
Pesan Author ;
Author mohon maaf karena di episode sebelumnya banyak typo.
Episode kemarin sudah author kirim kemarin sore. Mungkin karena sinyal belum ke review sampai malam.
Entah mengapa tiba-tiba hilang. Author kemudian menulis kembali, dengan diburu jam waktu habis untuk Update.
Dan akhirnya banyak typo di sana-sini.
Jam 01.00-03.00 wib author kembali merevisi kembali, namun karena author yang mengantuk, bukan tombol kirim yang author sentuh, tapi tombol hapus.
Author dengan sisa-sisa ingatan tulisan sebelumnya, menulis kembali episode sebelum episode ini.
Jadi di episode Season 2 ; Masih Cerita Nindy... author buat sampai tiga kali menulisnya.
Pesan Author yang tadi sudah sempat baca yang Up pada malam hari, mohon sebelum baca episode ini, baca episode sebelumnya.
Mohon maaf dan terima kasih.
πππππππππππππ
...π·Happy Readingπ·...
Matahari hendak turun ke peraduannya, semua binatang siang pun mulai kembali ke sarang mereka masing-masing.
Dan di gantikan dengan binatang-binatang malam.
"Kita harus cari tempat untuk istirahat..!!" seru Bonny yang terus melangkahkan kakinya.
"Di sini saja, kelihatannya aman dari binatang buas..!!" kata Nindy saat berada di pinggir jalan yang di lalui kendaraan.
"kalau begitu, kita buat api unggun buat mengusir dingin dan serangan binatang buas." kata Bonny.
Nindy dan Bonny mencari kayu bakar, dan mereka segera membuat api unggun.
Mereka pun membuka bekal makanan mereka dan memakannya.
"Nampaknya sarapan kita besok mulai mencari di hutan..!!" kata Bonny saat tahu stok perbekalan mereka habis.
"Iya...! makan sedapat kita nanti..!" balas Nindy.
"Nindy, kamu tidurlah..! biar aku berjaga-jaga..!" kata Bonny sambil mendekatkan dirinya di perapian.
"Baiklah, nanti bangunkan aku ya kalau kamu mau tidur...!" ucap Nindy yang kemudian memposisikan diri untuk berbaring di atas rumput yang hijau berbantalkan tas ranselnya.
Beberapa jam kemudian, terdengar deru suara kendaraan.
Bonny yang hampir memejamkan matanya itu pun terbangun dan buru-buru mematikan api unggunnya.
Selesai urusan dengan api unggun, Bonny membangunkan Nindy.
"Nindy..Nindy...banguun..! ada kontainer...!!" seru Bonny,
"A..apa..!!" Nindy pun bergegas bangun dari tidurnya.
Mereka segera mencari tempat persembunyian di balik semak-semak.
Tiba-tiba ada sebuah mobil pick up yang berisikan empat orang berslayer merah berhenti dan seperti mencari sesuatu.
__ADS_1
"Aku tadi melihat api disini..!!" seru orang berslayer merah Satu.
"Iya aku tadi juga lihat..!" seru orang berslayer merah ke dua.
"Kita cari..! mungkin masih ada di sekitar sini..!" seru orang berslayer ke tiga.
"Aku yakin perawat sialan itu membawa gadis umpan kita..!!" seru orang berslayer ke empat.
"Lihat ada perapian..!" seru orang berslayer merah kedua yang mengetahui adanya bekas api unggun Bonny dan Nindy.
"Masih hangat...! mereka masih di sekitar sini. Perketat penjagaan..!" seru mereka orang berslayer ketiga.
"Hebat juga mereka bisa sampai di sini...!" ucap orang berslayer ke satu.
Dan mereka berempat mencari dr sekeliling perapian, setelah merasa lelah mencari dan tak ketemu, mereka akhirnya kembali menuju pick up dan segera meninggalkan lokasi tersebut.
Merasa sudah aman, mereka tak lagi beranjak dari persembunyian mereka.
Bonny sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Nindy berbaring di samping Bonny dengan sesekali menepuk nyamuk yang haus darah.
Lama kelamaan Nindy terlelap juga dan hingga matahari membangunkan mereka berdua.
Bonny yang lebih dulu bangun, memandangi wajah Nindy dengan seksama.
"Nindy..kamu manis sekali..!" ucap dalam hati Bonny.
Tak berapa lama, Nindy terbangun.
"Eh, Bonny..sudah bangun duluan ya..?! kenapa tak membangunkanku..?" tanya Nindy yang segera bangun dengan posisi duduk.
"Ternyata kamu manis sekali ya..!" kata Bonny sambil tersenyum.
"Eh..! masih sempat aja ngegombalnya..!!" balas Nindy.
"Sudahlah..! ayo kita cari sarapan..!' ajak Nindy yang kemudian berdiri dan di susul Bonny.
Mereka menyusuri sungai dan mencari beberapa ikan disana.
Dengan alat seadanya, mereka bisa menangkap beberapa ikan.
Setelah membersihkan ikan tersebut, mereka segera membakarnya tanpa bumbu.
"Sarapan kita hari ini..! ikan bakar tanpa bumbu..! seru Bonny dan di sambut tawa oleh Nindy.
"Yah sedikit tawa untuk menghilangkan beban kita sebentar..!!" kata dalam hati Nindy.
Setelah puas dengan sarapan, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.
"Astaga..!! banyak sekali orang yang mereka kerahkan untuk mencari kita..! lihat disana...!!" seru Bonny saat melihat satu kontainer menurunkan puluhan orang untuk mencari Bonny dan Nindy.
"Bonny...! sebaiknya kita percepat langkah kita..! sebelum mereka menyusul kita..!!" ucap Nindy dan mereka menjauh dari kontainaer tersebut.
Berlari dan terus berlari. hingga akhirnya mereka sampai di pagar perbatasan.
Di gapura perbatasan, banyak sekali orang berslayer hitam yang berkumpul.
"Kita sebaiknya telusuri pagar ini semoga ada lubang buat kita keluar dari tempat ini..!" kata Bonny.
"Ayo..!!" ajak Nindy.
__ADS_1
"Nindy..! pagarnya berhenti di sana..! ayo kita kesana..!!" kata Bonny
Mereka pun berhasil keluar melewati pagar yang terputus itu.
"Akhirnya..! bebas juga..!" seru Bonny, dan wajah sumringah terhias di wajah mereka.
"Iya..!!" jawab Nindy.
Tiba-tiba..
"Dorr...!!"
"Aghh....!!"
Sebuah peluru senapan bersarang di punggung Bonny.
"Heh..! jangan senang dulu..! penderitaan kalian belum berakhir...!" seru seseorang dari belakang mereka.
"Bonny....!!" seru Nindy.
"Cepat lari...! tetaplah jadi gadis yang manis..! cepat lari..!!" seru Bonny dengan sisa-sisa tenaganya.
"Kalian tak kan kubiarkan lolos..!!" seru orang yang berslayer merah dengan posisi siap menembak.
"Cepat pergi..! kita akan bertemu di kehidupan berikutnya..! cepat pergi..!!" seru Bonny lagi.
Dan Nindy pun menurutinya walau dengan hati berat.
Gadis itu berlari dan terus berlari tanpa menoleh ke belakang.
"Dorr...!!"
"Aughhh....!!"
Suara Bonny yang terakhir kalinya yang di dengar Nindy, dadanya sesak dan air mata nya pun mengalir.
"Bonny...! Terima kasih..! maafkan aku..! aku tak bisa menolongku..!! semoga kau tenang di alam sana...!! Aamiin..!" kata dalam hati Nindy yang terus dan terus berlari.
Ternyata orang berslayer merah itu terus mengejar Nindy.
Masuklah Nindy ke sebuah pasar Tradisional.
"Maaf Bu, anakmu minta baju buat ganti baju lama. Biar Tuhan yang menggantikannya ya..!" kata nindy pelan saat mengambil satu stell babydoll tak lupa underwearnya dan kemudian dia melangkahkan kaki ya ke kamar mandi, namun sebelumnya tangannya mengambil satu jepit rambut.
Nindy segera masuk ke kamar mandi.
Gadis itu menyempatkan diri untuk mandi dan berganti pakaian dan Rambutnya di jempol keatas.
Kini Nindy berpenampilan seperti emak-emak, dan dia keluar dari kamar mandi.
"Itu malingnya....!!"
...~Β₯~...
...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Bersambung....