
Rani kemudian memakai kalung pusaka berliontin bambu agar bisa berkomunikasi dengan Kity.
Sedangkan Komisaris Saga memakai cincin pusaka bermustika biru, yang kemudian memasukkan cincin bermustika merah serta kalung berliontin jam ke dalam cincin berwarna biru.
"Kalian beruntung di bantu pedang Azuya milik Nona Leony dan juga Pedang Langit. Kalau di pikir, mana ada manusia mengalahkan dewa..! ha..ha..!" celetuk Kity yang tertawa mengingat Simon yang dewa badai dapat di kalahkan oleh manusia.
"Dan juga karena jurus pedang sepasang juga..!" tambah Rani yang menselunjurkan kakinya.
"Ya tentu saja karena kekompakan kita bertiga..!" Komisaris Saga ikut menambahi.
"Oiya, kita belum bebaskan Leony..!!" Seru Rani yang mengingatkan.
"Hampir saja lupa..!" kata Kity yang kemudian meminta Rani membuka tutup guci penarik Sukma yang berbentuk botol itu.
"Akhirnya...bebas juga..!! Lama sekali kalian membebaskan aku..? memangnya apa yang dilakukan Simon..??" tanya Leony yang ingin tahu.
"Simon berusaha menghilangkan ingatan Rani dengan kalung pusaka berliontin jam itu. Dan dapat di gagalkan dan ada pertempuran dahsyat tadi di gurun pasir." jelas Kity yang kini bisa melihat roh Leony.
"Oya..? dan akhirnya bagaimana..?" tanya Leony yang penasaran.
"Ya..Simon dapat kami kalahkan dengan gabungan Pedang Azuya dan Pedang Langit, melalui jurus pedang sepasang kami..!" jelas Rani dan Leony tertawa riang sekali.
"Ha..ha...! kau mengukir sejarah di kerajaan langit, Simon si dewa Badai telah dikalahkan dewa badai..!! kalau begini, aku musnah sekarang, akan dengan senag hati..! ha..ha..!" ucap Leony.
"Apa..? sekarang? gila...! hei kita itu manusia bukan peri..! apa-apa tinggal menjentikkan jari, perintah sana-perintah sini...! Manusia itu kalau nikah butuh penghulu, mengumpulkan keluarga, sanak saudara, sahabat dan teman-teman. Belum fitting baju dan gedung yang di gunakan. Belum lagi nih..! konsumsi dan riasannya itu juga harus dipikirkan..!! iya kan kak Saga..!" jelas Rani yang minta di benarkan oleh komisaris Saga.
"Iya, itu benar sekali...!" kata Komisaris Saga yang mengaitkan tangannya ke pinggang Rani dari samping kanan, dan Rani ikut juga mengaitkan tangannya ke pinggang komisaris dari samping kiri.
"Aduh, dasar bucin..! Ayo masukkan pusaka -pusaka langitnya..! aku mau kembali ke kerajaan langit saja..!!" seru Kity yang di balas senyuman oleh Rani dan Komisaris Saga.
"Cara nikahnya ribet amat..! Oke kalau begitu, aku juga mau kembali ke kalung berliontin harpa, dan kita bertemu untuk yang terakhir kalinya di pernikahan kalian berdua. Data kity sayang..!" kata Leony yang sebelum menghilang mengusap kepala Kucing kesayangannya.
"Daa...! tuan putri Leony..!!" balas Kity yang begitu senang di usap oleh majikannya.
Komisaris Saga dan Rany kemudian melepaskan pusaka-pusaka langit mereka, dan komisaris Saga memasukkan kalung berliontin bambu ke dalam cincin bermustika biru.
Kini si kucing putih itu hanya membawa cincin bermustika biru. Dan dia pamit kembali ke kerajaan langit hanya dengan suara Meongan saja.
"Meooowww...! meeooow...!!"
"Iya..iya..kita jumpa lagi di pernikahan kami ya..! Kalau bisa keluarga istana ada yang datang." pesan Rani pada Kity.
Kucing putih itu pun merapalkan mantra dan dalam sekejap menjadi cahaya yang melesat ke langit.
Rani dan Komisaris Saga pun memandanginya sambil melambaikan tangan kanan mereka.
__ADS_1
"Daa.. kity... daaa....!!"
"Pasti semuanya Khawatir, ayo kita ke dalam Gym..!!" ajak Komisaris Saga sambil menggandeng tangan tunangannya.
"Tumben tidak minta cium..! he..he..!" kata dalam hati Rani yang memandang kekasihnya dari belakang.
***
Beberapa hari kemudian, Rani dan Komisaris Saga pulang dari Fitting baju pengantin.
"Kak Yuki dan kak Radit tadi dari mana..? kok nggak bilang-bilang sih..? mana ponsel di matiin lagi..? aku kan mau minta pendapat kakak sebagai sesama wanita..!" tanya Rani yang berada di Lobi dan kemudian duduk di samping Komisaris Saga.
"Maaf Rani, tadi malam kakak lupa charge batre ponsel kakak, sedangkan punya kak Radith ketinggalan di laci ruang kerjanya..!" jawab Yuki yang di bantu anggukan oleh Raditya.
"Dan kami punya kabar gembira..!" kata Raditya semangaat.
"Apa itu..?" tanya Komisaris Saga yang penasaran.
"Maaf kami tadi dari dokter kandungan, dan kalian akan punya keponakan..!!" jawab Raditya dengan gembiranya.
"Benarkah..? wah senangnya...!" seru Rani yang kemudian memeluk Yuki. Dan Yuki pun membalasnya.
"Satu lagi, Lilian juga sudah melahirkan, anaknya laki-laki." kata Yuki dengan senangnya.
"Oh baby kecil yang mungil..! aku juga kepingin..!!" kata Rani sambil mengusap perutnya.
"Kak Saga ih...!!" seru Rani sambil mencubit perut tunangannya.
"Auw..! komisaris Saga yang pura-pura sakit dan semuanya tertawa karenanya
***
Dan tibalah di hari pernikahan Rani dan komisaris Saga.
Cincin sepasang telah di siapkan. Para tamu undangan pun sudah berdatangan.
"Rani, aku berjanji akan menjadi suami yang terbaik untuk Rani seorang, dan menjadi ayah yang akan jadi panutan putra dan putri kita nanti." kata komisaris Saga yang sudah Sah jadi suami Rani seraya menatap Rani dengan senyuman khasnya.
"Rani juga berjanji kak, akan menjadi istri yang terbaik untuk kak Saga, dan menjadi ibu yang mengasihi dan mencintai putra dan putri kita." balas Rani yang juga menatap komisaris Saga dengan wajah berserinya.
Dan tibalah di akhir acara, pelembaran buket bunga untuk para keluarga dan sahabat yang belum menikah.
Dan mereka sangat mengharapkannya karena di percaya dalam waktu dekat, mereka akan segera menikah atau mendapat jodoh.
__ADS_1
Sepasang pengantin bergaun serba putih itu mulai bersiap melemparkan buket bunganya.
"Satu...dua...ti..gaaa..!!" aba-aba dari Rani dan Komisaris Saga.
Dan tanpa sengaja buket itu dapat di raih secara bersamaan oleh Jonathan dan Nindy.
"Wah..selamat ya Jonathan dan Nindy..!!" teriak semuanya yang hadir.
Nindy dan Jonathan pun tersipu malu jadinya.
Setelah sesi pemotretan, para tamu sebelum pulang memberi selamat pada pasangan pengantin.
"Selamat ya Rani dan Nak Saga..! semoga langgeng dan cepat di beri momongan..!!" rata-rata ucapan dan doa dari para tamu yang hendak pulang.
"Terima kasih atas kedatangan Paduka Raja dan Ratu, dan juga Pangeran Leon yang meluangkan waktu hadir di pernikahan kami." kata Rani yang menjabat tangan para keluarga kerajaan langit.
"Meoww..!"
"Oiya kamu juga Kity..!!" tambah komisaris saga yang mengusap kepal Kity.
"Rani..! ternyata kamu cantik sekali..!" kata dalam hati Leon yang kagum akan kecantikan Rani.
"Sebelum kami pulang, kami ingin melihat Putri kami Leony untuk terakhir kalinya." pinta ratu Flower yang sangat berharap.
"Iya kami ingin memeluknya untuk terakhir kalinya." kata Leon.
...~¥~...
Aduh.. author baru menyelesaikan novel Gadis Tiga Karakter ini yang In syaa Allah tinggal satu episode lagi.
Mohon bersabar untuk pencinta novel Author lainnya, setelah Novel ini Tamat, author akan lanjutkan ke novel lainnya.
...💗💗💗💗💗💗...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....
...Dukungan kalian semua akan saya feedback nanti malam atau setelah novel ini tamat....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...