Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek
Drama 2V


__ADS_3

Syifa menatap, Luthfi dengan sedikit cemas. Sedangkan, Luthfi? Seperti biasa, memasang wajah yang susah untuk ditebak.


"Kalian beneran pacaran? Atau........" ucapan, Dinar terhenti sendiri dan mencoba berpikir keras


"Beneran pacaran lah. Kita teman-temannya yang tau. Bukan orang lain" seru, Viona yang memberikan pernyataan langsung


"Emang gitu sih kak. Orang cuek ketemu sama orang gengsi. Dari awal ngga pernah pacaran. Jadi sekalinya kenal pacaran, langsung deh romantis banget", Risa menimpali ucapan, Viona


"Risa!" tegur, Syifa menyipitkan kedua matanya


"Kenapa harus ditutupin? Loh berdua kan emang saling memiliki sekarang" cetus, vigo


"Benar banget. Biarkan dunia tau" sahut, Fahri


"Udah?" tukas, Luthfi tiba-tiba


Semuanya tiba-tiba menoleh termasuk, Syifa yang berada di depannya. Tatapan mata mereka heran ketika mendengar, Luthfi bersuara dengan seperti itu. Sangat aneh bagi mereka


"Gue punya hubungan atau ngga sama, Syifa? Itu adalah pribadi gue. Dan gue ngga suka ada orang lain yang ikut campur dalam urusan pribadi gue kecuali teman-teman gue. Ngga perduli mandang hubungan gue sama, Syifa apa. Kalau gue ngerasa nyaman? Untuk apa gue ngedengerin orang lain? Bagi gue, itu ngga penting sama sekali" ujar, Luthfi dengan suara dingin yang membuat orang yang baru mengenalnya akan merinding.


"Luthfi" guman, Syifa yang menatap lekat mata, Luthfi


"Kamu ngga usah takut. Kalau ada yang nanya hubungan kita? Kamu ngga perlu jawab. Ada pengakuan atau ngga dari orang lain, itu ngga guna dan ngga penting dalam hubungan kita" ujar, Luthfi yang membelai rambut, Syifa dan tidak peduli dengan siapapun disana. Sebab seperti itulah dia. Cuek


"Hhhhmmm", Syifa hanya berdengung dan mengalihkan pandangannya


"Mulai deh gengsi, tapi baper" seru, Risa yang sangat menghapal ekspresi sahabatnya itu


"Diam loh" ketus, Syifa yang menyembunyikan wajah malunya karna ketahuan, Risa


"Gue hapal banget ekspresi loh yang ini" tukas, Risa lalu tertawa


"Berhenti goda, Syifa" tegur, Fahri yang mencubit gemas pipi, Risa


"Fahri" guman, Dini yang sudah berkaca-kaca


"Oh ia. Kalian lapar kan? Biar gue, Fahri sama Luthfi yang keluar" cetus, Vigo


"Ngga ada yang boleh keluar. Ngga lihat apa ini hujannya deras banget? Pokoknya ngga ada yang boleh keluar" celoteh, Syifa


"Kan pake mobil" sahut, Luthfi dengan lembut.


"Tetap ngga boleh", Syifa menoleh ke belakang dan menatap tajam, Luthfi


"Ia ia. Ngga ada yang keluar", Luthfi mengalah jika sudah mendapat tatapan tajam dari, Syifa


"Kok bisa sih? Gue ngga percaya. Seorang, Luthfi bisa takluk sama cewek kayak dia?", Dinar menunjuk, Syifa karna merasa aneh, Luthfi bisa mengalah pada, Syifa


"Kak Dinar" tegur, Dini yang memegang tangan sepupunya itu sambil menggeleng


"Hmm. Vigo. Gimana kalau kita berdua aja yang keluar beli makanan" usul, Lury


Viona menatapnya tidak suka. Vigo ingin berkilah agar, Viona tidak marah. Syifa dan Risa saling mengode untuk meredamkan emosi, Viona

__ADS_1


"Ngga usah ada yang keluar. Pesan online kan bisa. Ngapain harus repot-repot keluar" cetus, Risa yang meraih ponsel, Viona di atas meja. "Ini, Vi. Loh yang pesan aja. Ponsel gue lagi di dalam tas" ucapnya lalu menyerahkan ponsel itu pada pemiliknya


"Hebat" bisik, Fahri pada telinga, Risa. Namun seperti orang yang sedang mencium gadis itu. Dini benar-benar tidak melewatkan adegan itu


Viona bertanya satu persatu kepada temannya akan memesan makanan apa. Hingga tiba giliran, Lury, ia sebenarnya malas sekali mengajak gadis itu berbicara karna sakit hatinya yang dulu masih tersisa. "Loh mau pesan apa?" ketus, Viona pada, Lury


"Samain kek, Vigo aja" sahut, Lury yang sengaja mengajak, Viona berperang


Viona mencengkeram ponselnya dengan kuat lalu menatap, Lury dengan perasaan yang begitu tidak menyukai gadis di hadapannya itu


"Vio sayang. Ayo pesan. Loh pasti lapar kan? Gue ngga mau sampai loh jatuh sakit cuma karna kelaparan" cetus, Vigo ketika melihat kilatan kesal pada kekasihnya yang ditunjukkan pada sahabatnya dulu


Viona menoleh pada, Vigo yang menggeleng sekilas dan sangat pelan. Viona lalu menarik napas dan menghembuskannya. Kemudian ia tersenyum pada, Vigo dan mulai mengotak-atik ponselnya


"Kok dia ngga terpancing sih? Padahal gue sengaja mancing emosi dia" gerutu batin, Lury


"Berhasil loh, Go" seru, Fahri yang mengacungkan jempolnya entah apa maksudnya


"Berhasil apa?" tanya, Risa yang mengerutkan keningnya


Fahri menoleh dan tersenyum, "Ngga ada apa-apa" ia memeluk gemas, Risa layaknya anak kecil


"Fahri. Loh mau ngebunuh gue?" seru, Risa yang kesal


Fahri terkekeh dan melonggarkan pelukannya, "Makanya. Jangan bikin gemas"


"Tolong dong hargain kita disini" tegur, Dini yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa cemburunya


"Jangan mesra-mesraan mulu" sindir, Lury melirik, Viona yang memeluk, Vigo


"Gue sih ngerasa udah ngehargain kalau kek gini. Soalnya, biasanya tuh gue sama, Fahri pelukan yang benar-benar romantis banget. Dan Viona sama Vigo? Itu dibatas kewajaran mereka yang udah lama pacaran, meski sempat dibuat retak oleh orang lain. Dan, Syifa sama Luthfi? Hal biasa banget kalau cuma pelukan. Belum ada apa-apanya itu" celoteh, Risa yang sengaja menyinggung ketiga gadis itu


Semua mata menoleh padanya dan hendak keluar dari sarangnya. Bahkan, Syifa menahan napasnya karna takut jika, Risa keceplosan


"Emang gue salah ngomong?", Risa bertanya pada, Fahri dengan menampilkan wajah polos untuk mengelabui ketiga gadis itu


"Ngga" sahut, Fahri yang mengacak rambut, Risa


"Udah ah. Gue mau ke toilet" cetus, Syifa tiba-tiba yang sudah hendak berdiri


"Mau aku temenin?" tawar, Luthfi dan Syifa hanya mengangguk


"Harusnya loh ditemenin sama kedua teman loh itu" cetus, Dinar yang menunjuk, Risa dan Viona. "Kenapa loh mau ditemenin sama, Luthfi? Yah gue tau, kalau sekarang kalian udah jadian. Tapi apa perlu loh ke toilet ditemenin sama cowok loh? Luthfi kan belum jadi suami loh" ujarnya


Syifa menoleh pada, Luthfi yang tidak bergeming. Luthfi menghela napas kasar. Tatapannya kembali dingin dan tentu saja membuat, Syifa sedikit takut


"Ayo", Luthfi tidak memperdulikan ucapan, Dinar. Ia menarik tangan, Syifa. "Fahri? Toiletnya dimana?" tanyanya pada, Fahri namun genggaman tangannya tidak ia lepaskan


"Loh lurus aja. Nanti belok kiri", Fahri memberikan arahan pada keduanya


Tanpa menunggu lama, Luthfi menarik tangan, Syifa untuk menuju toilet. Ia sama sekali tidak menghiraukan, Dinar disana yang memandangnya dengan tatapan memelas sekaligus kesal


"Tolong yah kak. Jangan campuri urusan pribadi mereka. Seperti yang, Luthfi tadi bilang, dia ngga suka urusan pribadinya di masuki orang lain" seru, Viona yang mengingatkan, Dinar

__ADS_1


"Kenapa jadi loh yang sewot. Suka-suka dia dong" tukas, Lury yang membela, Dinar


"Lury" tegur, Dini namun ia tidak menghiraukannya


"Kenapa emang loh? Luthfi teman gue! Loh ngga dengar tadi dia bilang apa? Kecuali teman-temannya" titah, Viona dengan penuh penekanan


"Sayang. Udah", Vigo, berusaha melerai keduanya


"Apa? Loh mau ngebelain sahabat loh itu? Ia?" teriak, Viona yang sudah dipenuhi emosi


"Sayang! Gue ngga ngebela dia. Gue cuma ngga mau loh kayak gini. Yah? Jangan kek gini. Please sayang" bujuk, Vigo dengan lembut. Walau sebenarnya ia sangat takut jika, Viona kembali marah dan menjauhi dirinya seperti dulu


"Viona" panggil, Risa lalu menggeleng pelan


"Ayo. Marah aja. Terus tinggalin, Vigo" batin, Lury


Viona menghela napas dan sejenak memejamkan matanya. Lalu kembali ia buka dan melihat wajah, Vigo disana. Senyumnya sedikit terukir. "Maaf sayang" ia memeluk, Vigo karna berteriak padanya


"Ngga apa-apa sayang", Vigo, merasa lega dan kembali memeluk erat, Viona seperti tidak ingin lagi melepaskan, Viona kedua kalinya


"What? Dia ngga lagi marah?" batin, Lury


"Ada apa nih?" tanya, Syifa ketika sudah kembali bergabung


"Biasa. Drama" sahut, Risa dengan enteng


"Drama apa?" tanya, Luthfi yang kini duduk memeluk, Syifa dari belakang


"Drama 2V" sahut, Risa menaikkan dua jarinya


"Apa 2V?" kini giliran, Fahri yang bertanya


"Viona, Vigo. Itu kan 2V. Gimana sih" gerutu, Risa


"Astaga"


*


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan votenya yah 😊 Terima kasih untuk yang sudah mendukung 🤗

__ADS_1


__ADS_2