Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Kebangkrutan Dua Keluarga


__ADS_3

"Jonathan, kenapa kalian bisa berada di sini?" tanya Raditya yang penasaran karena tak biasanya Jonathan keluar kota tanpa pengawal.


"Radit, kemarin papaku menghubungi kalian tapi tidak bisa. Sejak kabar kematian Annet tersebar di kota, Geng Kobra mengamuk. Membakar toko-toko Papamu, membakar rumah kami dan juga meracuni ikan-ikan di pemancingan kami. Papa mengalami kebangkrutan, sebagian pemancingan di jual sama papa" cerita Jonathan yang kemudian diam menahan sesak di dadanya.


"Toko-toko papa di bakar...!! Ya Tuhan.. usaha papa bertahun-tahun..!!" seru Mama Lani yang lemas.


"Mama.. mama duduk di mobil saja dulu..!" seru Rani yang kemudian memapah mama Lani masuk ke mobil dan Inspektur Saga membantu membukakan pintu mobilnya.


"Sekarang ini papa dan anggota geng Srigala yang tersisa, mengungsi sekaligus berjaga-jaga di rumahmu dan di Gym. Karena sebagian anggota Srigala juga di culik oleh geng Kobra." lanjut Jonathan.


"Astaga..!!. keterlaluan sekali Baskoro berserta anak buahnya itu...!!" seru Raditya dengan geram.


"Tidak hanya itu, mereka juga membunuh pengacara keluarga kita saat mengumpulkan bukti-bukti tentang Baskoro. Karena hal itu, papa menyuruhku menjemput Nara tanpa pengawal, agar tak menarik perhatian geng kobra."jelas Jonathan.


"Apaaa....!!" seru Raditya dan Rani kompak, rencana mereka menjebloskan Baskoro ke penjara lewat hukum pengadilan gagal.


"Sial..!! kenapa aku di tugaskan keluar kota pada saat seperti ini...!!" gerutu Inspektur saga.


"Tenang kak Saga, Rani yakin kita bisa melaluinya..!" ucap Rani untuk menenangkan tunangannya.


"Oya Radit, bukannya aku mau ikut campur hubunganmu dengan Sania. Apa tidak kamu pikir ulang ke depannya?" tanya Jonathan yang tahu tentang hubungan rumit antara Raditya dan Sania.


"Entahlah..! aku juga belum bisa menghubungi dia. Terakhir aku ketemu dia saat di rumah sakit. Waktu itu aku kena tembak tangan kanan Baskoro, dan kemarin aku juga hampir mati karena jarum beracun ibunya Sania...!" jelas Raditya dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Aku tahu kedahsyatan jarum beracun itu, sebagian teman seperguruanku saat ini masih terbaring di rumah sakit karena jarum beracun itu. Kak Radit bisa sampai di sini merupakan suatu keajaiban..!!" kata Nara yang sejak tadi diam tapi memperhatikan obrolan mereka.


"Ohya, aku mewakili papaku minta maaf sebelumnya telah lancang memakai rumah keluarga Wibowo dan Gym sebagai markas geng Srigala." kata Jonathan tak enak hati.


"Malah kami yang berterima kasih karena rumah dan Gym dalam perlindungan geng Srigala.


"Nanti aku akan mampir ke rumah untuk mengambil beberapa baju dan beberapa benda penting, kami akan tinggal di Gym. Karena itu usaha kami yang tersisa." kata Raditya.


"Ok, sebaiknya kita berangkat bersama dan saling melindungi..!!" seru Jonathan.


"Iya karena tadi aku lihat di restoran ada anggota geng Kobra, aku khawatir mereka akan mengganggu perjalanan kita..!" seru Rani.


"Benar.. sebaiknya kita berangkat sekarang..!" seru Nindy yang was-was.


"Ayo kita berangkat..! sudah hampir sore. Nanti kita kemalaman...!!" seru Raditya sesekali melihat langit.


"Kenapa kita yang harus tinggal di Gym sih kak? Bukankah lebih aman jika tinggal sama mereka?" tanya Rani saat mobil yang mereka tumpangi melaju di belakang mobil Jonathan.


"Apa kamu mau pendekatan sama Jonathan selama aku tinggal tugas nanti?" tanya Inspektur saga sambil mengemudi.


"Apa sih kak Saga..! Maksud Rani kan mama ada perlindungannya saat sendirian nanti." jawab Rani.


"Itu sudah kakak pikirkan adikku sayang, apa kamu pikir hanya kamar kakek saja yang punya ruang rahasia?" jawab Raditya.

__ADS_1


"Ruang rahasia?" tanya Rani sambil menoleh ke arah Raditya karena penasaran.


"Papa yang punya ide, karena papa tahu cepat atau lambat hal seperti ini akan terjadi." jelas Raditya.


"Okelah kalau begitu..!!" seru Rani.


"Sebaiknya Rani tinggal di apartemen kak Saga saja. Yang geng kobra tahu, keluarga Jordy dan Wibowo sudah bangkrut. Jadi aku kan akan kembali dengan si Rani culun yang jadi mantan pembantu keluarga Wibowo. Nanti Rani akan sekolah sambil kerja untuk membayar biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari." kata Rani.


"Kamu tak apa-apa tinggal sendirian?" tanya Inspektur saga.


"Tak apa-apa sayangku, lagi pula aku nanti kan jarang pakai karakter Rana dan Ran. Rani masih punya misi mencari Papa dan yang lainnya, Rani masih butuh informasi dari Dio dan Dito." kata Rani dengan mantap.


...~¥~...


Bagaimana ya aksi Rani tanpa Inspektur Saga..???


Yuk kepoin terus kisahnya...


Jangan lupa beri dukungannya ya?


Like, komen, favorite rate, dan vote nya author harapkan..


Makasih semuanya..

__ADS_1


Semoga kita selau sehat dan dalam Lindungan-Nya


Aamiin ya Robbal alaamiin


__ADS_2