Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Menggagalkan Rencana Sania V


__ADS_3

Rani bergerak menuju lantai tiga supermarket, Jonathan menghamburkan diri bersama penonton sedangkan Raditya menggandeng Nara juga menghamburkan diri bergabung ke sekitar penonton berpura-pura menjadi sepasang kekasih.


Sebelum acara fashion show, ada acara lain yang di gelar, lomba menyanyi dan presenter.


Cukup lama juga kedua acara itu di gelar, karena hari mulai gelap.


Rani dan Jonathan tak melihat pergerakan yang mencurigakan. Tak ada orang memakai jaket bergambar ular kobra.


Tiba saatnya acara penjurian, dan kemudian di selingi fashion show.


Acara fashion show pun berjalan sebagaimana mestinya. Model-model cantik berjalan di catwalk dengan pose memperlihatkan keindahan baju yang mereka pakai.


Rani, Jonathan dan Raditya saling kominikasi, berjaga-jaga bila ada yang mencurigakan.


Di saat Raditya dan Nara sedang asyik melihat acara, Sania muncul bersama seorang laki-laki yang gagah dan tampan dengan postur tubuh sebelas dua belas dengan Inspektur Saga.


Rani dengan kacamatanya, mencoba memfoto Sania dan sesosok Pria yang di gandengnya.


Setelah dapat beberapa foto, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang aneh.


"Jo, kak Radit waspada...! disekitar kalian coba perhatikan..! banyak orang yang memakai kemeja abu-abu...!" seru Rani, saat melihat dari atas begitu banyak orang yang mayoritas memakai kemeja abu-abu dan kesemuanya laki-laki.


"Kemungkinan mereka tidak akan bergerak jika ada penonton, tetap waspada..!" seru Rani.


Tiba-tiba ada seorang pria memakai kemeja abu-abu mendekati Raditya.

__ADS_1


"Tuan, usai acara anda di undang makan malam oleh nona Sania di lantai tiga di restoran Jepang." kata orang itu.


"Baik..!" jawab Raditya.


Hal itu di dengar oleh Rani dan Jonathan.


"Restoran Jepang ya?" batin Rani, yang bergegas dia mencari tahu keberadaan restoran itu.


Rani melihat dua orang memakai kemeja abu-abu itu mendekati pelayan restoran.


"Ohw mungkin dia sedang membooking restoran, untuk acara mereka..!" kata dalam hati Rani.


"Aku akan kesana nona, aku penasaran apa yang mereka bicarakan..!" seru si Kity yang kemudai keluar dari liontin kalung pusaka.


Sedangkan Jonathan masih sibuk mengawasi pergerakan orang-oranng berkemeja abu-abu.


Raditya menggandeng terus tangan Nara sesekali menghalau orang yang usil pada Gadis cantik itu.


Hal itu tak lepas dari pandangan Sania yang juga menggandeng seorang laki-laki gagah di sampingnya.


"Sial...! kenapa aku yang cemburu lihat Radit bersama gadis itu...! Dia bukan adik Radit, gadis itu lebih mungil dari Rana." batin Sania.


"Sania, maaf saya tidak bisa sampai akhir acara. Saya ada piket hari ini. Jadi saya mau pergi sekarang...!" kata Lelaki itu pada Sania.


"Oh oke..!" jawab Sania yang agak kecewa, tapi dia memberikan cipika-cipiki dan pelukan pada laki-laki itu.

__ADS_1


Dan laki-laki itu meninggalkan acara fashion show.


"Kita ganti rencana B..!!" seru Sania pada laki-laki berkemeja abu-abu itu.


Raditya ya melihat Sania cipika-cipiki dan berpelukan dengan laki-laki lain sedikit meradang, namun dia berusaha mengendalikan emosinya.


"Jo..jangan jauh-jauh dari kak Radit..! bisa jadi Nara jadi sasaran...!!" seru Rani yang masih mengawasi dari atas, saat melihat ekspresi Sania melihat Nara.


"ok..!!" jawab Jonathan.


Setelah acara selesai, dua laki-laki berkemeja abu-abu kembali menghampiri Raditya.


Mereka mengawal Raditya masuk ke lift naik ke lantai tiga.


Sedangkan Jonathan berlari mencari tangga untuk naik ke lantai dua.


Sementara itu, anggota laki-laki berkemeja abu-abu menyebar. sebagian mengawal Sania menuju restoran Jepang, sebagian masih berada di tempat.


Raditya, Nara dan Sania dan beberapa orang berkemeja abu-abu sudah berada di dalam restoran Jepang.


...~¥~...


"Cukup sampai disini dulu ya.., dilanjut lagi nanti siang... Happy reading...😘😘"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2