
"Ayo pulang" seru, Luthfi yang menghentikan perdebatan mereka. Akhirnya para lelaki pulang, sebelumnya, Vigo sudah mengajak, Viona pulang namun ditahan oleh, Risa dan Syifa karna, Viona akan menginap dirumah mereka malam ini
"Tadi loh ngapain aja berdua sama, Luthfi disini?" tanya, Viona saat hanya ada mereka bertiga dirumah saat ini. "Ngga ngapa-ngapain. Gue ngantuk, ya udah gue tidur sampai kalian datang tadi" jawab, Syifa tanpa menoleh yang sibuk menyalakan televisi dengan remot.
"Beneran nih ngga ngapa-ngapain?" goda, Risa yang duduk disebelah, Syifa. Syifa memukul pelan paha, Risa, "Loh pikir gue cewek apaan" seru, Syifa dengan kesal. "Biasa aja dong kalau ngga ada apa-apa. Ngegas amat" saut, Risa yang tidak perduli kekesalan, Syifa
"Udah hampir tengah malam nih. Tidur yuk? Daripada berantem mulu. Besok kita ngampus" ajak, Viona karena dirinya benar-benar lelah malam dan ingin sekali merebahkan tubuhnya
"Ayo" saut, Risa dengan penuh semangat dan sudah berdiri dari duduknya. "Ayo, Fa" ajaknya kepada, Syifa yang masih tidak bergeming ditempatnya. "Kalian duluan aja deh. Gue masih pengen disini. Lagian, kantuk gue juga udah hilang" tolak, Syifa yang masih setia ingin menonton televisi.
"Ya udah deh. Kita duluan yah. Jangan lama-lama loh disini" seru, Risa yang sekaligus memperingatkan, Syifa. "Ntar dicipok nyamuk loh" timpal, Viona yang terkekeh. "Bawel loh berdua. Sana" gerutu, Syifa yang mengusir kedua temannya tersebut
"Jangan lama-lama ingat", Risa memperingatkan sebelum pergi dari sana. "Ia Mama" geram, Syifa yang membuat kedua temannya tertawa lalu menghilang dari hadapan, Syifa. "Punya teman bawel banget" guman, Syifa yang menggeleng.
Setelah beberapa menit menonton televisi, Syifa merasa matanya sudah mulai memberat, fokusnya juga mulai hilang kesadaran hingga ia mematikan televisi dan menyusul kedua temannya ke kamar. Ia melihat kedua temannya sudah terlelap dan segera ikut membaringkan tubuhnya disamping, Viona
***
"Eh, gue punya berita penting nih" seru, Vigo yang heboh dengan sendirinya saat mereka sudah berada di dalam kelas menunggu dosen di jam pertama kuliah hari ini.
__ADS_1
"Berita apa? Heboh banget loh" tegur, Fahri yang melihat kehebohan temannya tersebut. "Berita apa yang buat loh heboh sepagi ini, Vigo?" timpal, Risa yang juga merasa terganggu dengan suara berisik, Vigo, hingga menciptakan beberapa pasang mata dari teman kelas mereka mengarah kepadanya
"Fakultas kita akan mengadakan penelitian di luar selama beberapa hari. Dan kalian tau dimana tempat penelitian kita nanti?" seru, Vigo dengan begitu semangat. Kelima dari mereka menggeleng tanda tidak tau. "Di Pulau Lombok" seru, Vigo yang begitu senang
"Oh di Lombok" saut, Syifa dengan santai. "Eh tunggu? Dimana? Pulau Lombok?", Syifa sudah mulai antusias. Vigo mengangguk. "Waahhhhh.... Keren banget" seru, Syifa yang tidak memperdulikan beberapa orang sedang menatapnya seakan risih dengan teriakannya.
Risa membekap mulut, Syifa. "Ribut banget loh" tegur, Risa. "Tau loh. Ngga malu apa diliatin banyak orang" timpal, Viona yang memperhatikan satu-satu orang yang menatap mereka. "Segitu senangnya loh, Fa?" tanya, Fahri yang menahan tawanya. Syifa mengangguk pasti, "Senang banget dong. Dari dulu pengen banget gue kesana, tapi ngga kesampaian" raut wajah, Syifa tiba-tiba menjadi sendu
"Kapan pengumumannya? Kok tadi gue ngga liat ada info di papan pengumuman depan", Luthfi seperti mengalihkan pembicaraan. "Baru aja tuh ditempel pass gue abis dari toilet tadi" saut, Vigo. "Oh. Gue kira loh nguping pembicaraan dosen, karna tadi belum ada infonya" tukas, Luthfi yang membuat semuanya terbahak
"Sialan. Loh pikir gue suka ngegosip" gerutu, Vigo yang yang juga ikut tertawa. "Kali aja loh ganti profesi sekarang" saut, Syifa yang masih tidak berhenti tertawa. "Kalau gitu sih gue ogah punya cowok tukang gosip", Viona menimpali ucapan, Syifa yang lagi-lagi membuat tawa pecah. "Jangan gitu dong, Vio" ketus, Vigo dengan perkataan, Viona. "Bercanda sayang" ucap, Viona yang membuat, Syifa dan Risa ingin muntah namun sangat disenangi oleh, Vigo.
"Selamat pagi" ucap dosen yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Semuanya yang berada di ruangan tersebut memperbaiki posisi duduk mereka dan memfokuskan diri untuk menyimak dosen mereka
"Sudah bu'" seru, Vigo dengan semangat. Luthfi dan Fahri hanya menggeleng
"Baik. Karna hanya ada satu orang yang melihatnya. Sekarang Ibu akan memberi tahu kalian semua. Hasil dari rapat kemarin bersama pimpinan kampus, telah sepakat mengadakan penelitian diluar ruangan, yang bertempat di 'Pulau Lombok'" jelas dosen tersebut yanh disambut teriakan kegembiraan oleh penghuni kelas tersebut.
"Dan Ibu harap, nanti saat kalian tiba disana, jangan merusak apapun dan dengarkan arahan pembimbing kalian nantinya" tuturnya.
__ADS_1
"Kapan kita mulai berangkat bu'?" salah satu dari mereka bertanya kepada, Dosen yang memberikan info tersebut. "Mungkin dua hari lagi kita akan berangkat. Jadi, tolong semuanya untuk membawa semua alat-alat yang telah tertulis di mading depan. Setelah perkuliahan selesai, silahkan ke mading depan dan mencatat apa-apa saja yang diperlukan. Kalian mengerti?" jelasnya. "Mengerti bu'" saut mereka dengan kompak
Perkuliahan di jam pertama kembali berlangsung setelah dosen mereka memberitahukan informasi yang membuat mereka semangat, tidak hanya dikelas mereka, namun juga di kelas lain yang masih dalam satu Fakultas yang sama dengan mereka.
"Kelas selesai. Jika ada yang kalian tidak mengerti dalam pelajaran Ibu, simpang itu untuk menjadi bahan yang akan kalian tanyakan pada pekan depan kepada Ibu" papar dosen tersebut dan berlalu keluar dari ruang kelas.
**
Antusias dari seluruh mahasiswa yang akan mengikuti penelitian di Pulau Lombok berlomba-lomba menghampiri papan info setelah diberitahu oleh dosen mereka masing-masing tadi. Syifa juga sangat antusias tadinya menjadi cemberut karena banyaknya orang yang berdesak-desakan. Risa menyuruh, Luthfi membawa, Syifa keluar dari kerumunan orang dan mengatakan bahwa dia yang akan mencatat keperluan apa saja yang akan mereka bawa nantinya.
"Kesal deh gue sama mereka. Pake acara dorong-dorong segala" mata, Syifa masih memperhatikan kerumunan orang yang berdiri di papan Info, Luthfi mengikuti arah mata, Syifa dan mendapati semakin banyaknya orang yang berkerumunan
"Bukannya udah hal biasa?", Luthfi melirik, Syifa yang masih setia menatap mereka satu persatu. "Ia sih. Tapi kan ngga gini juga. Badan gue kan jadi sakit rasanya kena dorong terus" ketus, Syifa yang mengusap pelan punggungnya.
"Ayo ke kantin. Nanti biar mereka nyusul kita" ajak, Luthfi yang sudah berdiri dan menadahkan tangannya untuk membantu, Syifa berdiri. Syifa menatap tangan, Luthfi yang menadah kepadanya. "Loh minta uang ke gue?" tanya, Syifa dengan polosnya.
Luthfi menahan tawanya. Lalu melihat ke samping kiri dan kanannya. Saat tidak ada yang melihat mereka, Luthfi menarik tangan, Syifa dan membawanya pergi dari sana. "Mau kemana?" tanya, Syifa yang terus mengikuti tangannya yang dipegang oleh, Luthfi. "Ke kantin. Loh ngga dengar tadi?", Luthfi menghentikan langkahnya dan menatap, Syifa yang masih memperhatikan tangannya dalam genggapan, Luthfi.
Luthfi mengikuti pandangan, Syifa dan melihat tangannya masih menggenggam tangan, Syifa. Ia segera melepasnya, "Maaf" ucapnya. "Eh ia, ngga apa-apa ko" saut, Syifa yang salah tingkah dan berusaha mengalihkan pandangannya untuk mengurangi rasa malunya
__ADS_1
"Jantung gue kenapa sih?" guman, Syifa yang memegang dadanya. "Kenapa? Loh sakit?" tanya, Luthfi. "Ha?" kaget, Syifa hingga menurunkan tangannya, "Ngga kok. Ya udah, ayo" gugup, Syifa yang kemudian mendahului, Luthfi berjalan. Luthfi hanya tersenyum tipis dan mengikuti, Syifa yang berada di depannya
"Syifa!!!!" satu suara memanggil nama, Syifa yang membuat, Syifa dan Luthfi menoleh