Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengantar Lilian Pulang


__ADS_3

"Kamu tahu...! Komisaris Anggara mau melamarku. Dan mau menanggung semua biaya pengobatan papaku. Asalkan aku mau menikah dengannya...! Bayangkan saja, dia sudah berusia sama dengan papa..! Dan aku baru kenal dia..!" kata Lilian dengan Isak tangisnya.


"Dasar...! tua-tua keladi...!!" gerutu Rani sambil ikut mengepal.


"Nanti malam dia mengajak dinner di restoran yang ada di hotel "A", jam tujuh nanti dia akan menjemputmu." kata Lilian walaupun sudah tidak menangis, namun raut wajahnya masih menunjukkan binar kesedihan.


"Hmm...! aku ada ide..!" kata Rani dengan wajah sedikit ceria.


"Semoga ini bisa berhasil...!" gumam Rani meyakinkan diri.


"Apa kamu ada ide..?" tanya Lilian penasaran.


"Sebentar saya mau telepon seseorang..!" kata Rani yang kemudian menggeser kan layar ponselnya ke layar kontak. Di carinya nama seseorang.


"Tut...! Tut...! tuutt...!"


Berkali-kali terdengar nada tidak tersambung.


Akhirnya Rani pun mengganti dengan mengirim chat.


📩📩📩📩📩


Rani :"Hai Inspektur Alex...!"


Rani :"Aku butuh bantuanmu, bisa kamu jemput aku nanti jam setengah lima sore di depan Apartemen kak Saga."


Rani :"Oiya..! kalau bisa kamu pakai pakaian biasa ya..! kita double date..! nanti saya jelaskan...!"


📩📩📩📩📩


Chat yang terkirim pun masih centang dua warna hitam, berarti belum di buka oleh si penerima chat.


"Oh, mungkin lagi sibuk..!" batin Rani kembali menatap ke arah Lilian.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Lilian yang penasaran dengan rencana Rani.


"Kak Lilian...!" panggil Rani yang mulai serius.


"Lili saja..!" kata Lilian memberi tahu panggilan akrabnya.


"Ok.. Lili, kita nanti malam double date. Kamu jadi aku, aku jadi kamu..!" kata Rani dengan keseriusannya.


"Maksudnya?" tanya Lilian yang masih belum paham


"Nanti aku beritahu, sekarang ayo aku antar pulang? sekalian aku bisa tahu rumah kamu" ajak Rani pada Lilian.


"Oke, ayo..!! aku juga mau menyuapin papa, tadi minta di belikan sup Iga. Kelamaan di sini,jadi dingin, nanti sampai dirumah di panasin.. he..he..!" kata Lilian sedikit bisa tersenyum melihat sup iganya yang dingin.


Lilian pun naik membonceng di belakang Rani.


Dan motor matic itu melaju sesuai arahan Lilian.


Selang beberapa menit, mereka sampai di sebuah perumahan elite. Namun seperti beberapa hari tak terawat


"Boleh saja, ayo masuk..!" seru Lilian sambil membukakan pintu pagar. Karena Lilian sudah tidak mempekerjakan pembantu, tukang kebun apalagi satpam.


"Maaf sudah seminggu ini aku memberhentikan pembantu, tukang kebun dan Satpam. Jadi ya semampu aku membersihkan rumah sebesar ini sendirian.." kata Lilian sambil membuka pintu rumahnya.


"Jadi kamu sendirian mengurus papa kamu?" tanya Rani sambil melihat sekeliling ruangan.


"Iya begitulah..!" kata Lilian yang langsung masuk ke dapur untuk menghangatkan Sop iga yang di belinya tadi.


"Trus untuk biaya hidup kamu bagaimana?" tanya Rani yang ikut prihatin dengan nasib Lilian.


"Bila tidak ada job fashion show, aku bisnis online kosmetik dan baju." kata Lilian sambil menyiapkan nasi dalam piring dan sop yang sudah di panasinya di tuang dalam sebuah mangkok.


"Ayo ikut aku, kalau mau menjenguk Papa..!" seru Lilian sambil mengangkat makanan diatas nampannya.

__ADS_1


Rani pun mengikuti Lilian menuju ke sebuah kamar yang cukup besar.


Terbaring lah seseorang lelaki paruh baya yang terlihat kurus dan pucat memandang Lilian dan Rani.


"Beda sekali waktu terkhir aku ketemu beliau saat Ulang tahun Lili..!" gumam dalam hati Rani.


"Papa.. ini Lili, makan dulu yuk..!" ajak Lilian sambil membenarkan posisi Komisaris dari terbaring menjadi duduk bersandar.


Rani mengambil ponselnya, pura-pura membuka chat. Namun sebenarnya dia mendokumentasikan Lilian yang sedang menyuapi papanya.


Rani tak kuasa melihat apa yang terjadi pada komisaris dan Lilian, kehidupan yang berubah drastis.


"Yang tadinya bergelimang harta, sekarang...


Baskoro beserta kroni-kroninya harus di basmi" gumam Rani dalam hati saat memandan ke jendela kamar Komisaris.


Setelah menyuapi papanya, Lilian pun mengajak Rani keluar kamar.


"Mau minum apa? aku buatkan ya?" tanya Lilian saat menutup pintu kamar.


"Oh tidak usah, aku harus segera pulang. Karena nanti kurang lebih jam lima sampai disini."kata Rani yang kemudian melangkah keluar rumah di ikuti Lilian.


"Hati-hati ya..!" seru Lilian seraya melambaikan tangannya saat Rani sudah berada di atas motornya.


"Ok, semoga rencana kita berhasil..!" kata Rani sambil membalas lambaian tangan Lilian.


Dan Rani pun melewati pintu pagar rumah Lilian, menuju ke jalan raya menuju ke Apartemen yang dia tinggali.


...~¥~...


Apa yang akan dilakukan Rani selanjutnya ya..?


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/,🎁 maupun Vote nya ya...

__ADS_1


Terima kasih.


...Bersambung...


__ADS_2