
Pukul 05.30 Wib Rani sudah bersiap berangkat ke sekolah.
Gadis itu berangkat ke sekolah pagi sekali, karena mengingat jarak tempuh yang jauh.
"Kalau boleh milih sih, aku lebih senang motor sport kak Saga yang di tinggal di Lereng gunung...! kalau tidak demi penyamaran...!!" gerutu dalam hati Rani saat berhenti di lampu merah.
Lampu lalu lintas pun berganti hijau, Rani pun segera melajukan motornya.
Tiba-tiba motor Rani di berhentikan oleh satuan polisi lalu lintas.
"Aduh..! lupa aku kalau belum punya SIM..!!" Gumam Rani dalam hati.
"Permisi dik, bisa tunjukan surat kelengkapan...!!" seru seorang polisi.
Rani seperti mengenal sesosok polisi itu.
"Inspektur Alex...!!' panggil Rani.
"Rani...!" balas Inspektur Alex.
"Lho... kenapa anda di sini? bukankan anda sudah di pindahkan di bagian Kriminal?" tanya Rani yang heran.
"Eh iya ada perombakan di kepolisian, karena Komisaris sedang sakit parah, pusat mendatangkan komisaris sementara dari pusat." kata Inspektur Alex.
"Komisaris baru?" tanya Rani.
"Hey.. ini kamu kena apa? sepeda belum ada plat nomernya, kenapa di pakai di jalan Raya..?" tanya Inspektur Alex.
"He..he..! Sepeda motor ini baru di belikan oleh Inspektur Saga kemarin, Jadi nomornya belum turun Inspektur...!" jawab Rani sambi tersenyum.
"SIM ada tidak?" tanya Inspektur Alex lagi.
"Usia ku baru 17 tahun baru kemarin Inspektur..! Jadi maaf belum buat SIM. He..he..!" jawab Rani sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, besok kamu ijin libur sekolah sehari buat cari SIM. Hari ini aku bebaskan, asal mau foto denganku?" tanya Inspektur Alex.
"Eh.. foto.? nggak salah? Rani kan bukan artis?" Rani balik bertanya dengan keheranan.
"Mau tidak?" tanya Inspektur Alex
"Tapi aku boleh langsung pergi kan?" Rani balik bertanya
.
Setelah beberapa jepretan, Rani pun di perbolehkan pergi.
"Polisi aneh...! minta foto, buat apa coba..?" gerutu Rani dalam hati.
Akhirnya Rani pun sampai di sekolah, Rani pun berjalan di lorong kelas.
Tiba-tiba, Bella and the geng datang dari arah belakang Rani.
Salah seorang geng Bella mendorong Rani, akibatnya Rani jatuh dan membentur kursi yang biasa ada di depan kelas.
"Aduuuhh..!" Rani mengaduh.
"Rasain dasar pengganggu pandangan...!!" seru salah seorang geng Bella.
Rani pun menarik nafas dan menghembuskannya lewat mulut.
"Sabar Rani... Sabar...!!" kata dalam hati Rani.
Rani pun kemudian menuju ruang kesehatan.
Selesai mengobati lukanya, Rani pun kembali ke ruang kelasnya.
"Hai Cupu..! keluarga Wibowo kan sudah bangkrut, kerja tempatku saja.. ha..ha..¡ Dasar anak pembantu, sekarang siapa yang akan membiayaimu sekolah., ! jadi pembantu saja...dasar sekali anak pembantu ya tetap pembantu...!!" ejek Bella saat Rani melewatinya.
__ADS_1
Rani tak menggubrisnya,dia tetap berjalan menuju mejanya.
Saat melangkahkan kakinya, tiba-tiba salah satu geng Bella sengaja meluruskan kakinya di jalan tepat Rani berjalan.
Rani hampir saja terjatuh karenanya, Untung saja Dito saat berdiri mau memberi jalan Rani untuk duduk, menangkap gadis itu.
Alhasil dua anak muda berkaca mata itu saling tatap mata.
Jantung Dito berdegup kencang.
"Maaf Dito dan terima kasih sudah menolongku" kata Rani saat dia kembali memposisikan berdiri secara normal kembali.
"Oh iya..iya, silahkan duduk..!!" jawab Dito yang kemudian mempersilahkan Rani untuk duduk di kursinya.
"Sial, kenapa ada saja yang menolongnya..!" gerutu Bella.
"Pagiiii....!" suara seorang pemuda yang baru saja masuk kelas.
"Hai..Dio, bagaimana liburanmu?" tanya Bella saat Dio berjalan menuju bangkunya.
"Luar biasa..!!" kata Dio yang kemudian melihat ke arah Dito dan Rani.
Rani dan Dito hanya diam saja tak menggubris.
Mereka sibuk membuka buku-buku paketnya.
...~¥~...
"Rani kena tilang...!"🤭
Bantu dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER ya
Dengan memberikan like/komen/♥️/⭐/🎁 maupun vote-nya.
__ADS_1
Terima Kasih
...Bersambung...