Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Pertumpahan darah di Rumah Kosong ll


__ADS_3

"Ayah.! Kurang ajar...! Seraaang..!" seru Albert yang mengerahkan anak buahnya melawan gadis bertopeng itu.


Anggota geng Kobra yang ada di rumah kosong itu tak seberapa, namun mereka rata-rata mempunyai anak buah tiap orang lebih dari lima puluh orang.


Jika mereka semua jumlahnya sepuluh orang dan jika mereka tiap orang berhasil mengumpulkan masing-masing lima puluh orang, bisa-bisa lima ratus orang yang mereka kumpulkan untuk menyerang keluarga Jordy dan geng Srigala.


Tentu hal itu sangat membahayakan geng Srigala dan keluarga Jordy yang apa lagi Nara baru sembuh dari kena racun Sania.


Sepuluh orang itu, menyerang dengan senjata tajam berupa golok dan parang.


Dengan gerakkan jurus tarian Dewi cinta, berusaha melawan mereka.


"Prang...! Prang...! prang...!!"


suara dua senjata beradu.


"Kalau semuanya maju, bisa-bisa aku yang kewalahan...! host...! hossst..!" kata dalam hati Rani yang sedang mengatur nafasnya karena kelelahan dan terpojok.


"Jangan beri kesempatan dia berpikir, serang dari segala penjuru...!!" seru Albert mengarahkan anak buahnya.


Dan semua anak buah Albert pun mengepung Rani membentuk lingkaran. Rani dengan posisi siaga dengan pedangnya, melirik ke sekelilingnya.


Rani menghentakkan kedua kakinya, yang membuat tubuh gadis itu terangkat keatas.


Para anak buah Albert yang melingkar menyerang Rani dengan menyatukan parang dan golok mereka.


Kesempatan itu di gunakan Rani sebagai pijakan dan kemudian menyerang balik lawannya denganmelompat tepat di belakang lawan-lawannya.


"Hiaaat....!!!"


Rani melakukan beberapa sabetan pedangnya dari belakang lawan-lawannya.


Dan tiga diantara sepuluh lawannya itu pun tumbang. Kini tinggal tujuh orang yang mereka tampak semakin bersemangat untuk menghabisi Rani.


"Prang..! prang...! prang...!!"


Pertempuran terjadi kembali, Rani terus dengan jurus tarian Dewi cintanya.


Pedang dan tubuh Rani meliuk-liuk menghindar dan memberikan serangan pada lawannya.

__ADS_1


Tak jarang Rani menghujani lawan-lawannya dengan gerakan andalannya, tendangan berputar.


Lima anggota geng kobra itu tumbang, dan kini tinggal tiga orang dan keempatnya Albert.


"Kau...! kurang ajar...! memang tak bisa dianggap remeh gadis ini..!!" gerutu


Albert yang ikut menyerang.


Empat orang di empat sudut pun siap menyerang Rani.


"Tombak..!!"


Rani mengubah pedangnya menjadi sebuah tombak, dan di hunusnya tombaknya pada salah satu lawannya.


Dengan beropang pada tombak itu, Rani menghujani beberapa tendangan pada dada lawannya.


Seketika tiga anggota geng Kobra itu terkapar tak sadarkan diri.


Kini tinggal Albert yang mulai gemetaran.


"Masih tak mau menyerah ya..!!" seru Rani dengan sedikit senyuman sinisnya.


Albert pun dengan mengayunkan golok yang di tangannya siap menebas Rani dari atas ke bawah.


Gadis itu dengan cepat menghindar dan langsung memberi serangan balik ke lawan dengan meng hujamkan tombak dengan mata tombak yang runcing dan berkilau menghunus ke perut Albert.


"Aghhh..!!


Dan seketika Albert terduduk bersimpuh dengan memegang perutnya.


"Ka...ka..u..agh...!!" erangan kesakitan si Albert.


"Apa kau mau menuyusul ayahmu..? ok..! aku bantu ya...!!" seru Rani.


"Pedang..!!"


Dan seketika tombak itu menjadi pedang yang di inginkan pemiliknya.


"Hiaaat..,!!"

__ADS_1


Dan sekali ayun, kepala dan badan Albert pun terpisah.


"Gila...! Nonaku ini lepih parah dari nona Leony...!!" seru Kity yang sedari tadi memperhatikan jalannya pertempuran.


Setelah memastikan semuanya tak bangun lagi, Rani dan Kity meninggalkan rumah kosong itu.


"Nona..!! pil langitnya...! seru Kity mengingatkan Rani akan pil langit yang ada di dalam labu kuning.


"Oiya..!! Rani pun segera melangkah ke samping rumah kosong yang baru di tinggalkanya.


Rani pun memetik dua buah labu kuning yang tadi hendak di petiknya.


"Hanya dua buah labu yang berkilau" ,gumam Rani lalu memasukan labu kuning itu dalam liontin kalung pusaka.


Kemudian dengan kalung pusaka itu, Rani kembali masuk kedalam mobil Inspektur Alex.


Semtara itu, Insektur Alex yang berada di luar mobil sejak tadi mengkhawatirkan Rani uang menghilang dari mobilnya.


Ketika hendak menelpon Rani, tiba-yiba ada yang memanggilnya dari dalam mobil.


"Inspektur Alex..!" panggil Rani yang membuka kaca jendela mobil yang di tumpanginya.


"Ra..Rani..!! bagaimana kamu bisa ada di dalam? sedangkan tadi jelas-jelas sudah aku lihat kosong..!!" seru Inspektur Alex bingung.


"Aahh..sudah jangan di bahas, mana satenya? aku sudah lapar nih...!!" seru Rani.


"Ya ada di kursi depan kamu, ketika aku lihat kamu nggak ada dalam mobil, aku pun berkeliling mencari keberadaan mu..!!" ucap Inspektur Alex.


"Makasih ya sudah mengkhawatirkan aku..!" kata Rani sambil tersenyum.


Dan mereka pun memakan sate yang tadi di beli Inspektur Alex.


...~¥~...


Maaf ya karena ada kerjaan di dunia nyata, Up nya tak tentu jam nya.


Yuk dukung terus Novel GADIS TIGA KARAKTER dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya.


Terima kasih.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2