Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
PETUALANGAN JOHNNIE WAVERLY


__ADS_3

"Aku percaya penuh kepada Inspektur Alex. Mereka akan menangkapnya, Ran. Mereka akan menangkapnya." sambung Komisaris Saga.


...***...


Dua Minggu kemudian, di kantor komisaris Saga kedatangan seorang wanita.


"Anda mengerti perasaan seorang ibu," kata Nyonya Waverly yang memandang komisaris Saga dengan tatapan memelas.


Sedangkan komisaris Saga yang selalu menaruh simpati kepada ibu-ibu yang dilanda kesulitan, menggerakkan tangannya sebagai isyarat untuk menenteramkan.


"Ya, ya, saya mengerti sepenuhnya. Percayalah kepada saya." kata komisaris Saga.


"Polisi!" seru Tuan Waverly yang mulai membuka suara, sementara Istrinya mengesampingkan penyelaan itu.


"Saya tidak mau berurusan lagi dengan polisi. Dulu kami percaya kepada mereka dan lihatlah apa yang terjadi! Saya sudah banyak mendengar mengenai komisaris Saga dan hal-hal luar biasa yang telah Anda lakukan, sehingga saya merasa mungkin Anda dapat menolong kami. Perasaan seorang ibu - " kata wanita itu.


Tergesa-gesa Poirot membendung pengulangan ini dengan gerak tangan yang cepat. Luapan perasaan Nyonya Waverly jelas tulus, tetapi sedikit aneh bila dibandingkan dengan tipe wajahnya yang agak keras dan tajam.


Mendengar dia adalah putri produsen baja terkemuka yang meniti kariernya dari bawah sebagai pesuruh kantor, sadarlah Rani bahwa wanita ini banyak mewarisi sifat-sifat ayahnya. Tuan Waverly bertubuh besar, kulitnya kemerah-merahan, dan wajahnya menunjukkan kebaikan hati serta sifat periangnya.

__ADS_1


Dia berdiri dengan kedua kaki terkangkang jauh-jauh dan kelihatan seperti tuan tanah desa.


"Anda mengerti semua persoalan ini, komisaris Saga?" tanya laki-laki itu yang kedengarannya pertanyaan ini berlebihan.


Beberapa hari terakhir ini semua surat kabar penuh dengan berita penculikan si kecil Johnnie Waverly - anak berumur tiga tahun, ahli waris Marcus Waverly Esq. dari Waverly Court, Surrey, salah satu keluarga tertua di Inggris - yang sensasional.


"Tentu saja saya tahu garis besarnya. Saya minta ceritakanlah semuanya. Secara terinci, kalau Anda tidak keberatan."


"Well, semua ini berawal kira-kira sepuluh hari yang lalu, ketika saya menerima surat kaleng - bagaimanapun juga ini perbuatan terkutuk - yang tidak saya mengerti. Pengirimnya kurang ajar sekali dengan meminta saya memberinya uang dua puluh lima ribu pound - dua puluh lima ribu pound, komisaris Saga. Karena tidak mendapatkan persetujuan saya, dia mengancam akan menculik Johnnie. Tentu saja tanpa ribut-ribut saya buang surat itu ke keranjang sampah. Saya menganggapnya tidak lain dari gurauan tolol. Lima hari berikutnya surat yang lain datang. 'Kalau Anda tidak menyerahkan uang, putra Anda akan diculik pada tanggal 29.' Waktu itu tanggal 27. Istri saya, Ada, merasa khawatir. Padahal saya tidak menanggapi persoalan ini secara serius. Persetan dengan surat-surat kaleng dan ancaman itu. Kita berada di Inggris. Tidak ada orang menculik anak-anak dan menyandera mereka untuk mendapatkan uang tebusan." kata panjang lebar laki-laki itu.


 "Memang cara itu bukan praktek yang biasa dilakukan," kata komisaris Saga.


 "Well, Ada selalu mengusik saya, maka - dengan agak merasa seperti orang tolol saya serahkan persoalan ini kepada Scotland Yard. Kelihatannya mereka tidak menanggapi perkara ini dengan serius - cenderung berpandangan sama seperti saya bahwa semua ini gurauan tolol saja. Tanggal 28 saya menerima surat ketiga. 'Anda belum menyerahkan uang. Putra Anda akan diambil pukul 12.00 siang besok, tanggal 29. Untuk mendapatkannya kembali, serahkan lima puluh ribu pound.' Saya ke Scotland Yard lagi. Kali ini mereka lebih terkesan. Mereka cenderung menganggap penulis surat kaleng itu orang gila, dan bahwa usaha penculikan mungkin akan dilakukan pada jam yang telah diberitahukan. Mereka menjamin akan mengambil tindakan pencegahan sebagaimana mestinya. Keesokan harinya, Inspektur McNeil bersama satu kesatuan yang cukup besar datang ke Waverly untuk berjaga-jaga." cerita laki-laki itu


"Saya pulang dengan perasaan lebih lega. Meskipun begitu, kami merasa seperti hidup dalam keadaan perang. Saya memerintahkan agar tak seorang asing pun diperbolehkan masuk dan tak seorang pun boleh meninggalkan rumah. Malam itu berlalu tanpa kejadian apa-apa. Tetapi, keesokan harinya istri saya merasa tidak sehat. Khawatir akan keadaannya, saya memanggil Dokter Dakers. Gejala-gejala penyakit istri saya membingungkannya. Dokter Dakers ragu-ragu untuk menyimpulkan bahwa istri saya keracunan, tetapi saya dapat menebak itulah yang ada dalam benaknya. Tidak berbahaya, katanya meyakinkan saya, tetapi istri saya memerlukan waktu satu atau dua hari untuk pulih kembali. Ketika saya kembali ke kamar pribadi saya, sebuah pesan yang disematkan di bantal membuat saya terperanjat dan bingung. Pesan itu ditulis dalam tulisan tangan yang sama dengan surat-surat terdahulu dan terdiri dari hanya dua kata: 'Pukul 12.00.'" kata wanita itu panjang lebar.


 "Saya akui, saya selalu kehilangan kontrol diri karena marah! Seseorang dalam rumah ini terlibat - salah seorang pelayan. Semua pelayan saya suruh naik dan saya maki-maki mereka panjang lebar. Mereka tidak pernah berpisah satu sama lain. Nona Collins, pelayan pribadi istri saya, memberi tahu bahwa ia melihat pengasuh Johnnie turun ke jalan mobil pagi-pagi tadi. Saya menuduh pramusiwi itu dan ia menangis. Ia meninggalkan Johnnie bersama pelayan anak-anak dan mencuricuri ke luar untuk menemui temannya - laki-laki! Betul-betul tidak senonoh! Ia menyangkal menyematkan pesan itu di bantal saya - mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya. Saya tidak tahu, tetapi saya tidak berani mengambil risiko bahwa pengasuh anak itu sendiri terlibat. Salah seorang pelayan terlibat - ini saya yakin. Akhirnya kemarahan saya tidak terkendali lagi dan semua pelayan saya berhentikan. Mereka mendapat waktu satu jam untuk mengepak barang-barang mereka dan meninggalkan rumah!" jelas Komisaris Saga, yang membuat wajah Tuan Waverly yang merah menjadi dua kali lebih merah pada waktu ia mengingat kegusarannya yang memang dapat dimengerti.


 "Apakah tindakan itu tidak terlalu gegabah?" tanya komisaris Saga yang mengeluarkan pendapatnya.

__ADS_1


"Karena Anda tahu, Anda mungkin bertindak seakan-akan menguntungkan pihak penculik." jawab Tuan Waverly menatap komisaris Saga tajam-tajam.


"Saya tidak memikirkan itu. Berhentikan semua pelayan, itulah yang ada dalam benak saya saat itu. Saya mengirim kawat ke London agar kelompok pelayan yang baru dikirim malam itu. Sementara itu, hanya tinggal orang-orang yang dapat saya percayai di rumah; sekretaris istri saya, Nona Collins, dan Tredwell, kepala pelayan yang telah tinggal bersama saya semenjak saya masih kanak-kanak." kata wanita itu.


 "Dan Nona Collins ini, sudah berapa lama ia tinggal bersama Anda?" tanya komisaris Saga.


 "Baru satu tahun," sahut Tuan Waverly.


"Dia sangat berarti bagi saya sebagai rekan sekretaris dan pengurus rumah yang amat efisien." Sambung tuan Waverly.


...¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2