Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Pertempuran di tanah Lapang ll


__ADS_3

Edo si guru killer...!" sebut Rani saat menoleh ke arah orang yang melempar jarum beracun itu.


"Jadi benar, kau si gadis bertopeng itu..!!"seru Edo yang bersama empat orang anggotanya yang membawa Dito dengan tangan di ikat ke belakang.


"Iya, memangnya kenapa? takut ya..? ha..ha...! Ketahuilah aku adalah Ran si gadis bertopeng yang sesungguhnya, dan akulah yang semalam membunuh Handoko, Albert dan pengikutnya...!! ha..ha...!!" jelas Rani dengan tegas.


"Kurang ajar...! bedebah sialan...! Handoko dan Albert kau bunuh...!! kali ini kau harus matiii....!!" seru Edo.


"Mau membunuh aku..? coba saja kalau bisa..! malah kalian akan menambah daftar prestasiku membunuh geng kobra,ha...ha...!" seru Rani sambil tertawa sinis.


"Bedebah...!!" umpat Edo geram.


"Jo .! kalian hadapi mereka, aku akan hadapi Dia..!!" seru Rani sambil menunjuk ke arah Edo.


Dan Jonathan menyerang


"Sombong sekali kau...!" seru Edo yang melihat Rani membagi tugas.


"Cih...! lebih baik sombong pada musuh dari pada jadi pengecut curut seperti kalian..!!" umpat Rani yang dengan posisi siaga.


"Kurang ajar...!! belum tahu curut ngamuk rupanya..! hei kalian hadapi dia, aku jaga Dito biar tidak jadi pengganggu...!" seru Edo yang dapat balasan tatapan mata kekesalan dari ke empat geng kobra yang sedang mengawal Dito.


"Ha...ha..!! tak kuduga guru Killer ternyata Loser...! ha..ha..!" ejek Rani.


"Kurang ajar....! aku robek mulutmu...!!" seru Edo yang kemudian maju menyerang Rani.


Rani dengan sigap menangkis serangan tangan kosong Edo dari jurus pukulan sampai tendangan telah beradu.


Merasa sering terdesak, Edo mengeluarkan jarum beracunnya.


Rani mampu menghindarinya, dan jarum beracun itu melesat mengenai anggota geng kobra sendiri yang menyerang Jonathan dan geng Serigala.


"Hati-hati jarum beracun...!!" Seru Rani yang memberi peringatan pada kawan-kawannya untuk meningkatkan kewaspadaan mereka


Edo kemudian dibantu empat anggota geng kobra dengan meninggalkan Dito sendirian dan menyerang Rani.


"Serang...!'


"Bagh....!"

__ADS_1


"Bigh...."


" bugh...!"


Mereka menyerang Rani membabi buta.


"Hiaaatt..."


""Bagh.!!"


"Bugh...!!"


"Dheeesh...!!


Dengan cepat Rani pun mengembalikan serangan mereka.


"Aku harus segera membereskan mereka...!" batin Rani.


Dengan Perpaduan jurus Tarian dewa dan tehnik tendangan berputarnya, keempat anggota geng itu terkapar.


Kini hanya tinggal Edo.


"Dorr...!"


Betapa kagetnya Rani, karena bukan dia yang tersungkur.


Edo tiba-mengerang kesakitan, dia berlutut dan berguling memegang lutut kanannya yang bersimbah darah.


Gadis itu mencari tahu apa yang terjadi.


"Rani...! kamu tak apa-apa..!?" tanya seseorang yang muncul dari belakang Edo dengan seragam kepolisian itu menyarungkan pistolnya.


"Kak Saga ...! ah.. bukan...! Inspektur Alex...!" seru Rani yang keheranan.


Inpektur Alex pun menyuruh bawahnya memborgol Edo dan beberapa anggota geng kobra yang masih hidup.


"Aku tak apa-apa..!" balas Rani.


Ternyata Inspektur Alex membawa lima puluh pasukannya dan beberapa truk untuk mengangkut para anggota geng kobra, baik yang tewas maupun luka-luka.

__ADS_1


Sejurus kemudian, pasukan polisi itu membantu Jonathan dan geng Serigala dalam melumpuhkan anggota geng kobra yang tersisa.


"Inspektur Alex..! anda...!" seru Raani saat Alex menghampirinya.


"Wah..! baru bertugas langsung panen nih..! ha..ha..!" kelakar Inspektur Alex.


"Kenapa anda tiba-tiba datang .membawa pasukan.... bukankah mereka pasukan yang biasa bersama kak Saga..?" tanya Rani yang mengenal beberapa anggota pasukan itu.


"Iya, mulai sekarang saya yang menggantikan Inspektur Saga membawahi pasukan khusus kriminal...!" tegas Inspektur Alex."Wah..! selamat ya Inspektur..!" seru Rani sambil menjabat tangan Inspektur Alex.


" Sebetulnya sejak Inspektur Saga di tugaskan..! tapi karena komisaris gadungan itu, yang telah menyembunyikan surat mandat dari pusat, jadi baru hari ini aku diangkat di divisi kriminal menggantikan Inspektur Saga" jelas Inspektur Alex.


"Apa aku boleh usul..!?" tanya Rani sambil tersenyum.


"Usul Apa..?" Inspektur Alex balik bertanya.


"Kalau datang jangan pas lawan sudah terdesak alias sudah dilumpuhkan...!!" bisik Rani sambil tersenyum.


"Ha..ha.. kau ini. ! apa kau kira adegan sinetron atau film...! jiahh...ha ..ha..! kami akan datang bila ada yang melapor. Jika laporannya cepat, kami akan datang juga lebih cepat. Kalau tidak ada laoran dari masyarakat,kami tidak akan datang. Begitulah...! jadi tergantung laporan masyarakat, semakin cepat semakin baik..!" jelas Inspektur Alex.


"Ok..! sipp....!" seru Rani sambil menunjukan dua jari jempol tangannya.


Setelah semua dibereskan oleh satuan pasukan polisi dibawah pimpinan Inspektur Alex, kini tinggal Rani, Inspektur Alex, Jonathan, anggota geng Srigala terpilih dan Dito.


"Dito...! sebaiknya kamu jangan pulang kerumahmu dulu, karena kemungkinan kamu dalam bahaya. Buktinya tadi Edo mengikatmu" kata Rani saat semua berkumpul.


...~¥~...


...Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/favorite/rate 5/gift maupun Vote-nya ya......


...Dukung pula novel saya yang lainnya;...


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...


...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA...


...Terima kasih....

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2