Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Pacarnya Fahri


__ADS_3

"Apa yang dikatakan Dokter nak? Kenapa, Fahri bisa sampai begini?" tanya, Mama Fahri yang baru saja datang bersama suaminya untuk mengunjungi putranya yang terbaring itu


"Ada preman yang menyerang, Fahri tante" jawab, Vigo yang tidak ingin mengatakan sejujurnya pada orangtua, Fahri


"Apa premannya sudah ditangkap nak?" kini giliran Papa Fahri yang bertanya


"Sudah om. Polisi udah nangkap pelaku yang menyerang, Fahri" sahut, Vigo


"Syukurlah" ucap mamanya Fahri. Tatapannya seketika memperhatikan satu-persatu wajah yang ada di ruangan tersebut


Vigo pun mengikuti arah pandangan Mamanya, Fahri. Dan sesaat dirinya pun mengerti maksudnya


"Ini teman-teman, aku sama Fahri tante" cetus, Vigo yang menunjuk teman-temannya. "Ini, Luthfi dan istrinya, Syifa. Dia, Viona pacar aku tante. Dan dia, Risa, pacarnya, Fahri"


Mata ke-empat temannya membulat. Terlebih bagi, Risa yang diperkenalkan sebagai pacar, Fahri.


"Vigo" tegur, Risa dengan wajah memerah


"Pacar, Fahri?" ulang Mamanya, Fahri


"Ia tante" jawab, Vigo dengan cepat


"Ngga tante. Vigo, apaan sih" kesal, Risa


"Kamu pacarnya, Fahri? Tapi kenapa tidak mau memperkenalkan diri pada kami nak?" senyum di wajah Mamanya, Fahri menghias


"Ia tante. Dia, Risa. Pacarnya, Fahri. Tapi mereka malu kalau mau bilang ini ke tante. Risa takut tante marah" sahut, Viona dengan cepat


"Kenapa tante harus marah? Justru tante dan om senang kalau, Fahri sekarang punya pacar. Biar, Fahri ada yang jaga selama disini" cetus Mamanya, Fahri


"Tuh, Sa dengerin. Mamanya Fahri udah restuin hubungan kalian. Mama juga udah kan?" ledek, Syifa


Dengan wajah memerah karna harus menahan malu. Risa menatap tajam, Syifa dan Viona


"Kalian temannya, Fahri yang menikah dua bulan lalu itu yah?" tanya, Papa Fahri yang menunjuk, Luthfi dan Syifa yang sempat diperkenalkan oleh, Vigo sebagai sepasang suami istri


"Ia om. Saya, Luthfi. Dan ini istri saya, Syifa" jawab, Luthfi dengan sopan


"Terima kasih yah nak. Kalian semua sudah mau menjaga anak tante. Dan terutama kamu nak" Mamanya, Fahri menghampiri, Risa dan memegang tangannya, "Terima kasih sudah mau menerima, Fahri. Terima kasih sudah menjaganya" lanjutnya


"Astaga, Vigo. Gue harus jawab apa nih? Mamaaaaaa tolongin, Risa" batin, Risa yang ingin sekali berteriak keras


"Jawab, Sa. Kenapa diam?" suara parau terdengar dari samping kiri, Risa dan Ibunya Fahri


"Fahri" semuanya menghampiri, Fahri yang sudah membuka matanya


"Fahri. Kamu sudah sadar, nak? Yang mana yang sakit nak?" tanya Mamanya


Fahri tidak langsung menjawab. Ia ingin beranjak, dan dibantu oleh, Vigo dan Luthfi untuk menaruh bantal di punggung, Fahri yang akan ia tempati bersandar


"Gimana keadaan loh? Ada yang sakit?" tanya, Risa ketika, Fahri sudah bersandar dengan sempurna

__ADS_1


Fahri tersenyum dan menggeleng, "Ngga. Gue ngga apa-apa" ucapnya


"Ngga apa-apa gimana? Loh luka dibagian kepala sama punggung. Dan loh masih bilang ngga apa-apa? Otak loh ngga geser kan?" ujar, Risa dengan cepat dan tidak menyadari kehadiran orangtua, Fahri disana bersamanya


Ke-empat temannya langsung menutup rapat bibir mereka untuk tidak tertawa mendengar ocehan, Risa yang disaksikan langsung oleh kedua mata orangtua, Fahri


"Loh nyumpahin otak gue geser?" seru, Fahri mengerutkan dahinya


"Emang gue sebodoh itu nyumpahin biar otak loh geser? Terus ngapain gue capek-capek ngejaga loh disini kalau gue pengen loh kenapa-napa", Risa tidak kalah meninggikan suaranya


"Loh sendiri yang bilang. Kenapa sekarang jadi nyalahin gue?" ketus, Fahri


"Loh sakit, masih banyak omong. Diam dikit aja tuh kenapa sih? Susah banget dibilangin" seru, Risa


"Terserah loh deh" pasrah, Fahri yang langsung mengalah karna tidak ingin berdebat dengan, Risa yang cerewetnya luar biasa


"Ehem", Syifa berdehem cukup, keras untuk menyadarkan kedua insan manusia yang sedang melakukan perdebatan itu


Risa dan Fahri seketika tersadar. Wajah, Risa kembali memerah, ketika melihat tatapan Mama dan Papanya, Fahri tengah menatapnya


"Mati gue. Gue ngga sadar kalau ada orangtua, Fahri disini" batin, Risa yang menggigit bibir bawah


"Mah, Pah", Fahri mencoba menyapa kedua orangtuanya itu


"Kalian selalu bertengkar seperti itu?" tanya, Mamanya kepada, Fahri


"Hmmm. En.... Ngga tante" ucap, Risa dengan terbata lalu menunduk


"Vigo" geram, Risa mendongak menatap, Vigo


"Mama sama Papa kapan kesini?" tanya, Fahri untuk mengalihkan suasana


"Baru saja nak. Semalam, Vigo telepon, Papa. Dan pagi ini baru berangkat kemari" jawab Papanya


"Sebenarnya ada apa nak? Kenapa preman itu menyerang kamu? Kamu punya masalah sama preman-preman itu?" Mamanya duduk di samping ranjang milik, Fahri


Fahri sejenak melirik, Vigo yang kini memberinya kode. Entah bagaimana maksudnya, Fahri langsung mengerti kode dari, Vigo


"Fahri ngga tau Mah. Namanya juga preman. Suka nyerang tanpa mau tau siapa yang mereka serang" sahut, Fahri dengan tenang


"Tau ini Mama kamu. Papa sudah bilang, tapi Mama kamu tetap tidak mau dengerin kata-katanya, Papa" cetus Papanya


"Mama kan mau dengar langsung sama dari mulut anak Mama" Mamanya membela diri. "Tapi nak, kamu ngga bawa, Risa kan waktu kamu di serang?" tanya Mamanya yang memegang tangan, Risa yang berada di sampingnya


"Ngga, Ma. Fahri sendirian. Tapi kenapa, Mama jadi bawa-bawa nama, Risa?" kening, Fahri berkerut dalam karna tidak mengerti


"Risa kan pacar kamu. Wajar dong kalau Mama tanya" ucap Mamanya


"Siapa yang bilang, Risa pacar, Fahri?" tanya, Fahri


"Teman-teman kamu. Sudahlah, Fahri. Kenapa kamu masih mau sembunyi-sembunyi dari Mama? Mama setuju kok kalau kamu sama, Risa" ujar Mamanya

__ADS_1


Fahri menatap, Risa yang menunduk karna merasa sangat malu


***


"Kamu disini yah jaga, Fahri. Aku sama Vigo mau ke kampus" seru, Luthfi kepada, Syifa ketika ia dan Vigo baru saja mengantarkan orangtua, Fahri ke rumah yang ditempati, Fahri untuk beristirahat


"Ia. Tapi jangan lama-lama" jawab, Syifa


"Setelah ini, aku sama, Vigo langsung pulang" sahut, Luthfi


"Loh lebay banget deh, Fa. Baru, ditinggal ngampus aja udah banyak drama. Heran gue" seru, Risa yang jengah dengan keromantisan suami istri itu


"Apaan sih loh jomblo. Ups, maksudnya calon yang udah ngga akan jomblo lagi" ujar, Syifa menatap, Risa dengan meledeknya


"Apa maksudnya? Ngga usah ngarang cerita" ketus, Risa dengan kesal


"Siapa yang ngarang? Loh aja tadi ngga ngebantah waktu, Vigo bilang loh pacarnya, Fahri. Artinya kan loh setuju" seru, Viona yang terduduk di sofa bersama kekasihnya


"Vio kalau ngomong ada benarnya" ujar, Vigo lalu tertawa


"Oh. Jadi sekarang loh resmi ngaku pacar gue di depan orangtua gue juga nih?" ledek, Fahri yang masih bersandar di kepala ranjang


"Ngga usah ge'er deh loh" seru, Risa menatap jengkel pada, Fahri


"Kalau loh suka sama gue bilang aja" ledek, Fahri yang menahan tawanya


"Loh kayak bukan orang yang lagi sakit tau ngga. Banyak cincong banget loh" seru, Risa


"Ngga tau aja loh, Ri. Seharian penuh kemarin, Risa yang ada di samping loh" seru, Luthfi


Risa berbalik ke arah, Luthfi dan melayangkan tatapan mematikannya


"Sesayang itu loh sama gue, Sa?" ledek, Fahri


"Fahri!!!!!!" teriak, Risa


*


*


*


*


*


*


Hay teman2. Hehe, aku mau numpang promo bentar yah 🤭 Aku baru buat novel baru yang berjudul "Autumn In March" (Musim gugur di bulan Maret). Baru banget semalam aku bikin prolognya, dan tadi baru aku bikin awal ceritanya. Teman2 jgn lupa mampir yah. Klik Profilnya aku dan lihat karya. Disana langsung ada kok. Semoga kalian suka.


Dan jangan lupa untuk selalu like dan vote karya ini yah 😊 Terima kasih yang sudah mendukung 🤗

__ADS_1


__ADS_2