Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengenal Kosmetik


__ADS_3

"Sama-sama!" jawab Sersan Saga yang menatap Raditya dan mengulas senyumnya.


"Ma'af saya harus kembali bertugas!" seru Sersan Saga yang berpamitan dan kemudian melangkahkan kaki menghampiri mobil patroli, untuk mengurus empat penjahat itu. Setelah selesai dia pergi dengan naik sepeda motornya.


"Hm...hm...! kalo liat yang bening, langsung ijo! Ha...ha...ha...!" goda Raditya pada adiknya.


 "Ah, kak Raditya ganggu saja! rejeki ini namanya, he...he...!" sahut Rani yang terkekeh.


"Iya itu bagi kamu! Ayo pulang sudah malam, kita ditungguin mama lho!" seru Raditya.


"Ok.. let's go!" jawab Rani yang bersemangat.


Mereka segera masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.


Rani membuka dompet yang dia ambil dari salah satu penjahat tadi, dan dia mendapatkan identitas kalau mereka anggota geng Musang Hitam.


"Aneh!" gumam Rani, Raditya pun menoleh karena penasaran.


"Apanya yang aneh Ran?" tanya Raditya yang penasaran.


"Kak Radit tadi sempat lihat tidak? Kalau jaket para begal tadi itu ada bordiran ular kobra?" tanya Rani yang mengingat peristiwa sebelumnya.


"Hm, aku kurang memperhatikannya sih!" jawab Raditya.


"Ini Rani menemukan identitas geng Musang Hitam, tapi jaket yang mereka pakai kok bergambar kobra? ada apa ini ya, kak?" tanya Rani yang penasaran.


"Hm, mungkin saja dia anggota geng Musang Hitam yang hendak memprovokasi geng Kobra!" kata Raditya yang mencoba menerka.


"Bisa jadi sebaliknya kak!" seru Rani yang menatap Raditya dengan mengerutkan kedua alisnya.


Keduanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan rumah tuan Wibowo, Raditya memperlambat laju mobilnya dan memasuki halaman rumah tuan Wibowo dengan melewati pintu pagar rumah tersebut.


Setelah mobil terparkir dengan benar, Raditya dan Rani melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil sport tersebut.


Keduanya melangkahkan kaki menuju ke teras rumah dan masuk begitu saja karena pintu utama sudah terbuka.


Sesampainya di dalam rumah, nyonya Lani yang sebelumnya telah diberitahu satpam yang berjaga dipintu pagar rumahnya, sudah berada di ruang tamu untuk menyambut kedua anak angkatnya.

__ADS_1


"Selamat malam mama!" ucap sapa Rani dan Raditya yang bersamaan.


"Selamat malam juga!" balas nyonya Lani yang bangkit dari duduknya dan menyambut kedua anak angkatnya dan segera memeluk Rani.


"Kenapa sampai larut malam begini?" tanya nyonya Lani setelah melepas pelukannya.


"Iya, Ma. Tadi ada masalah sebentar." jawab Rani.


"Ma, sebaiknya kita makan malam dulu, saya sudah lapar!" pinta Raditya.


"Benar ma, nanti Rani mau cerita kejadian seharian ini di sekolah sampai ke rumah." kata Rani yang mengulas senyumnya.


"Baiklah! Ayo kita ke rain makan. Bibi juga sedang memanasi makanan." kata nyonya Lani, dan mereka segera melangkahkan kaki menuju ke ruang makan dan mereka bertiga makan malam bersama di ruang makan itu.


Nyonya Lani mengambil makanan terlebih dahulu, dan lanjut Raditya dan Rani. Ketiganya makan makanan yang sudah dihidangkan oleh asisten pembantu di rumah itu.


Disela-sela makan itu, Rani menceritakan kejadian di sekolah waktu Dio kena hukuman sampai Dito yang dihajar oleh Dio.


Kemudian Raditya menceritakan waktu mengantar Dito sampai pulang bertemu dengan Sersan Saga.


"Wah, mama penasaran dengan Dio, Dito dan Sersan Saga." kata nyonya Lani seraya mengulas senyumnya.


Kemudian mereka menyelesaikan makan malam mereka, dan mereka melangkahkan kaki menuju ke ruang keluarga.


"Kita lanjutkan latihan kita ya Ran!" ajak nyonya Lani yang mengingatkan.


"Iya ma." jawab Rani.


"Nanti Rani belajar apa ma?" tanya Raditya yang penasaran.


"Rani berlatih lagi cara jalan di catwalk dulu, agar lebih luwes. Mama akan mengambil kosmetik mama. Mama akan mengajarimu cara berdandan." kata mama Lani sembari menatap Rani.


"Siap ma." kata Rani sambil memakai sepatu Highheels punya Mama tirinya yang sudah disiapkan oleh nyonya Lani..


Gadis itu segera berlatih berjalan, dan sekarang cara jalannya lebih baik dari kemarin. Sementara itu Raditya menyaksikan seraya menonton televisi.


"Cara jalanmu sudah lumayan, ada peningkatan. Sekarang Mama ingin kami menghapalkan macam-macam kosmetik dan kegunaannya dulu" kata nyonya Lani saat langkahnya mendekati Rani dengan memegang tas kosmetiknya.


"Iya ma." jawab Rani yang kemudian menghentikan latihan berjalannya, dan segera mendekati nyonya Lani.

__ADS_1


Kemudian Mama Lani mengeluarkan semua kosmetiknya diatas meja, dan menerangkan macam-macam kosmetik serta kegunaannya.


"Rani, saat ini ada begitu banyak produk kecantikan yang bisa didapatkan dengan mudah. Apalagi dengan adanya tren belanja online, kini siapapun bisa membeli berbagai produk kosmetik wajah yang diinginkan hanya dari rumah. Terlebih bagi anak perempuan seperti kamu yang mulai memasuki masa remaja maupun bagi mereka yang masih pemula sekalipun akan merasa bingung dengan banyaknya jenis kosmetik dengan berbagai brand ternama." kata nyonya Lani yang mulai menjelaskan.


"Iya ma, dan karena itulah Rani bingung memilihnya." kata Rani yang menyimak apa kata mama tirinya. Sementara Raditya sesekali juga memperhatikan kedua wanita beda usia itu berbincang-bincang.


"Namun sebelum kamu memutuskan untuk membeli kosmetik, ada baiknya untuk mengetahui jenis dan kegunaan kosmetik itu sendiri. Apa kamu tahu pengertian dari Kosmetik?" kata sekaligus tanya nyonya Lani.


"Alat rias wajah?" jawab Rani dengan mengrenyitkan kedua alisnya.


"Iya itu jawaban yang sederhananya. Kosmetik merupakan suatu bahan atau produk yang berfungsi untuk mempercantik, membersihkan, hingga memaksimalkan hasil riasan di wajah agar penampilan jadi lebih menarik.'' jelas nyonya Lani.


"Biasanya kosmetik itu terbuat dari apa saja ma?" tanya Rani yang penasaran.


"Kosmetik itu terbuat dari bahan dasar air, madu, susu, alkohol, triclosan, methylisothiazolinone, ekstrak buah dan sari bunga." jawab nyonya Lani.


"Untuk itu, yuk coba kamu kenali macam-macam produk kosmetik dan kegunaannya." kata nyonya Lani seraya menunjukkan kosmetiknya pada Rani.


"Yang pertama Face Primer.


Biasanya, sebelum menggunakan foundation harus mengaplikasikan face primer di wajah. Hal ini bertujuan agar riasan wajah dapat terkunci dan bertahan lama. Selain itu, face primer juga bisa membuat kulit terlihat tetap lembap sepanjang hari dan mampu menyamarkan noda bekas jerawat ataupun keriput halus yang muncul." jelas Nyonya Lani seraya menunjukkan Face Primer miliknya pada Rani.


"Terus cara penggunaannya bagaimana ma?" tanya Rani seraya memegang Face Primer tersebut.


"Cara menggunakannya sangat mudah, cukup oleskan face primer di seluruh bagian wajah, setelah itu barulah menggunakan alat-alat makeup lainnya." jawab Nyonya Rani seraya mempraktekkannya pada Rani.


Gadis itu diam dan merasakan sentuhan tangan mama tirinya saat mengusap wajahnya dengan kapas yang sudah diberi Face Primer tersebut.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2