Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Makan Es Krim Berdua di Taman


__ADS_3

"Lantas kenapa Dito juga ada disana? Apa dia saudara Dio, ataukah anak pembantu mereka?" gumam dalam hati Rani yang penasaran sekali, karena kamar Dito tak semewah kamar Dio.


Sersan Saga yang naik sepeda motor sportnya membawa Rani menyusuri jalan raya dan tibalah mereka di tepi jalan yang terdapat sebuah taman buatan yang ada di pinggir jalan. Terlihat ada penjual es krim keliling yang ada di tepi jalan dekat taman.


"Kamu mau Es Krim, Ran?" tanya Sersan Saga yang menghentikan laju sepeda motornya di tepi jalan yang tak jauh dari gerobak penjual es krim.


"Boleh Sersan." sahut Rani yang kemudian keduanya turun dari sepeda motor, dan setelah melepaskan helm mereka masing-masing.


Keduanya melangkahkan kaki menghampiri tukang penjual Es Krim tersebut.


"Bang Es krim!" panggil Sersan Saga pada pedagang Es Krim.


"Oh, silahkan tuan, mau piling yang mana?" tanya penjual es Krim itu.


"Kamu pilih yang mana Rani?" tanya Sersan Saga yang menatap ke arah Rani.


"Rasa coklat Sersan!" jawab Rani.


"Saya mau mengambil dua es krim rasa coklat dan vanilla, bang!" seru Sersan Saga yang kemudian mengambil es Krim sesuai keinginan Rani dan juga dirinya.


"Adiknya ya Sersan?" tanya penjual es Krim itu yang menatap ke arah Rani.


"Oh, i...iya!" jawab Sersan Saga yang melirik ke arah Rani. Tanpa sengaja gadis itu mendengar jawaban Sersan Saga.


"Adik, hm....!" gumam dalam hati Rani yang mengalihkan pandangannya ke arah taman.


Setelah membayar kedua es Krimnya, Sersan Saga memberikan es krim rasa coklat pada Rani dan Es Krim Vanilla padanya..


"Terima kasih Sersan!" kata Rani yang menerima es krim tersebut.


"Sama-sama, ayo kita duduk di kursi itu!" balas Sersan Saga seraya menunjuk ke arah kursi yang dia maksudkan.


"Iya Sersan!" jawab Rani dan keduanya melangkahkan kaki menuju kursi yang ada di tepi taman dan keduanya duduk bersebelahan.


Sersan Saga tersenyum menatap Rani yang asyik memakan es krimnya, lalu segera dia memakan es krimnya yang rasa Vanila.


"Rani...!" panggil Sersan Saga.


"Iya, Sersan." jawab Rani yang menyempatkan melihat ke arah Sersan Saga.


"Apa sudah tenang suasana hatimu?" tanya Sersan Saga yang masih memakan es krimnya.


"Hm...! Lumayan sih Sersan!" jawab Rani yang melanjutkan memakan es krim coklatnya.

__ADS_1


"Bisa kamu ceritakan, kejadian di rumah Dio tadi? Tepatnya pas di kamar Dito." tanya Sersan Saga yang penasaran.


Rani diam sejenak, lalu mulai menceritakan bahwa Dia keluar dari kamar Dio lewat jendela setelah mendengar Bella mau masuk rumah.


"Lantas dengan Dito tadi kok bisa seperti itu?apa yang terjadi" tanya Sersan Saga yang penuh selidik.


"Oh itu karena saya takut ada suara Bella, dan suara yang lain, akhirnya masuk ke kamar yang nggak tahu itu kamar Dito." jawab Rani.


"Terus bisa sedekat itu sama Dito..?" tanya Sersan Saga yang sedikit ragu-ragu, takut menyinggung hati gadis di depannya.


Kemudian Rani melanjutkan ceritanya setelah menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.


 "Saat itu Dito habis mandi hanya memakai selembar handuk menutupi bagian tubihnya, saya sembunyi d lemari. Tiba-tiba Dtio membuka lemari, Dito terkejut dan begitu pula aku. Akhirnya aku terjatuh berserta lemari. Aku dan Dito..! lemari yang jatuh menimpa kami. Kami bergulingan menghindari lemari itu." jawab Rani panjang, yang seharusnya tak ingin dia ceritakan pada siapapun.


Tapi dia tak mau kalau Sersan Saga berburuk sangka padanya, karena jelas-jelas dia tak ada hubungan dengan Dito.


Sersan Saga mengetahui suasana hati Rani.


"Cuci tangan yuk, itu disana ada air mancur mini." ajak Sersan Saga, Rani menganggukkan kepalanya.


Mereka segera melangkah menuju air mancur mini dekat mereka duduk.


Saat mencuci tangan, tiba-tiba percikan air di muka Rani.


"Sersan...!" panggil Rani dan dia bergegas mencuci mukanya yang terasa ketat karena air mata. Dan kini Rani terasa segar kembali.


Rani berencana membalas percikan air Sersan Saga


"Sersan! maaf anda juga harus cuci muka, biar nggak nyebelin!" canda Rani sambil memercikan air ke wajah Sersan.


"Hei, memang wajahku nyebelin?" tanya Sersan Saga sambil menghindari percikan air dari Rani.


"Pokoknya super duper nyebelin! cuci muka ya!" seru Rani sambil memercikan air ke baju Sersan Saga.


"I..iya..iya..! tapi jangan main air lagi, Bajuku basah jadinya!" seru Sersan Saga yang memperhatikan pakaiannya yang sedikit basah.


"Baik, Sersan Saga yang tampan dan baik hati!" seru Rani dan keduanya mengulas senyum mereka.


Baru kali ini seorang Sersan Saga mengalah pada seorang gadis.Lalu Dia mencuci wajahnya dan merasakan sensasi kesegarannya.


"Padahal Sersan yang mulai duluan, dasar nyebelin!" gerutu Rani dalam hati.


Jantung Rani berdegup kencang saat melihat perubahan wajah Sersan yang kembali segar.

__ADS_1


"Wajahnya seperti malaikat, semoga dia belum punya kekasih! Ah, aku mau mengisi hatinya!" gumam Rani dalam hati.


"Kapan aku bisa bertemu dengan gadis bertopeng?" tanya Sersan Saga yang tiba-tiba dan membangunkan Rani dalam lamunannya.


"E...! Katanya terserah Sersan saja waktu dan tempatnya. Kan Sersan yang sibuk." jawab Rani yang terbata-bata.


"Kalau malam ini bisa tidak, jam sembilan malam sekalian Patroli kita ketemuan disini. Bagaimana?" tanya Sersan Saga yang menatap Rani.


"Boleh saja Serdan!" jawab Rani.


"Sekarang aku antar kamu pulang, karena aku harus kerja lagi dan nanti bertemu dengan Rani. Besok pagi aku jemput kamu sekolah, jadi cepat istirahatlah, setelah nanti aku antarkan kamu pulang." kata Sersan Saga, yang melangkahkan kaki menuju ke sepeda motor dimana tadi dia parkiran.


"Ba..baik Sersan." balas Rani, seraya mengikuti Sersan Saga.


"Apa Sersan ini jarang istirahat ya? malam juga masih patroli? apa tak ada waktu buat kekasihnya gitu?" gumam dalam hati Rani yang kemudian naik ke atas sepeda motor, setelah Sersan Saga memberikannya helm dan dia juga naik ke atas sepeda motornya itu.


Sersan Saga mulai menyalakan sepeda motornya dan kemudian melaju menyusuri jalan raya yang mengarah ke kediaman tuan Wibowo.


Di sepanjang jalan, tak ada percakapan berarti diantara mereka. Hanya Rani yang mencium aroma wangi pakaian Sersan Saga.


Tak berapa lama, mereka sudah sampai di kediaman tuan Wibowo.


"Sersan langsung pulang atau..?" tanya Rani yang belum selesai tapi Sersan Saga segera menyahut.


 "Aku ingin bertemu Rana" kata Sersan Saga.


"Glekk..!" Rani menelan salivanya.


"Eh, bagaimana ini? padahal aku ingin istirahat, nanti malam kan mau ketemuan sama Sersan Saga. Dan juga kunci, aku sudah dapat kunci kalungku." gumam Rani dalam hati yang penasaran dengan kalung pemberian paman Sidiq dan saat ini kuncinya baru saja dia dapatkan dari Dito.


Dan mereka pun segera masuk ke halaman rumah, setelah melewati pintu pagar yang dibukakan oleh satpam yang menjaga rumah tuan Wibowo.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2