
"Apa sih....!" muka Rani memerah tersipu malu dan sersan Saga mengulas senyumnya.
"Mereka memang pasangan serasi, terbukti jurus pedang sepasang yang kita latih bertahun-tahun tidak bisa membuat ledakan-ledakan. Tapi mereka baru saja mereka belajar terutama Saga, sudah bisa membuat ledakan-ledakan yang dahsyat!" kata nenek Lasmi.
Sementara itu Rani dan Sersan Saga sudah melangkahkan kaki sampai di teras dan menuju ke halaman perguruan Darma putih.
"Kita mau kemana sayang?" tanya Sersan Saga yang penasaran.
"Ketempat yang pernah kita datangi!" Jawab Rani sambil memegang liontin pusaka.
"Maksud kamu apa di goa belakang air terjun?" tanya Sersan Saga yang menebak.
"He..em...!" jawab Rani seraya menganggukkan kepalanya dan posisi mereka pada saat ini adalah saling berhadapan.
"Goa belakang air terjun...!" seru Rani seraya memegang liontin bambu kalung pusaka yang dia ada dilehernya.
"Cling...!"
Tak berapa lama mereka berdua telah sampai ditujuan mereka, yaitu didalam goa belakang air terjun.
"Oh, benar kita ke goa ini lagi!" seru Sersan Saga seraya mengulas senyumnya.
"Nona...! cepat serahkan cincin dan mustika biru pada tunanganmu....!" seru si Kity secara tiba-tiba.
"I..iya." sahut Rani yang kemudian menyerahkan cincin dan mustikanya pada Sersan Saga.
''Kak Saga, coba kak Saga pakai cincin ini." kata Rani yang menyerahkan cincin dan mustika tersebut, pada tunangannya.
"A...apa ini sayang?" tanya Sersan Saga yang menerima cincin dan mustika itu dengan rasa penasaran.
"Coba kak Saga dekatkan mustika biru itu ke mata cincinnya!" seru Rani dan Sersan Saga menurutinya, laki-laki itu mendekatkan mustika biru pada mata cincin yang ada di telapak tangannya.
Aneh bin Ajaib, Mustika biru itu tersedot masuk ke dalam cincin.
"Suruh tunangan kamu memakai cincin itu nona! maka dia akan bisa melihat aku!" seru si Kity, yang kemudian keluar dari liontin pusaka yang dipakai Rani.
Kemudian kucing putih itu duduk di atas batu yang biasa dipakainya tidur sewaktu belum bertemu Rani.
Rani pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dan kemudian melakukan apa yang dikatakan Kity.
"Kak Saga, coba pakai cincin itu dan usaplah mustika ya!" ucap Rani seraya mengarahkan.
__ADS_1
Sersan Saga pun melakukannya apa yang disarankan Rani dan ia merasakan ada tenaga besar yang masuk ke dalam tubuhnya.
"Aaargh....! Apa ini? Aku merasakan ada kekuatan yang masuk ke dalam tubuh aku!" gumam Sersan Saga yan melihat tubuhnya seperti mengeluarkan aura cahaya yang menyilaukan.
"Usap mustikanya kak!" seru Rani.
"Baiklah...!" seru Sersan Saga yang kemudian Sersan Saga mengusap mustika yang ada di cincin itu.
Seketika cincin itu mengeluarkan cahaya biru yang terang.
"A...apa ini?" tanya Sersan Saga yang terheran-heran.
"Itu cincin penangkal Tuan!" jawab Si Kity sambil menjilati kakinya.
"Si...siapa itu?" tanya Sersan Saga karena merasa tidak mengenal suara yang dia dengar itu.
"Kucing putih...!" balas Rani yang menunjuk ke arah si Kity sambil tersenyum.
"Ku...kucing itu?" tanya Sersan Saga. Yang mengarahkan pandangannya pada si kucing putih yang dimaksudkan oleh Rani.
"Iya....!" jawab Rani sambil menganggukkan kepalanya.
"Sejak kapan kucing itu ada bersama kita?" tanya Sersan Saga yang masih bingung.
"Ja...di itu kucing langitnya?" tanya Sersan Saga yang menatap Si Kity dengan tajam.
"He...em...!" jawab Rani tanpa membuka mulutnya.
"Hallo tuan, perkenalkan saya Kity, Saya kucing dari langit!" kata si Kity yang memperkenalkan diri dan sudah tidak menjilati kakinya.
"Oh, saya Saga." balas Sersan Saga.
"Saya sudah tahu tuan, anda tunangan majikan saya. Anda seorang polisi yang besok akan meninggalkan calon istrinya ke kota Sebrang." jelas Si Kity.
"Wah, kau sudah banyak tahu tentang aku ya!" seru Sersan Saga yang semakin penasaran.
"Masih ada lagi, anda dapat julukan dari nona saya yaitu si Jutek, si Nyebelin dan si bocah Tengil he...he. .!" celoteh si Kity, yang tentu saja membuat sersan Saga sangat terkejut dan sedikit memerah raut wajahnya.
"Hal terakhir seharusnya jangan di sebutkan juga Kity manis!" gerutu Rani yang menyadari perubahan raut wajah tunangannya.
"He.. he.. he....! maaf nona, keceplosan!" balas Kity sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sekarang jelaskan apa itu cincin penangkal itu?" tanya Rani yang sedari tadi penasaran.
"Eh iya, Cincin penangkal ini merupakan cincin yang akan bereaksi hanya ada pusaka-pusaka langit saja. Coba kamu serang tuan Saga dengan memakai liontin pusaka itu! dan tuan muda gosoklah cincin tuan secara perlahan." jelas si Kity yang sedikit mengarahkan.
Kemudian Rani dan Sersan Saga melakukan yang di katakan oleh si Kity.
Rani mulai mengubah cincinnya dan Sersan Saga mulai menggosok cincin.
Dan ajaib! Rani tidak bisa merubah liontin pusakanya seperti yang dia inginkannya.
"Tongkat...! Tombak...! belati....! Pedang...! Cambuk...!"
Dan hasilnya pun nihil, dan kalung pusaka itu, seperti kalung-kalung biasa yang tak berisi mustika.
"Hei, benar- benar aneh...!" gumam Rani yang kebingungan.
"Cincin itu memang di buat untuk mengendalikan pusaka-pusaka langit, karena Yang Mulia mengkhawatirkan bila pusaka-pusaka langit itu jatuh pada orang jahat. maka akan timbul kekacauan. Ya sepeti Baskoro, jadi gunakanlah jika bertemu dengan Baskoro" jelas si Kity.
""Lantas kenapa cincin ini aku yang memakainya? bukan Rani saja?" tanya Sersan saga sambil memperhatikan cincin yang di sematkan di jari kanannya itu.
"Setiap orang hanya bisa memiliki satu pusaka langit, bila mempunyai lebih dari itu, Di khawatirkan tubuh manusia yang memiliki dua pusaka langit tidak bisa menampung hawa energi dari pusaka-pusaka langit, yang akan berakibat fatal. Bisa sering sakit-sakitan dan bahkan meninggal!" jelas si Kity.
Sersan Saga menganggukkan kepalanya, tanda mengerti karena sejak memakai cincin penangkal tadi, hawa energinya bertambah berkali-kali lipat.
"Apakah ada khasiat cincin penangkal lainnya selain membuat pusaka langit tak bereaksi?" tanya Rani yang masih penasaran.
"Cincin penangkal ini cincin istimewa, selain membuat pusaka-pusaka langit lainnya tak bereaksi, bisa menyimpan dan memindahkan benda selain makhluk hidup juga bisa datang jika di panggil walaupun dari jarak jauh! Tapi yang memanggil si pemakai cincin lainnya." jelas si Kity.
"Maksudnya jika Baskoro memanggil nama kak Saga, maka kak Saga akan datang, begitu ya?" tanya Rani yang ingin tahu.
"Iya benar, walaupun itu jaraknya sangat jauh. Dan lagi harus menyebut namanya sebanyak tiga kali." jelas si Kity
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...