Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Perjalanan Pulang Dari Pemancingan


__ADS_3

"Adakah orang yang bisa memberikan keterangan apa yang terjadi disini?" tanya Sersan Saga dengan lantang.


"Saya Sersan, saya pemilik usaha ini." sahut Tuan Jordy.


"Saya Jordy." lanjut ucap Tuan Jordy yang memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan pada Sersan Saga.


" Saya Saga, Sersan Saga. Apa yang terjadi?" tanya Sersan Saga seraya membalas uluran tangan tuan Jordy.


Kemudian tuan Jordy menceritakan semua hal yang terjadi tanpa tuan Jordy tutup-tutupi.


Tiba-tiba ada seorang gadis menghampiri mereka.


"Mama, kak Radit!" panggil Gadis itu yang tak lain Rani yang sudah berganti penampilan Rana dari belakang mereka.


"Rana dari mana saja kamu?" tanya Raditya mendahului mamanya.


Rani pun terkejut saat melihat Sersan Saga ada dihadapan mereka. Gadis itu tahu harus bersandiwara dan kali ini dirinya adalah Rana.


"Dari toilet, maaf tadi kebanyakan makan sambal! He..he..he.!" jawab Rani sambil tersenyum berusaha menutupi hal yang sebenarnya.


"Nona, apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Sersan Saga yang secara tiba-tiba, karena dia merasa pernah bertemu dengan gadis dihadapannya itu.


"Maaf Sersan, adik saya baru saja dari luar kota. Mungkin anda salah lihat."kata Raditya menutupi.


Tapi pandangan Sersan tak lepas pada Rani. Gadis itupun jadi salah tingkah. Tiba-tiba anak buah Sersan Saga menghampiri.


"Sersan ada ponsel!" kata anak buah Sersan Saga yang menyerahkan ponselnya pada Sersan Saga.


"Ma'af, saya tinggal sebentar!" kata Sersan Saga pada saat menerima ponsel tersebut dan melangkahkan kaki menjauhi tuan Jordy dan keluarga tuan Wibowo.


"Dia lagi...!" seru Sersan Saga dengan nada marah saat melihat nama diponselnya.


"Kasus ini sudah saya tangani, beritanya sudah tersebar di Sosial media. Anda tahu tidak! Reputasi saya dipertaruhkan. Jangan harap saya akan menutup kasus ini. Mengerti!" bentak Sersan pada si penelfon.


Sersan Saga mengusap wajahnya secara kasar, dia seperti memikirkan sesuatu. Kemudian Sersan Saga melangkahkan kaki menghampiri tuan Jordy, tuan Wibowo dan keluarganya.


"Maaf Tuan Jordy, dendam antara Geng Serigala dan Geng Kobra itu apa? Banyak sekali laporannya, tapi orang itu dengan seenaknya menyuruh menutup kasus ini. Saya jadi penasaran permusuhan apa sih antara kalian?" tanya Sersan Saga.dengan penasaran.

__ADS_1


"Saudaraku Wibowo tolong bantu jawab ya, dadaku masih sakit" kata tuan Jordy.


"Baiklah begini Sersan Saga, sepuluh tahun yang lalu, Baskoro menabrak sepasang suami istri yaitu saudara kami.Saat keluarga kami minta pertanggung jawabannya, ternyata Baskoro sedang mengurus istrinya yang sedang sakit.


Kami memberikan waktu sampai keluar dari Rumah sakit. Tapi ternyata sampai sekarang tidak ada itikad baik dari Baskoro." jelas tuan Wibowo yang apa adanya.


"Apa gadis bertopeng tadi ada kaitannya?" tanya Sersan Saga sambil melirik ke arah Rani.


Gadis itu mengalihkan pandangannya dan pura-pura tidak tahu. Dan semuanya terdiam.


Sersan Saga ingat awal bertemu dengan gadis bertopeng, yang juga diutarakannya tadi sehabis menghajar Roy. Dan menggabungkannya dengan kisah tuan Wibowo.


"Jangan dijawab, saya sudah tahu. Ada Mutiara diantara kalian.Permisi!" kata Sersan Saga memandang Rani sekali lagi dan kemudian berlalu.


Setelah semuanya beres, semua kembali normal. Dan pengunjung pemancingan pun sudah banyak yang pulang, karena malam semakin larut.


Rombongan keluarga tuan Wibowo pun undur diri.


"Saudaraku Jordy, ma'af berhubung malam semakin larut, kami harus segera pamit untuk pulang. Karena besok pagi kami akan melakukan aktifitas seperti biasanya." kata tuan Wibowo yang mewakili keluarganya mengulurkan tangannya pada tuan Jordy, dan tuang Jordy membelai uluran tangannya itu, diikuti oleh yang lainnya.


Setelah itu mereka melangkahkan kaki dengan segera menuju mobil yang terparkir dan melajukannya ke arah kediaman tuan Wibowo.


"Aksimu tadi keren Ran, jadi viral loo...!!" seru Raditya pada saat mengemudikan mobil.


"Masak sih Kak? makasih lho tadi bantuin Rani." balas Rani seraya mengulas senyumnya.


"Oh, jadi gadis bertopeng tadi kamu ya Ran?" tanya nyonya Lani yang baru paham.


"He...he...he...! Iya ma." jawab Rani.


"Tapi tampaknya Sersan Saga tahu siapa gadis bertopeng itu? Dia selalu memandang Rani" kata tuan Wibowo yang memperhatikan kejadian sebelumnya.


"Atau jangan-jangan suka ya sama Rana? Secara Rani sekarang kan jadi Rana yang cantik?" kata nyonya Lani yang menebak sambil memeluk dan mencium kening Rani.


"Entahlah kita lihat saja nanti, kamu kan janji mau ketemuan sama Sersan Saga itu. Iya kan Ran?" tanya Raditya.


"Iya kak, tapi kalau aku berhadapan sama dia dengan identitas Ran. Perasaan selalu khawatir kalau sewaktu-waktu dia membuka topengku." kata Rani dengan getir.

__ADS_1


"Kamu yang hati-hati saja Ran, Dia itu Sersan Saga, seorang polisi bukan orang biasa yang mudah dikelabui." pesan tuan Wibowo.


"Iya pa, Rani ingat itu." jawab Rani.


Akhirnya mereka pun sampai di halaman rumah, setelah menghentikan laju mobil, Rani dan yang lainnya melepaskan sabuk pengaman dan kemudian dia turun dari mobil mereka bergegas melangkahkan kaki menuju ke teras rumah.


"Mama, Papa! Rani langsung ke kamar ya. Rani sudah mengantuk." kata Rani yang berpamitan.


"Raditya juga Pa, Ma!" kata Raditya yang juga berpamitan.


"Iya, kalian harus lekas iatirahat. Biar fress buat aktifitas besok!" balas tuan Wibowo.


"Selamat malam mama, papa!" ucap Rani dan Raditya yang hampir bersamaan dan keduanya satu persatu melambaikan tangan ke arah kedua orang tua angkat mereka, seraya mengulas senyum.


Rani dan Raditya melangkahkan kaki mereka menuju ke kamar masing-masing. Karena rasa lelah dan kantuk yang sedari tadi mereka rasakan, keduanya tak banyak bicara dan canda lagi.


Setelah membuka, menutup dan mengunci pintu kamarnya, Rani melangkahkan kaki menuju ke lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian tidurnya.


Kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya seraya mengganti pakaiannya. Selesai dengan rangkaian itu, segera dia keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur.


Rani naik ke atas tempat tidur, lalu menarik selimutnya dan mulailah gadis itu memejamkan kedua matanya. Beberapa menit kemudian dia terlelap dalam tidur dan menuju ke alam mimpinya.


Keesokan harinya setelah sarapan bersama, Rani bergegas berangkat sekolah tetap dengan sepeda kayuhnya. Tiba-tiba Rani mengingat sesuatu.


"Ahh iya, Ran kan ada janji sama Sersan tampan! Tapi aku juga ada misi, apa hubungan Dito dan Dio? Kenapa Dito lewat pintu belakang rumah Dio?" gumam dalam hati Rani.


Pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikiran gadis itu dalam perjalanan ke Sekolahnya pada pagi hari ini.


"Oiya..Sersan tampan kan saudara sepupu Dio. Apa mungkin dia tahu perihal Dito? Tapi bagaimananya caranya aku bicara pada Sersan Saga? kenapa kalau urusan sama Sersan tampan itu seharusnya mudah, kayak jadi sulit ya?" gumam Rani dalam hati, dia masih tetap mengayuh sepedanya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2