
Para anggota geng Kobra itu serentak kocar-kacir mencari keselamatan untuk diri mereka sendiri.
Sementara itu di tempat yang lain, Yuki menyusuri tiap ruangan di sekitar Stadion Arena Turnamen Bela Diri itu
Ruangan satu dan dua kosong, Yuki melanjutkan ke ruangan yang ketiga.
Ternyata terjadi sebuah pertempuran yang amat sengit disana, dimana Nenek Lasmi, Yuda, Nando, Arya dan peserta turnamen Bela diri yang lainnya sedang melawan anggota geng Kobra.
Pertempuran sengit pun terjadi, hingga datang seorang laki-laki bertubuh kekar berambut lurus sebahu dan memakai ikat kepala berwarna merah bergambar ular kobra. Keluar dari sebuah lubang berwarna merah dan hitam.
Dialah Baskoro pemimpin geng Kobra, Baskoro melakukan aksinya menculik orang-orang yang di kehendakinya dengan meyedot mereka ke dalam cincinnya.
Melihat orang yang di lihatnya menghilang, Nenek Lasmi memerintahkan cucu-cucunya menjauh dari pertempuran.
"Yuda, Nando, Bima...! cepat tinggalkan tempat ini....!" seru Nenek Lasmi yang nampak sangat cemas sekali.
"Neneeek...!" panggil Yuki ketika bertemu Nenek Lasmi yang hendak keluar ruangan.
"Yuki....! untuk apa kamu kesini? ayo kau cepat lari dari tempat ini..!" seru nenek Lasmi.
"Nenek, kenapa kami harus kita lari?" tanya Arya yang penasaran.
"Kita tak tahu senjata apa yang mereka gunakan. Tiba-tiba membuat orang menghilang begitu saja! kita harus kumpulkan informasi terlebih dahulu...!" seru Nenek Lasmi yang sangat penasaran sekali.
"Iya, kita harus cari tahu dulu! Agar kita tahu lebih jelasnya!" seru Yuki yang menambahi.
Kemudian Mereka berlima berusaha untuk lari menjauh dari pertempuran diruangan itu.
Namun hal itu tercium oleh Baskoro, dan dia memerintahkan anak buahnya mengejar Nenek Lasmi dan yang lainnya.
"Kejar mereka..! ambil cincin yang ada pada nenek tua itu...!" perintah Baskoro pada anak buahnya.
"Baik ketua...!" jawab anak buah Baskoro yang bergegas mengejar Nenek Lasmi dan yang lainnya.
"Yuki bawa nenek pergi...!" seru Arya yang siap menghadang Baskoro.
"Iya....!" balas Yuki.
__ADS_1
"Kak, cepat lari dan cari bantuan...!" seru Yuda yang sangat khawatir.
"Iya, Ayo nek! Tadi kak saga dan Rani berada di arena pertandingan!" seru Yuki yang menggandeng nenek Lasmi.
"Iya, sebaiknya kita kesana...!" seru Nenek Lasmi yang kemudian mereka bergegas melangkahkan kaki menuju ke arah Arena Turnamen bela diri, meninggalkan Arya.
Tak disangka, ada empat orang anggota geng kobra yang mengikuti mereka, dengan terpaksa Nando dan Yuda menghadang keduanya.
Namun baru beberapa jurus, Nando dan Yuda kewalahan melawan empat anggota geng Kobra itu, dan kedua pemuda itu tersedot masuk ke dalam cincin milik ketua geng Kobra yaitu Baskoro.
"Yuda.....! Nando...!" teriak Yuki yang berkaca-kaca.
"Nenek tua...! cepat serahkan cincin itu...! atau kau bernasib seperti cucu-cucumu tadi hah...!" seru Baskoro dengan bengisnya.
"Cincin apa yang dia maksud nek?" tanya Yuki yang penasaran.
"Cincin yang aku temukan bersama cincin yang dipakai orang itu waktu dulu. Waktu itu nenek masih muda dan nenek kira kalau cincin ini adalah cincin biasa, tapi kenapa orang itu menginginkannya?" jawab sekaligus tanya nenek Lasmi yang sebenarnya masih penasaran apa kehebatan dari cincinnya itu.
"Mungkin itu merupakan cincin keramat! Yang ada kemampuan di dalamnya, tapi kita tak tahu cara menggunakannya!" kata Yuki yang memberi pendapat.
Yuki pun bersiap dengan pedangnya, dan bersama Arya, mereka menghadang Baskoro dan beberapa pengawalnya.
Sementara itu Nenek Lasmi mengerti apa yang dimaksudkan oleh Arya, dan dia bergegas untuk berlari menuju ke arah arena pertandingan, untuk mencari dua murid kakak seperguruannya itu.
Sesampainya di arena pertandingan, dia melihat Rani dan Sersan Saga Saga sedang bertarung melawan Jarot dan Annet.
Kemudian pandangannya mengarah ke dua sosok laki-laki beda usia, yaitu Paman Sidiq dan Raditya. Wanita tua itu segera melangkahkan kaki untuk menghampiri Paman Sidiq dan juga Raditya.
"Kalian terkena racun, coba kalian minumlah ini..!" seru nenek Lasmi yang kemudian memberikan dua botol kecil yang berwarna merah kepada Paman sidiq dan Raditya.
Paman Sidiq dan Raditya saling pandang dan kemudian menerima botol merah itu lalu meminumnya.
"Sidiq duduk bersila lah, akan aku salurkan hawa murniku.Agar penawar racun itu cepat bekerjanya!" seru nenek Lasmi.
"Baiklah Bibi Lasmi!" balas Paman Sidiq.
Dan paman Sidiq menuruti apa yang dikatakan oleh nenek Lasmi,yaitu duduk bersila membelakangi wanita tua itu.
__ADS_1
Sementara itu, Yuki dan Arya yang sudah berkali-kali melumpuhkan Baskoro, dengan jurus-jurus andalan mereka, yang pada awalnya mampu mengalahkan Baskoro, namun berkali-kali pula Baskoro dapat pulih seperti sedia kala.
"Arya, kalau begini terus kita akan mati kehabisan tenaga!' seru Yuki yang napasnya pada saat ini sudah terengah-engah.
"Betul, tak ada gunanya kita melawan! sebaiknya kita lari menjauh...!" seru Arya yang memberi gagasan.
"Iya, saat dia lengah kita lari...!" ajak Yuki yang menyetujui ide Arya.
"Betul itu!" seru Arya seraya menganggukan kepalanya dan bersiap-siap kembali menyerang Baskoro.
Dan benar saja, pada saat Baskoro lengah karena terkena pukulan pedang sepasang mereka, Arya dan Yuki berusaha untuk berlari menuju arena pertandingan.
Sesampainya di Arena, mereka melihat Sersan Saga dan Rani bertempur melawan musuh mereka.
Dan juga melihat nenek Lasmi yang sedang mengobati Paman Sidiq dan Raditya.
"Kita sebaiknya keluar dari sini, Yuki kamu papah kakaknya Rani yang masih lemah. Aku dan Sidiq akan berusaha untuk memberi jalan, dan kami Arya kamu juga bantu kami dari belakang. Kita terobos pasukan geng Kobra yang menghalangi pintu keluar itu...!" seru Nenek Lasmi yang memerintah.
"Baik Nek, tapi ada yang harus saya lakukan?" tanya Arya yang mendekat ke pertempuran dimana Rani dan Sersan Saga melawan Annet dan Jarot.
"Eh, belum paham juga! Kamu itu tugasnya menghalau anggota geng kobra yang mengikuti dari belakang!" seru Yuki yang sedikit gemas sama Arya, karena masih belum paham juga.
"Iya, iya! Aku tahu!" seri Arya dengan sedikit menggerutu, dan dia menatap ke arah Rani dan Sersan Saga.
"Rani, kak Saga, kalian harus lawan mereka dengan jurus Pedang sepasang kalian..!" kata dalam hati Arya yang penuh harap.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1