Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengantar Lilian ke Gym Raditya


__ADS_3

Kembali ke Rani, Setelah dari pemakaman Komisaris.


...🌹🌹🌹HAPPY READING🌹🌹🌹...


"Lili, setelah ini kamu mau kemana?" tanya Rani pada Lilian yang masih berduka, di sampingnya ada Inspektur Alex.


"Entahlah, rumah ini hanya rumah dinas. Jadi akan pindah tangan sama komisaris yang baru." jawab Lilian.


"Apa kamu punya keluarga terdekat?" tanya Inspektur Alex yang juga khawatir akan nasib Lilian.


"Aku bisa saja mengajak kamu tinggal bersamaku, yang aku khawatirkan kamu akan kesepian bila aku tinggalkan sendirian di apartemen jika aku sedang sekolah atau menjalankan misi." jelas Rani sambil menatap Lilian.


"Aku merepotkan ya? seandainya aku kemarin menurut seperti kata papa untuk belajar bela diri, tentu aku bisa jaga diri ku sendiri..!" ucap Lilian yang berkaca-kaca.


Rani dan Inspektur Alex pun saling pandang.


"Bagaimana kalau kamu tinggal di Gym bersama mama dan kakakku?" usul Rani.


"Iya aku setuju, disanakan banyak orang yang akan menjagamu." kata Inspektur Alex mengiyakan. Karena tak mungkin Lilian tinggal bersamanya sebelum ada ikatan pernikahan.


"Iya, mungkin aku bisa sedikit belajar beladiri..!" kata Lilian.


"Nah..! Inspektur Alex juga bisa berolah raga disana, bisa latihan dan juga sekalian apel..he..he..!!" goda Rani.


"Jadi sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui gitu maksudmu ya?" balas Inspektur Alex sambil tersenyum.


"Nah begitu maksud aku..he..he..!" jawab Rani sambil tertawa.


"Ok, kalian tunggu sebentar..! aku mau kemas-kemas, kita berangkat sekarang..!" seru lililan.


"Siap..!" jawab Inspektur Alex dan Rani kompak.


"Lilian pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk berkemas-kemas.


Tak berapa lama, Lilian pun selesai berkemas-kemas, dan mereka melaju ke Gym Raditya.


Di dalam mobil yang di kendarai Inspektur Alex, Rani duduk di kursi belakang bersama barang-barang milik Lilian.


Sementara Lilian duduk di depan bersama Inspektur Alex.

__ADS_1


"Aku antar Lili dahulu, setelah itu aku antar Rani


ke Apartemen..!" seru Inspektur Alex sambil mengemudi.


"Terserah sopirnya saja..!!" jawab Rani cuex.


"Iya lagi pula kak Alex belum begitu kenalkan sama Raditya, nanti bisa kenalan langsung sama Raditya agar nggak ada kecemburuan sosial..he..he..!" goda Lilian.


"Emangnya Raditya lebih ganteng dari pada aku?" canda Inspektur Alex. sambil tersenyum.


"Idih pedenya..! kebangetan..!!" canda Lilian sambil tersenyum.


"Iya percaya deh Inspektur Alex ganteng malah ganteng sekali...! tapi.....gantengnya banyakan kak Radit..he..he..!!" seru Rani yang membela Kakaknya.


"ah...! bisa saja kau ini..!! ha..ha..!!" balas Inspektur Alex, dan semuanya pun tertawa seolah melepaskan semua duka kemarin.


Setelah itu berkali-kali Rani menghubungi tunangannya, namun tak kunjung dapat jawaban.


Hatinya mendadak gusar, dengan pikiran entah kemana-mana


Hal itu di ketahui Inspektur Alex yang melihat Rani yang sering mengubah cara duduknya.


"Kamu kenapa? Ada masalah? tentang Saga ya?" tanya Inspektur Alex yang melihat dari kaca spion mobil yang terletak di atas.


"Iya nih, kak Saga dari tadi tak merespon...!" jawab Rani yang terus melihat ponselnya.


"Mungkin sedang ada misi atau tugas, sebaiknya kamu hubungi kembali nanti setelah mengantar Lilian." kata Inspektur Alex yang terus mengemudi.


"Iya Inspektur..!" dengan pandangannya ke arah luar jendela mobil.


Kity keluar dari liontin kalung pusaka.Kucing itu melihat keluar mobil lewat kaca jendela belakang mobil Inspektur Alex.


"Nona, nampaknya sudah bulan purnama. Waktu ya anda mencari pil langit..!" seru Kity yang memperhatikan sesuatu yang ada di langit malam hari.


"Iya, tak terasa sudah sebulan sejak di Air terjun lereng gunung...!" sahut Rani.


"Rani kamu bicara sama siapa?" tanya inspektur Alex yang penasaran.


"Eh, maaf lihat bulan purnama jadi ingat waktu kak Saga melamarku...!" jawab Rani sekenanya.

__ADS_1


Dan Kity pun tertawa riang, dan Rani membelalakan matanya pada Kity.


Setengah jam kemudian mereka sampai di tempat Gym.


"Pak Jarwo..! apa kabar..!" sapa Rani saat pak Jarwo membukakan pintu pagar Gym Raditya.


"Baik nona...!" jawab Pak Jarwo sambil menutup pintu pagar Gym Raditya.


"Kak Radit dan Mama ada?" tanya Rani saat keluar dari mobil.


"Ada nona, mereka sedang mengecek pembukuan Gym." Jawab pak Jarwo yang kemudian mengantar tamunya menuju lantai dua, ruang kerja Raditya.


"Tokk...! tokk...!!.Tokk...!!


"Masuk..!" jawab Raditya dari dalam ruangannya.


"Tuan Radit, saya Jarwo. Ada non Rani tuan.." kata Pak Jarwo saat membuka pintu ruangan.


"Mana?suruh masuk..!" seru Mama Lani tak sabar melihat putri angkatnya.


"Mamaa...!" panggil Rani yang saat masuk dan menghamburkan pelukannya pada Mama angkatnya.


"Mama kangen kamu sayang...!" seru Mama Lani yang tak henti-hentinya mencium kening putrinya.


"Kak Radit..!! panggil Rani yang kemudian memeluk kakaknya.


"Adikku yang cengeng..!" Raditya membalas pelukan dan mencium kening adiknya.


Tangis haru dari ketiganya, membuat Lilian pun ikut menangis.


...~¥~...


Maaf Up jamnya tak tentu, karena Author ada kerjaan di dunia nyata.


Yuk dukung novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..


Bagi yang sudah mendukung, baik like maupun komen. In syaa Allah nanti malam saya feedback.


Terima kasih.

__ADS_1


...Beraambung...


__ADS_2