Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Berdua di Apartemen


__ADS_3

Demikian pula dengan Sersan Saga yang menyalami kedua keluarga kekasihnya itu.


Kemudian Rani dan Sersan Saga melangkahkan kaki menuju ke sepeda motor sport milik Sersan Saga yang sudah dipersiapkan oleh pemiliknya yang sudah ada di depan teras rumah keluarga Wibowo itu.


"Pakai helmnya Ran!" Seru Sersan Saga seraya menyerahkan helm pada Rani.


"Iya, terima kasih kak!" balas Rani yang kemudian memakai helm warna merah muda itu setelah menerima helm tersebut dari kekasihnya.


Kemudian Rani segera memakai helm tersebut dan demikian pula dengan Sersan Saga yang juga memakai helmnya dan naik ke atas sepeda motor, kemudian menyalakan sepeda motornya.


Setelah Rani naik ke sepeda motor , tepatnya dibelakang Sersan Saga, Polisi itu bergegas melajukan sepeda motornya menyusuri ke arah jalan raya perkotaan.


"Kak Saga, biasanya kan di kepolisian di beri tunjangan perumahan atau rumah dinas gitu. Kak Saga kok pilih tinggal di apartemen, sih?" tanya Rani.


"Iya sih, tapi kakak tidak mengambilnya." jawab Sersan Saga.


"Lho, memangnya kenapa kak?" tanya Rani yang penasaran.


"Apartemen yang saya tempati dulunya adalah milik Bibi Dina, sebelum menikah dengan Baskoro. Agar tidak di ambil alih Baskoro, setelah menikah di atas namakan namaku. Bibi Dina juga punya dua buah butik yang cukup laris pada waktu itu. Sebelum Bibi dan Sari meninggal, rencananya mau di atas namakan Sari untuk kedua Butik tersebut. Tapi terlanjur ketahuan Baskoro, maka kedua Butik diambil alih Baskoro." jawab Sersan Saga yang tetap menatap ke depan karena sedang mengendarai sepeda motornya.


"Wah...! tambah julukan nih buat Baskoro! Selain orang yang ingkar janji, juga pengecut dan matre. Orang kayak gitu kok, mamanya kak Sania mau menikah sama Baskoro?" gumam Rani.


"Ha...ha...ha....! bisa saja kamu!" seru Sersan Saga sambil tertawa.


Tak berapa lama sepeda motor itu memasuki halaman sebuah aparteman, dan Rani terus menebarkan pandangannya kesekitarnya para saat Sersan Saga telah menghentikan laju motornya di area parkir apartemennya.


Mereka pun turun dari sepeda motor tersebut dan melepaskan helm masing-masing dan kemudian berjalan menuju sebuah lift.


Setelah sampai di depan pintu lift, selang beberapa detik kemudian lift itu pun terbuka.


"Ayo masuk Ran!" ajak Sersan Saga.


"Eh, iya kak!" balas Rani yang mengikuti langkah Sersan Saga.


Beberapa detik kemudian kotak besi itu sudah mengantarkan kedua sejoli itu ke lantai atas, setelah pintu lift terbuka mereka melangkahkan kaki menuju pintu paling ujung.


"Lantai empat nomor 132" kata Rani dalam hati menghafal nomor pintu apartemen Sersan Saga, pada saat keduanya sudah berada didepan pintu tersebut.


"Akhirnya, home sweet home!" seru Sersan Saga sesudah membuka pintu apartemennya.


"Jadi ini apartemennya kak?" tanya Rani yang penasaran, dan perlahan-lahan memasuki apartemen itu.


Sementara Sersan Saga mengikuti dibelakang Rani.

__ADS_1


"Iya, inilah tempat yang selama ini menjadi tempat tinggalku." jawab Sersan Saga seraya menutup pintunya.


Rani menebarkan pandangannya ke sekelilingnya, sedangkan Sersan Saga merebahkan diri ke atas sofa kesayangannya.


"Untuk ukuran cowok, lumayan rapi dan bersih sih!" batin Rani saat berkeliling melihat dapur dan kamar mandi di apartemen Sersan Saga.


Kemudian Sersan Saga ingat tujuannya, dan segera mengambil tas ranselnya dan mulai berkemas.


Sedangkan Rani sedang sibuk melihat pigura-pigura yang terpajang di dinding.


Ada foto-foto masa kecil Sersan, saat-saat Sersan Saga masih pendidikan, saat mendapat penghargaan dan yang menarik bagi Rani adalah foto keluarga Sersan Saga.


Rani sempat melihat foto Sari, adik Sersan Saga yang memang mirip dengannya sebagai Rani, yaitu sama-sama berkepang dan berkacamata.


Ketika Rani sibuk memandangi foto keluarga, tiba-tiba Sersan Saga memeluk dan mencium leher kekasihnya itu.


"Kak Saga...!" panggil Rani lirih yang merasa geli.


Rani pun membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Sersan Saga, dan mengalungkan kedua tangannya ke leher kekasihnya itu.


Demikian juga Sersan Saga mengaitkan kedua tangannya di pinggul Rani.


"Jangan pernah berpikir atau menyuruh kakak mencari penggantimu, yakinlah cinta kakak hanya untukmu seorang. Jangan pernah berpaling dan meninggalkan kakak ya! Percayalah kalau kak Saga akan setia menunggumu, karena syarat jadi istri seorang polisi adalah minimal lulus SMA. Jadi setelah kamu lulus, kakak akan menikahimu." kata Sersan Saga yang panjang.


"Iya kak..!" jawab Rani singkat.


"Cupp...!"


Sersan Saga dibuat kaget atas tindakan Rani yang tiba-tiba itu, dia tak menyangka malah Rani yang lebih dulu menyerangnya.


Kemudian Sersan Saga memegang dagu gadis pujaannya itu agar bisa melihat wajah kekasihnya yang masih kemerahan karena malu itu.


"Kakak boleh nambah?" tanya Sersan Saga sambil tersenyum karena merasa senang.


Rani pun melebarkan matanya saat mendengar ucapan kekasihnya itu.


"Tadi kan yang kanan, yang kiri minta bagian nih!" pinta Sersan Saga dengan pandangan yang memohon.


Rani tak kuasa saat menatap bola mata Sersan Saga itu. Dan akhirnya kembali Rani mencium pipi Sersan Saga namun kali ini untuk pipi yang sebelah kiri.


"Cupp....!"


Sersan Saga pun senang dibuatnya, dia kemudian memeluk dan mencium kening Rani berkali-kali seolah tak mau berhenti.

__ADS_1


"Eh, kak Saga! Sudah-sudah kak!" seru Rani yang memohon.


Ketika dua sejoli itu sedang asyik bermesraan, tiba-tiba ponsel Rani berbunyi.


"Derrt....derrttt...!"


Kemudian Rani menyuruh Sersan Saga menghentikan aksinya mencium keningnya. Dan Segera Rani membuka ponselnya setelah ponsel diambil dari tasnya.


"Kakak muda..!" bisik Rani yang menirukan panggilan Sersan Saga untuk Kakaknya Raditya yang menatap Sersan Saga.


Sersan Saga mengernyitkan kedua alisnya karena penasaran, kenapa Raditya tiba-tiba menelepon. Lalu Rani pun segera mengangkatnya.


^^^"Halo kak Radit....!" sapa Rani.^^^


"Lama sekali angkatnya! Hayo, kalian sedang ngapain hayo!" seru Raditya.


^^^"Eh! Nggak ngapa-ngapain kak, cuma lihat foto masa kecil kak saga itu aja kok...!" jawab Rani yang kenyataannya Rani mempererat pelukannya pada Sersan Saga.^^^


"Ya sudah, cepat siap-siap. Tunggu kami di depan SPBU. Kami sudah mau otewe!" seru Raditya dari sebrang.


^^^"Baik kak! Dah ya Rani matikan ya!" jawab Rani yang kemudian menutup telponnya.^^^


Kemudian Rani memandang ke arah kekasihnya


 "Ayo kak berangkat. Kita tunggu mereka di depan SPBU." kata Rani.


Sersan Saga mencium kening Rani sekali lagi dan melepaskan pelukannya.


"Kak Saga mau cuci muka dan buang air dulu, agar tidak mampir-mampir nanti dalam perjalanan." kata Sersan Saga.


"Iya kak!" balas Rani sembari mengulas senyumnya.


Dalam hati Sersan Saga sebetulnya tidak mau cuci muka, karena ada bekas ciuman dari kekasihnya yang nanti akan lama dia dapatkan lagi.


Setelah selesai dari kamar mandi secara bergantian, mereka pun bergegas meninggalkan apartemen tersebut.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2