Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Masih Cerita Nindy


__ADS_3

Kak Jo...!!" suara terakhir Nindy yang pada akhirnya dia tak sadarkan diri karena darahnya yang terus mengalir.



Truk kontainer itu membawa sisa anggota mereka dan para korban penculikan mereka.


Terus melaju hingga berhenti di tengah hutan yang angker. Selain gelap, penuh bukit-bukit yang terjal.


Jika orang yang memasuki hutan itu, dia akan menemui banyak binatang buas dan berbisa.


Tengkorak dan tulang belulang manusia ada di mana-mana, mayat-mayat mutilasi yang kebanyakan dari mereka di ambil organ tubuhnya.


Bila sampai ke tengah hutan, mereka akan menemui banyak orang gila dan yang pastinya, kebanyakan dari mereka wanita.


Mereka korban penganiayaan fisik dan mental.


Nindy yang terkena luka tembak di rawat di sebuah ruangan bersama korban-korban lainnya yang terluka karena tembakan dan senjata lainnya.


"Aa..ku dimana?" tanya Nindy saat bangun dari tidurnya.


"Kau ada di neraka dunia..!!" jawab seseorang laki-laki berpakaian putih- putih yang merupakan perawat yang sedang membenarkan infus Nindy.


"Maksud kamu..?" tanya Nindy yang bingung.


"Disini tempat perdagangan organ tubuh manusia, korban penganiayaan, perdagangan balita dan sampai perdagangan wanita " jelas laki-laki itu.


"Namaku Nindy, siapa..?tanya Nindy pada laki-laki itu.


"Aku Bonny, asisten perawat di sini" jawab laki-laki yang berpakaian serba putih itu.


"Kalau disini menyeramkan, kenapa kamu tak kabur dari sini..!?" tanya Nindy yang penasaran.


"Aku dan kawan -kawanku pernah berusaha untuk kabur..!" kata perawat itu.


"Lantas.?" tanya Nindy penasaran.


"Tiga orang dari kami tewas di patok ular berbisa, aku dan temanku selamat dari menawan binatang buas karena kami kembali kemari." jelas Bonny yang mengingat beberapa kali usahanya untuk kabur dari tempat itu.


Andai Bonny dan kawan-kawannya berpikiran menyamar sebagai salah satu anggota berslayer hitam. Mungkin bisa lain ceritanya.


Sedangkan Nindy mempunyai tubuh lebih mungil dari Rani karena postur tubuhnya begitu.


Sementara ini Nindy yang sudah sembuh menyamar sebagai perawat.Dia merawat orang-orang yang sakit dan terluka karena perkelahian dan senjata tajam.

__ADS_1


Kadang Nindy ditugaskan merawat wanita-wanita yang habis melahirkan.


Mereka wanita dan gadis yang jadi korban nnafsu bejjat mereka. Bagi yang hamil, mereka tidak akan mendapat kesempatan menggendong anak mereka.


Karena anak mereka adalah ladang uang para penguasa mereka saat ini.


Mereka memperdagangkan bayi dan wanita-wanita serta organ-organ tubuh manusia.


Nindy juga pernah membantu dokter bedah, yang mengoperasi mengambil ginjal,mata dan lainnya.


Rasanya tak kuat menyaksikan semuanya itu.


"Bonny, apa kamu tak memikirkan bila suatu saat, kita juga akan jadi korban mereka?" tanya Nindy saat di ruangan mereka.


"Iya, sempat terpikirkan juga sih..! Kita sebaiknya kabur setelah mereka berangkat ke kota..!!' seru Bonny saat berkemas-kemas membawa barang-barang yang nanti di butuhkan dalam perjalanan.


"Nampaknya siang ini mereka berangkat...!!" kata Nindy yang juga sudah bersiap dengan perbekalannya.


Dan benar, para laki-laki berslayer hitam siang ini diberangkatkan dengan truk kontainer menuju ke kota.


Walaupun sudah banyak berkurang, penjagaan masih ketat di setiap lorongnya.


Nindy dan Bonny mengendap-endap menyusuri lorong-lorong itu.


"Hai..ngapain kalian di sini..?!" tanya salah satu orang berslyer merah saat tepat berada di belakang Bonny.


"Oh..hanya melepas lelah sebentar, kami perawat di sini..!" jawab Bonny sekenanya.


"He..he..! kalau sudah selesai, cepat bertugas kembali. Kalau tahu seseorang yang mencurigakan, laporkan pada kami..! tahanan kita ada yang kabur..!" kata orang berslayer merah itu.


"Baik..!!" jawab Bonny yang masih meneggelamkan wajah Nindy di dadanya. Karena dia tahu yang dia maksud adalah Nindy.


"Sial..! gadis itu harusnya jadi umpan buat si pendekar bertopeng sialan itu..! malah dia kabur..!" kata salah satu orang berslayer merah itu sambil berlalu.


"Sebaiknya kita cari lagi anggota keluarganya yang lain..!!" seru mereka dari kejauhan yang masih terdengar oleh Nindy.


"Keluargaku dalam bahaya..!! kak jo, Nara, Om Jordy...!!" gumam Nindy.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita..!!" seru Bonny yang melepaskan pelukannya pada Nindy karena orang yang berslayer merah itu telah menjauh.


Setelah mengendap-endap cukup lama, akhirnya mereka berhasil keluar dari perkampungan itu.


Namun baru saja keluar, mereka di hadang orang-orang gila yang hendak mengambil perbekalan mereka.

__ADS_1


Bonny dan Nindy berlari menghindar dan menjauhi mereka.


Dengan terengah-engah akhirnya mereka bisa terbebas dari orang-orang gila itu.


Akhirnya mereka tiba di sebuah aliran sungai yang cukup lebar dan mereka memberhentikan langkah untuk sekedar mencuci muka mereka untuk mengusir rasa lelah.


"A...apa itu..?!" tanya Nindy sambil menunjukkan tangan ke arah sesuatu yang bergerak di tengah sungai.


"Gedhebog(batang) pisang itu..!!" sahut Bonny yang hendak membuka bekalnya.


"Buaya..! itu buaya Bonny..!!" seru Nindy yang ketakutan.


Mereka segera berlari lagi menjauh dari sungai.


Cukup jauh juga mereka meninggalkan aliran sungai tadi.


Kembali Nindy melihat sesuatu yang tak gerak yang panjang dan bersisik.


"Ular...!" seru Nindy.


"Mana..?!" tanya Bonny yang penasaran.


"ituuu...!!" jawab Nindy yang mengarahkan jari telunjuknya ke arah yang dimaksud.


"Ular pithon...!! dia habis makan siang rupanya." kata Bonny saat melihat perut ular yang menggembung..


"Kita cari jalan lain..!!" seru Nindy yang menarik tangan Bonny.


Bonny pun mengikutinya.


"Kita cari jalan yang di lalui truk kontainer saja, lebih aman dari hambatan...!!" usul Bonny.


"Betul..!! Ayo kita cari sebelum hari gelap..!!" ucap Nindy.


Dan mereka pun mencari jalan yang di maksud.


Butuh waktu cukup lama, namun akhirnya mereka menemukannya.


...~¥~...


...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2