
Kita lihat Baskoro setelah kekalahannya sebentar ya..
...🌹🌹🌹HAPPY READING🌹🌹🌹...
Baskoro melarikan diri, kembali ke rumahnya yaitu markas Geng Kobra di mana Dio dan Dito tinggal.
Semua tangan kanan Baskoro berkumpul untuk berdiskusi dan menerima perintah dari ketuanya.
"Brakk...!!"
"Kurang ajar...! lagi-lagi saga mengagalkan rencana kita..!!" ujar Baskoro geram sambil memukul meja di depannya, mengakibatkannya meja tersebut patah jadi dua.
"Anton dan Roy menghadap ketua..!!" ucap Anton saat menghadap Baskoro dengan tangan kanan di silang di depan dada dan sedikit menunduk.
"Oh..Anton,Roy...! kalian sudah sembuh rupanya..!" seru Baskoro yang kemudian menghampiri dan memeluk kedua tangan kanannya itu.
"Atas perawatan dan pengobatan dari anda, kami bisa pulih kembali dan siap menjalankan misi." kata Roy dengan semangaat.
"Apa kalian punya ide? entah untuk kemajuan geng kita atau melawan musuh-musuh kita." kata Baskoro yang menatap beberapa orang kepercayaannya yang ada di hadapannya.
"Setelah saya kirim mata-mata dan mempelajarinya..! Saya yakin, Anak gadis Wibowo, pendekar bertopeng dan gadis culun yang juga teman Dio dan Dito itu sama..!!" kata Anton dengan semangat.
"Lantas, apa rencana kalian..!!" kata Baskoro penasaran.
"Kita jebak dia..!!" seru Edo yang sedari tadi diam saja.
"Bagaimana caranya? anggota keluarganya kita tidak tahu..!" seru Albert, laki-laki tegap dan gagah seumuran dengan Inspektur Saga yang merupakan anak dari Handoko, si komisaris palsu yang mengaku sebagai komisaris Anggara.
"Aku tahu dimana kakaknya berada, dan kemungkinan mamanya juga ada disana..! karena di rumah Wibowo sekarang di pakai keluarga Jordy dan geng Srigala...!" seru Roy sambil menatap semua orang yang penasaran.
"Kita serang Gym Raditya dan kita jebak gadis itu disini agar mereka tak saling bantu..!" seru Anton.
__ADS_1
"Kalian jangan lupakan keluarga Jordy juga..!" usul Albert.
"Ok..! kita bagi tiga..! Albert dan Handoko, kalian serang keluarga Jordy dan musnahkan geng Srigala, Edo dan Badri serang Gym Raditya. Roy dan Anton aku tahu kalian pasti mau balas dendam kan sama gadis itu..? jadi kalian di sini bersama yang lainnya, kita jebak gadis itu..!" seru Baskoro semangaat.
"Kami setuju ketua..!" seru semua tangan kanan Baskoro serempak.
"Kita mulai aksinya kapan ketua..?" tanya Edo penuh semangaat.
"Besok .! karena hari ini Sania pulang dari Rumah Sakit...!" seru Baskoro.
"Baik ketua .!" balas semua anggota geng.
"Sekarang kita makan dan minum sepuasnya..!" seru Baskoro dan mereka saling bersulang.
"Untuk kemenangan kita..!! Cheers..!!" Seru semuanya dengan penuh gelak tawa.
Tanpa mereka sadari, sesosok pemuda berkacamata memperhatikan mereka sedari tadi.
Baskoro dan Anton, meninggalkan acara pesta yang mereka gelar.
"Wibowo-Wibowo...kasihan kamu..!! ha..ha.. sudah bangkrut ya? kasihan..! di kota ini tak boleh ada yang lebih kaya dariku...!" seru Baskoro girang.
"Cihh..! merebut harta orang kok bangga..!!" celetuk Wibowo
"Jaga ucapan.u...! senetar lagi Istri dan anakmu akan mati di tangan anak buahku...!" Seru Baskoro sinis.
"Apa yang akan kalian lakukan pada mereka..!!" seru Wibowo sambil mendekat pada Baskoro yang kemudian memegang erat sel yang menahannya selama ini.
"H..ha...! nanti kau juga akan tahu..he..he..!" gumam Baskoro sambil berlalu menuju tahanan berikunya.
"Tadi kita ngobrol dengan orang tua si gadis, Sekarang kita ngobrol dengan orang tua lelakinya, ha...ha..!" seru Baskoro sambil tersenyum.
__ADS_1
"Anggara..Anggara...! sebentar lagi kau akan menyusul adikmu...ha...ha..!" seru Baskoro pada tahanan berikutnya yang tak lain Komisaris Anggara Papa Inspektur Saga.
"Apa maksudmu...!!" seru Komisaris Anggara.
"Kau akan mati sama seperti Dina. Perlu kamu ketahui, dijadikan kelinci percobaan oleh Annet. Ha..ha..! " seru Baskoro sambil tertawa sinis.
"Apa..!! kenapa adikku yang kau korbankan..!!" seru Komisaris Anggara dengan nada geram.
"Karena dia terlalu cerewet...! Tidak bisa diajak kerjasama...! makanya di manfaatkan Annet untuk mengukur racun penemuan kami. ha..ha..!!" Kata Baskoro senang.
"Dasar tak waras...! istri di celakai bukannya sedih malah tambah gila...!" celetuk Komisaris Anggara.
"Kalau tidak sebagai alat penjebak anak dan calon menantumu..! kau sudah aku buat menyusul Dina..!!" gerutu Baskoro.
"Kurang ajar..! Bedebah kau...!!" umpat Komisaris Anggara.
"Ha..ha..! luapkan saja kemarahanmu..!! sebentar lagi kau akan melihat anak dan calon menantumu mati setelah itu kau yang akan mati. Atau... sebaliknya, ha...ha..!!" ucap Baskoro sambil berlalu.
...~Â¥~...
Mulai seru nih...!!
Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/favorite/rate 5/gift maupun Vote-nya ya...
Dukung pula novel saya yang lainnya;
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA
__ADS_1
Terima kasih.
...Bersambung...