayang gue" sahut, Fahri
"So sweet" ucap, Syifa yang membuat, Luthfi tersenyum dan membelai kepalanya
"Jantan banget loh, Ri" puji, Vigo
"Yakali gue betina, Go" gurau, Fahri
"Gue baru aja baper, loh udah mulai ngeselin lagi" gerutu, Risa
"Loh baper? Kasian. Ayo nikah!" ajak, Fahri yang membuat semuanya terkejut
*
*
*
__ADS_1
*
Maaf yah. Pekerjaan numpuk 🙏🏻 Ini kalau ada yang mau curhat sama author tentang ceritanya. Boleh banget kok. Tulis aja di komen, aku selalu balas komen tmn2 😊 Jangan lupa like dan vote yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗