
Kembali ke kisah Raditya.
...🌷Happy Reading🌷...
Raditya pun membacanya.
"SERANG RUMAH WIBOWO...!!"
"Apa...! Mama papa, Yuki dan yang lainnya..!!" seru dalam hati Raditya yang khawatir.
Raditya mencoba membuka pintu, namun tak bisa. Kemudian mencoba membuka jendela, namun tak bisa juga.
"Sial...! kalau begini...! aku seperti tahanan saja..!" gerutu Raditya.
Raditya berusaha mencari akal agar bisa keluar dari rumah serasa tahanan.
"Ah siaaall....sial..siaaalll....!! semuanya terkunci, di depan ada dua penjaga, bagaimana aku bisa keluar..?" tanya dalam hati Raditya.
Datang seorang pelayan wanita yang meminta tolong pada salah satu penjaga depan rumah.
"Kak, tolong kami..! di dapur banyak tikus yang memakan stok makanan kita..!" kata pelayan wanita itu.
"Aku saja yang ke bantu mereka, hati-hati ya jaga tahanan kita..!" seru penjaga sebelah kiri.
"Baiklah, jangan lupa nanti bawakan aku makanan yang banyak ya..!" pinta penjaga yang sebelah kanan.
"Apa? makanan..? kau kira aku mau makan di sana? mau tikus panggang..!?" tanya si penjaga sebelah kiri dengan geram.
"Aku kan hanya bercanda..! " ucap si penjaga sebelah kanan sambil tersenyum sinis.
Dan si penjaga sebelah kiri itu pun mengikuti si pelayan wanita tadi menuju gudang stok makanan.
Melihat kejadian itu, timbul ide Raditya.
"Tikuuus....!"
"Bleekk..!!"
"Tikuuss..!!"
"Bleek....!!"
Teriak Raditya yang pura-pura ada tikus dan menggerakkan selimut di ruang hampa dan keluarlah suara yang seperti memukul.
"Ada apa sih ribut-ribut..!" seru si penjaga yang tinggal seorang itu yang penasaran kemudian masuk ke ruangan di mana Raditya berada.
Raditya sengaja sembunyi di samping pintu dan ketika si penjaga itu berjalan masuk ruangan, Raditya memukunya dari belakang dengan siku tangannya.
"Dugh...!!"
"Brukk...!!"
Si penjaga itu tersungkur. Raditya kemudian memeriksa pakaian yang di kenakan si penjaga itu.
__ADS_1
"Pakaiannya tidak seragam,hanya saja atasannya kaos dan memakai slayer sebagai ikatan di kepala seperti bajak laut. Lebih baik aku tukar bajuku dengan kaos si penjaga itu..!" kata Raditya yang kemudian melepaskan kaos yang di gunakan si penjaga dan kemudian dia memakaikan kemeja kepunyaannya pada penjaga itu.
Radita menidurkan kembali pria itu, dan mengambil slayer pria tersebut dan memakainya.
Raditya berjalan keluar dari tempat itu dan menutup pintunya. Kemudian melihat ke sekekilingnya, untuk melihat situasi yang ada di hadapannya.
"Tempat apa ini? seperti sebuah perkampungan" kata dalam hati Raditya yang mengamati tingkah laku dan kebiasaan orang orang di sana.
Ada sebuah ruangan besar yang di jaga beberapa orang, Raditya curiga pada ruangan itu.
Rupanya dengan menyamar sebagai prajurit,menjadikan dia tak leluasa bergerak.
Akhirnya dia berinisiatif menjadi pelayan laki-laki.
Raditya mengendap-endap mengambil pakaian pelayan laki-laki yang di jemur di belakang rumah para pelayan. Dan dia mencari kamar mandi yang berada di belakang rumah juga dan di luar, untuk berganti pakaian.
"Aku harus buang pakaian ini, siapa tahu nanti buat masalah" kata dalam hati Raditya yang kemudian dia berbaur dengan para pelayan dan dia menyempatkan dirinya membaca peraturan dan larangan yang tertempel di dinding ruangan tersebut.
"Wah ternyata peraturan dan larangannya begitu banyak, aku harus hati-hati dalam melangkah.." kata dalam hati Raditya.
Markas I geng king kobra adalah sebuah perkampungan yang terdiri dari warga sebagai pemasok bahan baku racun dan makanan, pelayan wanita sebagai bagian konsumsi untuk melayani semua orang yang mempunyai tugas masing-masing.
Pelayan laki-laki sebagai peracik racun dan obat terlarang yang menjadi penghasilan mereka.
Sedangkan para penjaga itu merupakan orang yang berslayer merah yang sudah terdidik.
Sebagian dari mereka bertugas mengedarkan racun dan obat terlarang dan menjalankan misi rahasia dari dari pimpinan mereka.
Tempat itu di pimpin sepasang suami Istri yang biasa mereka sebut king kobra dan Sanca.
King kobra dan Sanca tidak mempunyai anak kandung, namun mereka mempunyai dua anak angkat yang nota bene mereka kakak adik kandung.
Mereka adalah Baskoro dan Handoko yang keduanya telah tewas.
Baskoro keluar dari markas guna melebarkan sayapnya di sekitar kota "J" dan dia menikah dengan Dina bibi Inspektur Saga.
Baskoro menggunakan Dina sebagai perantara melebarkan sayapnya, dan di saat Dina mengetahui rencana Baskoro.
Annet yang merupakan Istri kedua Baskoro, kemudian menggunakan Dina sebagai uji coba racun yang mereka buat.
Annet adalah salah satu penjaga didikan Sanca, yang bisa menggunakan jarum beracun. Yang sebelumnya dia telah menikah dengan salah satu penjaga Laki-laki namun sudah tewas dalam tugas, yang mempunyai anak yang bernama Sania.
Sedangkan Handoko menikah dengan pelayan wanita yang biasa melayani dan menyiapkan makan para petinggi geng king kobra.
Dari pernikahannya itu mempunyai anak bernama Albert. Dan keduanya telah tewas di tangan Rani saat di pertempuran di rumah kosong.
Handoko bertugas melebarkan sayapnya di kota Pusat. Maka dari itu dia menyamar sebagai anggota polisi sebagai Inspektur dan sempat mengelabui semua orang dengan menjadi komisaris Anggara.
Handoko berhasil membunuh Komisaris papa Lilian dengan racun buatan mereka.
Harapan king Kobra dan Sanca untuk meneruskan usahanya kini hanya ada pada Sania dan Dio.
Dan kini mereka juga berencana mendidik Januar menjadi seperti mereka.
__ADS_1
Raditya mendapat informasi itu dari sesama pelayan laki-laki yang bercerita pada saat mereka istirahat.
"Jadi seperti itu ya ceritanya. Kalau aku mau keluar dari tempat ini hanya dengan menyamar sebagai penjaga yang menjalankan misi." kata dalam hati Raditya.
"Tapi aku merasakan Rani akan kesini, lebih baik aku tunggu dan sekalian aku ingin tahu seperti apa king Kobra dan Sanca itu..!" lanjut kata dalam hati Raditya.
"Para penjaga semuanya berkumpul...!!" seru seorang penjaga yang tadi menjaga Raditya.Penjaga itu yang tadi membantu membasmi tikus di gudang bahan makanan.
Penjaga itu membawa seorang penjaga yang tadi di lumpuhkan Raditya.
Setelah setelah semua penjaga itu berkumpul, penjaga itu menerangkan maksudnya.
"Mereka dikumpulkan, memangnya ada apa ya..?" tanya Raditya yang penasaran.
"Belum tahu...!" jawab pelayan satu.
"Yang sempat aku dengar tadi, ada tahanan kabur..!!" kata pelayan kedua.
"Mereka mencariku..!!" batin Raditya yang berarti dia harus berhati-hati bertindak.
Raditya melihat penjaga yang memakai kemeja nya itu berkeliling dalam barisan.
"Ah untung saja aku tadi ganti pakaian pelayan, jika tidak bisa ketahuan oleh mereka." kata dalam hati Raditya yang kemudian dia masuk ke dalam ruangan pabrik pembuat racun bersama pelayan laki-laki lainnya.
Raditya sudah bisa menyesuaikan diri bergabung dengan mereka ,
Sedikit banyak dia tahu urutan kerja dan urutan pimpinan mereka.
Dia melihat ada orang keluar masuk di sebuah ruangan.
"Itu ruangan apa .?" tanya Raditya yang penasaran pada salah satu pelayan di sampingnya.
"Oh, itu pembuat penawar racun yang kita buat..!!' kata Raditya.
"Siapa saja yang bekerja di sana..?" tanya Raditya yang penasaran.
"Hanya orang kepercayaan mereka saja,!!" kata pelayan disampingnya.
Kini dia tahu setiap detail ruangan dan bangunan di markas itu.
"Aku harus mencari cara untuk menghancurkan tempat ini..!! seandainya ada Yuki atau Rani, mereka bisa menjadi pelayan wanita. Dan bisa menyelidiki siapa king kobra dan Sanca itu..!!" kata dalam hati Raditya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1