Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Markas Geng Kobra Il


__ADS_3


"Wah..malah kelamaan..! Baiklah jurus Tarian Dewi Cinta...!!' seru dalam hati Rani.


Dan sedetik kemudian gadis itu mengeluarkan jurus yang lebih banyak menggunakan kekuatan kaki itu.


"Hiaaat...!!


"Tapp....! Tapp...!!"


Dengan kekuatan kakinya Rani melompat keatas sambil berputar.


Keempat senjata lawan menyatu hendak menancapkan senjata mereka ke tubuh mugil Rani.


Namun keempat senjata yang menyatu itu dibuat tumpuan oleh Rani, dan Rani kembali ke atas dengan membalikkan tubuhnya.


Sekarang kepala Rani di bawah kaki diatas dan siap menyerang balik keempat lawannya itu.


Dan.....


"Blesh....!!"


"Blesh..!!"


Dua kepala terpisah dari kepalanya.


Dito yang melihat aksi Rani itu pun memegang leher dan menelan ludahnya.


"Gadis yang ku cintai ternyata sadis...!!" gumam Dito dalam hati.


"Kurang ajar...!!" seru salah satu lawannya yang masih hidup.


"Kini giliran kalian, he..he..!!" kata Rani dengan senyum sinis yang mematikan.


"Cuih...!!" lawan satunya lagi meludah.


Keduanya pun menyerang rani bersamaan.


"Ciaaat...!!"


"Hupp....!! hiaaatt...!!"


Dengan berputar kembali, Rani menghempaskan kedua senjata itu.


"Hiaat...!!


"Dugh...!!"


"Ahh....!!"


"Bugh..! Bughh....!!"


"Aaghhh....!!"


Sejurus kemudian gadis itu menendang dan memukul satu persatu lawannya tanpa memberi kesempatan mereka menyerang.


Kedua lawan Rani pun tersungkur tak sadarkan diri.


Pedang pusaka itu pun berubah kembali menjadi liontin kalung yang melingkar di leher Rani.

__ADS_1


"Dito...! cepat cari dimana kelerengmu..!" seru Rani saat selesai dengan kedua lawannya itu.


"O..iya..!!" sahut Dito yang sebelumnya tercengang akan aksi gadis dihadapannya itu.


Dito mencari kunci dari saku celana para penjaga tahanan uang sudah terkapar itu.


"Ini dia..!!" seru Dito yang kemudian menuju sel dimana dulu dia pernah berada di situ.


Rani kemudian berkeliling dan menemukan dua orang yang ditahan secara berhadapan.


Satu orang terbaring lemas dan satu orang terduduk dengan memegang dadanya.


"Pa..pa...!! papa Wibowo...!" teriak Rani yang memegang besi jeruji, mengenal tahanan yang terbaring lemas itu.


Kepulan asap keluar dari liontin kalung pusaka.



Si Kity melengang masuk dan memeriksa keadaan Tuan Wibowo.


"Beliau masih hidup nona, cepat beri pil langit..!!" seru Kity.


"Masuk sel..!!"


Rani pun menghilang dan sedetik kemudian berada di samping tuan Wibowo.


"E...Ra..Rani..!!" terdengar suara lemah tuan Wibowo.


"Papa...! telan pil ini pa...!!" kata Rani yang mengeluarkan pil dari dalam liontin kalung pusaka.


"Rani..! bagaimana kamu bisa masuk..?" tanya Dito yang sudah mengambil kelerengnya dan begitu balik ketempat Rani,ternyata Rani sudah berada di dalam sel bersama seseorang yang terbaring lemas.


"A..air...!!" pinta tuan Wibowo.


"Dito bisa kau carikan air minum?" pinta Rani


"I..iya.." jawab Dito yang kemudian mencari air di tempat dimana keempat penjaga tadi terkapar.


Dito menemukan galon air mineral dan beberapa gelas.


Dia langsung menuang air ke dalam gelas itu.


Kemudian memberikannya pada Rani.


Gadis itu pun menyodorkan gelas yang berisi air putih itu ke mulut tuan Wibowo.


"Papa...! telan lagi pil nya, agar cepat pulih..!" pinta Rani.


"I..iya nak..!!" jawab Tuan Wibowo yang masih lemas.


"Dito..! ngapain kamu? cepat buka selnya..! dan bantu aku membawa keluar papa Wibowo...!" seru Rani.


"I..iya..!" jawab Dito yang kemudian membuka sel tersebut.


Rani dan Dito dengan tertatih memapah tuan Wibowo keluar dari sel.


"Nona...! yang ini seperti camer Calon mertuanona..!!" seru Si Kity yang sudah berada di samping orang yang di dalam sel yang memegang dadanya itu.


Kemudian si Kity masuk kembali ke dalam liontin kalung pusaka itu.

__ADS_1


"Komisaris Anggara..!!" panggil Rani.


Orang yang di panggil itu mendongak dengan menahan rasa sakit di dadanya


"Dito...! cepat panggil Inspektur Alex dan Jonathan untuk membantu kita. Aku mau menolong Komisaris Anggara...!" seru Rani.


"Oiya, serahkan kelerengmu dulu...!" lanjut Rani.


"Baik..!" jawab Dito yang kemudian mereka mendudukan tuan Wibowo di depan sel.


Dito pun menyerahkan kelereng yang tadi dia ambil dari sel dimana dia waktu kecil sering bermain sendirian dengan kelereng itu.


Dito segera mencari Inspektur Alex dan Jonathan yang tadi berjaga di luar tahanan.


"Masuk sel..!!"


Rani pun menghilang dan dalam hitungan detik sudah di samping Komisaris Anggara.


"Komisaris, telan pil ini ya...!!" Pinta Rani.


"Te...te..rima ka...sih...!!" jawab Komisaris Anggara.


"Rani...!!" panggil Inspektur Alex saat menuruni tangga.


"Inspektur..!! tolong ambilkan air minum di situ...!" pinta Rani.


Inspektur Alex pun mengambil gelas dan dituangkannya air dalam galon itu ke dalam gelas.


Dan kemudian memberikannya pada Rani.


Gadis itu pun menyodorkannya pada Komisaris Anggara. Dan menyuruh Komisaris menelan satu pil langit lagi.


Jonathan dan Dito baru saja sampai dan segera menghampiri Tuan Wibowo.


Tuan Wibowo kini sudah bisa berdiri karena reaksi pil langit yang sangat cepat.


Dito pun membuka sel sebelum Rani menyuruhnya lagi. Inspektur Alex masuk dan membantu Rani memapah komisaris Anggara.


Dengan tertatih mereka berhasil keluar dari ruang bawah tanah tersebut.


Tiba-tiba Rani menghalang mereka untuk maju melangkah.


...~Â¥~...


Author sedih, cover pilihan author tidak/belum direview NT.


Padahal novel ini mau habis ceritanya😥


"Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.


Oya, dukung karya Author lainnya ya...


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.


Terima kasih.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2