Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Raditya Mengantar Yuki


__ADS_3

"Apa ini.? kok aku jadi gugup ya? perasaan ini tidak seperti saat-saat bertemu dengan kak Saga, pemuda ini juga tak kalah tampan dengan kak Saga! eh.. kok banding-bandingin anak orang sih!" kata dalam hati Yuki.


"Gadis ini sebenarnya cantik! walaupun make upnya tipis dan natural. Tidak seperti Sania yang make upnya tebal! Eh, apa'an ini...! kok aku membandingkan antara Yuki dengan Sania, sih? Radit-Radit...! kamu punya tugas menjauhkan dia dari pacar adikmu!" kata Raditya dalam hati yang kemudian menghela napasnya panjang.


"Tadi sampai datang kesini sama siapa?" tanya Raditya membuka pembicaraan.


"E....! Tadi antar sama Yuda. Dia langsung pulang karena tadi Yuda cari Rani, tapi Rani-nya tidak ada!" jawab Yuki yang sedikit gugup.


"Raditya! Lha itu Sidiq sudah pulang, pakai saja pick up nya Sidiq buat angkut bunga-bunganya!" seru kakek Darma saat mobil Paman Sidiq masuk dari gerbang pagar perguruan.


"Iya kakek!" balas Raditya yang kemudian melangkahkan kaki untuk menghentikan laju mobil pick up Paman Sidiq.


"Hop...! Paman pinjam mobil pick up nya ya!" seru Raditya yang melangkahkan kaki menghampiri Paman sidiq yang sedang menghentikan laju mobil pick up nya.


"Untuk apa?" tanya paman sidiq setelah mobil berhenti dan menatap ke arah Raditya.


"Mobil pick Up nya buat mengantar Yuki dan bunga ke perguruan Anggrek putih." pinta Raditya.


"Apakah kamu sudah tahu jalannya?" tanya Paman Sidiq yang keluar dari mobil pick up nya.


"Belum sih....! tapi bukannya ada Yuki yang nanti memberi petunjuk?" jawab Raditya yang sebetulnya sedikit ragu juga dengan medan jalan di lereng gunung.


"Ajak Bima saja Dit..!" sahut bibi Dewi pada saat keluar rumah dan menghampiri Desi yang menangis karena melihat bundanya pulang.


"Iya, paman juga khawatir waktu kamu pulang,


takut kalau kamu tersesat. Nanti nggak ada yang bisa mengendalikan Rani, habisnya ayah sekarang sudah dibantah sama Rani. Ha...ha...ha...!" seru Paman Sidiq sambil tertawa.


Radit dan bibi Dewi yang menggendong Desi ikut tersenyum.


"Ngomong apa kau Diq?" tanya Kakek Darma yang belum paham.


"Sudahlah lupakan saja Yah..!" balas paman Sidiq yang mengulas senyumnya.


Tak berapa lama Bima datang dari ruang latihan dan menghampiri mereka.


"Ayo Bima dan Radit bantu bersihkan pick up dari sampah sayuran. Setelah itu baru angkat semua bunga-bunganya!" perintah paman Sidiq pada putranya.


"Iya paman.." jawab Raditya


"Iya Yah.." jawab Bima.


Dan mereka pun bergotong royong membersihkan pick up. Dan kemudian mengangkat bunga-bunga mawar ke atas pick up.

__ADS_1


Sementara bibi Dewii masuk ke rumah, setelah membersihkan Desi yang sedang buang air besar, dan kemudian mereka beranjak tidur siang.


Tak berapa lama Raditya dan Bima telah selesai membersihkan pick Up.Lanjut memindahkan bunga-bunga dari teras ke atas pick Up.


Kemudian mereka berpamitan dengan nyonya Lani,bibi Dewi dan kakek Darma.


"Radit jadi kamu yang mengantarkan Nak Yuki? " tanya nyonya Lani yang menatap ke arah Raditya,Yuki danBima satu persatu.


"Iya ma...!" jawab Raditya yang kemudian mencium punggung tangan sebelah kanan kedua orang tua angkatnya lalu kakek Darma dan Paman Sidiq, di ikuti Yuki dan Bima.


Setelah itu mereka bergegas naik ke dalam pick up dengan posisi,Raditya memegang kemudi, Yuki duduk disamping Raditya dan Bima berada di belakang


"Hati-Hati ya semuanya..!" seri tuan Wibowo.


"Ya...Daaa semua..!bb" seru Raditya.


Raditya pun menyalakan mobil pick up yang berisikan beberapa keranjang bunga Mawar, dengan kecepatan sedang.


Yuki duduk di depan samping Raditya, sedangkan Bima di belakang menjaga keranjang-keranjang yang berisikan bunga mawar.


.Dengan perlahan, mobil itu melaju meninggalkan perguruan Darma putih.


Dalam perjalanan, mulanya Raditya dan Yuki diam saja. Namun tiba-tiba keduanya mulai buka suara.


"Eh.. kamu lsaja yang duluan aja." kata Yuki seraya mengulas senyumnya.


"Ah..tidak kamu duluan saja..!" balas Radit.


Keduanya saling pandang dan tersenyum.


"Baiklah.." kata mereka bersamaan. Radit dan Yuki pun tertawa kecil.


"Ok..lady first..!" seru Raditya sambil tangannya memberi isyarat pada dadis disampingnya.


"Aduh kok gugup begini ya?" gumam Yuki dalam hati.


"Aku kok belum pernah ketemu dengan kak Radit ya sebelumnya? memang kakak sebelumnya ada di mana?" tanya Yuki yang memberanikan diri.


"Ohw...Dulu aku tinggal dengan kedua orang tuaku. Suatu hari kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan, dan aku di bawa sama papa Wibowo dan Mama Lani ke kota. Sedangkan Rani adikku di bawa ke lereng gunung." jelas Raditya.


"Aku sebagai kakaknya Rani, mohon maaf ya jika Rani pernah jahil atau menyakitimu...!" lanjut Raditya.


"Ah.. nggak apa-apa kok..!" kata Yuki yang sekali-kali menoleh ke luar jendela.

__ADS_1


"Rani itu sebetulnya baik, mungkin karena selama ini dia hanya dapat kasih sayang hanya dari kakek Darma, maka kalau ada yang mengasihinya tiba-tiba cuek atau ke lain hati, dia seperti tidak rela." kata Raditya.


"Ya ampun dia perhatian sekali sama adiknya, apa sama pacarnya juga begitu?! Eh, dia sudah punya pacar apa belum ya?" batin Yuki.


"Aku juga paham kok kak, aku juga punya seorang adik." kata Yuki.


"Saya mau tanya kak! apakah boleh saya bertanya?" tanya Yuki dengan sedikit keraguan.


"Boleh saja, kalau aku tahu dan bisa jawabnya..!" jawab Raditya yang masih fokus dengan medan jalan lereng gunung namun sekali-kali memandang Yuki.


"Apa benar Rani dan Kak Saga ada hubungan?" tanya Yuki.


"Kalau Iya memangnya kenapa?" jawab Raditya yang kembali bertanya.


Yuki terdiam cukup lama, kemudian Raditya menepikan mobil pick up dan memberhentikan laju kendaraannya.


Pemuda itu penasaran dengan apa yang di katakan gadis di sampingnya itu.


"Adikku menyukai Rani..!" kata Yuki, yang membuat Raditya sedikit terkejut.


"Apa...? Ya.. Tuhan. Setelah ini siapa lagi yang akan suka sama dia. Gadis tomboy tapi cengeng seperti itu, kenapa banyak yang menyukainya?" ucap Raditya sambil menggelengkan kepalanya seakan tak percaya.


"Cihh.....! aku nggak tahu apa yang terjadi nanti jika Adik tua melakukan tugasnya ke kota Sebrang, selama tiga tahun, apa Rani akan menolak pada setiap laki-laki yang mengungkapkan isi hatinya?" umpat Raditya dalam hati.


Sementara itu Yuki dalam hatinya berkata,


"Aku harus mendapat hati kak Saga, agar Yuda bisa berdekatan dengan Rani."


Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Oya kak Radit, sekarang ini kuliah apa kerja?" tanya Yuki kemudian.


"Kuliah, tapi aku cuti satu semester. He..he..!" kata Raditya sambil terkekeh.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2