Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Usaha pencarian Bukti


__ADS_3

"Belum, Sobat."


"Ah! Pauvre Monsieur D?roulard!" katanya menghela napas.


"Saya sependapat dengan jalan pemikirannya. Saya tidak peduli akan pejabat-pejabat lain, madam!"


Mengingat wajahnya yang penuh kecemasan dan air mata seperti yang Rani lihat pada hari pertama itu, Rani jadi bertanya-tanya sendiri. Sesudah mendapatkan alamat M. de Saint Alard Rani tidak membuang waktu lagi.


Rani tiba di daerah tempat tinggalnya yang besar di Ardennes. Baru beberapa hari berikutnya Ranibtemukan dalih untuk mendapat izin masuk ke rumahnya - bagaimana pendapatmu" - sebagai tukang pipa, Sobat! Untuk memperbaiki sedikit kebocoran gas di kamar tidurnya.


Rani berangkat membeli alat-alat sambil mengatur waktu supaya Rani dapat Sampai satu jam kemudian, saat - Rani tahu - rumah itu kosong. Apa yang Rani menggeledah, Rani sendiri hampir tidak tahu. Hanya satu benda yang Rani perlukan.


Rani yakin tidak akan menemukannya. Pasti dia tidak akan mengambil risiko dengan menyimpan benda itu. Walaupun begitu, sewaktu Rani melihat lemari kecil yang dikunci di atas meja cuci muka, Rani tidak dapat mengekang godaan untuk melihat apa saja yang ada di dalamnya. Kuncinya gampang dibuka.


Almari itu penuh dengan botol-botol lama. Dengan tangan gemetar Rani mengambil botol-botol itu satu per satu. Tiba-tiba Rani berteriak. Bayangkan, Rani memegang botol kecil berlabel toko obat Inggris.


Pada label tertulis:


"Trinitrinne. Satu tablet bila diperlukan Tuan John Wilson."


Rani kendalikan emosinya. Rani menutup almari kecil itu, menyelipkan botol ke sqku, lalu melanjutkan memperbaiki kebocoran gas.


Orang kan harus pakai tata cara. Kemudian Ranitinggalkan rumah besar itu dan secepat mungkin naik kereta ke negara kelahiranRani. Hari sudah larut malam ketika Rani tiba di Brussels. Ketika sedang menulis laporan yang akan Ranisampaikan keesokan harinya, ada pesan datang untukRani.


Dari Madame D?roulard. Isinya meminta Rani pergi ke rumah di Avenue Louise saat itu juga. Fran?ois yang membukakan pintu. Diantarnya Rani masuk ke apartemen Madame D?roulard. Wanita itu duduk di kursi besar dalam keadaan gelisah. Tidak ada tanda-tanda akan kehadiran Mademoiselle Virginie.


" Komisaris Saga," katanya, "saya baru saja diberi tahu bahwa Anda bukanlah orang yang Anda perankan. Anda perwira polisi."


"Begitulah, Madame."


"Anda kemari untuk menyelidiki kematian putra saya?" Sekali lagi Rani menjawab,

__ADS_1


"Begitulah, Madame."


"Saya gembira kalau Anda memberitahukan perkembangan yang sudah Anda capai." Rani ragu-ragu.


"Sebelumnya saya ingin tahu bagaimana Anda mengetahui semua ini, Madame."


"Dari seseorang yang sudah tidak ada di dunia ini lagi." Kata-katanya dan cara mengucapkannya yang penuh kesedihan membuat hatiRani berdesir dingin. Rani tidak dapat berkata apa-apa.


"Oleh karena itu, Monsieur, saya mohon dengan sangat Anda menceritakan perkembangan yang telah Anda capai dalam penyelidikan ini setepat-tepatnya."


"Madame, penyelidikan saya sudah selesai."


"Putra saya - "


"Sengaja dibunuh."


"Anda tahu siapa yang melakukannya?"


"Kalau begitu, siapa?"


"M. de Saint Alard." Wanita tua itu menggeleng. "Anda keliru. M. de Saint Alard tidak dapat melakukan kejahatan seperti ini."


"Bukti-bukti ada di tangan saya."


"Sekali lagi saya mohon Anda menceritakan semuanya." Kali ini Rani menurut. Raniceritakan setiap langkah yang membawaRani pada penemuan itu. Dia mendengarkan penuh perhatian. Pada akhir cerita, ia mengangguk.


"Ya, ya, semua seperti yang Anda katakan. Semua, kecuali satu hal. Bukan M. de Saint Alard yang membunuh putra saya. Sayalah yang melakukannya. Ibunya sendiri." Rani pandang ia tajam-tajam. Ia mengangguk lagi dengan lembut.


"Memang saya minta Anda datang. Atas bimbingan Tuhan yang baiklah Virginie memberitahu saya apa yang telah ia perbuat sebelum ia berangkat ke biara. Dengarkanlah, M. Komisaris Saga! Putra saya itu jahat. Hidupnya penuh dosa yang tidak terampunkan. Diseretnya jiwa-jiwa lain, selain dirinya sendiri. Tapi, ada yang lebih parah dari itu. Suatu pagi, ketika keluar dari kamar, saya lihat menantu saya berdiri di ujung atas tangga. Ia tengah membaca surat. Dengan tiba-tiba putra saya mendatanginya dari belakang. Dia mendorong dengan cepat, dan menantu saya jatuh. Kepalanya terbentur tangga-tangga marmer. Pada waktu diangkat, ia sudah meninggal. Putra saya seorang pembunuh. Dan cuma saya, ibunya, yang tahu." Sejenak ia memejamkan mata.


"Monsieur, Anda tidak dapat memahami kepedihan hati saya, keputusasaan saya. Apa yang harus saya perbuat" Melaporkannya kepada polisi" Saya tidak sanggup memaksa diri untuk berbuat begitu. Itu kewajiban saya, tapi badan saya lemah. Selain itu, apakah mereka akan percaya" Penglihatan saya sudah berkurang untuk beberapa lamanya - mereka akan mengatakan bahwa saya salah lihat. Saya tinggal diam, tapi hati nurani saya tidak tenteram. Dengan tutup mulut, saya sendiri juga menjadi pembunuh. Kekayaan istrinya ia warisi. Dan ia berkembang seperti pohon salam yang menghijau. Sekarang ia akan mendapatkan kedudukan sebagai menteri. Tuntutannya kepada gereja akan bertambah menjadi dua kali lipat. Lalu, ada Virginie. Anak yang malang, cantik, dan pada dasarnya saleh. Virginie terpesona melihat putra saya, yang memang mempunyai daya tarik yang khas dan luar biasa bagi wanita. Saya sadar hal itu tapi tak mampu mencegahnya. Putra saya tidak ingin menikahi Virginie. Akhirnya, tiba saatnya gadis itu siap menyerahkan dirinya. "Kemudian saya melihat ada jalan terbuka bagi saya. Dia putra saya, sayalah yang melahirkannya. Karena itu ia menjadi tanggung jawab saya. Ia telah membunuh seorang wanita, dan sekarang ia akan membunuh jiwa yang lain! Saya masuk ke kamar Wilson untuk mengambil botol obatnya. Sambil bergurau ia pernah mengatakan bahwa tablet yang ada dalam botol itu bisa membunuh seseorang! Saya masuk ke kamar kerja putra saya dan membuka kotak permen coklat yang selalu ada di atas mejanya. Secara tidak sengaja saya buka kotak yang baru. Yang lama juga ada di atas meja. Tinggal satu coklat di dalamnya. Ini mempermudah persoalan. Tak seorang pun yang makan coklat kecuali putra saya dan Virginie. Gadis itu akan saya tahan bersama saya malam itu. Dan semua berjalan seperti yang saya rencanakan - " Madame D?roulard berhenti berbicara.

__ADS_1


Dipejamkannya kedua matanya sebentar.


"M. Komisaris Saga, saya berada di tangan Anda. Saya diberitahu bahwa akhir hidup saya tidak akan lama lagi. Saya bersedia mempertanggungjawabkan perbuatan saya ini di hadapan Tuhan Yang Maha Baik. Apakah saya harus mempertanggungjawabkannya di dunia ini juga?" Rani ragu-ragu.


"Tapi, botol kosong itu, Madame," kataRani untuk mendapatkan lebih banyak waktu.


"Bagaimana botol itu dapat menjadi kepunyaan M. de Saint Alard?"


"Waktu ia menemui saya untuk pamit, saya selipkan botol itu ke sakunya. Saya tidak tahu bagaimana caranya membuang benda itu. Saya lemah sekali, sehingga tidak dapat bergerak banyak tanpa bantuan orang lain. Kalau orang menemukan botol kosong itu di kamar saya akan timbul kecurigaan. Anda mengerti, Monsieur - " ia menarik badannya tegak-tegak - "saya sama sekali tidak berniat melemparkan kecurigaan kepada M. de Saint Alard! Tidak! Saya kira pelayannya akan menemukan botol kosong itu lalu membuangnya tanpa bertanya-tanya lagi." Rani mengangguk.


"Saya mengerti, Madame."


"Lalu keputusan Anda, Monsieur?" Suaranya tegas dan tidak bimbang. Kepalanya tetap tegak seperti semula. Rani berdiri.


"Madame," kata Rani,


"saya mendapat kehormatan untuk mengucapkan selamat siang. Saya sudah melakukan penyelidikan - dan ternyata gagal! Perkara ini selesai."


Sejenak Komisaris Saga berdiam diri, lalu berkata pelan-pelan,


"Madame D?roulard meninggal hanya seminggu setelah itu. Mademoiselle Virginie melewati masa novisiatnya dan resmi menjadi biarawati. Itulah ceritanya, Rani, Rani bukanlah tokoh yang baik dalam kasus ini."


"Tapi, itu bukanlah kegagalan," bantah Rani.


"Apa lagi yang bisa kaupikirkan dalam keadaan seperti itu?"


"Ah, sacr?, Sobat," seru Komisaris Saga yang tiba-tiba berubah bersemangat.


"Tidakkah engkau lihat" Rani betul-betul idiot! Sel-sel otak ku tidak berfungsi sama sekali. Selama itu Rani sebenarnya mempunyai petunjuk."


"Petunjuk apa?"

__ADS_1


__ADS_2